"Istrinya lagi ngidam ya,Nak?" tanya sang nenek sembari mengupas mangga.
"Engga kok Nek, udah di cek tadi negatif. lagi pengen aja kayaknya," jawab Zidan canggung, kenapa semua orang mengira Zia hamil.
"Masa? Kalo ngga lagi ngidam ngga mungkin malem-malem gini minta rujak, cuma mangga muda lagi. Nenek udah empat puluh tahun jualan rujak jadi Hapal banget sama kesukaan orang ngidam. Nenek juga seneng banget kalo dengan ada orang hamil, karena nenek sama kakek ngga bisa punya anak" Zidan kembali tersenyum canggung, bingung harus menanggapinya seperti apa lagi.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya rujak pesanannya jadi. "Ini Nak. Tidak usah bayar, anggap saja ucapan terima kasih karena sudah membantu kakek tadi," tolak nenek saat Zidan menyodorkan uang.
Zidan terus meminta agar ia membayar saja namun sang nenek terus menolak dibantu sang kakek.
"Semoga nenek dan kakek sehat terus ya, tapi ini terima dulu uangnya, Saya ngga enak apalagi harusnya sudah tutup jualannya," bujuk Zidan.
"Aamiin, tapi saya ikhlas mau ngasih kamu, Nak," balas sang kakek.
"Nenek Doain semoga beneran hamil ya istrinya. Cek lagi aja, siapa tau tespacknya salah."
"Aamiin." Zidan malah keceplosan mengaminkan doa nenek itu, Zidan menepuk mulutnya sendiri benerapa kali kemudian berpamitan untuk pulang.
°°°°
Zia pagi ini tengah mengobrak abrik lemari mencari sesuatu. "Zidan waktu itu beresin baju Chers Zia ngga?" tanya Zia saat Zidan baru masuk kamar sehabis mandi. Zia sudah tidak marah karena semalam Zidan sudah menuruti keinginannya. Bahkan, Zia sedari bangun tidur banyak tersenyum pada Zidan.
"Ooh, ada di tumpukkan baju gue, karena tempat lo udah penuh waktu itu" jawab Zidan berjalan menuju lemari dan mengambilkan baju seragam Chers SMA Trisatya. Baju kurang bahan kalau menurut Zidan.
"Mau ada latihan hari ini?" tanya Zidan yang tengah fokus mengancingkan kancing seragamnya.
Zia mengangguk, "Iya, kan sebentar lagi pertandingan basket antar sekolah, bulan depan juga ada lomba." Zia menjeda ucapannya, "Zia pulangnya agak sore terus nggapapa ya?" izin Zia dengan ragu-ragu, takutnya Zidan melarangnya.
Tapi Zidan malah mengangguk dengan santai, "Oke, bareng Sherena kan? Nanti pulangnya minta anterin kalo engga naik ojek aja." Zia kembali mengangguk dan tersenyum senang.
Zidan pun tersenyum tipis melihat raut bahagia Zia. Zidan sudah memutuskan untuk tidak terlalu mengekang keinginan Zia, ia ingin Zia menikmati masa SMA nya walaupun dengan statusnya sekarang.
Mereka sarapan dengan menu yang Zidan sendiri sudah bosan. Sudah beberapa hari tidak pernah ganti, karena permintaan Zia. Omellet.
Zidan masih menurunkan Zia di tempat biasa, dan menunggu di parkiran seperti biasa pula. Mereka juga masih bersikap seperti tidak ada hubungan lebih di sekolah.
"Gimana nemu nggak tuh rujak semalam?" tanya Dyu sebari terkekeh. Saat ini mereka sedang duduk di bangku paling belakang kelas, tempat duduk mereka dari awal masuk ke kelas ini.
"Nemu lah, masa engga," sombong Zidan.
"Suami siaga nih ceritanya," ledek Langit dengan suara pelan, takut ada yang mendengar. Yang lain hanya tertawa menanggapinya.
°°°°
Di tempat lain, tepatnya di toilet perempuan, Adel dan teman-temannya termasuk Ayra sedang membuly salah satu adik kelas dengan dandanan cupu, rambut berkepang dua dan kacamata tebal.
"Heh cupu! Lo kok bisa sekolah di sini? Pasti anak beasiswa ya?" olok Shafaa, salah satu teman Adel.
Yang dibuli hanya menunduk dalam, tidak berani mengangkat wajahnya sama sekali. Ia siswa baru tapi sudah dibuli seperti ini.
"Iya Kak." jawab gadis berkaca mata tebal itu.
