Setelah bertemu dengan Bram Dinda langsung menuju cafenya dia menyanyikan sebuah lagu lalu dia istirahat di rest room, dia mengerjakan pekerjaannya yang tertunda dan dia juga menyelesaikan desain baju untuk keluaran terbaru butiknya. Didi yang waktu itu tak ada ditempat karna ada rapat dengan atasannya ditempat kerjanya tidak ada di cafe saat itu dan Dinda jadi tak bisa cerita tentang pertemuannya dengan Bram.
Tempat 10 malam Dinda mulai beranjak dari tempat duduknya dan naik ke atas podium untuk menyanyikan lagu lagi guna menghibur para pengunjung yang malam itu datang ke cafenya, karna kebetulan katanya banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk melepas lelah mereka. Dinda mulai memetik dan memainkan jemarinya diatas senar gitar yang menemani lantunan lagunya.
Malam ini 'tuk kesekian kali
Asa takkan sirna
Aku masih di sini untukmu
Walau kita t'lah semakin jauh
Dirimu dan hanya dirimu
Yang masih tersimpan
Di dalam hatiku
Ku ingin s'lalu ada di sampingmu
Di dalam pelukanku
Mungkinkah akan terulang kembali
Saat kau masih bersamaku?
Walau kini kau tiada di sisi
Namun kasih tetap abadi
Aku masih di sini untukmu
Walau kita t'lah semakin jauh
Ku ingin s'lalu ada di sampingmu
Di dalam pelukanku
Mungkinkah akan terulang kembali
Saat kau masih bersamaku?
Bilakah dirimu akan kembali?
Kehadiranmu, kasih, s'lalu 'kan kunanti
Janji yang masih melekat di dalam hati
Kini tinggallah mimpi
Aku masih di sini untukmu
Walau kita t'lah semakin jauh
Aku ingin s'lalu ada di sampingmu
Di dalam pelukanku
Mungkinkah akan terulang kembali
Saat kau masih bersamaku?
Ku ingin s'lalu ada di sampingmu
Di dalam pelukanku
Mungkinkah akan terulang kembali
Saat kau masih bersamaku?
Bersamaku, hu-hu
Judul Lagu : Kuingin
Penulis lagu: Andre / Hellman
Malam itu semua orang terbawah dan terhanyut sama lantunan lagu yang dibawahkan oleh Adinda, yang emang suara dan nyanyiannya enak didengar. Dan semua orang merasa terhibur dengan lantunan lagu yang dibawahkan oleh pemilik suara merdu dan ringan itu.
"Hem...siapa yang menyanyi dengan suara merdu itu, pantas saja banayak orang yang istirahat disini dan anak mudahnya juga banyak yang nongkrong disini. Pemilik cafe ini sungguh luar biasa, dia pandai membaca tema" gumam Mexca yang sengaja istirahat di cafe itu karna merasa lelah dalam perjalanan bisnisnya.
"Tuan Mex,apa tuan ingin menghabiskan waktu disini?" Tanya asisten mex yang melihat bosnya ini kelelahan
"Emangnya cafe ini akan dibuka sampai pagi? Carikan aku hotel saja"
"Saya dengar dari pegawe cafe, katanya cafe ini menyediakan rest room khusus untuk pejalan jauh tuan"
"Hem, begitukah?"
Lampu cafe yang tadinya terang tiba-tiba gelap dan berganti dengan lampu kristal dan lampu yang berbentuk lilin-lilin yang mengelilingi ruangan cafe. Semua orang seketika terkejut dan kagum dengan suasana yang sangat romantis yang diciptakan oleh Adinda untuk acara lamaran pegawenya.
Alunan lagu yang dinyanyikan oleh Adinda membuat mex yang dari tadi penasaran jadi terkejud karna gadis yang sedang bersenandung adalah gadis yang ditemuinya di LA dengan kejadian yang sedikit rumit bagi mereka.
Rasa kagum mex telah melahirkan rasa yang baru bangi dirinya, daya tarik Dinda sangat besar dirasakan oleh mex. Sorak sorai pengunjung cafe dan kebahagiaan dari kedua pasangan membuat Dinda melebarkan senyum dan itu membuat hati mex yang dari tadi mengawasinya merasa tersihir dan tanpa sadar mex mengatakan pada asistennya kalo dia akan istirahat di rest room yang disediakan oleh cafe ini.
"Selamat untuk kalian berdua, semoga kalian selalu dilimpahi kebahagiaan" ucap Dinda pada pegawenya yang baru saja lamarannya diterima oleh gadis pujaan hatinya.
