Alien dari Saturnus

Kara menjawab semua tantangan Milo, ia hanya ingin Milo tidak menganggapnya gadis lemah. Ia berbeda dengan anak anak yang selalu Milo tindas.

Kegiatan MOS ini begitu menguras tenaga. Apalagi setelah ini Kara masih harus mengajar les. Begitulah kehidupan, tak ada yang gratis dan enak. Untuk mendapatkan sesuatu dan mencukupi kebutuhan kita harus banting tulang berusaha. Untung saja Allah menyediakan udara untuk bernafas secara gratis, kalau tidak..mungkin dirinya sudah bangkrut saat ini. Dan menghemat bernafas.

Kara belum makan siang, jika harusnya ia sudah pulang dan sedang santap siang, lain halnya hari ini. Gadis cantik ini harus mengikuti semua aturan yang dibuat oleh para senior kurang akhlak ini.

" Laper banget gue, pasti ibu masak sop ayam deh!" gumamnya, membayangkannya saja sudah membuat air ludah Kara memenuhi rongga mulut. Belum lagi keroncong protol yang sudah mengalun indah di perutnya.

Kara segera membereskan apa yang sedang dikerjakannya agar cepat selesai dan bisa pulang. Di luar dugaannya pekerjaan ini susah sekali selesai, belum lagi Milo dan panitia lainnya yang mengawasi.

"Lihat lah gaya angkuhnya," batin Kara mewakili perasaan yang lain. Terang saja hampir dari semua junior ingin mendorong Milo sampai ke dasar jurang, saat yang lainnya sibuk beres beres ia malah anteng duduk manis seperti mandor bangunan di pojokan lapang. Kalau ditangannya sedang memegang air kobokan sambal mungkin sudah Kara siram dari ujung kepala sampai ujung kakinya.

"Mil !!" Raka melemparkan sapu ke arah Milo, refleks sebagai pemain basket handal ia menangkapnya dengan mudah.

"Kerja sana, yang lain pun kerja !!" titah Raka. Tidak ada yang berani menyuruh Milo selain Raka dan ketiga temannya di sekolah ini.

"Males Ka, ahhh !!" jawabnya.

"Kalo loe males mening loe rebahan di rumah loe,"jawab Raka kembali membantu yang lain memunguti sampah plastik.

Otak jahat Milo bekerja begitu mudahnya, memang jika se*tan selalu lewat disaat seseorang memiliki niat jahat untuk memudahkan rencananya. Milo mendekati Kara, ia menyodorkan sapu ke arah Kara.

Gadis itu mendongak " apa?" tanyanya.

"Ntar loe sapuin juga sebelah sana !!" pintanya.

"Loe ga bisa liat apa gimana sih ? gue juga sama lagi kerja disini ! kenapa ga loe aja, tangan gue cuma dua dan badan gue cuma satu. Ga bisa kalo mesti dua dua !" kesal Kara. Heran sebenarnya makhluk tanpa hati apa yang sedang ada di hadapannya ini.

"Gue ga mau tau yang penting beres, mau loe kerja ngebut ataupun bolak balik gantian!!" Kara rasa Milo sudah sangat keterlaluan. Tapi ia bisa apa, saat ini Kara bukanlah pihak yang diuntungkan.

Kara menurut, walaupun bibirnya sudah komat kamit menyumpahi Milo dengan semua kutukan terkejam di dunia. Jika Milo adalah Malin kundang mungkin sekarang ia sudah menjadi batu dan Kara dengan senang hati akan menghancurkannya sampai berkeping keping lalu mencampurnya dengan adukan semen dan pasir.

Kara merasakan lemas dan pusing, ia memegang kepalanya yang sudah mulai oleng. Pandangannya menjadi kabur, sekejap ia limbung dan hilang kesadaran.

Milo yang tadinya tersenyum jahil, dan selalu memperhatikan gerak gerik gadis menggemaskan itu, berlari secepat mungkin menangkap tubuh si gadis.

"Cupu !!!" pekiknya.

Semua pun menoleh dan terkejut dengan pingsannya Kara.

"Ya allah Kara!!" ucap teman temannya.

"Ya allah !!" Raka pun berlari.

"Ini kenapa bisa gini?" tanya Raka menatap tajam pada Milo.

