Ini bukan sebuah penawaran tapi pemaksaan, layaknya orang yang ditodong dan dijambret, itulah yang Kara alami saat ini.
"Ga perlu, makasih !" Kara berusaha menarik tangan yang dipegang oleh Milo.
"Loe masih lemah, gue ga mau nantinya disalahin kalo loe pingsan dijalanan," jelas Milo.
Niat hati ingin menolong namun, gagal saat eksekusinya. Baru kali ini Raka, Erwan, Keanu dan Arial melihat ada orang ingin menolong seperti ingin merampok, begitupun sebaliknya orang yang butuh bantuan namun, memiliki gengsi selangit.
"Mau taruhan sama gue ??" bisik Arial pada ketiga temannya.
"Apa?" tanya Erwan.
"Gue jamin tuh dua curut bakal jadian !!" bisiknya.
Raka dan Keanu tertawa melihat tingkah konyol kedua teman lainnya ini, rasanya mereka ditakdirkan hidup bersama sekumpulan manusia manusia absurd.
"Gue taruhan loe berdua yang jadian duluan !!" Raka menjedotkan kepala kedua teman sengkleknya, lalu pergi dari ruang uks.
"Idihhhh amit !!" gidik Erwan.
"Sat....si Raka, gue masih suka gitar spanyol, modelan si Erwan mah gue ga selera, gue lepehin !!" gidik Arial. Dikekehi Keanu yang membawa kedua makhluk berisik ini keluar. Agar tak berisik.
.
.
"Gue benci sama loe, loe tau kan !!" ucap Kara yang dibonceng Milo di jok belakang motor gedenya, Kara tak suka dengan posisinya yang lebih tinggi dari siapapun saat ini.
Milo tersenyum,"iya gue tau !!" jawabnya.
"Pegangan loe ga mau jatoh kan?" tanya nya. Tapi rasa gengsi yang setinggi langit di angkasa ini tak membuat tangan Kara melingkar di perut Milo, seperti perempuan kebanyakan, yang suka modus, dengan senang hati ingin memeluk Milo.
Milo sengaja memutar dan meng gas sepeda motornya, hingga Kara hampir saja terjengkang dan terjatuh, jika ia tidak segera membelitkan tangannya di perut sixpack Milo. Ingin rasanya Kara memasang target di kepala Milo lalu memanahnya dengan tombak suku Sentinel.
Ia terkesiap dan menutup matanya.
"Puukkk !!"
Kara memukul helm fullface Milo. Jika kebanyakan gadis tak ada yang berani dengan Milo, lain halnya dengan Kara, seakan ia memiliki penangkal pesona Milo.
"Awwww sakit be*go !!" aduh Milo.
"Lagian, loe bisa ga sih ngendarain motor !!" sarkas Kara. Milo terkekeh ia melihat wajah bakpao yang tengah cemberut dari kaca spion motornya. Gemas betul ia melihatnya, katakan bakpao rasa apa dirimu? coklat, strawberry ?? maka Milo akan memesannya dengan pabrik pabriknya sekalian.
"Sorry deh, gue cuma mau ngetes refleks loe doang !!" ucap Milo santai.
Kara mengernyitkan dahinya, sebenarnya apa isian dari otak laki laki ini. Apa dia tak sadar jika tindakannya akan membuat seseorang celaka.
"Kalo sampe gue celaka terus geger otak atau patah tulang loe mesti tanggung jawab !!" ucap Kara.
"Tenang ntar gue ganti pake otak udang, tulang loe gue ganti pake tulang sapi biar badan loe bisa gedean dikit," jawab Milo.
"Bukk !!" kembali Kara memukul pundak Milo dan mencubit pinggangnya. Ternyata enak juga jadi penumpang, bisa memukul tanpa perlawanan.
"Awww !!! cewek darimana sih loe, kasar banget !!" keluh Milo.
"Dari hutan !!" jawab Kara.
"Pantesan galak kaya singa !!" jawab Milo.
"Loe nya aja yang be*go. Singa dari padang rumput lah bukan dari hutan !!" jawab Kara, membuat Milo menaikkan alisnya.
"Oh udah pindah rumah ya ?? gue kira masih di hutan ?? sejak kapan ??" tanya Milo menggoda Kara.
"Sejak bapak loe lahir !!" sarkas Milo. Ia semakin kecanduan menggoda Kara, gadis ini berbeda. Benar benar berbeda dengan gadis lainnya, yang selama ini mendekati Milo.
"Nah kan, emaknya singa tau kapan pindahan !!" timpal Milo.
" Gue emaknya singa bentar lagi gue terkam loe dari belakang !!" jawab Kara.
Gadis ini menancapkan gigi gigi rapinya di pundak Milo.
"Greukkk !!" Milo menghentikkan laju motornya ia mengaduh dan mengusap usap pundaknya.
