Restoran

Penyesalanku yang menerima perjodohan dan pernikahan ini jadi ku pertanyakan. Aku tak merasa sedih dengan pernikahan kedua yang dilakulan oleh suamiku. Aku hanya merasa sedih atas perlakuan yang tak sama antara diriku dan istri keduanya, sebagai seorang istri aku juga merindukan pelukan dan belaian seorang suami. Karna dari awal pernikahan aku sudah berusaha untuk menerima mas Bram sebagai suamiku, walo aku tak mengenal dan tak mencintainya. Namun, jangankan dekapan bahkan gandengan tangan saja aku tak pernah mendapatkannya. Aku merasa hanya diriku saja yang berusaha untuk mencintainya, sedangkan mas Bram tidak.

Pagi itu aku bangun seperti biasa, setelah membangunkan mas Bram dan melakukan sholat berjamak'ah aku langsung masak. Aktifitas pagi itu sangat tenang, mbak Monica juga gak seperti biasanya yang selalu mencari gara-gara sama aku. Selesai sarapan mas Bram dan mbak Monica berangkat bareng, dan aku tinggal di rumah karna aku lagi malas untuk kemana-mana, tenagaku ingin ku simpan untuk acara ulang tahun Oni yang akan diadakan di restoran milik Om Eko suami Yulia temanku.

Tepat pukul 4 sore mas Bram menelpon ku dan menanyakan mbak Monica karna dia tak bisa dihubungi dari sejak siang tadi. "Maaf mas Dinda tak melihat mbak Monica karna dari tadi pagi Dinda di rumah saja" kataku menjawab telpon mas Bram. "Tolong kamu hubungi dia jika nanti dia bisa ditelpon bilang kalo nanti mas gak bisa menjemputnya" katanya padaku. Setelah menutup telpon mas Bram aku langsung berangkat ke restoran om Eko untuk merayakan hari ulang tahun Oni.

Hari ini hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu

Yang kuberi bukan jam dan cincin

Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati

Maaf, bukannya pelit

Atau nggak mau ngemodal dikit

Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati

S'moga Tuhan melindungi kamu

Serta tercapai semua angan dan cita-citamu

Mudah-mudahan dib'ri umur panjang

Sehat selama-lamanya

S'moga Tuhan melindungi kamu

Serta tercapai semua angan dan cita-citamu

Mudah-mudahan dib'ri umur panjang

Sehat selama-lamanya

Mudah-mudahan dib'ri umur panjang

Sehat selama-lamanya

S'lamat ulang tahun

S'lamat ulang tahun

Penulis lagu: Aziz Ms

Sore itu perayaan ulang tahunnya berjalan sangat meriah dan sukses. Oni sangat senang dengan lagu yang ku nyanyikan untuknya. Kami semua sangat berbahagia.

"Dia bukankah model Monica yang terkenal itu ya? Cantik banget ya dia, terus siapa laki-laki yang bersama dengannya itu, apa kekasihnya?" kata dari salah satu pungunjung restoran itu yang tanpa sengaja aku dengar saat aku ke toilet. "Mbak Monica?" Kataku liri saat aku mendapati orang yang tadi diomongin oleh dua gadis tadi. Aku ingin nyamperin dia tapi kulihat mereka seolah lagi membahas sesuatu yang penting, dan ku pikir mungkin itu managernya. (Mbak, mbak Monica lagi dimana? Soalnya tadi mas Bram bilang sama Dinda kalo gak bisa menjemput mbak) kataku mengirimkan pesan singkat pada mbak Monica yang lagi duduk dan makan di restoran sama seorang pria. (Aku masih di tempat kerja, aku sudah tau) balaznya padaku. "Ditempat kerja? Kenapa dia harus bohong" kataku yang merasa sedikit aneh.

Setelah selesai acara ulang tahun anak temenku Yulia, aku pun langsung pergi ke cafe untuk mengecek keadaan di cafe dan juga mengisi acara di sana, karna ini hari aku harus menyanyi di sana. Dan saat aku lewat di sebelah mbak Monica yang sedang duduk dengan seorang pria itu, tanpa sengaja aku mendengar kalo mereka sedang bertengkar, entah merebutkan apa atau sedang membahas apa yang jelas pria itu sangat marah pada Monica.