"Shittttt !! pake pingsan lagi," dengan sekali hentakan Milo berhasil membawa tubuh gadis mungil ini, ia menggendong Kara dan membawanya ke ruang UKS. Milo panik bukan main, ia takut kejadian dulu terulang kembali.

"Nah kan, si Milo kena getahnya sendiri !!" gumam Arial.

Raka mengintrupsi agar yang lain segera menyelesaikan pekerjaan, lalu pulang.

"Idihhh ganjen banget pake pingsan segala ! pasti cuma akal akalan aja !!" gumam Moni di dengar Nina. Nina mengeratkan kepalang tangannya di gagang sapu.

Milo menaruh tubuh mungil Kara di atas ranjang UKS, ia panik. Petugas uks melepaskan kaca mata dan melonggarkan sabuk Kara.

Milo terkesiap melihat gadis cantik di depannya, tidak seperti biasanya, bidadari tak bersayap yang ada di hadapannya tengah terlelap dalam pingsannya. Mulutnya yang selalu mengeluarkan sumpah serapah dan omelan pedas level 20 begitu manis dan mungil, berwarna pink.

Raka ikut masuk bersama ketiga lainnya.

"Dia ga apa apa kan?" tanya nya.

"Busettt !! nih cewek cakep juga !!" ucap jujur Arial membuat Erwan dan Keanu mengangguk setuju.

"Mil...loe mesti tanggung jawab, gue ga mau nama sekolah dibawa bawa atas tindakan ga manusiawi loe !" ucap Raka.

"Iya ahhh !!" jawab Milo.

"Ya udah gue nemuin dulu panitia lainnya dan nutup acara dulu," jawab Raka diangguki yang lainnya.

"Loe bertiga ikut gue, loe bertiga masih masuk list panitia !!" Raka menarik kerah baju ketiganya.

"Gue males ahh Ka, lagian yang mau jadi panitia bukan gue !!" tolak Arial.

"Ga ada, loe bertiga ikut gue ke ruang OSIS sekarang !!" titah Raka.

"Iya Ka, bentaran !ga usah tarik tarik elahhh udah kaya anak kucing aja ditarik punggungnya !" keluh Erwan.

Sedangkan si kalem Keanu mengekor Raka.

Petugas uks memberikan minyak kayu putih di depan hidung Kara, perlahan lahan gadis itu mulai bergerak, ada senyuman tersungging di wajah Milo.

Kara mengerjap beberapa kali, berharap yang dilihatnya adalah pangeran dari surga tapi malah pangeran kegelapan, bibirnya berdecak kesal. Gara gara lelaki ini Kara harus sampai pingsan dan masuk uks.

"Loe dah sadar akhirnya !!" ucap Milo mengganti segera air mukanya, yang tadinya panik dan senang tapi kini terlihat biasa saja, malah terkesan angkuh.

"Lemah !!" gumamnya masih dapat terdengar oleh Kara.

Baru bertatap muka saja sudah menyebalkan, Kara hanya berdoa suatu hari nanti ia tak mau mendapatkan jodoh seperti Milo, lebih baik ia lajang seumur hidup.

"Gue kaya gini gara gara loe ya !!" tunjuk Kara, ia mencari cari kacamata nya.

"Kacamata gue mana?" tanya nya celingukan.

"Loe cari ini ?" Milo memegang kacamata milik Kara. Kara hendak merebutnya. Namun, Milo menjauhkannya. Kara berdecak dan mendengus kesal.

"Tuh teh manis diminum dulu !!" pinta Milo yang duduk di kursi samping Kara,

"Loe harus ucapin makasih sama gue,karena dah bawa loe ke UKS, badan loe berat kaya gajah !" desis Milo. Kara mengangkat alisnya sebelah. Besok besok jika harus Milo yang menolong lebih baik biarkan saja tubuhnya tergeletak di lapangan kehujanan kepanasa, sampai ia terbangun dengan sendirinya, daripada harus Milo yang menolong.

"Kalo ga ikhlas ga usah nolongin !! kalo disuruh milih juga meningan ga usah ditolongin, ga ikhlas gue kalo badan gue disentuh sentuh sama loe !" jawab Kara.