"Terima kasih mbak Dinda, semua terwujud berkat mbak Dinda" ucap pegawe Dinda yang sedang berbahagia itu.
"Baiklah untuk kalian aku akan menghadiahkan hotel untuk acara kalian nanti, bagaimana? Kalian ingin dirayakan dimana pernikahan kalian nanti?" Tanya Dinda sangat antusias
Mexca yang sedari tadi penasaran dan tertarik pada Dinda, dia menyuruh asistennya untuk mencari tau siap Dinda dan apa urusannya di cafe ini. "Bos katanya dia adalah penyanyi cafe ini dan dia sering datang ke cafe ini hanya untuk bernyanyi dan pergi" laporan yang diberikan oleh asisten Mex pada dirinya tentang Dinda.
"Dia penyanyi cafe ini, itu artinya jika aku tetap disini makan aku akan bisa bertemu lagi denganya" batin Mex yang tak sabar ingin bertemu dengan Dinda.
Adinda
"Ah, lelahnya. Tak terasa. uda begitu larut, sebaiknya aku pulang sebelum bik Sum marah dan ngomel pada ku karna pulang terlambat sampai pagi begini"
Aku melajukan mobilku dijalanan yang mulai lenggang dan sepi karna waktu uda menunjukkan pukul 1 dini hari. Sesampainya di rumah aku disambut oleh bik Sum yang sudah memasang wajah garang pada ku.
Ku rebahkan tubuhku dan ku putar kembali pertemuanku dengan mas Bram tadi, dan ku rasa dia tak setuju dengan perjodohan ini. Tapi aku tak mau ambil pusing dengan semua itu, karna semuanya ku serahkan pada yang kuasa, biar yang diatas yang mengatur, kalo aku dan mas Bram emang jodoh dan menikah maka aku akan berusaha untuk menerimanya, jika tidak ya sudah.
Pagi-pagi sekali Dinda sudah mendapat telpon dari pegawe cafenya, katanya ada orang yang mencarinya dan ingin bertemu dengannya. Dengan cepat Dinda pergi ke cafenya setelah dia menyelesaikan semua urusannya, dan sesampai di cafe Dinda disambut oleh Mex yang sudah menunggunya sejak dari malam hari.
"Mbak Dinda orang yang menunggu..."
"Hallo...masih ingat dengan ku?" mex menyela pegawe Dinda yang mau ngasik tau tamunya
"Siapa ya? Maaf tapi aku tidak ingat sama anda" kata Dinda sopan saat berhadapan dengan mex
"Orang yang bertemu dengan mu dan yang telah melindas hp mu, sekarang sudah ingat?" jawab Mex yang sedikit tidak sabar
Setelah merenung dan mengingat sekian detik akhirnya Dinda mengingat kejadian dia yang hampir dtabrak mobil saat telponan sama Om Bambang waktu mau balik ke Indonesia.
"Ah, iya benar aku ingat sekarang. Maaf ayo kita duduk dulu" ajak Dinda pada Mex
Dari pertemuan itu Dinda dan Mex saling mengenalkan diri dan mereka bicara panjang lebar tentang banyak hal. Dinda merasa nyaman dengan Mex walo baru saja bertemu dengan Mex hari itu, begitu juga dengan Mex dia merasa sangat senang dan suka berbicara dengan Dinda. Mereka berdua ngobrol sangat lama hingga lupa waktu dan sudah hampir 4 jam mereka bercerita dan bercanda dengan obrolan ringan, sampai akhirnya Mex pergi karna dia harus menghadiri rapat yang sebenarnya sudah diundur waktu rapatnya.
Mexca
"Aaaaaahh.....sial! Sudah ngobrol begitu Lama kenapa aku lupa menanyakan tentang no teloponnya begok kau Mex" gerutu Mex yang merasa kesal pada dirinya sendiri.
"Adinda Larasati, nama yang sangat unik. Kenapa juga harus Larasati, kesannya akan selalu disakiti nanti. Tapi tidak Mex kamu harus bisa mendapatkannya dan menjaganya dengan baik agar dia tak tersakiti."
Mex yang sudah bertemu dengan Dinda dia merasa sangat cocok dengannya dan dia juga sangat yakin dengan perasaannya kalo dia tertarik pada Dinda, namun dia tak bisa menemui Dinda lagi karna jadwal kerjanya yang sangat padat dan tak bisa untuk ditinggalkan. Hingga waktu sebulan pun terlewatkan dan setiap dia datang ke cafe disela waktu istirahatnya dia tak pernah bisa bertemu dengan Dinda karna jadwal Dinda mengisi lagu di cafe itu tak tentu jika pagi hari.
