Belanja sama mama

Setelah keributan dipagi hari dan pergi sendiri-sendiri, aku pun juga berangkat ke butik. Menyelesaikan pekerjaan yang gaun-gaunnya akan digunakan dalam vesen show nanti.

"Dinda, bagaimana apa ada yang bisa aku bantuin?" kata Yulia yang masuk ke dalam ruanga pribadiku.

Aku tersenyum sembari menatapnya dan menggelengkan kepala tanda tak ada yang harus dibantu. "Tidak usah, ini juga uda hampir selesai"

"Oh ya Din, boleh aku tanya sesuatu padamu?" katanya sambil menatapku penuh dengan tanda Tanya.

"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Emangnya ada pertanyaan apa yang ingin kamu tanyakan pada ku?" kataku sambil tersenyum lebar.

"Seriuslah dikit, aku ingin tau apa yang terjadi belakangain. Karna aku lihat kamu sering bengong belakangain ini" katanya padaku

Aku yang mendengar pertanyaan dari Yulia merasa sedikit terkejud, karna aku tak berfikir kalo ada orang yang pemperhatikanku.

"Kenapa kamu diam, tolong katakan padaku apa ada yang sedang kamu pikirkan ataw sembunyikan dariku" katanya lagi sambil memegang tanganku.

"Yul, aku akan cerita tapi tolong dengarkan sampai selisai, jangan disela" kataku setelah berfikir panjang, karna masalah ini tak akan bisa disembunyikan lebih Lama lagi.

Dengan sedikit berat hati dan sambil menahan rasa sakit aku mulai menceritakan perkara suamiku yang menikah lagi dengan wanita yang dia cintai. Entah kenapa ditengah cerita tiba-tiba aku tak bisa menahan air mataku.

"Dinda, sabar ya. Aku tak menyangka kalo kamu mengalami ini semua. Kenapa kamu tak menceritakan padaku dari dulu? padahal ini sudah terjadi sejak lamakan" kata Yulia sambil menitikkan air mata.

"Fiuuuuuh, lega sarasanya setelah cerita sama kamu" kataku sambil bernafas legal.

🎶🎶Tak ingin lagi rasanya ku bercinta setelah ku rasa perih

Kegagalan ini membuatku tak berdaya

Tak dapat lagi rasanya ku tersenyum setelah kau tinggal pergi

Biar ku sendiri tanpa hadir mu kini lagi

"Eh, hp mu bunyi ni Din" katanyanya sambil menyerahkan hp padaku.

Aku yang melihat nama di layar hp itu terkejud, karna mama tiba-tiba menghubungiku. Padahal biasanya selalu langsung datang mencariku.

"Assalamu'alaikum ma" jawabku saat mengangkat telpon dari mama mas Bram.

"Iya, wa'alaikumsalam. Kamu dimana sekarang sayang? Ini mama, ke butik kamu yang di mol tapi kamu gak ada di sini katanya" kata mama mas Bram yang ternyata sudah mencariku ke cabang butikku.

"Ah iya ma, Dinda lagi sama Yulia di butik utama, karna mau ikut di acara vesen show jadi ini lagi mengerjakan model. baru" jawabku sambil merapikan semua kerjaanku.

"Oh, ya sudah kalo gitu. Ini rencananya mama mau mengajak kamu belanja, tapi kayaknya kurang tepat waktunya ya?" jawabnya dengan nada yang agak kecewa.

"Gak papa ma, Dinda akan langsung kesana sekarang, karna ini juga sudah hampir selesai, mama tunggu Dinda di sana ya ma" kataku menyetujui ajakan mama untuk belanja.

setengah jam kemudian aku sudah nyampek di mol dan mulai melangkahkan kakiku dengan cepat menuju butik untuk ketemu sama mamanya mas Bram.

Ku lihat mama duduk di kursi depan butik, setelah melihatku mama langsung bangu, dan kamui pun mulai berbelanja. Kami memutari mol itu, dan melihat semua isi mol itu.

Mulai dari tokoh perhiasanya, dan mama membeli sebuah kalung juga gelang yang katanya nanti buat hadiah untuk seseorang. Lalu kami berjalan lagi menuju supermarket, di situ kami banyak membeli makanan ringan dan juga belanja banyak bahan kebutuhan bulanan untuk di rumah.

