2. Hari Itu(1)

Sekolah hari ini ramai membicarakan pesta ulang tahun Sherena. Katanya sih pestanya bakal meriah banget, apalagi Sherena ini anak konglomerat.

"Kalian pada dateng kan?" tanya Dyu mengangkat undangan dari Sherena. Mereka berada di kelas dengan suasana kelas yang sepi karena bel pulang sudah berbunyi lima belas menit yang lalu.

"Dateng lah, lumayan makan gratis," jawab Zio, lagian mana mungkin Zio tidak datang, Sherena kan gadis incarannya.

"Yaelah makan gratis apa mau caper sama camer?" goda Zidan menaik turunkan alisnya.

"Kalo bisa dua-duanya kenapa engga," timpal Zio kemudian mereka tertawa.

"Makanannya pasti enak enak, ceweknya juga pasti cantik-cantik." Dyu mengecap lidahnya membayangkan banyak makanan nanti malam.

"Otak lo mah makanan sama cewek doang isinya," sahut Zidan disambut tawa mereka lagi.

"Lo dateng Gal?" tanya Zio pada sang ketua yang sedari tadi belum buka suara.

Galen mengedikkan bahunya," tergantung Keyna."

"Yaelah bucin! Eh tapi ngomong-ngomong pasangan. Galen kan sama Keyna, Zidan sama Ayra, Zio-Sherena, lah gue sama siapa dong?" tanya Dyu menunjuk dirinya sendiri membuat mereka semua terkekeh. Seakan mendapat ide Dyu menatap Zio dengan menaik turunkan alisnya. Zio yang ditatap seperti itu bergidik ngeri.

"Kenapa lo ngeliatin gue kaya gitu?" tanya Zio ngeri.

Dyu berdehem kemudian merangkul pundak sahabatnya itu, Zio semakin bergidik dan menepis rangkulan Dyu, "Apaan sih?" kesalnya.

"Hehe... Boleh dong gue sama Zia?" tanya Dyu sembari cengar cengir tidak jelas.

"Big No! Enak ajaa, adek gue ngga boleh pergi sama cowok sembarangan yaa," ketus Zio.

"Cowok sembarangan nggak tuh," ledek Zidan menertawai Dyu.

"Gue sahabat lo lho Zi, masa lo bilang cowok sembarangan, sungguh tega," ucap Dyu dengan muka yang dibuat sesedih mungkin.

"Pokoknya ngga boleh," tegas Zio yang sangat menjaga kembarannya itu.

Dyu mengerucutkan bibirnya membuat yang lain tertawa puas.

"Biasanya pesta kaya gitu pasti pada bawa pasangan sih," celetuk Zidan yang diangguki semuanya.

"Langit juga kayanya ngga ada pasangan deh, jadi Lo ngga sendirian," ucap Zio menunjuk Dyu.

"Oiya Langit kemana?" tanya Galen yang baru sadar personil mereka kurang satu.

"Perasaan tadi masih ada, kayanya udah pulang duluan." Kepala Zidan celingak-celinguk mencari sosok yang memang tidak ada.

"Akhir-akhir ini Langit ilangan banget," celetuk Dyu.

"Tumben," kata Galen sambil berdiri, mengajak teman-temannya pergi dari kelas, "Ke markas yuk."

##

"Kak Zio lama banget," gerutu gadis cantik itu di parkiran, tepatnya di depan motor-motor besar milik sang kembaran dan teman-temannya.

"Sabar Zi," ucap Keyna terkekeh merasa lucu dengan sahabatnya yang terlihat sangat menggemaskan dengan bibir yang mengerucut dan tangan yang memukuli motor kakaknya pelan.

"Panas, Zia pengin es krim," cicitnya menunduk lesu.

"Mau gue beliin?" tanya Keyna.

Zia menggeleng lucu seperti anak kecil, Keyna selalu gemas dengan semua tingkah Zia, kadang ia heran kenapa ada gadis SMA sepolos dan semenggemaskan ini.