"Loe galak bener sih, kalo mau daging engga gue juga yang loe gigit, sakit be*go !!" omel Milo.
"Gue pulang sendiri !!" ucap Kara hendak turun. Namun, tangan Kara ditahan oleh Milo, untuk tetap melingkar diperutnya.
"Tanggung meskipun udah loe pukul dan loe gigit tapi gue bukan pendendam. Pantang buat gue nolong cuman setengah setengah."
"Gue ga perlu ditolong sama loe, kembaliin kacamata gue !!" jawab Kara.
Bukannya memberikan kacamata milik Kara, Milo justru menarik tangan Kara untuk semakin erat dan menempel memeluknya. Hingga Kara tersentak ke depan. Ia terkejut, membulatkan matanya, jaraknya begitu dekat dengan Milo. Hanya beberapa inci saja wajah mereka berdekatan, Milo menoleh begitupun Kara. Mata mereka bertemu.
Mata bening nan bulat seakan menyihir Milo untuk tenggelam menikmati keindahannya, bibir tipis nan mungil milik Kara membuat Milo meneguk salivanya berat.
"Awas ! pipi loe dah blushing tuh !!" sarkas Milo menyadarkan Kara yang sontak menjauhkan wajahnya.
"Apaan sih !! engga juga !!" jawab Kara gugup. Jangan sampai ia terbawa suasana dan terjatuh ke dalam pesona Milo, hingga ia susah untuk keluar. Sedikit banyaknya Kara tau siapa Milo, ia terkenal sebagai seorang siswa dengan sejuta pesona, banyak kaum hawa yang menjadi korbannya, bukan karena ia pacari lalu ia tinggalkan. Melainkan banyak gadis yang terjebak pesona Milo namun Milo tolak mentah mentah. Ia tidak mau berakhir malu karena menyukai the most yang kasta hidupnya saja berbeda jauh dengannya. Kara tidak mau membuat toxic di hidupnya sendiri dengan jatuh cinta, apalagi pada seorang Armillo.
Kara tak mau menjadi pungguk yang hanya bisa merindukan bulan.
"Cupu !! rumah loe dimana?" tanya Milo.
"Turunin aja gue disini, gue masih harus ngajar les !" jawab Kara.
"Loe ga mikir apa, loe itu masih lemes, ngapain mesti ngajar dulu. Ga bisa apa libur sehari doang. Toh libur sehari doang ga akan bikin anak orang be*go kan !!" jawab Milo.
"Tapi itu artimya gue ga profesional !!" kilah Kara.
"Berapa sih harga sekali pertemuan les loe? gue ganti !!" tanya Milo kesal.
" Orang kaya enak ya ! apa apa tinggal keluarin uang beres !! mau apapun ga usah cape cape kerja sampe ampir pingsan!!" ucap Kara.
"Ga gitu juga peakkk !! loe kan belum pulih, kata penjaga uks loe itu kecapean !! gue tau dari temen loe katanya loe belum makan ?" tanya Milo.
"Gue ga laper " jawab Kara mantap, berbohong demi gengsi apakah hukumnya dosa?
"Kruyuukkkk !!!"
Suara jahatt dari perutnya mengkhianati Kara, kenapa perutnya tidak bisa diajak kompromi di depan lelaki angkuh ini.
"Ahahahahaha....!" Milo tertawa renyah, bahkan tawanya saja terdengar lebih renyah dari rengginang.
"Mulut loe bisa bohong, tapi perut loe selalu jujur!!" Milo menutup helm fullface nya lalu melajukan motornya ke sebuah cafe.
Motornya menembus jalanan kota, lalu sampai di parkiran sebuah cafe yang instagramable.
"Turun !!" pintanya
"Engga ! gue pulang aja ! gue mening makan di rumah !" jawab Kara, padahal perutnya sudah sangat menbutuhkan asupan.
"Ya udah kalo ga mau, kalo gue sih laper, loe tunggu aja di dalem. Gue mau makan dulu !!" ucap Milo, Kara terpaksa mengekor. Ternyata benar gengsi tidak akan membuat perut kenyang.
Milo mengambil duduk di pojokan, tempatnya biasa berkumpul dengan teman temannya.
"Bro, kaya biasa ya !!" jawab Milo.
"Loe mau pesen apa?" tanya Milo.
Kara terlihat ragu, ia menggeleng.
"Kenapa ? takut gue tagih?" tanya Milo. Kara menggeleng, bukankah tak baik menolak rejeki.
"Karena loe maksa gue mau deh !! tapi gue ga disuruh buat ganti kan?" tanya nya.
Milo tertawa,akhirnya runtuh juga keangkuhan gadis ini. Urusan perut memang selalu jadi nomor satu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Lia Bagus
perut mengkhianati mulut 🤣🤣🤣
2024-09-02
0
Lia Bagus
aamiin
2024-09-02
0
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
🤭🤭😁😁
2023-08-17
2