"Dinda apa kamu sudah bisa menghubungi Monica? Karna mas masih belum bisa, sepertinya dia sedang sibuk banget" kata mas Bram saat menelpon. "Ah, iya mas katanya tadi masih di tempat kerja" jawabku, lalu mas Bram mematikan telponya. Dan aku melanjutkan perjalananku menuju cafe, tapi selama di perjalanan aku terus saja terganggu dengan mbak Monica, apa aku harus cerita sama mas Bram atau tidak apa yang sudah aku lihat tadi saat di restoran. Pikiranku terus saja terganggu sama hal itu, tapi aku juga gak mau kalo nanti dituduh fitnah karna gak ada bukti. "Aaaah... Ya sudahlah aku diam saja gak mau ikut campur takut Salah nanti".

"Eh, mbak ada apa kok tiba-tiba teriak gitu bikin kaget aja".

"Ya Allah Melinda senang aku kamu datang kesini, apa sama tante Anggel? Dimana dia?"

"Tidak mbak, tapi aku sama sepupuku Merisca. Dia masih ke toilet"

"Ooo. Ya sudah ayok kita tunggu di dalam sana saja, apa kamu sudah lama di sini?"

"Baru juga datang, paling ada setengah jaman. Ah, itu Merisca"

Aku lihat gadis cantik itu berjalan kearah kami, saat dia Melinda melambaikan tangan.

"Hallo mbak Dinda ya? Aku Merisca sepupunya Melinda"

"Ah iya, halo Merisca. Senang bertemu dengan mu"

"Aku juga senang, ternyata mbak Dinda lebih cantik dari yang mereka omongin"

"Hahaha.. Kamu bisa saja"

Kami tertawa dan berbincang bersama sampai tak terasa waktu telah berlalu dan mereka pun pamit pulang. Setelah itu aku juga pulang karna waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, karna perjalanan dari cafe ke rumah mas Bram butuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan, lumayan lelah di jalan. Dan dalam perjalanan pulang aku merasa kalo Merisca tadi mirip dengan Mexca. "Hem, apa karna aku yang sudah lama tak melihat dia jadi merasa kalo Merisca mirip dia, dan nama mereka juga hampir sama, mungkin itu hanya perasaanku saja kalian ya"

Sesampainya di rumah sudah puku 10 lewat.

"Eh,lampu rumah nyala. Apa mbak Monica uda pulang ya? Assalamu'alaikum" salamku saat masuk kedalam rumah.

"Hey, Dinda, ngapain kamu pakek kirim pesan sama aku tadi, dan bilang kalo itu pesan dari mas Bram!? Kamu ingin mengumbar kemesraanmu sama aku ya? Agar aku cemburu sama kamu yang deket dengan mas Bram. Kamu pikir aku gak tau niatmu itu hanya untuk menas-manasin aku aja"

"Ya Allah mbak, orang datang dan berucap salam bukannya dijawab kok malah marah-marah"

"Kenapa, kamu kesal!? Dengar ya Din mas Bram gak pernah suka sama kamu, jadi kamu gak usah sok deket sama dia, apa lagi berusaha merebut hatinya"

"Mbak kita sama-sma istrinya mas Bram kenapa mbak Monica harus berfikir seperti itu? Kita harusnya mendukung dan memberikan do'a untuk mas Bram agar dia selalu sukses dalam setiap usahanya"

"Dengar ya kamu gak usah sok cerah sama aku kamu, karna mau bagaimana pun hanya aku yang tau siapa mas Bram. Kalo saranku sebaiknya kamu pergi dan jangan mengganggu kehidupan kami"

"Masya Allah, apa yang mbak Monica katakan?"

"Pergilah jauh-jauh dari kehidupan kami, dan dengar aku pasti akan membuat mu diusir dari rumah ini, dasar wanita jal*** gak tau malu"

"Ya Allah, ya Rabb apakah ini emang salah ku? Tolong berilah jalan keluar dan petunjuk pada hambamu ini, apa yang harus hamba lakukan" aduku pada Rabbku disela-sela do'aku setelah sholat. Aku selalu merenung atas semua yang telah terjadi pada ku selama ini, aku selalu mengoreksi dan mencari tau apakah ada perbusyan salah dari caraku dan sikapku selama ini, sehingga aku terjebak dalam lingkaran rumah tangga dengan kasus poligami.