"Itu tuh mereka," ujar Keyna saat melihat orang yang sedari tadi mereka tunggu tengah berjalan beriringan, sesekali mereka tertawa. Mereka itu geng Atlansa, geng yang diketuai oleh Galen yang merupakan kekasih dari Keyna.

"Abang lamaaa," kesal Zia saat Zio sudah dihadapannya dan mengacak rambut Zia gemas.

"Maaf ya, tadi duduk dulu di kelas, nunggu parkiran sepi, tau sendiri kan kalo abang kamu ini kelewat ganteng jadi takut dikerumunin ciwi-ciwi kalo keluar pas masih rame," ujar Zio dengan sikap percaya dirinya yang berlebihan.

"Yaudah yuk pulang," ajak Zio sembari mengambil helm untuk diberikan pada adik kesayangannya itu, tapi Zia menggeleng. "Kenapa?" tanya Zio.

"Mau es krim," cicitnya lirih dengan tangan yang menarik ujung seragam Zio yang berantakan.

"Zio adek lo gue karungin ya, gue bawa pulang. Gila gemes banget siii," ucap Dyu yang melihat interaksi kakak beradik tersebut.

Zio hanya berdecak malas, kemudian kembali menatap sang adik, "Ya udah ayo, tapi jangan banyak banyak."

"Zia penginnya banyak-banyak," balas Zia.

Terpaksa Zio mengangguk supaya cepat selesai, Zia langsung sangat ceria melihat permintaannya dituruti.

"Zia gemes banget, mirip Arin," bisik Keyna ditelinga Galen. Galen tersenyum tipis, ia jadi rindu gadis kecil itu. "Jadi kangen anak kita," ujarnya kemudian.

Hanya Zidan yang tidak berkomentar, dia hanya memperhatikan dengan bibir yang tersenyum manis. Ia akui adik sahabatnya ini sangat menggemaskan.

##

Mentari telah terbenam, tergantikan dengan sang rembulan yang diiringi banyaknya bintang memberi cahaya di langit malam yang gelap.

Malam ini pesta ulang tahun Sherena berlangsung, pestanya memang besar dan yang pasti meriah serta mewah.

"Happy sweet seventeen Sher," ucap Ayra, Keyna dan Zia berbarengan sambil memeluk sahabatnya itu.

"Thanks Guys," balas Sherena dalam pelukan mereka berempat.

"Kalian kesini bareng?" tanya Sherena setelah pelukan mereka terlepas.

"Gue sama Keyna bareng, Zia mah sama Zio," jawab Ayra diangguki semuannya.

"Hallo cantik, selamat ulang tahun ya," ucap Dyu memberikan kado pada Sherena.

"Makasih Dyu," ucap Sherena.

Kemudian sahabat Dyu satu persatu memberikan ucapan serta hadiah untuk Sherena, ada Galen, Zidan dan Langit. Sampai giliran Zio, suasana menjadi hening.

"Sher, maaf ya gue ngga bawa apa apa, gue bingung mau ngasih apa. Semuanya pasti lo udah punya," ucap Zio sedikit gugup, tangannya memggapai jemari Sherena untuk ia genggam.

"Gue mau ngasih yang ngga orang lain kasih ke lo," ujar Zio terlihat semakin gugup, begitu juga dengan Sherena. Jantung mereka sama-sama berdetak lebih kencang.

"Sherena, ini untuk kesekian kali aku bilang ini. Kamu mau jadi pacar aku?" tanya Zio lembut, semua sahabat Zio dan Sherena menyaksikan dalam keheningan. Sampai anggukan Sherena membuat mereka serempak bersorak heboh, begitu juga dengan Zio yang merasa perjuangannya mendapatkan Sherena tidak sia-sia. Zio langsung memeluk Sherena erat, dan dibalas tak kalah erat oleh Sherena.

"Makan-makan tujuh hari tujuh malem dibayarin Zio," seru Dyu heboh.

"Traktir makan di kantin sekolah sama Sherena selama sebulan," timpal Ayra.

Pasangan baru itu tak menghiraukan, mereka sibuk berpelukan guna menyalurkan rasa bahagia mereka.

Semuanya tertawa bahagia malam itu. Tanpa mereka sadari ada hal besar yang akan mengubah tawa mereka.

