20. Keanehan Cewek Cupu

"Istrinya lagi ngidam ya,Nak?" tanya sang nenek sembari mengupas mangga.

"Engga kok Nek, udah di cek tadi negatif. lagi pengen aja kayaknya," jawab Zidan canggung, kenapa semua orang mengira Zia hamil.

"Masa? Kalo ngga lagi ngidam ngga mungkin malem-malem gini minta rujak, cuma mangga muda lagi. Nenek udah empat puluh tahun jualan rujak jadi Hapal banget sama kesukaan orang ngidam. Nenek juga seneng banget kalo dengan ada orang hamil, karena nenek sama kakek ngga bisa punya anak" Zidan kembali tersenyum canggung, bingung harus menanggapinya seperti apa lagi.

Setelah beberapa menit menunggu akhirnya rujak pesanannya jadi. "Ini Nak. Tidak usah bayar, anggap saja ucapan terima kasih karena sudah membantu kakek tadi," tolak nenek saat Zidan menyodorkan uang.

Zidan terus meminta agar ia membayar saja namun sang nenek terus menolak dibantu sang kakek.

"Semoga nenek dan kakek sehat terus ya, tapi ini terima dulu uangnya, Saya ngga enak apalagi harusnya sudah tutup jualannya," bujuk Zidan.

"Aamiin, tapi saya ikhlas mau ngasih kamu, Nak," balas sang kakek.

"Nenek Doain semoga beneran hamil ya istrinya. Cek lagi aja, siapa tau tespacknya salah."

"Aamiin." Zidan malah keceplosan mengaminkan doa nenek itu, Zidan menepuk mulutnya sendiri benerapa kali kemudian berpamitan untuk pulang.

°°°°

Zia pagi ini tengah mengobrak abrik lemari mencari sesuatu. "Zidan waktu itu beresin baju Chers Zia ngga?" tanya Zia saat Zidan baru masuk kamar sehabis mandi. Zia sudah tidak marah karena semalam Zidan sudah menuruti keinginannya. Bahkan, Zia sedari bangun tidur banyak tersenyum pada Zidan.

"Ooh, ada di tumpukkan baju gue, karena tempat lo udah penuh waktu itu" jawab Zidan berjalan menuju lemari dan mengambilkan baju seragam Chers SMA Trisatya. Baju kurang bahan kalau menurut Zidan.

"Mau ada latihan hari ini?" tanya Zidan yang tengah fokus mengancingkan kancing seragamnya.

Zia mengangguk, "Iya, kan sebentar lagi pertandingan basket antar sekolah, bulan depan juga ada lomba." Zia menjeda ucapannya, "Zia pulangnya agak sore terus nggapapa ya?" izin Zia dengan ragu-ragu, takutnya Zidan melarangnya.

Tapi Zidan malah mengangguk dengan santai, "Oke, bareng Sherena kan? Nanti pulangnya minta anterin kalo engga naik ojek aja." Zia kembali mengangguk dan tersenyum senang.

Zidan pun tersenyum tipis melihat raut bahagia Zia. Zidan sudah memutuskan untuk tidak terlalu mengekang keinginan Zia, ia ingin Zia menikmati masa SMA nya walaupun dengan statusnya sekarang.

Mereka sarapan dengan menu yang Zidan sendiri sudah bosan. Sudah beberapa hari tidak pernah ganti, karena permintaan Zia. Omellet.

Zidan masih menurunkan Zia di tempat biasa, dan menunggu di parkiran seperti biasa pula. Mereka juga masih bersikap seperti tidak ada hubungan lebih di sekolah.

"Gimana nemu nggak tuh rujak semalam?" tanya Dyu sebari terkekeh. Saat ini mereka sedang duduk di bangku paling belakang kelas, tempat duduk mereka dari awal masuk ke kelas ini.

"Nemu lah, masa engga," sombong Zidan.

"Suami siaga nih ceritanya," ledek Langit dengan suara pelan, takut ada yang mendengar. Yang lain hanya tertawa menanggapinya.

°°°°

Di tempat lain, tepatnya di toilet perempuan, Adel dan teman-temannya termasuk Ayra sedang membuly salah satu adik kelas dengan dandanan cupu, rambut berkepang dua dan kacamata tebal.

"Heh cupu! Lo kok bisa sekolah di sini? Pasti anak beasiswa ya?" olok Shafaa, salah satu teman Adel.

Yang dibuli hanya menunduk dalam, tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali. Ia siswa baru tapi sudah dibuli seperti ini.

"Iya Kak." jawab gadis berkaca mata tebal itu.

