Tiga Divisi Akademi Hunter

Ujian tahap pertama telah selesai dengan di luluskan nya 30 orang menjadi murid baru akademi hunter.

Masih di dalam bangunan yang sama, 30 anak remaja yang telah lulus dalam ujian tahap pertama, mereka akan langsung melakukan ujian keterampilan, dan ujian kali ini akan menentukan di divisi mana mereka akan bertugas sebagai seorang murid akademi hunter.

Ada tiga divisi dalam akademi hunter. Divisi pertama diisi hunter dengan keterampilan bertarung, divisi kedua diisi hunter dengan keterampilan bertahan, dan divisi terakhir atau divisi ketiga berisi hunter dengan keterampilan penyembuhan.

Masuk dalam divisi yang tepat dapat membuat kekuatan seorang hunter berkembang dengan semestinya. Dan lagi mereka hanya akan melakukan sesuatu yang berhubungan erat dengan keterampilan milik mereka.

Saat semua orang telah siap, ujian tahap kedua pun segera dimulai. Sekalipun tidak menentukan nasib mereka sebagai murid akademi hunter, ujian tahap kedua sangat menentukan masa depan mereka.

Setidaknya mereka harus berada di divisi yang tepat supaya kekuatan mereka dapat berkembang dengan semestinya. Saat berada di divisi yang tepat, itu sudah menjadi sebuah jaminan akan masa depan cerah untuk mereka.

Satu persatu murid baru mulai dipanggil maju ke depan untuk menunjukkan keterampilan yang dimilikinya. Lima murid baru yang dipanggil paling awal, mereka semua masuk dalam divisi pertama walau keterampilan mereka masihlah sangat biasa-biasa saja.

Lima murid selanjutnya, tiga orang masuk divisi kedua dan dua orang sisanya masuk divisi ketiga. Dan setelah 25 murid maju untuk melakukan ujian keterampilan, kini hanya menyisakan lima orang murid terakhir dimana salah satu dari mereka adalah Hiro.

Hiro yang sudah dipanggil kemudian maju ke depan berdiri bersebelahan dengan Lux. Untuk tiga orang murid lainnya, mereka adalah dua wanita yang di awal ujian tahap pertama sempat mencuri perhatian banyak orang dengan kekuatan mereka, dan satu orang lagi adalah pria yang pertama kali lulus dalam ujian tahap pertama.

“Sepertinya mereka berlima adalah murid terbaru dalam perekrutan kali ini.” kata Luna dalam hati saat melihat Hiro dan empat orang lainnya.

Hiro tidak terlalu mempedulikan murid lainnya, tapi dia cukup tertarik dengan kekuatan yang dimiliki oleh Lux.

Di sisi lain, seorang murid wanita yang menutup wajahnya menggunakan topeng dia cukup sering mencuri pandang kearah Hiro yang penampilannya terlihat paling biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan murid baru lainnya.

Selain penampilan yang berbeda, wanita itu juga merasa kalau Hiro tidak bersungguh-sungguh waktu menyelesaikan ujian tahap pertama, dan saat ujian tahap kedua akan dimulai, dia juga melihat kalau Hiro benar-benar tidak serius mengikuti ujian yang akan menentukan masa depannya sebagai seorang hunter.

Dia tidak tau saja kalau di divisi mana pun dia nantinya akan di tempatkan, Hiro tetap bisa berkembang karena keterampilannya dapat membuat dia melakukan apapun yang dilakukan oleh ketiga divisi hunter yang berada di akademi hunter.

Hiro sebenarnya tahu kalau sedang di amati oleh si wanita bertopeng, tapi dia mengabaikan itu karena apa yang dilakukan si wanita bertopeng tak sedikit pun memberi gangguan padanya.

Mereka berlima lalu mulai menunjukkan keterampilan terbaik yang mereka miliki, tapi hanya pria di ujung barisan lah yang menunjukkan keterampilan terbaiknya. Sementara itu, Hiro, Lux, dan dua wanita yang tepat berada di sisi Hiro, mereka hanya menunjukkan keterampilan dasar yang mereka kuasai.

“Karena tidak ingin terlihat terlalu mencolok, sepertinya mereka berempat sengaja menyembunyikan keterampilan terbaik yang mereka kuasai.” ujar salah satu wanita yang merupakan rekan Luna.

