Waktu terus berlalu dan tanpa terasa sudah tujuh hari terlewati sejak Hiro mendapatkan kekuatan barunya. Dia telah berhasil mengontrol dan mengendalikan dengan sempurna seluruh elemen yang kini telah menjadi kekuatannya.
Tubuh Hiro juga terlihat semakin berotot walau bukan otot yang besar selayaknya binaragawan. Ditambah wajah tampannya, penampilan Hiro terlihat sangat sempurna.
“Saatnya menunjukkan hasil latihan ku.” katanya lalu dia segera pergi ke akademi hunter tempat diadakannya ujian untuk menjadi murid baru akademi hunter.
Berjalan santai dengan ditemani Miku, Hiro sangat menikmati perjalanannya menuju akademi hunter. Dia tidak sedang terburu-buru jadi dia bisa berjalan dengan santai sambil menikmati suasana pagi.
Beberapa anak remaja seusianya mulai terlihat memenuhi jalanan saat dia hampir sampai ke akademi, namun banyak dari anak-anak remaja itu segera menyingkir saat melihat keberadaan Miku yang duduk di atas kepalanya.
Dalam perjalanannya menuju akademi hunter, Hiro juga melihat beberapa anak remaja yang enam bulan yang lalu juga mengikuti ujian, namun nasib mereka enam bulan yang lalu sama dengannya, gagal dalam ujian.
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit, Hiro akhirnya sampai di akademi hunter. Dua orang penjaga segera mendata identitas Hiro setelah dia menyerahkan formulir pendaftaran untuk mengikuti ujian.
Akademi hunter tempat Hiro melakukan ujian hanyalah akademi cabang dari akademi utama yang berada di Ibukota.
Sebelum mengikuti ujian, Hiro dan anak-anak remaja seusianya yang juga ikut dalam ujian terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan akademi yang mampu menampung lebih dari seribu orang.
Swush... Swush...
Lima orang hunter senior yang akan menjadi pengawas ujian muncul di panggung yang berada di lapangan akademi. Setelah melihat kelima hunter senior yang akan menjadi pengawas ujian, Hiro cukup mengenali wajah-wajah mereka terutama seorang wanita yang berdiri di barisan paling ujung.
Salah satu hunter senior mengambil satu langkah ke depan dan mulai memberitahu ujian apa saja yang akan dilakukan oleh calon murid akademi hunter.
“Ujian kali ini hanya akan ada dua tahapan, tahap pertama adalah ujian kekuatan, dan untuk ujian kedua adalah ujian keterampilan. Tapi aku punya kabar baik untuk kalian. Siapapun yang lolos ujian tahap pertama, kalian akan langsung menjadi bagian dari akademi hunter.”
Kelima hunter senior yang menjadi pengawas ujian kemudian pergi ke sebuah ruangan yang akan dijadikan tempat ujian.
Setelah kelima hunter senior itu pergi, datang belasan hunter senior lainnya yang segera mengarah peserta ujian untuk mengantre dengan teratur memasuki ruangan tempat ujian akan dilakukan.
Dengan cepat seluruh peserta mengantre masuk ke ruangan yang tak kalah luasnya dengan lapangan akademi, termasuk Hiro. Hanya dalam lima menit seluruh peserta ujian yang berjumlah ratusan sudah masuk kedalam ruangan tempat ujian akan berlangsung.
Melihat adanya lima tiang yang terbuat dari baja berdiri di depan mereka, semua peserta ujian tahu kalau benda itu ada hubungannya dengan ujian yang akan segera mereka lakukan.
“Untuk menguji kekuatan yang kalian miliki, kami telah menyiapkan lima tiang baja yang akan menjadi obyek pukulan ataupun tendangan kalian.” ungkap hunter senior pada seluruh calon murid akademi hunter.
Hunter senior itu juga memberitahukan pada mereka tentang penilaian yang akan membuat mereka gagal ataupun lolos. Dan setelah tahu apa saja yang harus mereka lakukan untuk lulus dari ujian tahap pertama, satu persatu calon murid mulai maju ke depan untuk mengikuti ujian.
