3. Hari itu(2)

Setelah mengetahui lokasi sang adik, Zio yang merasa Zia sudah aman di rumah pun memilih kembali masuk ke dalam pesta kekasihnya.

Tanpa sepengetahuan teman-temannya, ternyata Langit membawa Zidan pulang ke rumah Zio, karena ia rasa itu tempat paling aman untuk Zidan sebab orang tua Zio tidak berada di rumah dalam beberapa hari ke depan.

Langit berniat menghubungi Zio setelah Zidan dibawa masuk ke dalam rumah. Kini ia tengah memapah Zidan keluar dari mobilnya.

"Berat banget si lo, kebanyakan dosa kali ya." Langit terus menggerutu saat memapah Zidan yang sudah mabuk berat.

Setelah membuka pintu rumah Zio, kemudian meletakkan tubuh Zidan di sofa ruang tamu, Langit menghela napasnya memperhatikan seisi rumah tersebut, ia tak menemukan satu orang pun.

Langit menepuk dahinya, ia lupa bahwa keluarga Zio tak mempunyai pembantu yang menetap, mereka hanya berangkat pagi dan akan pulang pada sore hari.

Baru akan menghubungi Zio, ponsel Langit tiba-tiba berdering tanda ada yang meneleponnya, Langit mengangkat telepon itu dan seketika raut wajahnya langsung berubah, dengan cepat ia berlari meninggalkan rumah Zio dengan Zidan di dalamnya.

Zidan berjalan sempoyongan menaiki anak tangga, tanpa sadar dan tanpa tau mau kemana. Saat ini ia merasakan panas di tubuhnya, ia ingin mandi.

Saat berjalan di lantai dua, Zidan tidak sengaja melihat pintu kamar Zia yang terbuka sedikit. Entah apa yang ia pikirkan, Zidan malah menghampiri kamar Zia. Entah siapa yang mengantar Zia pulang.

Zidan melihat Zia yang tidur dengan telentang. Zidan menghampiri Zia, dan langsung menind*h tubuh mungil Zia. Tubuhnya terasa sangat panas membuat Zidan membuka semua pakaiannya.

Zia sedikit tersentak karena kaget, namun Zia yang juga dalam keadaan mabuk bukannya memberontak malah mengalungkan tangannya di leher Zidan. Zia tidak terlihat seperti gadis polos seperti biasanya, malah sekarang terlihat sangat menggoda.

Zidan yang sudah sangat mabuk langsung ******* bibir merah muda milik Zia, tidak mendapat penolakan membuat Zidan melanjutkan aksinya membuka satu pakaian Zia. Zia pun menerimanya tanpa memberontak sedikitpun dan mereka melakukan hal yang harusnya tidak mereka lakukan, tanpa mereka sadari. Tubuh mereka tidak dalam kendali mereka masing-masing. Sebuah awal dari penyesalan yang besar.

##

"Zidan sama Langit kemana?" Galen bertanya sebab tak melihat dua temannya itu. Sekarang sudah larut malam, sehingga pestanya sudah tidak seramai tadi.

"Ngga tau tuh, udah pulang kali," jawab Zio yang duduk bersebelahan dengan Sherena. Biasa, pasangan baru ngga mau jauh-jauh.

"Zidan kebawa Langit nih, ilangan terus," celetuk Dyu.

"Eh tapi kalian ngerasa aneh ngga sih belakangan ini sama Langit?" tanya Zio yang diangguki Galen dan Dyu.

"Iya, Langit emang pendiem tapi diemnya akhir-akhir ini kaya beda, kaya lagi nyimpen sesuatu," ujar Galen yang memang memahami semua sifat anggotanya.

"Nah itu, dia juga jarang ke markas, ngilang terus," timpal Dyu kemudian menenggak minuman yang tersedia di meja.

"Lagi PDKT in cewek mungkin," canda Sherena yang sedari tadi diam.

"Sok tau kamu. Langit ngga pernah mau pacaran," ucap Zio menjitak pelan dari kekasihnya itu.

"Yaelah ternyata cowok juga suka ngegibahin temen ya," ujar Ayra yang baru datang bersama Keyna, keduanya baru saja menemui teman SMP mereka yang kebetulan diundang oleh Sherena.

"Udah?" Galen bertanya pada Keyna yang baru duduk di sebelahnya. Keyna mengangguk.

"Zidan mana?" tanya Ayra yang tak melihat kekasihnya.

Semua cowok mengangkat bahunya tanda tak tahu. "Ngga tau, udah pulang mungkin," jawab Zio.

"Zia?"

"Udah pulang," jawab Zio lagi.

"Langit?" tanya Ayra lagi.

"Ck, lo cerewet banget si, ngga sekalian lo tanya semua?" ujar Zio kesal.

"Kan nanya doang," jawab Ayra dengan muka cemberut.