Milo menoyor kepala si gadis "Heh peakk !! ga mungkin lah gue biarin loe pingsan di lapangan. Yang ada gue yang diamuk Raka."

"Awww !!! heh be*go !!! ga sopan banget sihhh. Gue tebak pasti loe ga punya cewek kan ! mana ada cewek yang mau sama cowok modelan alien dari saturnus kaya loe!!" sarkas Kara.

" Enak banget ngomong loe, gue tebak juga loe pasti jomblo akut, secara ga akan ada cowok yang mau sama cewek modelan sepeda ontel plus mulut petasan loe ! asal loe tau cewek mah ngantri yang mau sama gue, modelan loe mah jauh dari kriteria gue !!" jawab Milo tak kalah sewot.

"Iya ngantri, ngantri pengen tabok loe !!" dengus Kara.

"Siniin kacamata gue !!" Kara hendak merebut tapi memang Milo memiliki refleks yang sangat tajam, ia menghindar dan malah memasukkan kacamata Kara ke dalam saku celananya.

Raka masuk ke dalam ruangan ini, ia menepuk jidatnya. Milo dan Kara sudah seperti kucing dan guguk. Tak pernah akur.

"Oyy..oyy..udah berantem manja aja !!" ledek Erwan. Ketiga trio libel ini pun ikut masuk sambil membawa tas Milo. Mata Milo dan Kara menajam menatap Erwan.

"Uhh santai bro, sist...!" sela Erwan.

"Nama loe Caramel kan? gimana sekarang, udah baikan kan? " tanya Raka. Kara mengangguk " udah ka, makasih !"

"By the way Kara, gue atas nama panitia ospek meminta maaf sebesar besarnya sama loe atas kejadian ini," ucap Raka.

"Udah baikan lah Ka, loe ga liat apa barusan aja udah bisa sewot gitu !!" ucap Milo menyambar bak petir.

"Bisa diem ga loe, ini juga gara gara loe ya !" sarkas Raka pada Milo membuatnya terdia.

" Rumah loe dimana biar gue anter !" tawar Raka.

"Ga usah ka, gue bisa pulang sendiri !" jawab Kara.

tok..tok..tok...

"Misi kaka kaka," ucap Ayu masuk, degupan jantungnya tak karuan. Bagaimana tidak para senior yang juga the most nya sekolah ini berada disini semua.

"Ya masuk!" jawab Raka

"Kara, ini tas loe, oh ya barusan ponsel loe bunyi."

Kara meraih tas dan ponselnya, ia melihat beberapa pesan di ponselnya.

"Astaga gue udah telat,," Kara segera bangkit dan turun dari ranjang uks, namun karena tubuhnya yang masih lemas ia hampir saja terjatuh lagi jika Milo tidak cepat menangkapnya. Pandangan mereka bertemu.

"Sorry, " Kara segera menjauhkan diri dari Milo.

"Loe mau kemana? loe belum sembuh betul?" tanya Keanu.

"Gue mesti ngajar les anak anak SD !!" jawab Kara.

"Jadi loe ngajar les?" tanya Raka. Kara mengangguk

"Permisi !!" ucap Kara. Namun, Milo manahan tangannya

"Gue anter loe pulang !!" jawabnya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lia Bagus

