Hiro kemudian berlatih menggunakan elemen yang baru dia miliki. Dia benar-benar dibuat kagum dengan kekuatan empat elemen yang kini menjadi bagian dari kekuatannya.
Elemen kekuatan yang dia miliki seolah membuat kekuatannya meningkat berkali lipat. Perbedaan kekuatan Hiro saat ini jauh berbeda dengan kekuatan sebelum dia memiliki keempat elemennya. Dia juga bisa melihat kalau bentuk tubuhnya kini sedikit lebih berotot dari sebelumnya.
Hiro berlatih mengikuti gambaran-gambaran ingatan yang sebelumnya dia dapat saat keempat elemen menyatu dengan tubuhnya. Gambaran-gambaran dalam ingatan Hiro berisi tentang penjelasan yang sangat rinci tentang cara menggunakan seluruh elemen miliknya.
Hanya dengan membayangkan dan berimajinasi, dia dapat melakukan apapun dengan kekuatan elemen miliknya. Namun kekuatan elemennya tak akan pernah bisa dia gunakan untuk menghidupkan orang yang sudah mati.
“Elemen api milikku memang bisa di gunakan untuk menyembuhkan luka, tapi itu sekedar hanya untuk mengobati luka ringan.” katanya sambil terus berlatih.
Saat fokus berlatih, tiba-tiba saja Hiro mendengar langkah kaki beberapa orang yang berjalan menuju ke arahnya. Dengan cepat dia menyembunyikan dirinya sambil mencari sudut yang tepat untuk melihat siapa orang-orang yang mendatangi tempat latihannya.
Dia melihat dua pria dan tiga wanita muncul dari rimbunnya semak-semak di sekitaran tempat latihannya.
Hiro pun mencoba mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan oleh kelima orang itu.
“Segel yang menyegel monster itu semakin melemah.”
Dengan jelas Hiro mendengar kata-kata itu keluar dari mulut salah satu orang yang saat ini sedang duduk di batang pohon yang biasanya dia gunakan untuk beristirahat.
Sekalipun yang mereka bicarakan tidak terlalu rinci, tapi Hiro sudah tahu inti dari apa yang menjadi bahan pembicaraan mereka.
Dan apa yang mereka bicarakan adalah sebuah kabar buruk bagi seluruh manusia yang berada di Bumi.
Tapi apa yang mereka bicarakan hanya akan berakhir menjadi sebuah bahan pembicaraan biasa kalau ada sosok yang berhasil memperkuat segel monster yang sedang mereka bicarakan.
“Fiuh, dimana juga ada orang yang memiliki empat elemen sekaligus dalam tubuhnya?.”
Hiro mengerutkan keningnya saat mendengar sebuah kalimat yang keluar dari mulut salah satu wanita yang sejak tadi sedikit luput dari pandangannya.
“Orang yang memiliki empat elemen? Untuk apa mereka mencari orang yang memiliki empat elemen dalam tubuhnya?.” katanya kebingungan setelah mendengar kalimat yang keluar dari mulut si wanita.
Saat Hiro sedang kebingungan, dia tak menyadari kepergian empat dari lima orang yang sedang dia intip. Saat ini di tempat itu hanya ada seorang wanita yang masih saja duduk dengan tenang sambil memejamkan kedua matanya.
Tak lama memejamkan mata, tiba-tiba saja wanita itu membuka mata dan menoleh ke tempat persembunyian Hiro. “Mau sampai kapan kamu bersembunyi di tempat itu? Keluar secara baik-baik atau aku akan memaksamu keluar dengan sedikit kekerasan?.” katanya sambil memandang tempat persembunyian Hiro.
Kata-kata si wanita membuat Hiro terkejut dan tersadar dari kebingungan nya, lalu dengan mengangkat kedua tangannya dia berjalan keluar dari tempat persembunyiannya.
Wanita itu melihat Hiro yang baru keluar dari tempat persembunyiannya. Kedua matanya melihat tubuh Hiro dari atas sampai kebawah dengan sangat teliti.