“Hem, aku juga merasa seperti itu.” balas Luna sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Kalian jangan terus berbicara di situ, cepat kalian antar kan murid-murid baru itu ke divisi mereka masing-masing!.” seorang pria yang merupakan pemimpin kelompok Luna mengingatkan tugas terakhir Luna dan rekan-rekannya sebagai pengawas ujian.

Mendengar apa yang dikatakan pemimpin kelompoknya, Luna segera mendekati murid baru di divisi pertama untuk mengantarkan mereka ke ruangan yang akan segera menjadi kelas tempat mereka menerima pembelajaran sebagai seorang hunter yang berada di divisi pertama.

“Hai, kita bertemu lagi.” kata Luna menyapa Hiro yang dengan keterampilan dasarnya berhasil masuk kedalam divisi pertama.

“Nona Luna, apa nona mengenal pria lemah ini?.” belum juga Hiro membalas, pria di sisi lain justru lebih dulu mengajukan pertanyaan pada Luna.

Melihat siapa pria yang bertanya padanya, membuat Luna menunjukkan senyum malasnya dan segera mengabaikan keberadaan pria itu. Dia lebih memilih berjalan di dekat Hiro dan mengabaikan pria yang terlihat kesal saat melihat kedekatannya dengan Hiro.

“Jangan sesekali membuat keributan di tempat ini! Tapi kalau kamu nekat melakukannya dengan senang hati pihak akademi akan mengeluarkan mu.” kata Luna pada pria yang dari gerakannya terlihat jelas kalau dia ingin melakukan hal buruk pada Hiro.

Mendengar apa yang dikatakan Luna, pria itu segera mengurungkan apa yang ingin dia lakukan, dan kemudian dia memilih mengambil tempat agak menjauh dari Luna dan Hiro. “Lihat saja, aku pasti akan membuat mu menyesal karena berani berdekatan dengan wanita ku!.” teriaknya dalam hati.

“Apa kak Luna dan pria itu memiliki hubungan khusus? Aku lihat pria itu tidak suka dengan kak Luna yang berada di dekatku, dan aku bisa melihat kalau dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk padaku.” kata Hiro mengatakan apa yang dia lihat dari sosok pria yang kini berjalan di barisan paling belakang.

Mendengar apa yang dikatakan Hiro padanya, Luna tersenyum sambil berkata. “Dia bukan siapa-siapa bagiku, tapi orang tua ku dan orang tuanya sepakat untuk menjodohkan kami.”

Dengan menganggukkan kepalanya Hiro tahu situasi seperti apa yang saat ini sedang dihadapi oleh wanita di sampingnya.

Dia bisa melihat kalau Luna tidak menyukai keberadaan pria itu, tapi karena perjodohan yang dilakukan orang tuanya membuatnya terjebak dengan seorang pria yang tak dia inginkan.

“Di masa sulit seperti ini, masih saja ada orang tua yang seenaknya sendiri menentukan masa depan untuk anak-anak mereka.” katanya dalam hati.

Lux dan murid yang lain sebenarnya cukup terkejut melihat kedekatan Hiro dengan salah satu hunter senior wanita yang tadi menjadi pengawas ujian, dan lagi mereka melihat kalau Hiro dan hunter senior itu cukup akrab.

Wanita bertopeng yang dari tadi sering mencuri pandang kepada Hiro, dia merasa tidak terlalu menyukai kedekatan Hiro dengan Luna. “Wanita itu, bukannya berjalan di samping tunangannya dia justru berjalan di samping pria lain, bahkan dia tak mempedulikan keberadaan tunangannya.” katanya dalam hati sambil menatap iba pada pria yang telah menjadi tunangan Luna.

Sedangkan Lux yang dari tadi hanya diam, dia semakin dibuat penasaran dengan identitas asli yang dimiliki Hiro. Dengan melihat kedekatannya dengan seorang hunter senior, Lux yakin kalau identitas asli Hiro bukanlah sebuah identitas yang bisa disepelekan.