Lia Bagus

aih udh mulai ada sesuatu nih

2024-09-02

0

daroe

daroe

hahayyy

2023-12-22

3

Alya Sabilatun

Alya Sabilatun

lanjuuut

2023-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 PATUHI KAMI !!
2 Berlian yang tersembunyi
3 Penderitaan dimulai
4 My Name is Caramel not TBC
5 Not Fair !!
6 Alien dari Saturnus
7 Urusan perut nomer 1
8 Gue jelmaan siluman
9 Penindasan Lainnya
10 Pacar adopsi, ga minat
11 Bukan pacar !!!
12 Singa galak jatuh cinta pada domba buruannya
13 Membenci....
14 Gue suka sama loe
15 Adegan hujan
16 Deal !!!
17 Bekal
18 Mas sayang, baby !!!
19 Dukungan bby buat mas
20 Apel malam Kamis
21 Minta restu
22 pertengkaran di perpustakaan
23 gue emang udah gila !
24 Ibu percaya nak Milo
25 Gas brumm brumm !
26 Arena track
27 Sweet moment
28 permintaan maaf
29 Sayang....aku lapar !
30 Seratus ribu kenyang berdua.
31 Putri, Pangeran dan Pengawal
32 Rumus menghalalkanmu
33 Milo yang tak pernah serius
34 Perkenalan Braja Aditama
35 Emosi yang terbawa angin
36 Orang ganteng semuka bumi
37 Jalanan Milik Berdua
38 Hubungan antimainstream
39 Dispensasi
40 Surat Perintah Milo
41 Jemputan Kara
42 Rencana nonton drama
43 Who are you, Juwita??
44 Mandi bareng ??!!!
45 Sepupu Milo
46 Martabak rasa cinta
47 Lelaki Mpok' cecif
48 The power of Caramel
49 Informasi yang belum selesai.
50 BREAK !
51 The power of mother
52 Amarah Milo
53 Tak bisa tanpamu
54 Kepergian Milo
55 Pencerahan Al Kahfi
56 Pindah ke Merkurius
57 Kamu gilakkk..karena kamu !
58 Drama di Taman Kota
59 Hari yang cerah untuk cuaca yang hujan
60 Perkenalan Braja junior
61 Penerus Aditama Company
62 Pahlawan kesiangan
63 Temen kost an se* tan
64 Betina garang masuk club
65 Masa calon CEO, ngutang??
66 Tentang Milo dan Jihad
67 Aku atau hobby yang mundur?
68 Kecewa
69 Harta, Tahta, Wanita..
70 Semangat baby !!!
71 Dinner Romantis
72 Otak cerdas dibalik sikap konyol
73 Drama sinetron murahan
74 Persiapan pesta
75 Tiga gadis bar bar masuk pesta
76 Byurrrr....basah !!
77 Aku ikut...
78 Watch me baby !
79 Arena Balapan Liar
80 Satu kesatuan
81 Urusan mas sayang
82 #Terciduk, muda mudi tepar, mabuk janda & duda
83 BELA NEGARA PART 1
84 BELA NEGARA PART 2
85 Minta maaf ?
86 Hello mr. Armillo
87 Guru Sabl3ng
88 Lambe turah level rengginang apek
89 Resep mujarab
90 Bertemu camer
91 X 4 VS XI IPA
92 Tim pecu*nd@ng
93 Uang pesangon
94 Terbongkar
95 Om Susu
96 Keluarga Bahagia
97 Umpatan om om
98 Sawan kan loe !
99 Sehat jiwa sehat raga, Semangat !!
100 Jalan jalan
101 Taruhan
102 Bakat terpendam
103 Do you miss me?
104 Serigala berbulu domba
105 Sepet sepet ada manisnya
106 Maling teriak maling
107 Primadona baru
108 Otak blasteran jenius dan sengklek
109 Cewek nekat
110 Mengulangi kisah tragis
111 Moonlight club night
112 Amukan Armillo
113 Terimakasih sudah berjuang dan menunggu
114 Surprise gagal
115 Taekwondo
116 Murid nyebelin
117 Kepergok kabur
118 Ikuti kata kataku !
119 Tim heboh
120 Hari pertama camping
121 Jeritan malam yang sebenarnya
122 Akhir acara jerit malam.
123 Belanja bareng partner
124 Borjuis vs dangdut
125 Adik kelas
126 Bintang dadakan
127 Salah memahami
128 Study tour
129 Shot me, jendral !
130 I'M SORRY BABY
131 Kenakalan remaja
132 Barisan para penggemar
133 Pesta perpisahan sekolah
134 Otewe London
135 Aku mau coklat panas
136 Mengawali hari
137 Kenangan Sungai Thames
138 Marahan
139 Menggoda Kara
140 Sama sama bertumbuh
141 Pulang ke Indo
142 Sekali lagi, baby ?!
Episodes