##

Tampak seorang gadis imut tengah berjalan sempoyongan di parkiran gedung ulang tahun Sherena. Sepertinya ia mabuk, gadis itu bersandar di motor sport kakak kembarnya dengan keadaan menahan pusing di kepalanya.

"Zia lo kenapa?" tanya Dyu yang baru keluar dari gedung.

Zia menggeleng, "Pusing banget, pengen pulang tapi abang masih sama Sherena," ujar Zia tidak terlalu jelas, seperi bergumam.

"Tunggu sebentar," Dyu yang sadar Zia tengah mabuk, berlari kembali kedalam berniat memanggil Zio.

Karena terlalu pusing, penglihatan Zia lama kelamaan memburam sebelum semuanya gelap, dan tubuhnya ambruk di samping motor kakaknya. Zia pingsan.

Dengan cepat seorang yang mengintai sedari tadi membopong tubuh gadis itu untuk dibawa ke mobil hitamnya. Orang itu membawa Zia pergi dari sana dengan kecepatan tinggi.

Tidak lama dari itu Langit keluar dengan memapah Zidan yang juga tengah mabuk. Entah apa yang cowok itu minum, padahal tidak disajikan minuman beralkohol di pesta ini.

Beruntungnya Langit malam ini membawa mobil milik Atlansa, jadi bisa dengan mudah membawa Zidan pulang. Pulang? Dengan kondisi mabuk seperti ini apa tidak akan kena amuk orangtuanya. Langit memikirkan cara lain, setelah mendapat ide ia langsung menjalankan mobilnya.

##

"Zia mana?" tanya Zio pada Dyu kala tidak melihat sosok Zia di parkiran.

"Tadi disini, lo sih kelamaan," jawab Dyu. Dyu dari tadi mencari Zio yang ternyata sedang berbincang dengan orang tua Sherena, jadi Dyu memutuskan menunggu. Setelah 30 menit baru obrolan itu selesai.

"Beneran lo liat Zia mabuk? Emang ada minuman yang bikin mabuk di dalam?" tanya Zio lagi, ia sangat khawatir adiknya itu belum pernah mabuk.

"Beneran. Gue bisa bedain bau parfum bayi Zia sama bau alkohol, Zia juga tadi sempoyongan," jelas Dyu.

Zio jadi khawatir mendengar penjelasan Dyu, dengan cepat ia membuka ponsel untuk mengecek lokasi adiknya sekarang. Zio menyergit setelah menemukan lokasi adiknya.

"Di rumah?" gumam Zio heran, pulang dengan siapa adiknya itu.