Dengan Luna sebagai penunjuk jalan, akhirnya mereka yang berasal dari divisi pertama sampai di tujuan. “Dari sinilah perjalanan kalian menjadi seorang hunter akan dimulai, dan mulai besok sampai kalian lulus tempat ini menjadi tanggung jawab kalian semua!.” ungkap Luna.

Seluruh murid baru yang tergabung dalam divisi pertama menganggukkan kepalanya, dan mereka mulai memasuki sebuah ruangan luas yang kedepannya akan menjadi tempat belajar mereka. Selain sebagai tempat belajar, ruangan luas itu juga dapat difungsikan sebagai tempat berlatih keterampilan mereka.

Di dalam ruangan luas itu Hiro dapat melihat perlengkapan seorang petarung yang tertata rapi di sudut ruangan. Para murid baru lainnya juga melihat apa yang Hiro lihat, dan setelah mendengar penjelasan Luna mereka tahu kalau perlengkapan itu adalah perlengkapan yang telah disiapkan untuk mereka.

Mereka semua segera mengikuti Luna yang berjalan menuju tempat perlengkapan yang akan dibagikan untuk mereka. Walau hanya perlengkapan seorang pemula, seluruh perlengkapan itu masih sangat menarik bagi murid-murid yang berasal dari kalangan rakyat biasa.

“Satu orang bisa mengambil satu set perlengkapan yang sudah di persiapkan.” kata Luna.

“Cih, hanya perlengkapan sampah yang memang pantas dipakai oleh sekumpulan sampah.” kata pria tunangan Luna yang tak menyentuh perlengkapan yang ada di depannya.

“Satu set perlengkapan ini setidaknya seharga 10 juta kredit, kalau kamu tidak ingin mengambil milikmu, biarkan itu menjadi milikku. Setidaknya aku bisa menghasilkan sedikit uang dari set perlengkapan itu.” kata Lux sambil tersenyum.

Bibir Luna berkedut saat mendengar rencana Lux pada set perlengkapan yang telah di sediakan oleh akademi hunter. “Ehem, kalian cuma bisa mengambil satu set perlengkapan, dan untuk yang tidak mengambil set perlengkapan, set perlengkapan kalian akan tetap menjadi milik akademi hunter.” katanya menjelaskan.

“Padahal ini bisa sedikit menambah uang sakuku.” kata Lux sambil meletakkan kembali set perlengkapan milik pria tunangan Luna yang ingin dia ambil.

“Apa kalian sudah mendapatkan set perlengkapan milik kalian?.” tanya Luna sambil melihat murid baru yang untuk saat ini menjadi tanggung jawabnya.

Seluruh murid baru menganggukkan kepalanya kecuali pria yang merupakan tunangan Luna. “Mulai besok kalian wajib memakai perlengkapan saat masuk ke akademi, dan ingat jangan terlambat di hari pertama!.” kata Luna tegas.

“Aku tidak akan terlambat, kalau perlu aku akan tidur di kelas ini.” kata wanita bertubuh mungil yang wajahnya terlihat cukup menggemaskan.

“Hei Nana, apa kamu lupa tentang larangan seorang gadis tidur di luar rumah?.” tanya wanita bertopeng sambil memukul ringan kepala Nana, si wanita bertubuh mungil

Nana mengelus bagian kepalanya yang baru dipukul wanita bertopeng. “Yuna, kamu selalu kasar seperti biasa. Kalau kamu terus saja kasar, nanti tidak akan ada pria yang mau dengan mu.” katanya.

“Cih, aku tidak membutuhkan pria dalam hidup ku.” balas Yuna, si wanita bertopeng yang langsung saja pergi begitu membalas perkataan Nana.

“Apa dia marah?.” tanya Hiro pada Nana saat melihat Yuna yang pergi begitu saja meninggalkan ruangan tempat murid baru divisi pertama yang sedang berkumpul.

“Dia tidak marah, dia memang seperti itu. Tapi biarpun terlihat kasar pada orang lain, dia bukanlah orang jahat.” kata Nana menjawab keinginan tahuan Hiro soal Yuna.

Hiro mengangguk mendengar jawaban Nana, dan kemudian dia kembali melihat kearah Luna yang mulai menjelaskan apa-apa saja yang ada di ruangan yang akan dia tempati selama menjadi murid akademi hunter.

