Wajah Kara benar benar sudah memerah bak tomat cery, ingatkan dia setelah pulang dari sini untuk mengantongi wajahnya dengan kresek hitam.
"Ilang sudah urat malu gue !!" gumam Kara. Melihat Milo tersenyum puas, sambil mengedip genit kepadanya. Kara mengedarkan matanya ke sekeliling, mata mata sinis para barisan cewek pengagum Milo sudah siap melucutinya.
"Pengen gue cekik aja si Milo !!" gerutunya dalam hati.
"Milo aku dukung !!"
"Milo, aku setia menantimu,!!"
"Milo loe keren banget !!"
teriakan teriakan itu membuat kuping Kara pengang dan berdengung, anehnya kata kata mereka sedikit membuat Kara merasa risih,
"Ngapain juga sih mereka bela belain stay lama disekolah cuma pengen liat cowok yang jelas jelas ga peduli sama mereka, kalo gue sih mening rebahan di rumah !!" gumam Kara.
.
.
Beberapa kali Kara melihat jam ditangannya, sudah pukul setengah 4 sore,
"Ini manusia satu, nyebelinnya lebih lebih dari mr. buncis alias bean deh !!" dumel Kara.
Ingin ditinggal nanti murkanya ngelebihin murka Amithabacan pada sharukh khan, tidak ditinggal ia yang akan diamuki orangtua para anak yang les kepadanya, hilang sudah penghasilan uang jajan Kara.
Kara berdesis, "bo*do amat lah ! gue lebih sayang kalo uang jajan gue ilang!" Kara beranjak dari duduknya, ia segera berlari.
Milo yang melihat Kara beranjak pergi, menyudahi permainannya, ia melirik jam tangannya, "shittt !! jam setemgah 4 lebih ternyata!" gumamnya
"Guys, sorry..gue duluan !!" Milo beranjak mengambil tasnya, lalu berlari mengejar Kara. Untung saja gadis itu belum jauh, Kara terlihat sedang menunggu angkutan umum di pinggir jalan,
"Tau gini gue balik dari tadi !!" gerutu Kara kesal.
"Sorry bby, gue kebablasan. Sampe lupa loe mau ngajar les !!" Kara menoleh dan memutar bola matanya jengah.
"Yu, seperti janji, mas anter !!" ajak Milo.
"Ga perlu, kalo emang masih mau asyik main basket silahkan aja, tapi gue ga bisa stay terus. Gue bukan barisan cewek cewek penggemar berat loe dan yang lain yang rela nungguin loe sampai kiamat, gue masih harus banting tulang buat cari uang jajan !!" mendadak rasa risih dengan kehadiran siswi siswi yang mengagumi Milo menyergap hati Kara.
Milo tersenyum mendengarnya, " jadi loe cemburu bby, sama mereka?" tanya Milo, Kara jadi salah tingkah dibuatnya.
"Engga ya !! sorry !! ga ada kata cemburu di dalam kamus hidup gue, lagian kita pacaran cuma 6 bulan kan, cuma atas keinginan loe doang !!" sampai saat ini Kara tetap memungkiri perasaannya yang sedikit demi sedikit mulai terbuka untuk Milo.
"Ya udah ga harus sewot bby, gue tau loe belum sayang sama gue, tapi gue yakin lama lama loe bisa sayang sama gue !" jawab Milo yakin.
Milo menarik tangan Kara menuju parkiran, memasangkan helm di kepala gadis yang sedang merengut kesal padanya,
"Ga usah cemberut gitu, sebagai tanda maaf. Nanti setelah ngajar les, mas traktir bby??" Milo menaik turunkan alisnya.
Senyum Kara terukir, dari tadi kek!! benak Kara
"Oke, setuju !!" seru Kara.
"Giliran makan aja, langit kembali cerah !!" ledek Milo.
"Iyalah, siapa sih yang ga suka makan !!"
.
.
Perut Kara sudah benar benar keroncongan, begitupun Milo, tapi untungnya ia tak suntuk karena melihat Kara mengajar, yang menurutnya cocok menjadi calon ibu idaman untuk anak anaknya kelak.
"Sudah selesai?" tanya Milo.
"Udah !!"
"Mas mau ajak bby jalan, sambil cari makan!!" ajak Milo,
"Boleh, kemana? tapi ga masuk bon utang kan?" tanya Kara dengan mata menyipit.
"Emmhhh, engga ! kan status bby pacar mas. Jadi memang tanggung jawab mas buat traktir dan ngajak jalan !!"
"Tapi kan ini bukan malam minggu," lirih Kara dengan polosnya, setau Kara, apel itu malam minggu kan ?
"Loe tuh polos banget si bby, loe belum pernah ngerasain pacaran ya ?" tanya Milo mengacak rambut Kara, saat masih di depan rumah tempat Kara mengajar les.
"Belum," Kara menggeleng. Milo terkekeh, "cocok !! anak kecil ga boleh pacar pacaran !!" ucapnya memberikan jempol pada Kara.
"Enak aja, dikata anak kecil !!" Kara tak terima.
"Terus apa dong ?"