Tok tok tok

"Din, Dinda. Apa kamu sudah bangun?"

"Iya mas sebentar, ada apa mas?"

"Loh, kamu sudah pakek mukenah, apa kamu sudah selesai sholat Din?"

"Em? Ah. Iya maaf mas, Dinda tertidur kemaren setelah selesai sholat"

"Oh ya sudah kalo gitu ayo kita sholat subuh berjama'ah Din"

"Baiklah mas, tapi Dinda ambil wuduh dulu ya mas"

Setelah selesai sholat aku tak masak, karna mas Bram menyuruhku memanaskan makanan yang dibawahnya kemaren malam.

"Kenapa? Apa mas mendapat aduan dari Dinda? Mengadu apa dia sama mas Bram?"

"Monica cukup ya, aku cuma tanya sama kamu. Kenapa kamu jadi marah kayak gini sama aku, dan Dinda tak mengadu apa pun sama aku, dan kamu tolong jangan selalu menyalahkan Dinda"

"Ya, belah aja istri tua mas itu. Sampai-sampai orang tua mas Bram gak mau ketemu sama aku"

"Mas Bram, mbak Monica tolong jangan bertengkar, kalo ada maslah sebaiknya kalian selesaikan dengan kepala dingin"

"Diam kamu. Sebaiknya kamu jangan ikut campur urusan kami.!"

"Monica!?"

"Sudah gak papa mas. Oh ya, Dinda naik karna mau bilang sarapan sudah siap mas"

Setelah keributan pagi, aku melihat mas Bram brangkat tapi dia tak memakai baju rapi seperti biasanya mau kerja, sedangkan mbak Monica dari pagi tak keluar dari kamarnya dan dia juga tak mau sarapan. Aku jadi bingung, sarapan yang sudah ku siapkan jadi tak ada yang menyentuhnya.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

monica selalu cari ribut dan nggak pernah nurut sama bram, mau dipertahankan bram sebagai istrinya? bucin banged bram sampai goblok jadi suami. diatur monica ngikut aja, kayak orang kena pelet.