Begitu lima calon murid akademi hunter berdiri di depan tiang baja dan siap melakukan sebuah pukulan atau juga sebuah tendangan, saat itu juga ujian tahap pertama resmi di buka, dan lima calon murid yang pertama maju dan melakukan ujian, mereka berlima dinyatakan gagal.
Baang... Baang... Baang...
Sudah puluhan calon murid akademi hunter maju dan memukul tinggi besi, namun tak satupun diantara mereka yang dinyatakan lulus dalam ujian tahap pertama. “Memukul tiang sebesar itu sampai bergetar? Bukannya itu terlalu sulit?.” kata Hiro dalam hati.
Walau mengatakan sulit, tapi dia yakin kalau dirinya masih mampu untuk membuat tiang baja itu bergetar.
Seorang pria yang terlihat cukup kuat maju untuk mengikuti ujian, dilain sisi juga ada seorang wanita berambut merah yang maju ke depan untuk mengikuti ujian. Selain mereka berdua, ada juga sosok wanita bertopeng yang turut maju mengikuti langkah mereka.
Hiro hanya memandangi mereka bertiga dari kejauhan, dalam diam dia tahu kalau ketiga orang itu memiliki kekuatan lebih jika dibandingkan dengan puluhan peserta ujian yang sudah menelan kegagalan.
“Membuat bergetar tiang ini? Bukannya ini sangat mudah?.” kata si pria sambil mengayunkan tinju tangannya untuk memukul tiang baja yang tepat berada di depannya.
Baang...
Tiang baja itu bergetar dengan kencang saat terkena pukulannya dan itu cukup untuk membuat kagum para peserta yang lainnya.
Pria itu dinyatakan lolos dan di izinkan pergi ke tempat yang disediakan untuk murid baru akademi hunter. Namun saat pria itu menunjukkan wajah sombongnya, dia melihat dua wanita yang maju bersama dengannya sanggup melakukan seperti yang di lakukan nya, bahkan kedua wanita itu sanggup membuat cekungan di tiang besi yang mereka pukul.
Hiro yang melihat kekuatan kedua wanita itu, dia berjanji pada dirinya sendiri kalau dia tak akan pernah mau menyinggung mereka. “Dua wanita yang sangat mengerikan.” katanya dalam hati.
Setelah tiga peserta dinyatakan lulus, ada beberapa peserta lainnya yang lulus, namun mereka hanya sekedar lulus karena mampu membuat tiang itu bergetar walau hanya sebuah getaran yang begitu kecil.
Seorang pria yang berada di dekat Hiro memukul ringan punggung Hiro lalu menyapanya. Namun setelah memberi pukulan ringan pada punggung Hiro, pria itu dapat merasa kalau orang yang punggungnya dia pukul bukanlah orang biasa.
Kekuatan yang mampu membuat tubuhnya bergetar tentu itu bukan suatu kekuatan yang biasa-biasa saja.
Setidaknya dia tahu kalau orang yang baru dia sapa memiliki kekuatan yang lebih besar darinya. Dan lagi dia merasa kalau monster berwujud kucing kecil yang berada di atas kepala orang itu bukanlah monster kucing biasa.
Walau Hiro terlihat biasa saja dengan sapaan orang di dekatnya, dia sebenarnya tahu kalau orang itu sedang mencoba untuk mengukur kekuatannya.
Sambil memposisikan dirinya berdiri di samping Hiro, dia mulai berkata. “Aku Lux, kalau kamu tidak keberatan, bagaimana kalau setelah ini kita maju dan menghajar tiang baja itu?.”
Hiro sejenak berfikir tapi tak lama dia menganggukkan kepalanya, lalu dia memperkenalkan dirinya beserta Miku yang masih duduk dengan santai di atas kepalanya, dan tanpa berlama-lama mereka langsung maju ke depan setelah peserta sebelumnya telah menyelesaikan ujian.
“Kenapa dia membawa Miku?.” gumam Luna yang melihat keberadaan Miku di atas kepala Hiro.
Tanpa sadar tubuhnya bergetar saat melihat wajah menggemaskan Miku yang tak sesuai dengan wujud aslinya. “Aku berharap tak ada yang berbuat macam-macam pada kucing itu.” katanya dalam hati.