Terlihat wanita itu menganggukkan kepalanya saat melihat Hiro, dan dia cukup kagum dengan kekuatan anak remaja yang menggunakan pemberat di beberapa bagian tubuhnya.
Sementara itu Hiro yang terus dilihat oleh si wanita, entah kenapa dia merasa malu.
“Hahahaha...” Wanita itu tertawa saat melihat wajah Hiro memerah.
“Sepertinya kedatangan ku dan teman-teman ku sudah mengganggu latihan mu? Dan sepertinya kamu sedang berlatih untuk menjadi seorang hunter.” kata si wanita.
Hiro menganggukkan kepalanya. “A..aku memang ingin menjadi seorang hunter, tapi saat ini aku masih terlalu lemah.” balasnya.
“Masih terlalu lemah? Apa kamu sedang merendahkan diri di hadapan seniormu ini?.” tanya si wanita yang membuat Hiro hanya terdiam bingung.
Melihat wajah kebingungan anak remaja di depannya, si wanita kembali melanjutkan kata-kata nya. “Bagaimana bisa kamu berkata terlalu lemah sementara aku dapat melihat beban latihan mu adalah beban yang biasa digunakan oleh seorang murid senior untuk berlatih?.” katanya.
Hiro menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar itu. “Itu, sebenarnya berlatih menggunakan pemberat adalah saran yang diberikan oleh Ibu ku.” balasnya.
“Artinya Ibu kamu adalah seorang hunter senior. Kalau aku boleh tau, siapa nama Ibu kamu?...” tanya si wanita.
“Ibu Zizu....” jawab Hiro singkat.
Terlihat wanita itu terkejut setelah mendengar jawaban Hiro. Dia akhirnya mengerti seorang Ibu mana yang tega memberikan beban seberat itu untuk menemani latihan anaknya. “Guru memang orang yang sangat kejam, bahkan pada putranya sendiri.” katanya dalam hati.
“Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan putra Guru Zu yang selama ini keberadaannya sangat dia rahasiakan.” kata si wanita.
Hiro segera menggelengkan kepalanya begitu mendengar perkataan si wanita. “Ibu tidak pernah berniat merahasiakan keberadaan ku, tapi aku sendiri yang memintanya untuk merahasiakan status ku sebagai putranya.” ungkapnya menjelaskan.
Si wanita tersenyum setelah mendengar penjelasan dari Hiro. Entah kenapa dia tiba-tiba saja merasa tertarik dengan kepribadian anak remaja yang sifatnya terlihat lebih dewasa dari usianya.
Hiro sendiri hanya bisa diam di tempatnya sambil melihat si wanita yang masih menunjukkan senyuman di wajahnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa, karena ini kali pertama dirinya berbicara dengan orang lain selain Ibu nya.
Si wanita tersenyum sambil menggelengkan kepalanya perlahan saat melihat wajah polos Hiro. “Lanjutkan latihan mu, tapi kalau kamu butuh bantuan, kamu bisa bertanya padaku. Oh iya, kamu bisa memanggilku Luna, dan aku adalah salah satu hunter yang di didik langsung oleh Ibu kamu.” ujarnya sambil berlalu pergi meninggalkan Hiro yang masih mematung di tempatnya berdiri.
“Eh, kenapa aku bisa lupa menanyakan padanya soal kenapa dia mencari sosok yang memiliki empat elemen sekaligus dalam tubuhnya?.” katanya menggerutu.
Melupakan sejenak tentang orang-orang barusan yang sedang mencari sosok pemilik empat elemen sekaligus dalam tubuhnya, Hiro kembali memulai latihannya. Proses latihannya kali ini sedikit berbeda dari biasanya karena saat ini dia sudah memiliki elemen yang dapat dia gunakan dalam pelatihan.
Latihan yang kali ini dilakukan Hiro adalah mengontrol dan mengendalikan kekuatan elemennya. Jika dia tidak bisa mengontrol dan mengendalikan elemennya dengan baik, elemen miliknya bisa saja menjadi senjata senjata yang merugikan nya.
