“Setidaknya dia sekuat hunter tingkat B, atau mungkin hampir sekuat hunter tingkat A.” kata Olivia mengira-ngira tingkat kekuatan yang dimiliki Hiro.
Olivia perlahan berjalan mendekati Hiro untuk meminta maaf atas kesalahan pengawalnya, tapi belum juga dia mengatakan sesuatu, Hiro sudah lebih dulu berkata padanya. “Kamu tidak perlu meminta maaf untuk kesalahan orang lain.”
Olivia menganggukkan kepalanya, dia tahu tak akan mudah memaafkan kesalahan pengawalnya yang sudah menghina orangtua Hiro. Dan lagi Hiro bukan tipe orang yang mudah memaafkan orang yang berbuat kesalahan padanya.
Olivia lalu menghubungi seseorang untuk menjemput pengawalnya yang sedang terluka, sementara dia akan terus melihat cara berlatih teman-teman nya.
Hiro yang melihat Olivia masih berdiri di sampingnya, dia hanya diam dan membiarkan wanita itu tetap berdiri di tempatnya.
Tiga puluh menit berlalu, tiga orang hunter muncul dan memberi hormat pada Olivia. Dua hunter langsung membawa pengawal Olivia yang terluka, sementara itu posisi si pria digantikan oleh hunter wanita yang saat ini berdiri tepat di belakang Olivia.
“Berapa kali mereka akan menaiki dan menuruni bukit ini? Aku hitung-hitung setidaknya mereka sudah sepuluh kali menaiki dan menuruni bukit.” kata Olivia sambil memandang Lux dan dua orang lainnya yang terus bergerak tanpa istirahat.
“Mereka akan terus melakukan itu sampai kelelahan dan menyerah.” balas Hiro menjawab keingintahuan Olivia.
Olivia mengangguk mengerti setelah mendengar balasan Hiro, dan kini dia merasa kalau dia masih terlalu lemah jika dibandingkan dengan teman-teman barunya.
“Nona, sebenarnya apa yang terjadi dengan Paman Hans?.” kata Sarah, pengawal baru Olivia.
“Dia terluka karena kesalahannya sendiri, dan lebih baik kita tidak usah membahasnya untuk saat ini!.” kata Olivia sambil melirik Hiro yang berada di sampingnya.
“Baik nona, aku mengerti.” balas Sarah lalu dia kembali dian sambil sesekali melirih sosok Hiro yang berada di sebelah nona mudanya.
“Pemuda ini, dia tidak sesederhana apa yang terlihat.” kata Sarah dalam hatinya saat merasakan aura di sekitar tubuh Hiro.
Belum juga Lux, Nana, dan Yuna menyelesaikan latihannya, dua sosok bertopeng selayaknya ninja muncul dan langsung menyerang ke arah Olivia.
Melihat keberadaan dua sosok bertopeng yang bergerak menyerang nona mudanya, Sarah dengan cepat menahan seluruh serangan mereka.
“Siapa kalian dan kenapa kalian menyerang nona muda ku?.” tanya Sarah sambil terus menahan serangan dua sosok bertopeng yang menjadi lawannya.
“Kamu tidak perlu tahu siapa kami, yang jelas kami harus membawa wanita itu hidup atau mati.” kata salah satu sosok bertopeng.
Hiro yang melihat kalau pengawal Olivia dapat menangani dua sosok bertopeng yang tiba-tiba datang menyerang, dia masih diam di tempatnya dan membiarkan pertarungan itu terus berlangsung.
Olivia yang melihat Hiro hanya berdian diri di tempatnya dan tak membantu Sarah, semula dia merasa kesal, tapi sesaat kemudian dia merasa beruntung karena Hiro masih berdiri di tempatnya, saat dia melihat Hiro berhasil menahan serangan pedang dari sosok bertopeng lainnya.
Melihat dua sosok bertopeng lainnya yang baru datang, Sarah sempat khawatir pada Olivia, tapi seketika dia merasa senang saat dia melihat pemuda yang dengan mudah menghadang serangan dua sosok bertopeng yang langsung menargetkan Olivia.
“Olivia, tetap di dekatku dan perhatikan sekeliling! Aku merasa masih ada diantara mereka yang bersembunyi di sekitar kita.” kata Hiro.
“Lalu, bagaimana dengan mereka bertiga? Apa mereka akan baik-baik saja?.” kata Olivia sambil mencoba mencari keberadaan ketiga temannya.
Hiro yang mendengar perkataan Olivia dia hanya tersenyum. “Kekuatan mereka lebih dari cukup untuk mengalahkan para orang bertopeng ini.” ungkapnya.
Hanya dengan teknik berpedang Sarah dan Hiro dapat mengalahkan lawan mereka, dan tak lama setelah itu Lux, Nana, dan Yuna datang sambil menyeret masing-masing satu sosok bertopeng yang telah kehilangan kesadarannya.
Sarah yang ingin melihat identitas orang-orang yang ingin mengambil nona mudanya, dia segera membuka topeng yang dipakai lawannya, namun belum juga dia membuka topeng orang itu, tiba-tiba saja Hiro berteriak dan menyuruh mereka semua melompat menjauhi orang-orang bertopeng.
Boomm... Boomm... Boommm
Suara ledakan terdengar saat tubuh seluruh orang bertopeng meledak dan menyebabkan sedikit kehancuran di tempat meledaknya tubuh mereka.
Melihat itu semua orang merasa beruntung karena dapat menghindar tepat waktu. Tidak bisa di bayangkan apa yang akan terjadi pada mereka kalau masih berada di dekat tempat ledakan.
Di tempat mereka berdiri, mereka dapat melihat seluruh tubuh orang-orang bertopeng yang sekarang telah berubah menjadi abu.