2023-03-14

0

Arsuni Gustaf

Arsuni Gustaf

goblok...goblok...oon...oon...hhhh

2022-12-14

0

Ar Syaina Syaina

Ar Syaina Syaina

bertahan diatas luka,sok tegar

2022-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 Awalan
2 LA
3 Perjodohan
4 Bertemu Perusak Hp
5 Pernikahan
6 Gagal Bulan Madu
7 Bertemu kekasih
8 Mexca berkunjung
9 Perjanjian nikah
10 Pengakuan
11 Cuwek
12 Wanita Laen
13 Poligami
14 Penyanyi cafe
15 Restoran
16 Belanja sama mama
17 Berkunjung kemertua
18 Ingin cucu
19 Tragedi kamar mandi
20 Perhatian dinda
21 Rasa suka
22 Garis dua
23 Fitnah
24 Talak
25 Pulang kerumah
26 Kerinduan
27 Menyerah
28 Hari kelahiran
29 Identitas Adinda
30 Pengganggu ketenangan
31 Kebenaran mulai terlihat
32 Kenyataan yang mengejudkan
33 Rasa kehilangan
34 Rumah tangga yang tak sehat
35 Mengadopsi anak
36 Gadis piano
37 Mexca Memeluk Islam
38 Rasa cinta yg mendalam
39 Mencintai dalam do'a
40 Pertemuan yang tak terduga
41 Penjinak singa
42 Teragedi rumah sakit
43 Penyesalan yang terlambat
44 Permintaan rujuk kembali
45 Ungkapan cinta karna kesal
46 Godaan mexca
47 Makan bersama
48 Cerita di restoran
49 Dinda dan Mexca
50 Nyanyian hati
51 Jebakan
52 Pemulihan nama baik
53 Pengenalan orang tua
54 Pengakuan Mexca
55 Lamaran
56 Gangguan
57 Tunangan
58 Sumpah bram
59 Keluarga maxca
60 Pernikahan yg megah
61 Malam pertama tertunda
62 Bulan madu
63 Adinda candu mexca
64 Keras kepalanya bram
65 Permintaan menikahinya
66 Amarah maxca
67 Rindu sosok dinda
68 Kejutan ulang tahun.
69 Bulan madu ke 2
70 Wanita yg menggoda
71 Malam yg panjang
72 Ikatan batin
73 Wanita tersayang
74 cinta yg membara
75 Kehamilan
76 Cucu yang ditunggu
77 Ngidam
78 Hasrat adinda
79 Hari kelahiran Adinda
80 Anak laki - laki
81 Keluarga kecilku
82 Kebahagiaan yg sempurna
83 Kebenaran tentang Alea
84 Menitipkan anak
85 Malam bertabur bintang
86 Candu yang memabukkan
87 Kenakalan Mexca
88 Liburan bersama
89 Ratu kesayangan
90 Dia adalah surgaku
91 Kluarga bahagia (TAMAT)
92 Pengenalan othor
93 Extra awal mula adanya alea
94 Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95 Extra hancurnya rumah tangga bram
96 Exra Monica dan Dido
97 Ucapan makasih dan promosi
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Awalan
2
LA
3
Perjodohan
4
Bertemu Perusak Hp
5
Pernikahan
6
Gagal Bulan Madu
7
Bertemu kekasih
8
Mexca berkunjung
9
Perjanjian nikah
10
Pengakuan
11
Cuwek
12
Wanita Laen
13
Poligami
14
Penyanyi cafe
15
Restoran
16
Belanja sama mama
17
Berkunjung kemertua
18
Ingin cucu
19
Tragedi kamar mandi
20
Perhatian dinda
21
Rasa suka
22
Garis dua
23
Fitnah
24
Talak
25
Pulang kerumah
26
Kerinduan
27
Menyerah
28
Hari kelahiran
29
Identitas Adinda
30
Pengganggu ketenangan
31
Kebenaran mulai terlihat
32
Kenyataan yang mengejudkan
33
Rasa kehilangan
34
Rumah tangga yang tak sehat
35
Mengadopsi anak
36
Gadis piano
37
Mexca Memeluk Islam
38
Rasa cinta yg mendalam
39
Mencintai dalam do'a
40
Pertemuan yang tak terduga
41
Penjinak singa
42
Teragedi rumah sakit
43
Penyesalan yang terlambat
44
Permintaan rujuk kembali
45
Ungkapan cinta karna kesal
46
Godaan mexca
47
Makan bersama
48
Cerita di restoran
49
Dinda dan Mexca
50
Nyanyian hati
51
Jebakan
52
Pemulihan nama baik
53
Pengenalan orang tua
54
Pengakuan Mexca
55
Lamaran
56
Gangguan
57
Tunangan
58
Sumpah bram
59
Keluarga maxca
60
Pernikahan yg megah
61
Malam pertama tertunda
62
Bulan madu
63
Adinda candu mexca
64
Keras kepalanya bram
65
Permintaan menikahinya
66
Amarah maxca
67
Rindu sosok dinda
68
Kejutan ulang tahun.
69
Bulan madu ke 2
70
Wanita yg menggoda
71
Malam yg panjang
72
Ikatan batin
73
Wanita tersayang
74
cinta yg membara
75
Kehamilan
76
Cucu yang ditunggu
77
Ngidam
78
Hasrat adinda
79
Hari kelahiran Adinda
80
Anak laki - laki
81
Keluarga kecilku
82
Kebahagiaan yg sempurna
83
Kebenaran tentang Alea
84
Menitipkan anak
85
Malam bertabur bintang
86
Candu yang memabukkan
87
Kenakalan Mexca
88
Liburan bersama
89
Ratu kesayangan
90
Dia adalah surgaku
91
Kluarga bahagia (TAMAT)
92
Pengenalan othor
93
Extra awal mula adanya alea
94
Extra kejadian sebelum video adinda tersebar
95
Extra hancurnya rumah tangga bram
96
Exra Monica dan Dido
97
Ucapan makasih dan promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!