"Langit tadi gue liat mobilnya pergi buru-buru," ungkap Keyna yang tadi sempat keluar dari pesta dan melihat mobil Langit yang pergi dengan kecepatan tinggi.

"Aneh," ucap Ayra merasa ada yang tidak beres. Dia mengambil ponsel di slingbag ya ia bawa. Mencoba menghubungi Zidan, namun tidak diangkat. Ayra jadi khawatir, tak biasanya kekasihnya itu tidak mengangkat panggilannya.

"Angkat Dan," gumamnya sembari terus mencoba menelepon Zidan. Ponsel Zidan aktif tapi tidak diangkat.

Keyna yang melihat raut cemas Ayra mencoba menenangkan dengan mengusap bahu sahabatnya itu, Keyna berkata, "Udah tenang dulu, mungkin lagi di jalan."

Ayra berdecak, menggelengkan kepalanya, Zidan selalu mengangkat teleponnya, walaupun sedang di jalan Zidan akan berhenti dulu. Pikiran Ayra melayang pada kejadian setahun lalu, saat Zidan tidak mengangkat teleponnya dan dia menemukan Zidan sedang mabuk dan dipukuli preman di pinggir jalan.

Ayra menatap Keyna, "Zidan pernah kaya gini cuma pas dia mabuk. Gue takut Zidan kenapa-napa," ucapnya khawatir.

"Ngga akan kaya tahun kemarin Ay, disini engga ada minuman yang bikin mabuk. Iya kan Sher?" ucap Keyna mencoba menenangkan.

"Iya, ngga ada," jawab Sherena.

"Yakin? Kok tadi gue ketemu Zia kaya lagi mabuk, bau alkohol juga," tanya Dyu. Zio pun tiba-tiba kepikiran adiknya itu.

"Iya yakin, kalaupun ada berarti mereka bawa sendiri, orang tua gue ngga ngebolehin ada kaya gitu," jawab Sherena meyakinkan semuanya.

"Lo ngga salah liat Zia mabuk? Yakin itu Zia?" tanya Galen yang merasa aneh.

Dyu mengangguk, "Yakin banget Gal, masa gue ngga ngenalin Zia yang super imut itu sih."

"Masa sih Zia mabuk? Cewek sepolos itu bisa mabuk Zi?" tanya Galen pada Zio, Zio menggeleng, kemudian berkata, "Bahkan dia ngga bisa minum minuman bersoda."

"Darimana lo tau Zia udah pulang?" tanya Galen lagi, cowok itu entah kenapa jadi banyak bertanya. Galen merasa ada yang tidak beres.

"Ck, gue lacak lokasinya. Dari handphone dia sih dia di rumah sekarang," jawab Zio memperlihatkan lokasi Zia di layar ponselnya kepada teman-temannya itu.

Zio itu pelacak yang handal di Atlansa, maka dari itu dengan mudah menemukan lokasi siapapun dengan cepat asalkan ponselnya aktif.

"Lacak lokasi Zidan dong Zi," mohon Ayra yang masih diselimuti rasa khawatir.

"Oke. Bentar," jawab Zio kemudian mengutak-atik ponselnya dengan jemari yang sangat lincah.

Tak seberapa lama, mata Zio melotot setelah menemukan lokasi Zidan.

"Dimana Zi?" tanya Ayra tidak sabar, melihat perubahan ekspresi Zio menambah kekhawatiran gadis itu.

"Di rumah gue?" tanya Zio pada dirinya sendiri.

"Di rumah lo?" tanya Galen.

"Zia," gumam Zio dipenuhi rasa khawatir.

Setelah mengucapkan itu Zio berdiri dan segera berlari keluar tanpa mengucap apapun. Tentu itu membuat semua orang bingung.

"Kenapa sih? Aneh," ujar Dyu.

"Bentar deh. Dyu bilang liat Zia mabuk, terus menurut yang Ayra bilang Zidan juga kemungkinan mabuk," ucap Keyna kemudian matanya melotot menyadari sesuatu.

"Zio bilang Zidan dirumahnya? Jangan bilang..." lanjut Keyna berdiri tiba-tiba.

"Kenapa?" tanya Galen melihat kekasihnya itu panik.

"Ke rumah Zia sekarang," pinta Keyna menarik tangan Galen keluar dari pesta diikuti semuanya yang ikutan panik karena melihat raut wajah Keyna yang begitu cemas, padahal mereka mengenal Keyna adalah sosok yang begitu tenang.

Sedangkan di tempat lain, Zio sudah sampai di rumah dan segera berlari menuju kamar adiknya, pikirannya dipenuhi pikiran negatif yang membuatnya sangat kalut.

Brak!

Dengan brutal ia membuka pintu kamar adiknya hingga menimbulkan bunyi yang keras.

"ZIA!"

