Berkunjung kemertua

"Hem, papamu kan emang keras kepala dan tak bisa dibilangi atau dicegah kalo sudah kemauannya. Sama kayak suamiku Bram, yang tak bisa di cegah kemauannya. Mereka ayah dan anak yang sama persis" jawab mama panjang lebar sambil menggenggam erat kedua tangannya.

Ku lirik dan ku perhatikan mama seperti lagi gelisah dan kepikiran akan sesuatu. Dan setelah sampai di depan rumah mama kami langsung mengeluarkan semua belanjaan kami dengan dibantuin sama papa yang emang duduk di teras saat kami dateng.

"Assalamu'alaikum Pa" salamku sambil mencium punggung tangan papa mertuaku itu

"Wa'alaikumsalam Din. Masya Allah apa saja ini yang kalian beli, banyak banget" kata papa sambil mengangkat belanjaan kami masuk ke dalam rumah

"Mama tuh Pa, entalah apa saja yang dibeli. Jadi kayak mau ada pesta ginikan, haha" jawabku sambil tertawa mengikuti mama dan papa masuk ke dalam rumah.

"Sudah Din sebaiknya kamu mandi dulu" perintah mama padaku dan memberikan sebuah handuk.

Setelah mandi ku lihat ada suara ribut-ribut di ruang tengah, dan saat ku lihat ternyata ada mas Bram di sanan.

"Mas Bram? Kenapa mas Bram ada di sini? Apakah dia dateng sama mbak Monica juga?" aku bertanya-tanya dalam hatiku.

Aku gak mau ambil pusing dengan semua itu, aku melangkahkan kakiku ke dalam kamarku, dan aku mengerjakan sholat magrib, dan merebahkan tubuhku karna rasa lelah yang sudah keliling mol untuk menemani mama belanja tadi.

Tak terasa aku tertidur setelah sholat, saat aku terbangun suasana sudah sepi, dan sepertinya semua orang sudah tidur.

"Mau pulang sekarang gak mungkin, karna semua orang juga sudah tidur. Apa aku menginap di sini saja malam ini ya?"

Setelah selesai masak, aku langsung mandi. Ya kegiatan yang sama seperti yang aku lakukan di rumah juga aku lakukan di rumah mama mertuaku.

"Dinda, ya Allah kamu sudah masak? Kamu bangun jam berapa?" kata mama setelah dia melihat meja makan sudah penuh dengan masakan.

"Tadi pagi mas, setelah sholat subuh" kataku yang berjalan kearah mama mertuaku yang duduk di meja makan.

"Ini pertama kalinya kamu berkunjung ke rumah ini kan ya, jadi bisakah kamu tinggal lebih lama di sini? Papa sudah bilang sama suami kamu" pinta papa mertuaku padaku.

"Iya sayang, tinggallah di sini dua atau tiga hari lagi. Kamu bisa sambil cutikan dari aktifitas kamu" sambung mama mertuaku menimpali kalimat papa mertuaku tadi.

"Baiklah ma, Pa kalo begitu Dinda akan telpon Yulia dulu kalo Dinda akan libur 2 hari" kataku pada mama dan papa mertuaku.

Seharian di rumah mertuaku itu kami bertiga sedang merawat tan dan juga bercocok tanaman seperti ubi dan juga kacang panjang, karna pekarangan belakang rumah emang luas dan juga ditanamin segala sayuran oleh mertuaku.

"Untung saja aku selalu bawah baju di mobil" gerutuku saat dipaksa untuk menginap

"Halo, assalamu'alaikum mas. Maaf Dinda tidak pulang karna Dinda lagi menginap di rumah mama mas" kataku memberitahu mas Bram suamiku

"Iya wa'alaikumsalam Din, mas sudah tau kalo kamu di rumah mama, karna kemaren mas dari sana, dan mas lihat kamu uda tidur jadi mas gak bangunin kamu" jawab mas Bram menjelaskan, padahal sebenarnya aku sudah tau kalo mas Bram kemaren ke rumah mama, karna aku melihat mereka sempat bertengkar

Sore itu setelah aktifitas berkebun kami, tina-tiba ada tamu yang datang, aku berjalan ke arah pintu depan sambil membawah bakul yang berisi sayuran yang baru saja aku petik dari kebun belakang.

