Sekolah hari ini ramai membicarakan pesta ulang tahun Sherena. Katanya sih pestanya bakal meriah banget, apalagi Sherena ini anak konglomerat.
"Kalian pada dateng kan?" tanya Dyu mengangkat undangan dari Sherena. Mereka berada di kelas dengan suasana kelas yang sepi karena bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu.
"Dateng lah, lumayan makan gratis," jawab Zio, lagian mana mungkin Zio tidak datang, Sherena kan gadis incarannya.
"Yaelah makan gratis apa mau caper sama camer?" goda Zidan menaik turunkan alisnya.
"Kalo bisa dua-duanya kenapa engga," timpal Zio kemudian mereka tertawa.
"Makanannya pasti enak enak, ceweknya juga pasti cantik-cantik." Dyu mengecap lidahnya membayangkan banyak makanan nanti malam.
"Otak lo mah makanan sama cewek doang isinya," sahut Zidan disambut tawa mereka lagi.
"Lo dateng Gal?" tanya Zio pada sang ketua yang sedari tadi belum buka suara.
Galen mengedikkan bahunya," tergantung Keyna."
"Yaelah bucin! Eh tapi ngomong-ngomong pasangan. Galen kan sama Keyna, Zidan sama Ayra, Zio-Sherena, lah gue sama siapa dong?" tanya Dyu menunjuk dirinya sendiri membuat mereka semua terkekeh. Seakan mendapat ide Dyu menatap Zio dengan menaik turunkan alisnya. Zio yang ditatap seperti itu bergidik ngeri.
"Kenapa lo ngeliatin gue kaya gitu?" tanya Zio ngeri.
Dyu berdehem kemudian merangkul pundak sahabatnya itu, Zio semakin bergidik dan menepis rangkulan Dyu, "Apaan sih?" kesalnya.
"Hehe... Boleh dong gue sama Zia?" tanya Dyu sembari cengar cengir tidak jelas.
"Big No! Enak ajaa, adek gue ngga boleh pergi sama cowok sembarangan yaa," ketus Zio.
"Cowok sembarangan nggak tuh," ledek Zidan menertawai Dyu.
"Gue sahabat lo lho Zi, masa lo bilang cowok sembarangan, sungguh tega," ucap Dyu dengan muka yang dibuat sesedih mungkin.
"Pokoknya ngga boleh," tegas Zio yang sangat menjaga kembarannya itu.
Dyu mengerucutkan bibirnya membuat yang lain tertawa puas.
"Biasanya pesta kaya gitu pasti pada bawa pasangan sih," celetuk Zidan yang diangguki semuanya.
"Langit juga kayanya ngga ada pasangan deh, jadi Lo ngga sendirian," ucap Zio menunjuk Dyu.
"Oiya Langit kemana?" tanya Galen yang baru sadar personil mereka kurang satu.
"Perasaan tadi masih ada, kayanya udah pulang duluan." Kepala Zidan celingak-celinguk mencari sosok yang memang tidak ada.
"Akhir-akhir ini Langit ilangan banget," celetuk Dyu.
"Tumben," kata Galen sambil berdiri, mengajak teman-temannya pergi dari kelas, "Ke markas yuk."
##
"Kak Zio lama banget," gerutu gadis cantik itu di parkiran, tepatnya di depan motor-motor besar milik sang kembaran dan teman-temannya.
"Sabar Zi," ucap Keyna terkekeh merasa lucu dengan sahabatnya yang terlihat sangat menggemaskan dengan bibir yang mengerucut dan tangan yang memukuli motor kakaknya pelan.
"Panas, Zia pengin es krim," cicitnya menunduk lesu.
"Mau gue beliin?" tanya Keyna.
Zia menggeleng lucu seperti anak kecil, Keyna selalu gemas dengan semua tingkah Zia, kadang ia heran kenapa ada gadis SMA sepolos dan semenggemaskan ini.
"Itu tuh mereka," ujar Keyna saat melihat orang yang sedari tadi mereka tunggu tengah berjalan beriringan, sesekali mereka tertawa. Mereka itu geng Atlansa, geng yang diketuai oleh Galen yang merupakan kekasih dari Keyna.
"Abang lamaaa," kesal Zia saat Zio sudah dihadapannya dan mengacak rambut Zia gemas.
"Maaf ya, tadi duduk dulu di kelas, nunggu parkiran sepi, tau sendiri kan kalo abang kamu ini kelewat ganteng jadi takut dikerumunin ciwi-ciwi kalo keluar pas masih rame," ujar Zio dengan sikap percaya dirinya yang berlebihan.
"Yaudah yuk pulang," ajak Zio sembari mengambil helm untuk diberikan pada adik kesayangannya itu, tapi Zia menggeleng. "Kenapa?" tanya Zio.
"Mau es krim," cicitnya lirih dengan tangan yang menarik ujung seragam Zio yang berantakan.
"Zio adek lo gue karungin ya, gue bawa pulang. Gila gemes banget siii," ucap Dyu yang melihat interaksi kakak beradik tersebut.
Zio hanya berdecak malas, kemudian kembali menatap sang adik, "Ya udah ayo, tapi jangan banyak banyak."
"Zia penginnya banyak-banyak," balas Zia.
Terpaksa Zio mengangguk supaya cepat selesai, Zia langsung sangat ceria melihat permintaannya dituruti.