**Kalau kalian menemukan kata yang typo bilang ya, aku penulis amatir yang baru memulai belajar menulis, jadi masih banyak kekurangan**.

**Kalau suka jangan lupa like sama komen ya**:)

Terpopuler

Comments

ais

ais

langit jg ngapain bawa si zidan kesono🙂

2024-12-30

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Harusnya Zio pulang utk memastikan, Pacaran nya kan bisa besok2 juga kali,,Ckk .

2024-02-07

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Zidan lg enak2 nya,lg ngadon,mana mau dia menjawab panggilan dr kamu .

2024-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Truth or Dare
2 2. Hari Itu(1)
3 3. Hari itu(2)
4 4. Tanggung Jawab?
5 5. UKS
6 6. Zio Pulang
7 7. Nikah?
8 8. Sah
9 9. Kamar Zidan
10 10. Awal Baru
11 11. Khawatir
12 12. Putus
13 13. Upah Pertama
14 14. Ayra Berubah
15 15. Mual
16 16. Minggu dengan Sahabat
17 17. Omellet Lagii
18 18. Kita mau punya ponakan?
19 19. Negatif
20 20. Keanehan Cewek Cupu
21 21. Asing
22 22. Beneran Hamil
23 23. Basecamp Atlansa
24 24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25 25. Kedatangan Bunda dan Mama
26 26. Panik
27 Aksi Atlansa
28 Rumah Sakit
29 Dea
30 Mie Instan
31 Capek
32 Rezekinya Dia
33 Lebih Baik
34 34. Zidan dan Ayra?
35 35. Tak Ingin Usai
36 36. Dea Lagi
37 37. Langit
38 38. Kedondong
39 39. Rumah Sakit
40 40. Kembar
41 41. Makan Pizza
42 42. Ulah Janu
43 43. Zia Overthinking
44 44. Taman Bermain
45 45. Fakta Baru Tentang Ayra
46 46. Siapa pelakunya?
47 47. Kacau
48 48. Basecamp
49 49. Klarifikasi
50 50. Bakso Harga Lima Juta
51 51. Dikeluarkan atau Tidak?
52 52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53 53. Keguguran?
54 54. Vanishing Twin Syndrome
55 55. Mulai Ada Rasa
56 56. Bersama Arin
57 57. Belajar Ciuman
58 58. Tanggung
59 59. Baby Cegukan
60 60. Yang Paling Berkuasa
61 Pengumuman (Bukan Update)
62 61. Sup Ala Zia
63 62. Terbongkar?
64 63. Kecemasan Zia
65 64. Kembali Bersama
66 65. Kangen Mama Papa
67 66. Anak Kita
68 67. Kembalinya Aset Zidan
69 68. Rumah Zidan (Lagi)
70 69. Perhatian dari Mertua
71 70. Om Om Hidung Belang
72 71. Rambutan Botak
73 72. Cinta atau Tanggungjawab?
74 73. Gagal Lagi
75 74. Kumpul Santuy
76 75. I LOVE YOU
77 76. Ceramah Bunda Dian
78 77. Akhirnya
79 78. Nasi Padang
80 79. Petunjuk Baru
81 80. Prenatal Yoga Couple
82 81. Pencarian
83 82. Bu Intan
84 83. Penghianat
85 84. Kehidupan Bu Intan
86 85. Rencana Ke Puncak
87 86. On The Way
88 87. Ayra hamil?
89 88. Waktu Cowok
90 89. Menikmati Malam Di Puncak
91 90. Keinginan Zia
92 91. Tujuh Bulanan
93 92. Ketemu Baby Zira
94 93. Bersama Mama
95 94. Dari Hati ke Hati
96 95. Di Kantor Ayah Dimas
97 96. Mbak-Mbak Genit
98 97. Di Tempat Yoga
99 98. Sebentar Lagi
100 99. Satu Komplek?
101 101. Ucapan Pak Ervan
102 101. Sesama Bumil Remaja
103 102. Serangan Di Sekolah
104 103. Pasca Penyerangan
105 104. Perhatian Istri
106 105. Kasus Baru Lagi
107 106. Cemburu
108 107. Pernah
109 108. Melaporkan Tuan Willy
110 109. Belajar Mengurus Bayi
111 110. Masih Bersama Baby Zira
112 111. Apakah....
113 112. Amukan Sang Mertua
114 113. Posisi Kepala Bayi
115 114. Titik Terang
116 115. Kontraksi Palsu
117 116. Kontraksi Awal
118 117. Bukaan 4
119 118. Masih Bukaan 8
120 119. Persalinan
121 120. Skin To Skin
122 121. Papa Riyan
123 122. 38 Hari Lagi
124 123. Ditemani Ayra
125 124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126 125. Papa Nggak Tau
127 126. Rencana Sekolah Lagi
128 127. Hari Pertama Ulangan
129 128. Setelah 42 Hari
130 129. First Day School
131 130. Pengagum Bapak Anak Satu
132 131. Meminta Belajar Bela Diri
133 132. Pasar Malam
134 133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135 134. Wisata Keluarga
136 135. Tamat
137 Special Part
Episodes