"Umur gue udah 16 tahun !!" sarkas Kara.
"Masih dibawah umur kalo gitu !!" jawab Milo.
"Tapi setaun lagi gue udah mau dapet ktp !!" grutu Kara tak mau kalah.
"Oke kalo gitu taun depan mas halalin !!" jawab Milo.
"Bukkk!!" Kara memukul lengan Milo yang terbalut sweter. Sedangkan lelaki itu malah tertawa, ternyata memang semenyenangkan ini menggoda Kara.
"Ga gitu juga Jukiii !!" sewot Kara.
"Sejak kapan nama gue jadi Juki ?" tanya Milo, kini gadis ini yang tertawa.
Sepanjang jalan, candaan dan godaan Milo menghiasi perjalanan mereka, terkadang Kara yang merajuk dan memukul bahu Milo.
Mereka masuk ke dalam mall, bagi Milo mungkin hal yang biasa malah membosankan tapi bagi Kara moment seperti ini jarang, palingan ke mall kalo lagi belanja baju lebaran setaun sekali atau tidak sekedar mampir hanya untuk mencari buku pelajaran, di toko buku.
"Apel perdana kita ," bisik Milo.
Milo menggenggam tangan Kara menuju sebuah gerai makanan cepat saji, favorit anak muda. Keduanya menuju kasir dan memilih milih makanan yang akan dimakan, Kara bingung, tak mungkin disini ia akan menemukan sayur asem ataupun tempe goreng.
"Mau makan apa bby ?" tanya Milo.
"Apa aja yang penting kenyang !" jawab Kara. Dalam urusan makanan Kara bukan tipe gadis pemilih, karena ia terlahir dari keluarga yang apa adanya.
"Ga usah buru buru makannya, ga akan ada yang minta. Lagian kalo kurang bisa pesen lagi !" belum juga melahap Milo sudah mengejek.
"Gue laper tapi ga malu maluin juga kalii !" tau saja lelaki ini Kara minta bakal nambah, kapan lagi kan, mumpung gratisan.
" Mas, jangan keseringan makanan beginian ya !" ucap Kara.
Milo mendongak, " kenapa?"
"Makanan junk food ga sehat mas," jawab Kara, tak tau kah Kara ucapannya bisa saja membuat gerai ini bangkrut, jika semua orang berfikir sama dengannya.
"Kalo gitu gue mau bby yang buatin," jawab Milo.
"Insyaallah, nanti kalo sempat, gue buatin," jawab Kara.
"Btw, thanks ya bby yang tadi pagi, enak banget !!" sahut Milo.
"Bisa ga sih kita jangan loe gue ?" tanya Milo.
"Kan udah mas sama bby, masa iya masih loe gue !!" tambah Milo.
"Aku, kamu??" tanya Kara.
"Oke, aku kamu...!!"
Tanpa sadar keduanya terhanyut dalam status hubungan pacar yang hanya 6 bulan ini,
"Bby, aku mau kasih kamu sesuatu !!" ucap Milo.
"Apa?" tanya Kara. Milo merangkulkan tangannya di pundak Kara, menarik gadis ini agar menempel.
Kara yang tak biasa, sedikit menolak.
"Sorry, mas. Aku ga biasa di rangkul cowok !" Kara menunduk malu, Milo menarik senyumannya dan menghormati Kara, ia tau Kara berbeda dengan gadis lainnya yang dengan senang hati memberikan segalanya untuk laki laki, bahkan kehormatannya sekalipun.
"Oke, sorry. Mungkin kamu tidak terbiasa," jawab Milo. Kara menyentuh lengan Milo, lalu turun ke tangannya, Milo menyambutnya dengan menggenggam erat tangan Kara.
Milo mengajak Kara masuk ke dalam toko perhiasan, Kara terbengong, untuk apa lelaki ini mengajak Kara masuk kesini. Tak mungkin kan Milo membawanya untuk mengajaknya berinvestasi.
Milo mengajak Kara memilih sebuah kalung berbandul inisial huruf nama masing masing.
"Bby, pilih satu kamu suka yang mana ?" tanya Milo.
Kara menolak, ia tak mau. Menurutnya Milo terlalu berlebihan, ia bukan gadis matre seperti gadis lainnya.
"Daripada kamu beliin kalung dengan harga segitu mahalnya, mening kamu simpan uangnya trus sedekahin !!" jawab Kara.
"Tapi aku mau !"Milo memaksa dan memilihkan kalung untuk Kara.
Milo memasangkan kalung berbanduk huruf A sedangkan untuknya ia memakai kalung berbahan bukan emas berbandul huruf C.
Milo melihat Kara, " cantik !" gumamnya.
"Udah malem, ga baik bawa jalan anak gadis orang sampai larut, nanti bisa bisa ga dapet restu dari calon mertua !" kelakar Milo.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
👍👍
2023-08-19
2
Revi Ani
kok gw geli ya anak SMA gitu manggilnya mas mas...kayak udah tuwir aja
2022-07-30
1
nuri
duh mas sayang...mau jg donk d bli'n pa ja deh
2022-06-20
2