"Zia gemes banget, mirip Arin," bisik Keyna ditelinga Galen. Galen tersenyum tipis, ia jadi rindu gadis kecil itu. "Jadi kangen anak kita," ujarnya kemudian.
Hanya Zidan yang tidak berkomentar, dia hanya memperhatikan dengan bibir yang tersenyum manis. Ia akui adik sahabatnya ini sangat menggemaskan.
##
Mentari telah terbenam, tergantikan dengan sang rembulan yang diiringi banyaknya bintang memberi cahaya di langit malam yang gelap.
Malam ini pesta ulang tahun Sherena berlangsung, pestanya memang besar dan yang pasti meriah serta mewah.
"Happy sweet seventeen Sher," ucap Ayra, Keyna dan Zia berbarengan sambil memeluk sahabatnya itu.
"Thanks Guys," balas Sherena dalam pelukan mereka berempat.
"Kalian kesini bareng?" tanya Sherena setelah pelukan mereka terlepas.
"Gue sama Keyna bareng, Zia mah sama Zio," jawab Ayra diangguki semuannya.
"Hallo cantik, selamat ulang tahun ya," ucap Dyu memberikan kado pada Sherena.
"Makasih Dyu," ucap Sherena.
Kemudian sahabat Dyu satu persatu memberikan ucapan serta hadiah untuk Sherena, ada Galen, Zidan dan Langit. Sampai giliran Zio, suasana menjadi hening.
"Sher, maaf ya gue ngga bawa apa apa, gue bingung mau ngasih apa. Semuanya pasti lo udah punya," ucap Zio sedikit gugup, tangannya memggapai jemari Sherena untuk ia genggam.
"Gue mau ngasih yang ngga orang lain kasih ke lo," ujar Zio terlihat semakin gugup, begitu juga dengan Sherena. Jantung mereka sama-sama berdetak lebih kencang.
"Sherena, ini untuk kesekian kali aku bilang ini. Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Zio lembut, semua sahabat Zio dan Sherena menyaksikan dalam keheningan. Sampai anggukan Sherena membuat mereka serempak bersorak heboh, begitu juga dengan Zio yang merasa perjuangannya mendapatkan Sherena tidak sia-sia. Zio langsung memeluk Sherena erat, dan dibalas tak kalah erat oleh Sherena.
"Makan-makan tujuh hari tujuh malem dibayarin Zio," seru Dyu heboh.
"Traktir makan di kantin sekolah sama Sherena selama sebulan," timpal Ayra.
Pasangan baru itu tak menghiraukan, mereka sibuk berpelukan guna menyalurkan rasa bahagia mereka.
Semuanya tertawa bahagia malam itu. Tanpa mereka sadari ada hal besar yang akan mengubah tawa mereka.
##
Tampak seorang gadis imut tengah berjalan sempoyongan di parkiran gedung ulang tahun Sherena. Sepertinya ia mabuk, gadis itu bersandar di motor sport kakak kembarnya dengan keadaan menahan pusing di kepalanya.
"Zia lo kenapa?" tanya Dyu yang baru keluar dari gedung.
Zia menggeleng, "Pusing banget, pengen pulang tapi abang masih sama Sherena," ujar Zia tidak terlalu jelas, seperi bergumam.
"Tunggu sebentar," Dyu yang sadar Zia tengah mabuk, berlari kembali kedalam berniat memanggil Zio.
Karena terlalu pusing, penglihatan Zia lama kelamaan memburam sebelum semuanya gelap, dan tubuhnya ambruk di samping motor kakaknya. Zia pingsan.
Dengan cepat seorang yang mengintai sedari tadi membopong tubuh gadis itu untuk dibawa ke mobil hitamnya. Orang itu membawa Zia pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.
Tidak lama dari itu Langit keluar dengan memapah Zidan yang juga tengah mabuk. Entah apa yang cowok itu minum, padahal tidak disajikan minuman beralkohol di pesta ini.
Beruntungnya Langit malam ini membawa mobil milik Atlansa, jadi bisa dengan mudah membawa Zidan pulang. Pulang? Dengan kondisi mabuk seperti ini apa tidak akan kena amuk orangtuanya. Langit memikirkan cara lain, setelah mendapat ide ia langsung menjalankan mobilnya.
##
"Zia mana?" tanya Zio pada Dyu kala tidak melihat sosok Zia di parkiran.
"Tadi disini, lo sih kelamaan," jawab Dyu. Dyu dari tadi mencari Zio yang ternyata sedang berbincang dengan orang tua Sherena, jadi Dyu memutuskan menunggu. Setelah 30 menit baru obrolan itu selesai.
"Beneran lo liat Zia mabuk? Emang ada minuman yang bikin mabuk di dalam?" tanya Zio lagi, ia sangat khawatir adiknya itu belum pernah mabuk.
"Beneran. Gue bisa bedain bau parfum bayi Zia sama bau alkohol, Zia juga tadi sempoyongan," jelas Dyu.
Zio jadi khawatir mendengar penjelasan Dyu, dengan cepat ia membuka ponsel untuk mengecek lokasi adiknya sekarang. Zio menyergit setelah menemukan lokasi adiknya.
"Di rumah?" gumam Zio heran, pulang dengan siapa adiknya itu.
°°°°°
Kalau kalian nemu kata yang typo bilang yaa
Kalau suka jangan lupa like yaa👍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 137 Episodes
Comments
Super Multixverse
behhhh
2023-04-03
1
Adico
Kak mampir jika berkenan
2022-09-27
3