Setelah berpisah dengan dinda mexca langsung kembali ke kantornya untuk mengambil berkas yang ditinggalkan dari sore tadi. Mexca melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan saat di jalanan tanpa sengaja dia melihat dinda yang sedang berbincang dengan seorang pria dan terlihat sangat akrab, karna mereka seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat menyenangkan.
"Siapa dia? Kenapa mereka terlihat begitu dekat dan akrab" gerutu mexca dalam mobilnya yang terus mengawasi dinda dengan seseorang yang ada di sebrang jalan. "Ah, sudalah aku pulang saja. Besok aku bisa ketemu dia lagi dan coba menanyakannya pada dia siapa pria itu.
Disisi lain, dinda yang sedang berbincang dengan Didi yang sengaja dateng ke cafe untuk bertemu dengan dinda. "Din, disini" teriak didi saat melihat dinda. "Mas Didi kenapa gak ketemu di cafe aja, kenapa harus ketemu disini? Tanya dinda heras karna di ajak ketemuan di luar cafe. "Tidak papa, mas cuma mau ketemu sama kamu saja, kalondi cafe nanti bisa rame" jawab Didi seadanya. "Mencurigakan" dinda menjawab sambil tersenyum dan memukul lengan Didi. Dan ketahuan kenapa Didi mengajak ketemuan di luar, karna dia ingin meminta pendapat pada dinda soal dia yang akan menyatakan perasaannya pada seseorang dan meminta dinda untuk menyanyikan lagu sama seperti saat dinda menyiapkan acara lamaran pegawenya yang berhasil dan sukses besar membuat semua orang membicarakannya. Dinda yang mendengar itu tertawa dan terus mengejek Didi, sampai dia gak sadar kalo ada seseorang yang mengawasinya dari jauh.
"Hem, mas didi ada-ada aja. Baiklah sekarang aku pulang dulh besok baru menyiapkan persiapan untuk mas didi menyatakan cintanya pada wanita yang di pilihnya" dinda langsung melajukan mobilnya menuju rumah Bram. "Loh mas Bram sudah pulang toh, mobilnya sudah di dalam" bergegas aku masuk ke dalam rumah. "Assalamu'alaikum mas, maaf dinda gak tau kalo mas pulang lebih awal" kataku saat aku masukndan mendapati mas bram duduk di ruang tengah. "Tidak apa-apa din, sebaiknya kamu bersih-bersih dulu setelah itu mari kita bicara karna ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu" kata mas Bram sambil memegamg sebuah map ditangannya. Dan aku langsung masuk ke dalam kamarku dan mandi, setelah itu aku menemui mas Bram.
Ku tatap mas Bram seolah sedang cemas dan banyak pikiran. "Mas, katanya ada yang mau dibicarakan dengan dinda" tegurku saat kulihat mas Bram yang hanya diam mematung ditempat. "Ah, iya duduklah dulu din" kata mas bram padaku. Setelah aku duduk di depan mas bram, dia Langsung menyerahkan map yang dibawah dari tadi pada ku. "Ini apa mas?" tanyaku yang bingung dengan isi map itu apa. "Buka saja din nanti kamu juga akan tau, baca dan jika kamu setuju tandatangini" kata mas bram pada ku. Dan aku pun membuka serta membacanya, betapa aku terkejud dengan isinya. Perjanjian nikah, "apa maksudnya dengan semua ini?" pikirku dalam hati.
Aku yang merasa bingung dengan maksud mas bram membuat perjanjian nikah ini untuk apa. Aku menatap mas Bram dan sepertinya dia mengerti dengan kebingunganku. "Maaf din, aku membuat perjanjian itu karna sebenarnya pernikahan ini bukanlah atas keinginn dan kehendak ku, aku menyukai dan mencintai orang lain, dan aki ingin menikahi dia sebagai istriku. Jadi kamu jangan berharap atas pernikahan kita ini, karna aku tidak pernah mencintaimu. Jadi tolong tandatangani itu dan sesuai yang tertulis di situ kita akan berpisah setelah 2 tahun pernikahan kita, karna aku tidak bisa bertahan lebih Lama dari itu" penjelasan mas Bram panjang lebar pada ku yang membuat dadaku semakin sesak. "Walo aku gak mau mas akan tetap menyuruh ku untuk tandatangan kan mas?" kataku sedih. "Iya" jawab mas Bram singkat. Dan aku pun menandatanganinya walo dengan berat hati. "Aku akan berusaha untuk membuat mu jatuh cinta pada ku mas" kataku dalam hati.