Kami belanjan banyal sekali hari ini, mulai dari ke tokoh perhiasan, makanan serta kebutuhan dapur yang sudah habis dan yang hampir habis.

Dan aku mengajak mama untuk makan disela-sela belanja, karna perutku mulai keroncongan minta diisi. Kami makan di restoran yang ada di dalam mol tersebut. Kami bercerita dan berbincang ringan, sampai aku menangkap sosok yang ku kenal, dan ternyata benar kalo itu adalah mas Bram dan mbak Monica yang habis makan bersama di restoran tempatku dan mama makan.

"Sepertinya mereka habis makan bersama" pikirku, karna ku lihat mereka keluar dari restoran ini dengan bergandengan tangan.

"Dinda, kenapa sayang? Apa ada yang kamu kenal nak?" tegur mama yang seketika membuyarkan lamunanku.

Ku lihat mama celingukan melihat kesana kemari mengikuti arah pandangku. Tentu saja mama tak akan menemukan mereka, karna mereka telah menghilang di tikungan depan restoran ini.

"Ah, tidak kok ma. Dinda hanya lagi berfikir tema apa sebaiknya yang akan Dinda gunakan saat pameran butik Dinda nanti" jawabku bohong pada mama.

"Dinda mama yakin apa pun keputusanmu nanti pasti itu yang ter baik, karna mama melihat kamu sama uletnya kayak ayah dan ibumu dulu. Mereka orang pekerja keras yang pantang menyerah" jawab mama sambil menggenggam tanganku.

"Amin, makasih ma atas dukungan dan do'a mama. Itu telah menjadi penyemangat dan kekuatan untuk Dinda" aku menjawab dengan. sangat senang.

Setelah selesai belanja di mol, mama memintaku untuk mengantarkan ke makam kedua orang tua. Dan kebetulan aku juga sudah lama tak datang berkunjung.

Setelah selesai berdo'a mama memintak ku untuk menunggunya di pintu depan makan, karna mama masih ingin di malam kedua orang tua lebih Lama lagi dan ingin sendirian.

Setelah kira-kira 30 memitan, kulihat mama berjalan keluar dari makan. Aku tak tau apa yang dilakukan dan apa yang terjadi, ku lihat wajah mama sembab seperti habis nangis.

"Wah mbak Dinda ya, sudah Lama gak ketemu mbak. Apa kabar mbak Dinda sehat dan baik?" tegur salah satu tetanggaku yang menjadi juru kunci makam itu.

"Alhamdulillah pak, saya sehat seperti yang bapak lihat sekarang" aku menjawab sambil tersenyum rama.

"Dinda kamu bicara sama siapa nak?" tegur mama saat sudah dekat dengan kami.

"Oh, iya ma ini pak Selamet juru kunci makan ini ma, dan pak ini mama mertua saya" kataku mengenalkan mereka berdua

"Salam kenal bu, saya Selamet tukang bersih-bersih makan ini" kata pak Selamet mengenalkan dirinya pada mama dengan sopan.

"Iya pak, saya Anak mertuanya Adinda" jawab mama tak kalah sopannya.

Setelah dari makam aku mengantar mama pulang kerumah. Dan dalam peejalanan pulang aku merasa bingung, karna mama tiba-tiba saja jadi pendiam. Sambil nyetir sesekali ku lirik mama yang duduk dengan tenang di sampingku.

"Ma, apa papa sehat? Apa masih suka minum kopi, setelah pemeriksaan darah tingginya naim minggu kemaren" kataku memecah keheningan dalam mobil.

"Hem, papamu kan emang keras kepala dan tak bisa dibilangi atau dicegah kemauannya. Sama kayak suamiku Bram, yang tak bisa di cagah kemauannya" jawab mama panjang lebar sambil menggenggam erat kedua tangannya.

Terpopuler

Comments

Arsuni Gustaf

Arsuni Gustaf

ini kok ceritanya gini sih....tentang kebodohan seorang wanita....mau aja dipoligami...😠😠

2022-12-14

0

Woro Kenthir

Woro Kenthir

ini kalimat apa thor

2022-04-11

0

Lely Safira

Lely Safira

Ihh thorr dindanya kok malah terkesan ngak punya harga diri banget, terkesan murahan sih udah ditolak malah bertahan, apa wajahnya jelek takut ngak laku?? Ih gemes aq...

2022-02-15

2

lihat semua
Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!