Bukan beberapa lagi, tapi hampir semua orang sekarang geger dengan berita menggemparkan sejagat raya, mengalahkan berita perceraian pasangan paling uwu sepanjang masa.
Hubungan Milo dan Kara sontak menjadi buah bibir para siswa sekolah ini,
"Brakkk !!"
"Si@l@n !!" pekiknya di kamar mandi.
"Kenapa bisa bisanya mereka malah berpacaran, dia cuma cewek cupu yang ga punya apa apa !!"
"Sabar say...!!" elusan Cika pada punggung Nina.
"Palingan Milo cuma mainin doang si cupu !" tambahnya lagi menenangkan Nina, yang sudah tersulut api amarah.
.
.
Milo sedang berdiri bercanda dengan teman temannya di parkiran. Kara yang tadi mendapat pesan dari Milo, jika ia sudah ditunggu di parkiran segera berlari menuju parkiran, sampai ia tak melihat jalan saking tergesanya.
" Duk !!"
"Maaf maaf !!!" ucap Kara, ia mendongak.
"Eh, tak apa apa ! Caramel kan??" seru lelaki itu.
"Iya, maaf siapa ya?" tanya Kara.
"Gue Iqbal !! temen smp loe !" jawab Iqbal.
"Oh Iqbal anak mading??!" tunjuk Kara.
"Iya, " seru Iqbal.
"Ra, bukannya loe buru buru ya, udah ditungguin!!" Ayu mengingatkan Kara, Kara menepuk jidatnya, bagaimana bisa ia melupakan si fir'aun kw itu.
"Bal, maaf ya gue lagi buru buru !! ngobrolnya entar entar lagi aja ya, " jawab Kara.
"Loe mau pulang, kebetulan yu bareng, gue nasih hafal rumah loe kok!" ucap Iqbal. Kara meringis, jika berlama lama lagi maka si Londo betawi itu pasti akan menggandakan hutangnya.
"Itu Kara lagi sama siapa Mil," tunjuk Arial ke arah koridor kelas Kara, yang menunjukkan Kara tengah mengobrol dengan seorang pemuda. Sontak Milo langsung berjalan ke arah Kara. Baru kali ini ia merasakan hawa panas yang menyerang rongga dadanya, padahal sedang tidak memakan cabai.
Kara yang masih berusaha pergi dari Iqbal, tertarik oleh raihan tangan dari Milo.
"Baby, kenapa ga langsung nyusul ke parkiran. Gue nunggu lama!" Milo mengusap usap sayang kepala Kara, seraya menekankan kata menunggu lama.
Ga ada yang nyuruh !!! batin Kara memekik kesal.
"Eh, ka Milo kan!" sapa Iqbal. Siapa yang tak tau dengan Milo, terlihat sekali perbedaan tatapan Milo seperti pada orang lain, tajam dan dingin. Raut wajah seakan malas melihat wajah orang lain.
"Ditanya juga, ibadah loh jawab pertanyaan orang !" Kara mencubit pinggang Milo.
"Aww, sakit by..!"
"Hem, gue Milo..pacar Caramel !" tanpa mau menyodorkan tangannya.
"Oh ! Ra, loe pacar ka Milo??!" seru Iqbal tak percaya, pandangan Iqbal persis yang lainnya Menganggap Kara dan Milo berbeda jauh.
"Iya," cicit Kara.
"Kalo gitu kita duluan, Yu..kita duluan !" ucap Milo pada Ayu yang mengangguk.
"Bal, gue du..." belum juga Kara menyelesaikan ucapannya Milo menariknya hingga tertarik menjauhi Iqbal.
" Lepas !!!" Kara menghempaskan tangan Milo, belum ada sehari mereka jadian, mereka sudah bertengkar saja. Keempat cowok yang menjadi nyamuk ini tak habis pikir dengan keduanya.
"Status gue boleh pacar loe, tapi bukan berarti loe bisa seenaknya !" sarkas Kara.
"Dah tau loe itu sudah punya pacar, tapi loe malah enak enakan sama cowok lain."
Kara mengangkat alisnya, " enak enakan gimana? gue cuma tegur sapa sama dia, wajar kan toh dia temen smp gue !" sewot Kara. Lihatlah pipinya yang otomatis mengembung, dan wajahnya yang memerah seperti tomat matang.
"Loe pacar gue, ga boleh deket deket sama cowok lain! jarak loe ga boleh kurang dari 5 meter!" ujar Milo. Jangankan 6 bulan baru beberapa jam saja, Kara sudah ingin melambaikan tangan ke kamera.
"Oke, trus apa yang gue boleh lakuin??! apa gue juga mesti masuk ke menara tinggi tanpa pintu? terus sisiran tiap hari ??!" tanya Kara, menyamakan dirinya dengan Rapunzel.
"Atau ga sekalian aja kirim naga buat jagain gue biar ga ada satu pun cowok yang mau berteman dengan gue ??" tanya nya lagi, layaknya Fiona di film si ogre hijau.