Dengan tekad menjadi kuat dan bisa melindungi orang-orang yang dicintainya, dia terus berlatih walau rasa lelah sudah mulai dia rasakan. Melakukan pelatih dari pagi sampai siang tanpa jeda waktu untuk beristirahat setidaknya cukup berpengaruh dengan kekuatan fisiknya, sekalipun kekuatan fisiknya telah meningkat.
Waktu dengan cepat berlalu, dan tanpa terasa hari sudah hampir malam.
Hiro akhirnya memutuskan untuk mengakhiri latihannya dan pulang ke rumah. Kecepatan larinya sedikit bertambah cepat saat dia berlari pulang ke rumahnya. Selain itu dia juga merasa kalau seluruh indera dalam tubuhnya telah mengalami peningkatan fungsi, dan tentu itu merupakan hal baik lainnya yang dia dapatkan setelah memiliki kekuatan baru.
Dia pun masuk kedalam rumah dan langsung pergi ke arah dapur untuk mengambil satu botol berisi air mineral yang berada di dalam lemari pendingin. Lalu dia menikmati pergantian hari sambil bersantai di halaman belakang rumahnya.
Dengan latihan yang hari ini dia lakukan, Hiro sudah dapat mengontrol dan mengendalikan elemen apinya dengan sempurna, dan untuk tiga elemen yang lainnya dia akan melakukannya di hari-hari yang akan datang.
Melihat keadaan di sekitarnya yang mulai gelap, Hiro segera masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri dan setelahnya dia akan menyiapkan menu makan malam untuk dirinya sendiri.
Karena Zizu masih belum kembali, Hiro hanya akan menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri, tapi dia sedikit terkejut saat melihat keberadaan Zizu di dapur saat dia baru selesai membersihkan tubuhnya. Pandangan mata mereka saling bertemu, dan terlihat Zizu sedikit menyipitkan kedua matanya saat dia merasa ada perubahan yang cukup mencolok pada tubuh Hiro.
“Anak remaja sekarang, mereka terlalu cepat dalam hal pertumbuhan.” gumam Zizu sesaat setelah Hiro menghilang dari pandangan kedua matanya.
Hiro yang sudah berada di dalam kamarnya segera memakai pakaian santainya, dan setelahnya dia segera menuju ke dapur untuk membantu Zizu menyiapkan makanan untuk makan malam mereka.
Dalam hal memasak, walau seorang pria masakan Hiro jauh lebih baik dari masakan Zizu yang sering terasa banyak kurangnya, dan karena itu juga Hiro buru-buru mengambil alih urusan dapur sebelum dia harus memakan masakan Zizu yang akan membuatnya dalam masalah.
Masakan yang di olah oleh Hiro telah tersaji di atas meja makan, sementara itu Zizu masih menyiapkan minuman untuk mereka. Setelah semua siap, mereka berdua memulai kegiatan makan malam dengan tenang.
Setelah selesai makan malam, Zizu memberi sebuah informasi penting pada Hiro. “Ujian untuk masuk ke akademi hunter akan dilakukan minggu depan. Aku harap kamu tidak putus asa kalau masih gagal seperti enam bulan yang lalu.”
Hiro tidak takut dengan kegagalan, karena dia yakin pasti akan menyelesaikan ujian itu. Tapi kini yang jadi permasalahan baginya adalah bagaimana dia mengatakan tentang kekuatan barunya pada Zizu.
Setelah banyak berfikir, Hiro merasa saat ini belum saatnya mengatakan itu semua pada Zizu. Setidaknya dia akan mengatakan itu pada Zizu setelah dia benar-benar bisa mengontrol dan mengendalikan seluruh kekuatan barunya.
Untuk sekarang lebih baik dia merahasiakan hal itu, dan bertingkah seperti biasa saat di hadapan Zizu.
°°°
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Adhie Adhie
lanjuuuuut om thor 🤟
2023-03-19
0
izRoiL
oke
2021-11-25
0
Jepri
Raka udah tamat gantinya Hiro, semoga Hiro ga cepat tamat ya thor..
2021-11-11
3