°°°

Terpopuler

Comments

bosque

bosque

top

2021-12-21

0

Becak Sama

Becak Sama

hiro dan luna....... setiap 2 tokoh ini, pasti menarik di novel manapun

2021-12-17

1

izRoiL

izRoiL

Joosss

2021-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Memulai Pelatihan
2 Awal Mula Perjalanan Menjadi Seorang Hunter
3 Melatih Kekuatan Baru
4 Dimulainya Ujian Akademi Hunter
5 Tiga Divisi Akademi Hunter
6 Mendapatkan Hadiah
7 Kekuatan Seorang Wanita
8 Hari Pertama Di Akademi Hunter
9 Menunjukkan Kekuatan Baru
10 Peristiwa Malam Berdarah
11 Sarang Monster
12 Pergerakan Assosiasi Hunter
13 Kemunculan Inti Api Semesta
14 Mendapatkan Skill Baru
15 Kembali Ke Akademi
16 Menggali Lubang Kuburnya Sendiri
17 Mencari Masalah
18 Serangan Sosok Bertopeng
19 Mengungkap Identitas Sosok Bertopeng
20 Persaingan Diantara Asosiasi Hunter
21 Melatih Keempat Teman
22 Menjelajahi Dungeon
23 Terperangkap Di Dalam Dungeon
24 Terkepung Puluhan Monster
25 Mengalahkan Bos Monster Lantai Kelima
26 Kemunculan Monster Berwujud Naga
27 Pindah Ke Ibukota
28 Wanita Tua Penggoda
29 Sambutan Di Akademi Pusat
30 Sebuah Tantangan
31 Jiwa Liar Usia Remaja
32 Hadiah Dari Noel
33 Maju Kena Mundur Kena
34 Kembali Menjelajahi Dungeon
35 Skill Regenerasi Super
36 Keputusan Para Wanita
37 Tiga Keuntungan Dalam Satu Waktu
38 Menguji Skill Baru
39 Memperbaiki Penampilan
40 Datang Lebih Cepat
41 Sakit Tapi Tidak Berdarah
42 Menjelajahi Dungeon Level 3
43 Menemukan Ribuan Inti Monster
44 Menyelesaikan Dungeon Level 3
45 Inti Kekuatan Semesta
46 Penghinaan
47 Rasa Takut Dan Penyesalan
48 Si Bocah Pencuri
49 Perebut Calon Tunangan Orang
50 Memberi Pelajaran
51 Hanya Sekumpulan Semut
52 Serangan Tiga Keluarga Besar
53 Kejutan Yang Menggemparkan
54 Membuat Cairan Eliksir
55 Wajah Dibalik Topeng
56 Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Olsen
57 Para Wanita Tangguh
58 Datangnya Para Pembuat Masah
59 Dimulainya Pertandingan Antar Kelas Elite
60 Datang Diwaktu Yang Salah
61 Bahaya Datang Mendekati Ibukota
62 Black Kraken
63 Bukan Kemenangan Yang Sesungguhnya
64 Sebuah Dendam Lama
65 Membuat Senjata
66 Dungeon Di Dasar Lautan
67 Menjelajahi Dungeon Dasar Laut
68 Roh Penunggu Lantai Ketujuh Dungeon
69 Monster Berwujud Manusia
70 Menyelesaikan Misi Penghancuran Dungeon
71 Membagi Barang Jarahan
72 Hari Keberangkatan
73 Sedikit Gangguan
74 Dua Kabar Buruk
75 Setara Dengan Kekuatan Dewa
76 Rencana Adu Domba
77 Semangat Untuk Menang
78 Elemen Ketujuh
79 Menuju Ruangan Bos Monster
80 Tidak Ada Bos Monster
81 Wanita Yang Malang
82 Tambahan Kekuatan
83 Peningkatan Besar
84 Membebaskan Para Wanita
85 Menuju Perbatasan
86 Hunter Tingkat Pahlawan
87 Pertempuran Singkat Di Perbatasan
88 Kehangatan Di Dalam Kabin Pesawat
89 Perang Sesama Hunter
90 Kabar Dari Wilayah Timur Tengah
91 Keberadaan Hunter Asing
92 Serangan Hunter Bertopeng Hitam
93 Menyerang Markas Musuh
94 Identitas Pria Bertopeng