“Bukankah itu monster pelihara guru Zu?.” tanya wanita di samping Luna.
Mendengar pertanyaan salah satu temannya Luna hanya menganggukkan kepalanya tapi dia tidak memberitahukan identitas asli Hiro sebagai putra dari Zizu.
Di sisi lain Hiro hanya tersenyum saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Luna. “Apa dia masih mengingatku?.” katanya dalam hati.
Setelah sampai di depan tiang besar yang terbuat dari baja, Lux yang berada di samping Hiro berkata padanya. “Semoga kita bisa lulus dan menjadi teman.”
Hiro tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu dia mulai bersiap untuk memukul tiang besar di depannya.
“Baiklah, mari kita menjadi hunter terkuat dan menyelamatkan dunia ini!.” kata Lux sambil mengayunkan tinju tangannya ke tiang besar di depannya.
Baang....
“Apa? Bagaimana bisa dia melakukan itu? Hanya dengan satu kali pukulan dia berhasil membuat bengkok tiang baja sebesar itu.” kata salah satu hunter senior yang terkejut dengan kekuatan Lux.
Bagaimana dia tidak terkejut, sebagai hunter senior dia butuh dua kali pukulan untuk membuat tiang itu bengkok, tetapi seorang calon murid akademi hunter berhasil membuat besi itu bengkok hanya dengan sekali pukul.
“Bukannya kamu terlalu berlebihan? Kita cukup membuat tiang ini bergetar untuk lulus dalam ujian ini!.” kata Hiro sambil mengayunkan tinju yang tak bertenaga ke tiang besar di depannya.
Sebuah tinju yang tak bertenaga yang dilakukan Hiro sanggup membuat tiang besar di depannya bergetar cukup kencang. “Lihat, kita hanya cukup melakukan itu.” ujarnya sambil tersenyum.
Keduanya dinyatakan lulus ujian tahap pertama dan telah resmi menjadi murid baru akademi hunter. Namun di sisi lain ada yang tidak terlalu suka dengan kelulusan mereka. “Kalian beri tawaran pada mereka untuk menjadi bawahan ku! Kalau mereka menolak, buat mereka menyesal telah menjadi murid di akademi ini.” kata pria yang menjadi orang pertama lulus dalam ujian calon murid baru akademi hunter.
“Tuan muda tenang saja, kami akan melakukan sesuai dengan apa yang menjadi keinginan tuan muda.” kata salah satu dari empat orang pria yang berada di sisi nya.
Pria yang dipanggil tuan muda menganggukkan kepalanya, lalu dia melirik ke arah hunter senior yang menjadi pengawas ujian.
“Kamu pasti akan menjadi milikku karena di dunia ini hanya aku yang pantas untuk memilikimu. Kalau ada pria lain yang mencoba mendekatimu, aku pastikan pria itu akan menyesal karena terlahir di dunia ini.” katanya sambil tersenyum.
Hiro dan Lux yang sudah berkumpul bersama para murid baru lainnya, tiba-tiba mereka dihampiri empat orang pria yang juga bagian dari murid baru sama halnya dengan mereka berdua. “Kalian ikut dengan kami!.” kata salah satu pria yang menghampiri Hiro dan Lux.
“Aku tidak ada keperluan dengan kalian, lalu kenapa aku harus mengikuti kalian?.” tanya Lux dengan santainya.
“Jangan mempersulit tugas kami! Lebih baik kalian menuruti apa yang kami katakan daripada kalian kami buat menyesal karena telah menjadi murid di akademi ini.”
Mendengar itu Hiro dan Lux hanya tersenyum. “Menyesal? Aku ragu kalian bisa melakukan itu.” balas Lux lalu dia mengajak Hiro pergi menjauhi orang-orang yang menghampiri mereka.
°°°
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Adhie Adhie
mulai agak seru thor 🤟
2023-03-19
0
izRoiL
GaassPoooL
2021-11-25
3
~RuMURU~
mengingatkan saya kpd kucing captain marvel
2021-11-22
1