Updated 142 Episodes

1
PATUHI KAMI !!
2
Berlian yang tersembunyi
3
Penderitaan dimulai
4
My Name is Caramel not TBC
5
Not Fair !!
6
Alien dari Saturnus
7
Urusan perut nomer 1
8
Gue jelmaan siluman
9
Penindasan Lainnya
10
Pacar adopsi, ga minat
11
Bukan pacar !!!
12
Singa galak jatuh cinta pada domba buruannya
13
Membenci....
14
Gue suka sama loe
15
Adegan hujan
16
Deal !!!
17
Bekal
18
Mas sayang, baby !!!
19
Dukungan bby buat mas
20
Apel malam Kamis
21
Minta restu
22
pertengkaran di perpustakaan
23
gue emang udah gila !
24
Ibu percaya nak Milo
25
Gas brumm brumm !
26
Arena track
27
Sweet moment
28
permintaan maaf
29
Sayang....aku lapar !
30
Seratus ribu kenyang berdua.
31
Putri, Pangeran dan Pengawal
32
Rumus menghalalkanmu
33
Milo yang tak pernah serius
34
Perkenalan Braja Aditama
35
Emosi yang terbawa angin
36
Orang ganteng semuka bumi
37
Jalanan Milik Berdua
38
Hubungan antimainstream
39
Dispensasi
40
Surat Perintah Milo
41
Jemputan Kara
42
Rencana nonton drama
43
Who are you, Juwita??
44
Mandi bareng ??!!!
45
Sepupu Milo
46
Martabak rasa cinta
47
Lelaki Mpok' cecif
48
The power of Caramel
49
Informasi yang belum selesai.
50
BREAK !
51
The power of mother
52
Amarah Milo
53
Tak bisa tanpamu
54
Kepergian Milo
55
Pencerahan Al Kahfi
56
Pindah ke Merkurius
57
Kamu gilakkk..karena kamu !
58
Drama di Taman Kota
59
Hari yang cerah untuk cuaca yang hujan
60
Perkenalan Braja junior
61
Penerus Aditama Company
62
Pahlawan kesiangan
63
Temen kost an se* tan
64
Betina garang masuk club
65
Masa calon CEO, ngutang??
66
Tentang Milo dan Jihad
67
Aku atau hobby yang mundur?
68
Kecewa
69
Harta, Tahta, Wanita..
70
Semangat baby !!!
71
Dinner Romantis
72
Otak cerdas dibalik sikap konyol
73
Drama sinetron murahan
74
Persiapan pesta
75
Tiga gadis bar bar masuk pesta
76
Byurrrr....basah !!
77
Aku ikut...
78
Watch me baby !
79
Arena Balapan Liar
80
Satu kesatuan
81
Urusan mas sayang
82
#Terciduk, muda mudi tepar, mabuk janda & duda
83
BELA NEGARA PART 1
84
BELA NEGARA PART 2
85
Minta maaf ?
86
Hello mr. Armillo
87
Guru Sabl3ng
88
Lambe turah level rengginang apek
89
Resep mujarab
90
Bertemu camer
91
X 4 VS XI IPA
92
Tim pecu*nd@ng
93
Uang pesangon
94
Terbongkar
95
Om Susu
96
Keluarga Bahagia
97
Umpatan om om
98
Sawan kan loe !
99
Sehat jiwa sehat raga, Semangat !!
100
Jalan jalan
101
Taruhan
102
Bakat terpendam
103
Do you miss me?
104
Serigala berbulu domba
105
Sepet sepet ada manisnya
106
Maling teriak maling
107
Primadona baru
108
Otak blasteran jenius dan sengklek
109
Cewek nekat
110
Mengulangi kisah tragis
111
Moonlight club night
112
Amukan Armillo
113
Terimakasih sudah berjuang dan menunggu
114
Surprise gagal
115
Taekwondo
116
Murid nyebelin
117
Kepergok kabur
118
Ikuti kata kataku !
119
Tim heboh
120
Hari pertama camping
121
Jeritan malam yang sebenarnya
122
Akhir acara jerit malam.
123
Belanja bareng partner
124
Borjuis vs dangdut
125
Adik kelas
126
Bintang dadakan
127
Salah memahami
128
Study tour
129
Shot me, jendral !
130
I'M SORRY BABY
131
Kenakalan remaja
132
Barisan para penggemar
133
Pesta perpisahan sekolah
134
Otewe London
135
Aku mau coklat panas
136
Mengawali hari
137
Kenangan Sungai Thames
138
Marahan
139
Menggoda Kara
140
Sama sama bertumbuh
141
Pulang ke Indo
142
Sekali lagi, baby ?!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!