Keempat laki laki yang tak dianggap keberadaannya ini hampir meledakkan tawanya,
"Gue mau ke ruang OSIS guys, lama lama disini gue yang bakal jadi naga nya !" ledek Raka.
"Gue balik duluan lah, ntar gue disuruh keramasin si Rapunzel!" Keanu memakai helmnya dan pamit pada yang lainnya.
"Gue ma Erwan juga pamit deh, ngikut om Kean !!" mereka berdua cari aman.
"Nanti kaya biasa guys basecamp !!" ucap Kean menutup kaca helm full facenya.
Milo mengangguk, " udah marah marahnya ??! yu pulang !!" ajaknya.
Kara menganga, apa dia tidak salah dengar, yang memancing amarah siapa yang dilabeli marah marah siapa !!!
"Ini yang gilakk siapa sih!!" gumam Kara masih terdengar oleh Milo. Pemuda itu terkekeh.
Ia memasangkan helm pada Kara lalu beralih ke miliknya.
Milo mengajak Kara mampir sebentar ke cafe untuk makan siang. Gadis ini kadang heran, bukannya sirik, tapi bukankah lebih baik dan lebih hemat jika makan di rumah.
"Apa tiap hari loe kaya gini?" tanya Kara.
Milo menoleh, keduanya memasuki cafe. Milo tak pernah melepas genggaman tangannya dari tangan Kara, Sepasang anak manusia berseragam putih abu ini memilih tempat duduk yang berada di luar menghadap langsung ke taman cafe.
"Kaya gini, gimana maksudnya?" Milo mengernyitkan dahi.
"Makan diluar, " jawab Kara. Milo mengangguk,Kara duduk melihat betapa sejuknya pepohonan disini, belum lagi kolam air mancurnya, seketika jiwa kekanakannya meronta ronta, jika saja ia tak punya urat malu mungkin ia sudah masuk ke dalamnya dan main air.
"Iya, gue jarang makan di rumah, malah hampir bisa dihitung dengan jari," jawabnya.
"Kenapa? makanan rumah biasanya enak loh, lebih hemat, sehat juga !" jawab Kara.
"Gue tau loe mampu, tapi kan hemat bukan berarti loe pelit !" tambah Kara.
"Kalo gitu loe masakin gue tiap hari, kalo emang makanan rumah seenak yang loe bilang !" jawab Milo.
"Emangnya ibu loe ga pernah masak apa?" tanya Kara sewot.
"Mamah gue udah ga ada, tante Masya ga pernah masak, bibi ada tapi gue jarang di rumah!" jawab Milo. Seketika Kara terdiam, semua pertanyaan dan pernyataan sarkasnya dibungkam oleh jawaban Milo.
"Sorry, gue ga maksud !" Kara menyesal.
"Ga apa apa, gue udah lupa !" jawab Milo, sangat terlihat ia tak ingin membicarakan hal sensitif ini. Ia nampak tak nyaman dan juga ada rasa kehilangan di dalamnya.
Makanan datang, keduanya makan dalam diam. Kara benar benar tak enak hati pada Milo.
"Ra, " ucap Milo. Kara mendongak menatap Milo.
"Sorry soal tadi, gue ga suka aja liat loe deket deket sama cowok lain !" lirihnya.
Gadis ini menatap lekat Milo, bertanya tanya pada dirinya sendiri "Apa mungkin Milo benar benar?? ahhh tidak mungkin !!!" tolak Kara sendiri.
.
.
"Gue balik ya !" Milo mengantarkan Kara sampai ke depan rumahnya. Milo membukakan helm dari kepala Kara,
"Loe simpen aja nih helm, biar gue ga usah bawa bawa helm kemana mana !" ucap Kara.
Kara mengangguk, " hati hati, ga mau mampir ??" tanya Kara, tumben sekali gadis ini menawarkan biasanya juga Milo harus sampai memaksa.
"Gue udah ditunggu yang lain," jawabnya kembali memasang helm full face nya.
Terakhir di balik kaca helm Milo tersenyum pada Kara dan mengacak rambut gadis manis ini. Kara sedikit jinak sekarang. Ia menatap punggung bidang yang semakin menjauh, Kara jadi penasaran dengan kehidupan Milo, sebenarnya Milo adalah pribadi yang baik.
.
.
Paginya, Kara sengaja menyiapkan bekal, bahkan ia melihat tutorial menghias bekal supaya terkihat indah, jika soal rasa Kara tak dapat diragukan lagi, ia sering membantu ibunya di dapur.
"Kira kira si Milo suka ga ya??" gumamnya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Nani Rahayu
cieeeee kara
2024-01-31
2
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
🤭🤭sukaa😍😍
2023-08-18
0
Nayra Apriliani
uji nyaliiii kaleeee🤣🤣🤣🤣
2022-12-20
1