Setelah aku selesai membawahkan lagu, dan saat aku mau pergi samar-samar ku lihat ada mas Bram di Salah satu pengunjung yang ada di resto itu, dan sepertinya dia tak sendirian karna ada seseorang yang bersamanya dan itu seorang wanita. Kelihatan dari bahasa tubuhnya mereka terlihat sangat akrap dan juga dekat sekali. "Jadi mas Bram menggagalkan bulan madu kami hari ini untuk ketemu sama wanita itu?" bisik ku dalam hati, ada sedikit rasa nyeri di dadaku melihat ke akrapan mereka berdua.
Aku melajukan mobil ku menuju rumah dan sesampainya di rumah aku langsung membersihkan diri sholat dan menyiapkan makan malam untuk mas Bram nanti kalo dia pulang. "Kira-kira siapa ya orang yang bersama dengan mas Bram tadi, kenapa mereka terlihat sangat akrap sekali, apakah dia orang yang disukai oleh mas Bram selama ini" tanyaku dalam hati.
Setelah selesai masak aku menunggu kepulangan mas Bram sambil melihat tv, namun sampai malam mas Bram tak kunjung pulang dan aku masih setia menungguhnya, sampai aku tak sadar tertidur di sofa depan tv.
"Din, dinda. Bangunlah dan pindah tidur di kamar saja" mas Bram membangunkan ku yang ketiduran karna menungguhnya. "Eh, mas? Sudap pulang, apa mas Bram sudah makan, aku sudah masak tadi. Mau aku panaskan mas?" tanyaku begitu bangun. "Tidak usah karna aku sudah makan tadi, apa kamu belum makan? Kalo belum sebaiknya kamu makan dulu sebelum tidur" jawabnya sambil menatapku. "Sudah mas, aku juga sudah makan tadi". jawabku dengan cepat. "Ya sudah kalo gitu buat sarapan besok saja, sekarang kamu tidurlah di kamar ini sudah malam" jawabnya sambil berlalu pergi.
Aku pun bangkit dari duduk ku, aku rapikan meja makan dan ku masukkan semua makanan yang tadi ku masak ke dalam lemari es. Setelah itu aku mengambil wudu untuk sholat isya', dan setelah sholat ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 00.30 malam. "Malam sekali mas Bram pulangnya, apa dari pagi sampai malam mas Bram bersama dengan wanita yang kulihat di resto tadi?" aku bertanya-tanya dalam hatiku. Dan aku tak mau berfikir panjang lebar yang akhirnya nanti berujung pada kelelahan pikiran ku, aku pun berbaring merebahkan lagi tubuhku di tempat tidur dan bertemu dengan mimpi indah.
Tok tok
"Din, dinda"Panggil mas bram. Kulihat dia sudah siap dan sangat rapi. "Nanti kamu gak usah menunggu ku karna aku akan pulang malam" sambungnya setelah melihat ku membukakkan pintu kamar ku. "Baik mas" jawab ku singkat. Lalu aku berjala ke meja makan dan menyiapkan sarapan untuknya.
Setelah selesai sarapan mas bram langsung pergi, dan sebelum dia masuk ke dalam mobilnya aku mendengar mas bram sedang telponan sama seseorang dan sepertinya mereka sedang janjian untuk ketemu. Aku selalu bertanya-tanya siapa orang yang sebenarnya sedang disukai oleh mas bram, dan bisakah aku ikhlas kalo nanti aku bertemu dengannya.
"Selamat pagi mbak" sapa pegaweku di butik saat dia melihat ku masuk dari pintu belakang. Karna aku emang suka masuk dari pintu belakang dari pada depan, itu sebabnya tidak semua dari mereka tau tentang diri ku. "Iya pagi, apa yulia sudah datang?" tanyaku pada pegawe itu. "Sudah mbak dari tadi, apa mau saya panggilkan mbak?" tanyanya pada ku. "Tidak usah, saya mau mengerjakan pekerjaanku disini. Tolong buatkan saja saya minuman" kataku padanya.
Setelah hari menjelang sore aku pun berangkat ke cafe. "Mas Bram?" sapa ku saat aku melihat mas Bram yang duduk diluar cafe. "Eh, din ngapain kamu disini? Tolong jangan ganggu aku dan pura-puralah tidak mengenalku karna aku mau ketemu sama kekasihku, dan kami janjian disini. Karna ini cafe favoritnya" jawab mas Bram pada ku. Aku pun langsung masuk ke dalam cafe dan meninggalkan mas Bram. "Kenapa aku merasa sakit ya dengan kata-kata mas Bram tadi, walo aku sudah tau dia sudah punya kekasih sebelum menikah dengan ku" gerutu ku
"Mbak Din, tadi mas Dido pesen katanya kalo mbak dinda dateng diminta melihat dan mengecek hasil penghitungan keuangan yang sudah direkap sama mas Dido" kata pegawe ku itu saat dia melihat ku masuk ke dalam cafe. "Iya mbak aku lihat ditempat biasa saja ya, tolong anterin ke sana ya, dan tolong buatkan aku makanan seperti biasanya" kataku pada pegawe ku itu dan langsung duduk ditempat biasanya.