Updated 137 Episodes

1
1. Truth or Dare
2
2. Hari Itu(1)
3
3. Hari itu(2)
4
4. Tanggung Jawab?
5
5. UKS
6
6. Zio Pulang
7
7. Nikah?
8
8. Sah
9
9. Kamar Zidan
10
10. Awal Baru
11
11. Khawatir
12
12. Putus
13
13. Upah Pertama
14
14. Ayra Berubah
15
15. Mual
16
16. Minggu dengan Sahabat
17
17. Omellet Lagii
18
18. Kita mau punya ponakan?
19
19. Negatif
20
20. Keanehan Cewek Cupu
21
21. Asing
22
22. Beneran Hamil
23
23. Basecamp Atlansa
24
24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25
25. Kedatangan Bunda dan Mama
26
26. Panik
27
Aksi Atlansa
28
Rumah Sakit
29
Dea
30
Mie Instan
31
Capek
32
Rezekinya Dia
33
Lebih Baik
34
34. Zidan dan Ayra?
35
35. Tak Ingin Usai
36
36. Dea Lagi
37
37. Langit
38
38. Kedondong
39
39. Rumah Sakit
40
40. Kembar
41
41. Makan Pizza
42
42. Ulah Janu
43
43. Zia Overthinking
44
44. Taman Bermain
45
45. Fakta Baru Tentang Ayra
46
46. Siapa pelakunya?
47
47. Kacau
48
48. Basecamp
49
49. Klarifikasi
50
50. Bakso Harga Lima Juta
51
51. Dikeluarkan atau Tidak?
52
52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53
53. Keguguran?
54
54. Vanishing Twin Syndrome
55
55. Mulai Ada Rasa
56
56. Bersama Arin
57
57. Belajar Ciuman
58
58. Tanggung
59
59. Baby Cegukan
60
60. Yang Paling Berkuasa
61
Pengumuman (Bukan Update)
62
61. Sup Ala Zia
63
62. Terbongkar?
64
63. Kecemasan Zia
65
64. Kembali Bersama
66
65. Kangen Mama Papa
67
66. Anak Kita
68
67. Kembalinya Aset Zidan
69
68. Rumah Zidan (Lagi)
70
69. Perhatian dari Mertua
71
70. Om Om Hidung Belang
72
71. Rambutan Botak
73
72. Cinta atau Tanggungjawab?
74
73. Gagal Lagi
75
74. Kumpul Santuy
76
75. I LOVE YOU
77
76. Ceramah Bunda Dian
78
77. Akhirnya
79
78. Nasi Padang
80
79. Petunjuk Baru
81
80. Prenatal Yoga Couple
82
81. Pencarian
83
82. Bu Intan
84
83. Penghianat
85
84. Kehidupan Bu Intan
86
85. Rencana Ke Puncak
87
86. On The Way
88
87. Ayra hamil?
89
88. Waktu Cowok
90
89. Menikmati Malam Di Puncak
91
90. Keinginan Zia
92
91. Tujuh Bulanan
93
92. Ketemu Baby Zira
94
93. Bersama Mama
95
94. Dari Hati ke Hati
96
95. Di Kantor Ayah Dimas
97
96. Mbak-Mbak Genit
98
97. Di Tempat Yoga
99
98. Sebentar Lagi
100
99. Satu Komplek?
101
101. Ucapan Pak Ervan
102
101. Sesama Bumil Remaja
103
102. Serangan Di Sekolah
104
103. Pasca Penyerangan
105
104. Perhatian Istri
106
105. Kasus Baru Lagi
107
106. Cemburu
108
107. Pernah
109
108. Melaporkan Tuan Willy
110
109. Belajar Mengurus Bayi
111
110. Masih Bersama Baby Zira
112
111. Apakah....
113
112. Amukan Sang Mertua
114
113. Posisi Kepala Bayi
115
114. Titik Terang
116
115. Kontraksi Palsu
117
116. Kontraksi Awal
118
117. Bukaan 4
119
118. Masih Bukaan 8
120
119. Persalinan
121
120. Skin To Skin
122
121. Papa Riyan
123
122. 38 Hari Lagi
124
123. Ditemani Ayra
125
124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126
125. Papa Nggak Tau
127
126. Rencana Sekolah Lagi
128
127. Hari Pertama Ulangan
129
128. Setelah 42 Hari
130
129. First Day School
131
130. Pengagum Bapak Anak Satu
132
131. Meminta Belajar Bela Diri
133
132. Pasar Malam
134
133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135
134. Wisata Keluarga
136
135. Tamat
137
Special Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!