"Pantesan cupu. Lo ngga pantes sekolah di sini tau ngga?" ucap Adel dengan tangan yang sudah menarik kuat kepangan rambut adik kelas itu.

"Sa-sakit kak. Tolong lepasin." gadis itu berusaha memberontak dan melepaskan diri dengan cara mencoba melepas tangan Adel dari rambutnya.

BRAK!!

Pintu toilet terbuka dengan keras memperlihatkan wajah Keyna dan Sherena yang sudah marah, ia mendapat kabar dari salah satu siswi bahwa Adel tengah melancarkan aksinya.

"Lo ngapain lagi si? Ada gunanya lo buly siswa lain kaya gini?" marah Keyna dengan tangan yang mengempas kuat tangan Adel yang menarik rambut siswi itu.

"Lo yang ngapain ikut campur terus sama urusan gue!" balas Adel juga dengan berteriak.

Ayra sedari tadi hanya diam, dari mulai pembulian sampai sekarang ia hanya berdiri tanpa membuka suaranya sama sekali.

Sherena langsung menarik tangan gadis berkaca mata itu dan menyembuyikanya di balik punggungnya.

"Mau jadi pahlawan ceritanya? Masih kurang tenar dengan caper ke anak-anak Atlansa?" ucap Adel dengan tangan yang dilipat di depan dada dan senyum yang menyebalkan.

"Lo kali yang caper! Yang deket deketin Galen padahal dia pacar Keyna." Sherena bersuara saat harga dirinya dipertaruhkan.

"Kan cuma pacar. Zidan sama Ayra aja bisa putus. Jadi lo sama Galen juga bisa putus kan?" ucap Alya, teman Adel. Keyna hanya tersenyum, tidak segampang itu. Lagipula sudah ada Arin yang menguatkan hubungannya dengan Galen.

Ayra mendengus kesal saat namanya dibawa-bawa. Alya memang sudah lama mengincar Zidan, jadi saat mendegar Zidan dan Ayra putus ia orang yang paling senang di sini. Ayra sebenarnya membenci Alya, tapi ia lebih benci Zia untuk sekarang ini.

"Cieee yang akur sama pelakornya sendiri, yang akur sama musuhnya juga, " sindir Sherena pada Ayra dan Alya. Sebenarnya Sherena tidak benci Ayra hanya sedang kecewa saja.

Keyna menarik Sherena pergi walaupun terus diteriaki oleh Adel dan teman-temannya. Adik kelas itu juga mereka bawa. Adel memang hanya akan membuly yang lemah saja, saat berhadapan dengan Keyna nyali Adel tidak sebesar itu. Apalagi backing Keyna kuat sekali. Tidak berani dia melukai Keyna.

"Jalan Kenanga, No 18." Sherena dan Keyna berhenti berjalan saat adik kelas itu tiba-tiba berujar demikian.

"Kita ngga nanya alamat Lo, " ucap Sherena sembari terkekeh. Gadis itu hanya tersenyum.

"Terima kasih Kak. Aku Permisi dulu. Hati-hati." Keyna dan Sherena dibuat melongo, pandangan mereka menatap punggung yang semakin menjauh dari pandangan. Sangat tidak nyambung sekali percakapan mereka.

"Aneh."

Keyna menyimpan alamat itu dalam ponselnya, ia sudah sering mendapat kode seperti ini selama 3 tahun belakangan. Dan biasanya akan berguna untuk Keyna kedepannya.

Zia tidak ikut karena Keyna yang melarang, Keyna masih curiga kalau Zia tengah hamil walaupun hasil tespacknya negatif. Jadi, untuk mengantisipasi kejadian seperti kemarin Keyna menyuruh Zia untuk tetap di kelas.

°°°°

COBA TEBAK SIAPA GADIS CUPU ITU?

DAN APA MAKSUD DARI UCAPANNYA ITU?

HALLO SEMUAAAA👋

HAPPY READING YA KAWAN♥✨

SEMOGA SUKA DENGAN BAB INI

KALAU SUKA BOLEH DONG KASIH LIKE.👍

KOMEN JUGA KALAU MAU...

Terpopuler

Comments

Wah Ysnz

Wah Ysnz

gadis cupu itu mbak dea, alias orang suruhannya ayra buat ngasih kode ke sahabatnya

2024-08-30

1

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Keyna benar jelly goodjob Key,itu pasti petunjuk..👏👏👍👍👍

2024-02-08

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Duh aku langsung ilfil sama Ayra..Semoga aja dia gak nyesel ninggalin sahabat,dan bertemen dgn cewek2 yg gak bener..