Krin cing pintu cafe terbuka, dan saat kulihat ternyata itu mas Bram dan seorang wanita yang terbilang cantik dan sexy. Tanpa sadar aku terus mengawasi dan memperhatikan mereka. "mbak Ta ini makanan yang mbak Ta minta dan ini berkas keuangannya mbak" tegur pegawe itu membuyarkan lamunanku. "Oh, ya makasih. Oh iya apa mas Dido gak kesini nanti?" Tanyaku pada pegawe ku itu yang dijawab dengan gelengan kepala.
Aku takkan pernah berhenti mencintaimu sampai aku mati
Aku akan selalu setia menemanimu setiap waktu
Tak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati cintamu
Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu
Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu
Aku bernapas untukmu, percayalah padaku
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Sayang, aku cinta padamu
Ooh
Tak pernah terpikir olehku untuk mengkhianati cintamu (cintamu)
Engkau satu-satunya wanita yang selalu aku rindu
Sayang, aku takkan pernah pergi meninggalkanmu
Aku bernapas untukmu, percayalah padaku
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Hoo
Sayang, Aku akan selalu membuatmu bahagia
Aku bernapas untukmu, duhai kekasihku
Penulis lagu: Indra Priyatno / Iwan Sastra Wijaya
Bram
Aku terkejud saat ku lihat dan ku dengar dinda menyanyikan sebuah lagu di cafe ini. Aku merasa sedikit tersentuh dengan nyanyiannya dan suaranya terdengar sangat merdu. Aku pun juga baru tau kalo dia bisa memainkan alat musik gitar dengan sangat baik. "Suara penyanyi itu merdu ya yang, aku suka mendengarnya" kata Monica yang membuyarkan lamunan ku. "Ah, iya benar" jawabku singkat. Ku awasi wajah dinda yang terlihat sendu saat menyanyikan lagu itu, namun entah kenapa aku tak tersentuh olehnya. Justru aku merasa kalo lagunya menggambarkan perasaanku pada kekasih ku Monica yang sangat ku cintai dan sedang makan bersamaku.
Malam itu aku menghabiskan waktu bersama Monica dengan sangat menyenangkan, aku merasa seolah dunia ini hanya milik kami berdua, aku tak peduli dengan yang laen. Apa lagi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh dinda sangat merdu dan mendukung suasana kami berdua, jadi membuat aku semakin betah dan semakin terbawah suasana, hingga tanpa sadar ku kecup tangan Monica dan keningnya ku ekspresikan rasa suka ku padanya. Dan ku lihat dia juga sangat menikmatinya.
"Sayang aku sangat senang dan bahagia dengan kebersamaan kita malam ini, rasanya aku gak mau kalo harus pisah sama kamu, aku gak rela" kata Monica pada ku dengan sangat manja, dan aku sangat suka dengan tingkahnya yang manja pada ku. "Iya sayang aku juga sangat senang hari ini" jawabku sambil memegang jemarinya. "Makanya kamu kapan menikahi ku, aku uda gak sabar ingin hidup bersama dengan kamu sayang" rengek Monica pada ku yang terdengar sangat enak bagiku.
Setelah selesai bernyanyi ku lihat dinda pun turun dan meletakkan gitar pada tempatnya, lalu dia menghilang dari pandangan ku. Aku dan Monica pun melanjutkan jalan-jalan kami, aku mengajak Monica belanja dan juga nonton. Aku ingin membuat dia bahagia dan gak kekurangan perhatian, karna Monica adalah tulang pungguh keluarga yang jarang mendapat perhatian dari orang yang disayangnya. Itulah sebabnya aku ingin sekali memberikan dan mencurahkan segala perhatian dan sayangku padanya.
Malam itu aku dan Monica menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia. Tapi aku sangat takutbdan bingung harus jawab apa saat dia memintaku untuk menikahinya, aku diam dan mengalihkan topik dan juga menjaga perasaannya.
Setelah pertemuanku dengan Monica rasanya aku tak mau pisah dengan dia, tapi waktu sudah mulai larut dan aku mengantarkan kekasihku yang paling ki sayang dan ku cinta itu pulang. Setelah itu aku meluncur pulang juga, dan saat sampai di rumah aku melihat dinda sudah masuk kamarnya dan mungkin dia sudah istirahat karna waktu juga sudah malam sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 97 Episodes
Comments
DEWI PERTIWI
gpp thor km udh berani nunjukkin xirimu .meski belum semahir yg lain..semangaatt thorrt
2023-01-13
0
Yunni Kris Budi Yanthi
karna author baru, ckup prhatikan bhsa indonesia nya dgn baik, maaf bkn menyela pegawe, sharusnya pegawai..
2022-07-03
1
Susi Herlina
pusing bacanya.
2022-01-26
2