°°°°°

Kalau kalian nemu kata yang typo bilang yaa

Kalau suka jangan lupa like yaa👍

Terpopuler

Comments

Super Multixverse

Super Multixverse

behhhh

2023-04-03

1

Adico

Adico

Kak mampir jika berkenan

2022-09-27

3

lihat semua
Episodes
1 1. Truth or Dare
2 2. Hari Itu(1)
3 3. Hari itu(2)
4 4. Tanggung Jawab?
5 5. UKS
6 6. Zio Pulang
7 7. Nikah?
8 8. Sah
9 9. Kamar Zidan
10 10. Awal Baru
11 11. Khawatir
12 12. Putus
13 13. Upah Pertama
14 14. Ayra Berubah
15 15. Mual
16 16. Minggu dengan Sahabat
17 17. Omellet Lagii
18 18. Kita mau punya ponakan?
19 19. Negatif
20 20. Keanehan Cewek Cupu
21 21. Asing
22 22. Beneran Hamil
23 23. Basecamp Atlansa
24 24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25 25. Kedatangan Bunda dan Mama
26 26. Panik
27 Aksi Atlansa
28 Rumah Sakit
29 Dea
30 Mie Instan
31 Capek
32 Rezekinya Dia
33 Lebih Baik
34 34. Zidan dan Ayra?
35 35. Tak Ingin Usai
36 36. Dea Lagi
37 37. Langit
38 38. Kedondong
39 39. Rumah Sakit
40 40. Kembar
41 41. Makan Pizza
42 42. Ulah Janu
43 43. Zia Overthinking
44 44. Taman Bermain
45 45. Fakta Baru Tentang Ayra
46 46. Siapa pelakunya?
47 47. Kacau
48 48. Basecamp
49 49. Klarifikasi
50 50. Bakso Harga Lima Juta
51 51. Dikeluarkan atau Tidak?
52 52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53 53. Keguguran?
54 54. Vanishing Twin Syndrome
55 55. Mulai Ada Rasa
56 56. Bersama Arin
57 57. Belajar Ciuman
58 58. Tanggung
59 59. Baby Cegukan
60 60. Yang Paling Berkuasa
61 Pengumuman (Bukan Update)
62 61. Sup Ala Zia
63 62. Terbongkar?
64 63. Kecemasan Zia
65 64. Kembali Bersama
66 65. Kangen Mama Papa
67 66. Anak Kita
68 67. Kembalinya Aset Zidan
69 68. Rumah Zidan (Lagi)
70 69. Perhatian dari Mertua
71 70. Om Om Hidung Belang
72 71. Rambutan Botak
73 72. Cinta atau Tanggungjawab?
74 73. Gagal Lagi
75 74. Kumpul Santuy
76 75. I LOVE YOU
77 76. Ceramah Bunda Dian
78 77. Akhirnya
79 78. Nasi Padang
80 79. Petunjuk Baru
81 80. Prenatal Yoga Couple
82 81. Pencarian
83 82. Bu Intan
84 83. Penghianat
85 84. Kehidupan Bu Intan
86 85. Rencana Ke Puncak
87 86. On The Way
88 87. Ayra hamil?
89 88. Waktu Cowok
90 89. Menikmati Malam Di Puncak
91 90. Keinginan Zia
92 91. Tujuh Bulanan
93 92. Ketemu Baby Zira
94 93. Bersama Mama
95 94. Dari Hati ke Hati
96 95. Di Kantor Ayah Dimas
97 96. Mbak-Mbak Genit
98 97. Di Tempat Yoga
99 98. Sebentar Lagi
100 99. Satu Komplek?
101 101. Ucapan Pak Ervan
102 101. Sesama Bumil Remaja
103 102. Serangan Di Sekolah
104 103. Pasca Penyerangan
105 104. Perhatian Istri
106 105. Kasus Baru Lagi
107 106. Cemburu
108 107. Pernah
109 108. Melaporkan Tuan Willy
110 109. Belajar Mengurus Bayi
111 110. Masih Bersama Baby Zira
112 111. Apakah....
113 112. Amukan Sang Mertua
114 113. Posisi Kepala Bayi
115 114. Titik Terang
116 115. Kontraksi Palsu
117 116. Kontraksi Awal
118 117. Bukaan 4
119 118. Masih Bukaan 8
120 119. Persalinan
121 120. Skin To Skin
122 121. Papa Riyan
123 122. 38 Hari Lagi
124 123. Ditemani Ayra
125 124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126 125. Papa Nggak Tau
127 126. Rencana Sekolah Lagi
128 127. Hari Pertama Ulangan
129 128. Setelah 42 Hari
130 129. First Day School
131 130. Pengagum Bapak Anak Satu
132 131. Meminta Belajar Bela Diri
133 132. Pasar Malam
134 133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135 134. Wisata Keluarga
136 135. Tamat
137 Special Part
Episodes