"Mbak Monica?" kataku yang terkejud dengan kedatangannya

"Siapa Din yang datang?" teriak mama mertuaku dari dalam rumah dan langsung melangkah ke arahku

"Ma, Monic datang untuk berku jung ma" katanya sambil mendorong aku

"Ngapain kamu kesini lagi?!" jawab mama mertuaku dengan nada kesal

"Ma setiap minggu Monic kesini untuk bertemu sama mama dan juga papa, tapi kenapa mama tak menerima Monic. Emangnya menantu mama itu hanya dia saja? Monic juga menantu mama sekarang" kata mbak Monica panjang lebar kepada mama mertuaku dengan nada sedikit kesal.

"Sebaiknya kamu pulang sekarang, aku gak mau ketemu sama kamu" jawab mama mertuaku ketus pada mbak Monica.

"Masuklah mbak, ma jang gitu. Maaf Dinda tak bermaksud menggurui, tapi mbak Monica datang jauh-jauh berkunjung untuk menemui mama sama papa" kataku sambil memegang bahu mama mertuaku itu yang terlihat ingin marah.

Setelah perdebatan akhirnya mbak Monica diijinkan masuk ke dalam rumah. Mama dan papa mertuaku tak menghiraukannya.

Tasku yang ada di dalam kamar mas Bram dikeluarkan sama mbak Monica dan dipindah ke kamar tamu. Saat mama mertuaku tau dan ingin marah, aku mencegahnya karna aku gak mau ada keributan-keributan di dalam rumah.

"Assalamu'alaikum" salam dari seseorang yang baru saja datang dan masuk ke dalam rumah, dan aku sangat mengnali pemilik suara itu. Ya, dia adalah suamiku mas Bram.

Malam itu aku tidur di kamar tamu dan aku merasa seperti seorang tamu di rumah itu, entah kenapa ada perasaan hampa, seolah ada kekosongan di dalam ruang hatiku.

Aku yang duduk di teras samping rumah, memandang jauh ke arah langit hitam yang penuh dengan bintang dan sinar rembulan.

Aku mengingat saat-saat kebersamaanku bersama dengan alm. Ayah dan juga Ibuku, tak terasa air mataku menetes. Rasa rinduku pada mereka begitu membuncak, ingin rasanya aku mendapatkan dekapan dan pelukan dari seseorang yang tak pernah lagi ku dapat setelah kepergian mereka.

Sapi itu aku duduk di teras belakang setelah selesai masak, kulihat kamar mas Bram masih tertutup, sepertinya mereka masih tertidur. Dan mama juga papa mertuaku sedang pergi ke rumah saudaranya yang tadi pagi telpon karna sedang sakit katanya.

'Bijaklah dalam masa penantianmu. Kelak kamu akan takjub bagaimana Tuhan mempertemukan kamu dengan jodohmu.'

Aku tersenyum saat membaca dan menemukan kata kutipan yang ada dalam buku yang ku baca karna iseng.

"Jodoh, akankah ada jodoh lain lagi untukku?" kataku yang tanpa ku ketahui didengar oleh mas Bram yang sedang berdiri di belakangku.

"Apakah kamu menginginkan jodoh yang lain Din?" Tanya mas Bram dari belakangku

"Ya Allah, kapan mas berdiri disitu? Bikin kaget saja. Apa mas Bram mau sarapan sekarang? Mbak Monica sudah bangun mas?" kataku mengalihkan pembicaraan.

"Mama kemana Din?" Tanya mas Bram padaku disela-sela sarapan pagi itu.

Sebelum aku menjawab pertanyaan mas Bram, mbak Monica yang baru saja bangun langsung mendorongko menjauh dari mas Bram, sampai tanganku tergores pinggiran meja.

"Monica apa yang kamu lakukan?! Tidak bisakah kamu tidak berlaku kasar begitu!?" bentak mas Bram pada mbak Monica yang tau sendiri tindakannya padaku.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

masih bucin bram sama monica? perempuan kasar kayak gitu? kalau masih nuruti perempuan sekasar monica, fix ini, bram dipelet monica.

2023-03-14

0

Enovia Harnita

Enovia Harnita

aduuuh thor..sampai kpn kamu nyiksa dinda nih....dinda bego bangeeeet...kyk gak punya perasaan aja...sdh di rendahkan gitu

2022-05-29

1

lihat semua
Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!