Mex yang merasa gelisah karna merindukan Dinda tak bisa fokus dia lebih sering bersikap dingin pada pegawenya termasuk sekretarisnya. Bawaannya hanya uring-uringan, dan semua pekerjaan hampir dinilai Salah. Sampai pada suatu waktu ada ajakan rapat petang hari yang harus diadakan diluar jam kantor dan sekretarisnya mengatakan kalo pertemuannya akan diakan. disebuah resto yang dekat dengan kantornya Mex, berjarak sekitar 30 menit jika berjalan kaki.
Intro
A F#m D Dm
A
Ku terpaku
F#m
Memandangmu
D Dm
Meskipun kau tak di depanku
A
Ku menunggu
F#m D
Adakah dirimu hadir lagi
Dm
Di hariku
Em A D
Melihat senyum yang bukan untukku
C#m Bm G#m C#
Cukup buatku merasa di dekatmu
[Chorus]
F# F#/A# B
Aku rindu meskipun kamu belum tahu namaku
Bm C# B A#m
Kau buat kuhabiskan detik hariku
D# G#m C# F# Bm E A
‘Tuk menjadi mata-mata di hari harimu Mata-mata harimu
A F#m
Ku menunggu senyum itu
D Dm
Hadir lagi di hariku
Em A D
Melihat senyum yang bukan untukku
C#m Bm G#m C#
Cukup buatku merasa di dekatmu oh ...
F# F#/A# B
Aku rindu meskipun kamu belum tahu namaku
Bm C# B A#m
Kau buat kuhabiskan detik hariku
D# G#m C# F# B C#
‘Tuk menjadi mata-mata di hari harimu..woiwo wo...
G#
(Dirimu tak kutahu)
Am Gm
Tak tahu adanya diriku
G# Fm A# C D
Ku berharap kita ‘kan bertemu... wo...wooo...
[Chorus: Overtone]
G G/B C
Aku rindu meskipun kamu belum tahu namaku
Cm D C Bm
Kau buat kuhabiskan detik hariku
E Am Am Bm D
‘Tuk menjadi mata-mata di harimu
G G/B C
Aku rindu meskipun kamu belum tahu namaku
Cm D C Bm
Kau buat kuhabiskan detik hariku
E Am D G
‘Tuk menjadi mata-mata di hari harimu
D G
menjadi mata-mata harimu, ooh..
D G
di hari harimu...
Nuansa dan suasana resto saat itu sangat tenang dengan lampu yang sedikit remang dan suara anak kecil yang tertawa dan bermain-main dengan kucing-kucing yang ada disitu membuat suasana jadi sangat berkesan kekeluargaan. Dan karna klaen saat itu datang bersama keluarganya yang sedang liburan dan anaknya yang sangat menyukai kucing jadi dia ingin pertemuan itu diadakan di resto itu agar dia bisa rapat dengan tenang dan anaknya juga tak akan rewel karna bosan.
Mex yang sedari tadi uring-uringan, begitu melangkahkan kaki masuk ke resto itu seketika dia terdiam dan terpaku pada sosok yang sedang duduk memainkan alat musik dengan lantunan lagu yang mengena di hatinya. Gadis berambut hitam legam yang digerai itu terlihat sangat indah dimata Mex. Mex bagai bara api yang tersiram oleh salju, bibirnya terangkat dan pandangannya tak lepas dari sosok penyanyi resto itu.
"Bagaimana tuan Mex, apa anda menyukai pilihan saya untuk mengadakan rapat kita di sini?" sambut klaen Mex yang melihat kedatangan Mex beserta sekretarisnya dan juga asistennya.
"Tentu, ini pilihan yang sangat tepat. Dan suasanya juga sangat enak" timpal Mex menyambut dengan senang sambutan dari klaennya itu. Sementara asisten dan sekretarisnya Mex merasa heran dengan perubahan suasana hati bosnya yang berubah begitu cepat dan tanpa di duga.
Selesai rapat Mex langsung melangkahkan kakinya menemui sosok yang dirindukannya, dia langsung menegur Dinda yang saat itu bersiap untuk pergi. Namun pertemuan mereka malam itu sangat singkat, bisa dibilang hanya sekedar saling menyapa karna Dinda terlihat buru-buru dengan orang yang sedang bicara lewat telpon dengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
char_metha
kebanyakan lirik lagu
2022-03-08
2
guntur 1609
thor jangan bNyk laguny....fokuz banyak di ceritanya ja ya
2022-03-01
5
Yulia Mulyana
Thor jangan kebanyakan nyanyi nya😁
2022-01-13
8