"Pantesan cupu. Lo ngga pantes sekolah di sini tau ngga?" ucap Adel dengan tangan yang sudah menarik kuat kepangan rambut adik kelas itu.
"Sa-sakit kak. Tolong lepasin." gadis itu berusaha memberontak dan melepaskan diri dengan cara mencoba melepas tangan Adel dari rambutnya.
BRAK!!
Pintu toilet terbuka dengan keras memperlihatkan wajah Keyna dan Sherena yang sudah marah, ia mendapat kabar dari salah satu siswi bahwa Adel tengah melancarkan aksinya.
"Lo ngapain lagi si? Ada gunanya lo buly siswa lain kaya gini?" marah Keyna dengan tangan yang mengempas kuat tangan Adel yang menarik rambut siswi itu.
"Lo yang ngapain ikut campur terus sama urusan gue!" balas Adel juga dengan berteriak.
Ayra sedari tadi hanya diam, dari mulai pembulian sampai sekarang ia hanya berdiri tanpa membuka suaranya sama sekali.
Sherena langsung menarik tangan gadis berkaca mata itu dan menyembuyikanya di balik punggungnya.
"Mau jadi pahlawan ceritanya? Masih kurang tenar dengan caper ke anak-anak Atlansa?" ucap Adel dengan tangan yang dilipat di depan dada dan senyum yang menyebalkan.
"Lo kali yang caper! Yang deket deketin Galen padahal dia pacar Keyna." Sherena bersuara saat harga dirinya dipertaruhkan.
"Kan cuma pacar. Zidan sama Ayra aja bisa putus. Jadi lo sama Galen juga bisa putus kan?" ucap Alya, teman Adel. Keyna hanya tersenyum, tidak segampang itu. Lagipula sudah ada Arin yang menguatkan hubungannya dengan Galen.
Ayra mendengus kesal saat namanya dibawa-bawa. Alya memang sudah lama mengincar Zidan, jadi saat mendegar Zidan dan Ayra putus ia orang yang paling senang di sini. Ayra sebenarnya membenci Alya, tapi ia lebih benci Zia untuk sekarang ini.
"Cieee yang akur sama pelakornya sendiri, yang akur sama musuhnya juga, " sindir Sherena pada Ayra dan Alya. Sebenarnya Sherena tidak benci Ayra hanya sedang kecewa saja.
Keyna menarik Sherena pergi walaupun terus diteriaki oleh Adel dan teman-temannya. Adik kelas itu juga mereka bawa. Adel memang hanya akan membuly yang lemah saja, saat berhadapan dengan Keyna nyali Adel tidak sebesar itu. Apalagi backing Keyna kuat sekali. Tidak berani dia melukai Keyna.
"Jalan Kenanga, No 18." Sherena dan Keyna berhenti berjalan saat adik kelas itu tiba-tiba berujar demikian.
"Kita ngga nanya alamat Lo, " ucap Sherena sembari terkekeh. Gadis itu hanya tersenyum.
"Terima kasih Kak. Aku Permisi dulu. Hati-hati." Keyna dan Sherena dibuat melongo, pandangan mereka menatap punggung yang semakin menjauh dari pandangan. Sangat tidak nyambung sekali percakapan mereka.
"Aneh."
Keyna menyimpan alamat itu dalam ponselnya, ia sudah sering mendapat kode seperti ini selama 3 tahun belakangan. Dan biasanya akan berguna untuk Keyna kedepannya.
Zia tidak ikut karena Keyna yang melarang, Keyna masih curiga kalau Zia tengah hamil walaupun hasil tespacknya negatif. Jadi, untuk mengantisipasi kejadian seperti kemarin Keyna menyuruh Zia untuk tetap di kelas.
°°°°
COBA TEBAK SIAPA GADIS CUPU ITU?
DAN APA MAKSUD DARI UCAPANNYA ITU?
HALLO SEMUAAAA👋
HAPPY READING YA KAWAN♥✨
SEMOGA SUKA DENGAN BAB INI
KALAU SUKA BOLEH DONG KASIH LIKE.👍
KOMEN JUGA KALAU MAU...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Wah Ysnz
gadis cupu itu mbak dea, alias orang suruhannya ayra buat ngasih kode ke sahabatnya
2024-08-30
1
Qaisaa Nazarudin
Keyna benar jelly goodjob Key,itu pasti petunjuk..👏👏👍👍👍
2024-02-08
0
Qaisaa Nazarudin
Duh aku langsung ilfil sama Ayra..Semoga aja dia gak nyesel ninggalin sahabat,dan bertemen dgn cewek2 yg gak bener..
2024-02-08
0