“Beruntung kamu mengatakannya sebelum semua terlambat.” kata Hiro pada inti api semesta.
“Kita sangat beruntung karena teman nona ternyata sangat teliti terhadap keadaan lawan yang sudah tak sadarkan diri. Satu detik saja telat menghindar, aku yakin saat ini kondisi kita akan sama dengan mereka.” ujar Sarah.
“Kamu benar.” balas Olivia.
Lux, Nana, dan Yuna juga setuju dengan apa yang dikatakan wanita yang berada di dekat Olivia.
°°°
“Anak muda, terimakasih karena kamu telah menyelamatkan nona Olivia.” kata Sarah yang tak sungkan mengatakan ungkapan terimakasih pada Hiro yang telah menyelamatkan Olivia.
“Seniornya tidak perlu berterimakasih, karena itu sudah sewajarnya aku menolong sesama, apalagi Olivia juga salah satu temanku.” balas Hiro sambil tersenyum tulus.
Baru pertama kali melihat senyum tulus Hiro, para wanita di tempat itu tak ada satupun yang mengalihkan pandangannya dari wajah Hiro, termasuk Sarah yang berada tepat di depan Hiro.
“Ada apa dengan kalian? Apa kalian baru melihat hantu?.” kata Hiro keheranan melihat tingkah para wanita di sekitarnya yang tiba-tiba saja diam mematung.
“Hah, temanku, sepertinya kamu masih terlalu polos soal hal begituan.” kata Lux sambil menahan tawanya.
“Kamu lagi, apa juga yang kamu maksud kalau aku masih polos?.” setelah mengatakan itu, Hiro dapat melihat keempat wanita bersamaan memukul kepala mereka sendiri.
Hiro yang melihat tingkah para wanita itu, dia hanya mengangkat kedua bahunya lalu berlalu pergi meninggalkan mereka yang terlihat aneh baginya, tanpa menunggu jawaban dari pertanyaan yang dia berikan pada Lux.
“Benar-benar anak muda yang masih sangat polos, tapi apa-apaan dengan pesona yang dia miliki? Aku bahkan tak bisa menahan pesonanya.” kata Sarah dalam hati.
Wajah dan ekspresi para wanita itu kembali terlihat normal setelah kepergian Hiro yang saat ini sedang berdiri di pinggiran danau.
Lux yang melihat mereka hanya tertawa geli. “Ayolah, apa sekuat itu pesona senyuman Hiro?.” tanya Lux sambil menunjukkan senyum terbaiknya.
“Setidaknya senyum Hiro jauh lebih baik dari senyuman pria mesum seperti mu.” balas Yuna lalu dia pergi ke tempat Hiro berada.
“Aku setuju dengan Yuna, senyuman mu lebih mirip dengan senyuman pria mesum.” kata Olivia lalu dia pergi menyusul Yuna sambil menarik lengan Nana.
“Anak muda, belajarlah tersenyum dengan tulus seperti yang dilakukan pemuda itu.” ujar Sarah lalu dia pun pergi meninggalkan Lux.
“Setidaknya senyumanku menunjukkan kejujuran tentang apa yang ada di pikiranku saat melihat keindahan tubuh mereka.” kata Lux, lalu dia pun pergi ke tempat Hiro berada.
“Danau ini terlihat tenang, tapi entah kenapa aku merasa sangat khawatir dengan sesuatu yang berada di dalam danau.” ujar Hiro saat seluruh temannya telah berada di dekatnya.
Teman-teman Hiro ditambah dengan keberadaan Sarah, mereka segera melihat kearah danau begitu mendengar apa yang dikatakan Hiro.
Yuna yang juga melihat keanehan dengan danau di depannya, dia membalikkan badannya dan memandang Hiro yang masih fokus memandang kearah danau.
“Apa menurut mu ada monster kuat yang bersembunyi di danau ini?.” tanya Yuna pada Hiro.
Mendengar itu dengan cepat Hiro menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu pasti apa yang berada di dalam danau, tapi aku merasa itu bukan sesuatu yang baik.” jawabnya.
“Kalian tenang saja asosiasi hunter Silver Moon dari Ibukota akan datang dan menyelidiki apa yang berada di dalam danau ini.” kata Olivia sambil tersenyum.
“Asosiasi hunter Silver Moon? Bukannya itu asosiasi hunter terkuat ketiga di negara ini, mana mungkin mereka mau jauh-jauh datang hanya untuk menyelidiki sebuah danau di kota kecil ini!.”
“Mereka pasti datang, bagaimana pun juga aku adalah putri kesayangan pemimpin asosiasi hunter Silver Moon, dan tentu mereka akan menuruti keinginanku.” kata Olivia yang masih menunjuk senyum di wajahnya.
“Pu...putri kesayangan pemimpin assosiasi hunter Silver Moon! Apa kamu sedang bercanda?.” kata Lux, Satu-satunya orang yang terkejut dengan identitas asli Olivia.
Olivia hanya tersenyum saat melihat ekspresi keterkejutan yang ditunjukkan Lux, tapi dia merasa aneh dengan tiga orang lainnya yang terlihat biasa-biasa saja.
“Kamu tidak perlu heran melihat kami yang tidak terkejut. Dengan keberadaan hunter tingkat C berseragam asosiasi hunter Silver Moon, setidaknya kami sudah bisa memperkirakan identitas asli yang kamu miliki.” kata Hiro dengan tenang.
“Selain memiliki pesona yang kuat, dia juga memiliki pemikiran yang dapat di setarakan dengan para jenius di Ibukota.” puji Sarah dalam hatinya.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Indra Suyono
jujur banget
2022-07-06
0
izRoiL
GaassPoooL
2021-11-25
0
S mangkujagat
mantapppp
2021-11-15
0