Pagi itu mas Bram sudah berangkat kerja sebelum akun selesai masak, dan dia juga tidak memberitahu aku. Setelah selesai masak aku pun langsung berangkat ke butik dan bertemu dengan teman ku Yulia untuk meminta bantuannya menyiapkan acara mas Didi dalam menembak ceweknya. Aku dan yulia berangkat ke resto siang itu untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan karna acara penembakan malam hari ba'da sholat isya'. Setelah selesai semuanya persiapan untuk malam ini, yulia kembali ke butik.
Kepala ku pusing dan seolah mau pecah, aku tak habis pikir kalo mas Bram sampai memintaku untuk menandatangani Surat perjanjian nikah. Rasanya rumah tanggaku ini hanyalah sebuah lelucon saja. "Ya Allah ya Rabb kenapa semuanya jadi pada ku seperti ini? Mampukah hambamu ini menjalani ini semua? Tolong beri hambamu kekuatan untuk bisa membuat mas Bram melihat dan mencintai ku" aku menguatkan hati ku sendiri.
Tepat pukul 8 malam mas Didi sudah datang dan dia langsung masuk ke ruangan yang disana sedang ada aku. "Din apa sudah siap semuanya?" tanyanya saat melihat aku selesai sholat. "Alhamdulillah sedah semuanya mas" jawabku sambil tersenyum. "Kalo begitu aku hubungi dia ya untuk ku suruh kesini, katanya dia sudah ada disekitar sini" katanya sambil senyum bahagia.
Aku takkan pernah berhenti mencintaimu sampai aku mati
Aku akan selalu setia menemanimu setiap waktu
Tak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati cintamu
Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu
Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu
Aku bernapas untukmu, percayalah padaku
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Sayang, aku cinta padamu
Ooh
Tak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati cintamu (cintamu)
Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu
Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu
Aku bernapas untukmu, percayalah padaku
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Hoo
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Penulis lagu: Indra Priyatno / Iwan Sastra Wijcinta
Setelah lagu pertama ku selesai, aku melihat lampu resto mulai berganti dan itu tandanya saat-saat mas Didi menyatakan cintanya pada wanita yang dicintai. "Lagu yang ke dua ku khususkan untuk seseorang yang saat ini sedang menantikan cintanya. Semoga mereka berbahagia selalu" kataku yang langsung ku tekan not piano di depan ku dan jari jemariku mulai menari diatasnya.
'Sumpah Ku Mencintaimu'
Sesungguhnya, dan akulah pemilik hatimu
Kau 'kan rasa cinta yang terdalam
Bersamaku, kamu bisa bahagia selamanya
Sepantasnya dirimu seutuhnya untukku
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita bahagia selamanya, oh
Sumpah, 'ku mencintaimu, sungguh 'ku gila karenamu
Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati, aku cinta
Sepantasnya (sepantasnya) dirimu seutuhnya untukku (untukmu)
Sempurnamu bila bersamaku
Dan denganku, kita 'kan bahagia selamanya, oh, oh-oh...
Sumpah, 'ku-, sungguh 'ku-
Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
Sumpah mati, aku cinta, oh
Sumpah, 'ku mencintaimu, sungguh 'ku gila karenamu
Sumpah mati, hatiku untukmu, 'tak ada yang lain
Mati rasaku tanpamu, henti nafasku karenamu
(Sumpah mati aku cinta) Sumpah mati, aku cinta
Sumpah mati, 'ku cinta, sungguh cinta
Selesai ku nyanyikan lagu aku mengumumkan kalo khusus hari ini aku memberikan minuman favorit resto ini dengan geratis sebagai perayaan ucapan selamat atas hari jadi manager resto ini dan kekasihnya yang sedang berbahagia. Dan aku pun ikut bergabung dengan mas Didi dan kekasihnya, kami mengobrol bahagia sampai ada seseorang yang menegur ku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
Eka Rauf Ginting
buat perjanjian nikah,, tpi ujung"a hamil
2022-06-04
0
Siti Asmaulhusna
sapa se2 orang nya yaa sdhan az sama si Bram ngapain jg lanjutin Nikah klo masih ada kekasih bgtu
2022-04-22
1
Sarikah Ahmad
kbnyakan lagu jadi mles baca y
2022-04-13
0