95 Meninggalkan Keluarga Olsen
96 Merekrut Musuh Menjadi Pengikut
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Memulai Pelatihan
2
Awal Mula Perjalanan Menjadi Seorang Hunter
3
Melatih Kekuatan Baru
4
Dimulainya Ujian Akademi Hunter
5
Tiga Divisi Akademi Hunter
6
Mendapatkan Hadiah
7
Kekuatan Seorang Wanita
8
Hari Pertama Di Akademi Hunter
9
Menunjukkan Kekuatan Baru
10
Peristiwa Malam Berdarah
11
Sarang Monster
12
Pergerakan Assosiasi Hunter
13
Kemunculan Inti Api Semesta
14
Mendapatkan Skill Baru
15
Kembali Ke Akademi
16
Menggali Lubang Kuburnya Sendiri
17
Mencari Masalah
18
Serangan Sosok Bertopeng
19
Mengungkap Identitas Sosok Bertopeng
20
Persaingan Diantara Asosiasi Hunter
21
Melatih Keempat Teman
22
Menjelajahi Dungeon
23
Terperangkap Di Dalam Dungeon
24
Terkepung Puluhan Monster
25
Mengalahkan Bos Monster Lantai Kelima
26
Kemunculan Monster Berwujud Naga
27
Pindah Ke Ibukota
28
Wanita Tua Penggoda
29
Sambutan Di Akademi Pusat
30
Sebuah Tantangan
31
Jiwa Liar Usia Remaja
32
Hadiah Dari Noel
33
Maju Kena Mundur Kena
34
Kembali Menjelajahi Dungeon
35
Skill Regenerasi Super
36
Keputusan Para Wanita
37
Tiga Keuntungan Dalam Satu Waktu
38
Menguji Skill Baru
39
Memperbaiki Penampilan
40
Datang Lebih Cepat
41
Sakit Tapi Tidak Berdarah
42
Menjelajahi Dungeon Level 3
43
Menemukan Ribuan Inti Monster
44
Menyelesaikan Dungeon Level 3
45
Inti Kekuatan Semesta
46
Penghinaan
47
Rasa Takut Dan Penyesalan
48
Si Bocah Pencuri
49
Perebut Calon Tunangan Orang
50
Memberi Pelajaran
51
Hanya Sekumpulan Semut
52
Serangan Tiga Keluarga Besar
53
Kejutan Yang Menggemparkan
54
Membuat Cairan Eliksir
55
Wajah Dibalik Topeng
56
Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Olsen
57
Para Wanita Tangguh
58
Datangnya Para Pembuat Masah
59
Dimulainya Pertandingan Antar Kelas Elite
60
Datang Diwaktu Yang Salah
61
Bahaya Datang Mendekati Ibukota
62
Black Kraken
63
Bukan Kemenangan Yang Sesungguhnya
64
Sebuah Dendam Lama
65
Membuat Senjata
66
Dungeon Di Dasar Lautan
67
Menjelajahi Dungeon Dasar Laut
68
Roh Penunggu Lantai Ketujuh Dungeon
69
Monster Berwujud Manusia
70
Menyelesaikan Misi Penghancuran Dungeon
71
Membagi Barang Jarahan
72
Hari Keberangkatan
73
Sedikit Gangguan
74
Dua Kabar Buruk
75
Setara Dengan Kekuatan Dewa
76
Rencana Adu Domba
77
Semangat Untuk Menang
78
Elemen Ketujuh
79
Menuju Ruangan Bos Monster
80
Tidak Ada Bos Monster
81
Wanita Yang Malang
82
Tambahan Kekuatan
83
Peningkatan Besar
84
Membebaskan Para Wanita
85
Menuju Perbatasan
86
Hunter Tingkat Pahlawan
87
Pertempuran Singkat Di Perbatasan
88
Kehangatan Di Dalam Kabin Pesawat
89
Perang Sesama Hunter
90
Kabar Dari Wilayah Timur Tengah
91
Keberadaan Hunter Asing
92
Serangan Hunter Bertopeng Hitam
93
Menyerang Markas Musuh
94
Identitas Pria Bertopeng
95
Meninggalkan Keluarga Olsen
96
Merekrut Musuh Menjadi Pengikut

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!