Updated 137 Episodes

1
1. Truth or Dare
2
2. Hari Itu(1)
3
3. Hari itu(2)
4
4. Tanggung Jawab?
5
5. UKS
6
6. Zio Pulang
7
7. Nikah?
8
8. Sah
9
9. Kamar Zidan
10
10. Awal Baru
11
11. Khawatir
12
12. Putus
13
13. Upah Pertama
14
14. Ayra Berubah
15
15. Mual
16
16. Minggu dengan Sahabat
17
17. Omellet Lagii
18
18. Kita mau punya ponakan?
19
19. Negatif
20
20. Keanehan Cewek Cupu
21
21. Asing
22
22. Beneran Hamil
23
23. Basecamp Atlansa
24
24. Lo punya Adik, Gue punya Anak
25
25. Kedatangan Bunda dan Mama
26
26. Panik
27
Aksi Atlansa
28
Rumah Sakit
29
Dea
30
Mie Instan
31
Capek
32
Rezekinya Dia
33
Lebih Baik
34
34. Zidan dan Ayra?
35
35. Tak Ingin Usai
36
36. Dea Lagi
37
37. Langit
38
38. Kedondong
39
39. Rumah Sakit
40
40. Kembar
41
41. Makan Pizza
42
42. Ulah Janu
43
43. Zia Overthinking
44
44. Taman Bermain
45
45. Fakta Baru Tentang Ayra
46
46. Siapa pelakunya?
47
47. Kacau
48
48. Basecamp
49
49. Klarifikasi
50
50. Bakso Harga Lima Juta
51
51. Dikeluarkan atau Tidak?
52
52. Karena Istri Pemilik Sekolah
53
53. Keguguran?
54
54. Vanishing Twin Syndrome
55
55. Mulai Ada Rasa
56
56. Bersama Arin
57
57. Belajar Ciuman
58
58. Tanggung
59
59. Baby Cegukan
60
60. Yang Paling Berkuasa
61
Pengumuman (Bukan Update)
62
61. Sup Ala Zia
63
62. Terbongkar?
64
63. Kecemasan Zia
65
64. Kembali Bersama
66
65. Kangen Mama Papa
67
66. Anak Kita
68
67. Kembalinya Aset Zidan
69
68. Rumah Zidan (Lagi)
70
69. Perhatian dari Mertua
71
70. Om Om Hidung Belang
72
71. Rambutan Botak
73
72. Cinta atau Tanggungjawab?
74
73. Gagal Lagi
75
74. Kumpul Santuy
76
75. I LOVE YOU
77
76. Ceramah Bunda Dian
78
77. Akhirnya
79
78. Nasi Padang
80
79. Petunjuk Baru
81
80. Prenatal Yoga Couple
82
81. Pencarian
83
82. Bu Intan
84
83. Penghianat
85
84. Kehidupan Bu Intan
86
85. Rencana Ke Puncak
87
86. On The Way
88
87. Ayra hamil?
89
88. Waktu Cowok
90
89. Menikmati Malam Di Puncak
91
90. Keinginan Zia
92
91. Tujuh Bulanan
93
92. Ketemu Baby Zira
94
93. Bersama Mama
95
94. Dari Hati ke Hati
96
95. Di Kantor Ayah Dimas
97
96. Mbak-Mbak Genit
98
97. Di Tempat Yoga
99
98. Sebentar Lagi
100
99. Satu Komplek?
101
101. Ucapan Pak Ervan
102
101. Sesama Bumil Remaja
103
102. Serangan Di Sekolah
104
103. Pasca Penyerangan
105
104. Perhatian Istri
106
105. Kasus Baru Lagi
107
106. Cemburu
108
107. Pernah
109
108. Melaporkan Tuan Willy
110
109. Belajar Mengurus Bayi
111
110. Masih Bersama Baby Zira
112
111. Apakah....
113
112. Amukan Sang Mertua
114
113. Posisi Kepala Bayi
115
114. Titik Terang
116
115. Kontraksi Palsu
117
116. Kontraksi Awal
118
117. Bukaan 4
119
118. Masih Bukaan 8
120
119. Persalinan
121
120. Skin To Skin
122
121. Papa Riyan
123
122. 38 Hari Lagi
124
123. Ditemani Ayra
125
124. Lelahnya Menjadi Orangtua Baru
126
125. Papa Nggak Tau
127
126. Rencana Sekolah Lagi
128
127. Hari Pertama Ulangan
129
128. Setelah 42 Hari
130
129. First Day School
131
130. Pengagum Bapak Anak Satu
132
131. Meminta Belajar Bela Diri
133
132. Pasar Malam
134
133. Permintaan Maaf Papa Riyan
135
134. Wisata Keluarga
136
135. Tamat
137
Special Part

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!