2024-02-08

0

lihat semua
Episodes
1 1. Truth or Dare
2 2. Hari Itu(1)
3 3. Hari itu(2)
4 4. Tanggung Jawab?
5 5. UKS
6 6. Zio Pulang
7 7. Nikah?
8 8. Sah
9 9. Kamar Zidan
10 10. Awal Baru
11 11. Khawatir
12 12. Putus
13 13. Upah Pertama
14 14. Ayra Berubah
15 15. Mual
16 16. Minggu dengan Sahabat
17 17. Omellet Lagii
18 18. Kita mau punya ponakan?
19 19. Negatif
20 20. Keanehan Cewek Cupu
21 21. Asing
22 22. Beneran Hamil
23 23. Basecamp Atlansa
24 24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25 25. Kedatangan Bunda dan Mama
26 26. Panik
27 Aksi Atlansa
28 Rumah Sakit
29 Dea
30 Mie Instan
31 Capek
32 Rezekinya Dia
33 Lebih Baik
34 34. Zidan dan Ayra?
35 35. Tak Ingin Usai
36 36. Dea Lagi
37 37. Langit
38 38. Kedondong
39 39. Rumah Sakit
40 40. Kembar
41 41. Makan Pizza
42 42. Ulah Janu
43 43. Zia Overthinking
44 44. Taman Bermain
45 45. Fakta Baru Tentang Ayra
46 46. Siapa pelakunya?
47 47. Kacau
48 48. Basecamp
49 49. Klarifikasi
50 50. Bakso Harga Lima Juta
51 51. Dikeluarkan atau Tidak?
52 52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53 53. Keguguran?
54 54. Vanishing Twin Syndrome
55 55. Mulai Ada Rasa
56 56. Bersama Arin
57 57. Belajar Ciuman
58 58. Tanggung
59 59. Baby Cegukan
60 60. Yang Paling Berkuasa
61 Pengumuman (Bukan Update)
62 61. Sup Ala Zia
63 62. Terbongkar?
64 63. Kecemasan Zia
65 64. Kembali Bersama
66 65. Kangen Mama Papa
67 66. Anak Kita
68 67. Kembalinya Aset Zidan
69 68. Rumah Zidan (Lagi)
70 69. Perhatian dari Mertua
71 70. Om Om Hidung Belang
72 71. Rambutan Botak
73 72. Cinta atau Tanggungjawab?
74 73. Gagal Lagi
75 74. Kumpul Santuy
76 75. I LOVE YOU
77 76. Ceramah Bunda Dian
78 77. Akhirnya
79 78. Nasi Padang
80 79. Petunjuk Baru
81 80. Prenatal Yoga Couple
82 81. Pencarian
83 82. Bu Intan
84 83. Penghianat
85 84. Kehidupan Bu Intan
86 85. Rencana Ke Puncak
87 86. On The Way
88 87. Ayra hamil?
89 88. Waktu Cowok
90 89. Menikmati Malam Di Puncak
91 90. Keinginan Zia
92 91. Tujuh Bulanan
93 92. Ketemu Baby Zira
94 93. Bersama Mama
95 94. Dari Hati ke Hati
96 95. Di Kantor Ayah Dimas
97 96. Mbak-Mbak Genit
98 97. Di Tempat Yoga
99 98. Sebentar Lagi
100 99. Satu Komplek?
101 101. Ucapan Pak Ervan
102 101. Sesama Bumil Remaja
103 102. Serangan Di Sekolah
104 103. Pasca Penyerangan
105 104. Perhatian Istri
106 105. Kasus Baru Lagi
107 106. Cemburu
108 107. Pernah
109 108. Melaporkan Tuan Willy
110 109. Belajar Mengurus Bayi
111 110. Masih Bersama Baby Zira
112 111. Apakah....
113 112. Amukan Sang Mertua
114 113. Posisi Kepala Bayi
115 114. Titik Terang
116 115. Kontraksi Palsu
117 116. Kontraksi Awal
118 117. Bukaan 4
119 118. Masih Bukaan 8
120 119. Persalinan
121 120. Skin To Skin
122 121. Papa Riyan
123 122. 38 Hari Lagi
124 123. Ditemani Ayra
125 124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126 125. Papa Nggak Tau
127 126. Rencana Sekolah Lagi
128 127. Hari Pertama Ulangan
129 128. Setelah 42 Hari
130 129. First Day School
131 130. Pengagum Bapak Anak Satu
132 131. Meminta Belajar Bela Diri
133 132. Pasar Malam
134 133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135 134. Wisata Keluarga
136 135. Tamat
137 Special Part
Episodes

Updated 137 Episodes

1
1. Truth or Dare
2
2. Hari Itu(1)
3
3. Hari itu(2)
4
4. Tanggung Jawab?
5
5. UKS
6
6. Zio Pulang
7
7. Nikah?
8
8. Sah
9
9. Kamar Zidan
10
10. Awal Baru
11
11. Khawatir
12
12. Putus
13
13. Upah Pertama
14
14. Ayra Berubah
15
15. Mual
16
16. Minggu dengan Sahabat
17
17. Omellet Lagii
18
18. Kita mau punya ponakan?
19
19. Negatif
20
20. Keanehan Cewek Cupu
21
21. Asing
22
22. Beneran Hamil
23
23. Basecamp Atlansa
24
24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25
25. Kedatangan Bunda dan Mama
26
26. Panik
27
Aksi Atlansa
28
Rumah Sakit
29
Dea
30
Mie Instan
31
Capek
32
Rezekinya Dia
33
Lebih Baik
34
34. Zidan dan Ayra?
35
35. Tak Ingin Usai
36
36. Dea Lagi
37
37. Langit
38
38. Kedondong
39
39. Rumah Sakit
40
40. Kembar
41
41. Makan Pizza
42
42. Ulah Janu
43
43. Zia Overthinking
44
44. Taman Bermain
45
45. Fakta Baru Tentang Ayra
46
46. Siapa pelakunya?
47
47. Kacau
48
48. Basecamp
49
49. Klarifikasi
50
50. Bakso Harga Lima Juta
51
51. Dikeluarkan atau Tidak?
52
52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53
53. Keguguran?
54
54. Vanishing Twin Syndrome
55
55. Mulai Ada Rasa
56
56. Bersama Arin
57
57. Belajar Ciuman
58
58. Tanggung
59
59. Baby Cegukan
60
60. Yang Paling Berkuasa
61
Pengumuman (Bukan Update)
62
61. Sup Ala Zia
63
62. Terbongkar?
64
63. Kecemasan Zia
65
64. Kembali Bersama
66
65. Kangen Mama Papa
67
66. Anak Kita
68
67. Kembalinya Aset Zidan
69
68. Rumah Zidan (Lagi)
70
69. Perhatian dari Mertua
71
70. Om Om Hidung Belang
72
71. Rambutan Botak
73
72. Cinta atau Tanggungjawab?
74
73. Gagal Lagi
75
74. Kumpul Santuy
76
75. I LOVE YOU
77
76. Ceramah Bunda Dian
78
77. Akhirnya
79
78. Nasi Padang
80
79. Petunjuk Baru
81
80. Prenatal Yoga Couple
82
81. Pencarian
83
82. Bu Intan
84
83. Penghianat
85
84. Kehidupan Bu Intan
86
85. Rencana Ke Puncak
87
86. On The Way
88
87. Ayra hamil?
89
88. Waktu Cowok
90
89. Menikmati Malam Di Puncak
91
90. Keinginan Zia
92
91. Tujuh Bulanan
93
92. Ketemu Baby Zira
94
93. Bersama Mama
95
94. Dari Hati ke Hati
96
95. Di Kantor Ayah Dimas
97
96. Mbak-Mbak Genit
98
97. Di Tempat Yoga
99
98. Sebentar Lagi
100
99. Satu Komplek?
101
101. Ucapan Pak Ervan
102
101. Sesama Bumil Remaja
103
102. Serangan Di Sekolah
104
103. Pasca Penyerangan
105
104. Perhatian Istri
106
105. Kasus Baru Lagi
107
106. Cemburu
108
107. Pernah
109
108. Melaporkan Tuan Willy
110
109. Belajar Mengurus Bayi
111
110. Masih Bersama Baby Zira
112
111. Apakah....
113
112. Amukan Sang Mertua
114
113. Posisi Kepala Bayi
115
114. Titik Terang
116
115. Kontraksi Palsu
117
116. Kontraksi Awal
118
117. Bukaan 4
119
118. Masih Bukaan 8
120
119. Persalinan
121
120. Skin To Skin
122
121. Papa Riyan
123
122. 38 Hari Lagi
124
123. Ditemani Ayra
125
124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126
125. Papa Nggak Tau
127
126. Rencana Sekolah Lagi
128
127. Hari Pertama Ulangan
129
128. Setelah 42 Hari
130
129. First Day School
131
130. Pengagum Bapak Anak Satu
132
131. Meminta Belajar Bela Diri
133
132. Pasar Malam
134
133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135
134. Wisata Keluarga
136
135. Tamat
137
Special Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!