Sudah senyuman dan kekehan keberapa kalinya dari Milo, sampai sampai teman temannya merasa jika Milo membutuhkan psikiater.
"Sakit nih anak !" sarkas Raka.
"S3 senyum senyum sendiri, kaya yang suka di lampu merah !" timpa Erwan.
"Bukan butuh dokter dia mah, butuh si gula permen !" jawab Keanu.
Seakan mulut nyinyir teman temannya seperti radio yang kresek kresek bagi Milo.
"Saha gula permen? Caramel?" tanya Arial dengan wajah kertasnya alias polos.
"So kertas loe !!" Erwan mengusap kasar wajah Arial.
"Polos sat...!!" jawabnya, menepis tangan Erwan.
"Loe dah tembak Kara, Mil ?" tanya Keanu, saat ini mereka sedang berada di kantin.
"Udah !"
"Uhukkk uhukk...!!" Raka terbatuk mendengar ucapan yang lolos dari mulut Milo. Ia tak menyangka jika tampilan seperti badboy yang terkesan dingin dan urakan ini berani juga menyatakan perasaannya pada seorang gadis, tanpa sepengetahuan keempat cs nya.
"Cowok modelan gembong narkoba begini bisa nembak cewek? gue sih ga yakin!!" ledek Arial.
"Kamvrettt loe ! gue nolak semua cewek bukan berarti gue ga bisa buat nembak cewek !" jawab Milo.
"Tau lah gue yang pengagumnya menuhin gerbong kereta pasar senen!" jawab Arial, ditertawai ketiga lainnya.
Jika masih penuh, mungkin jus jeruk di depannya ini sudah Milo siramkan pada teman teman kurang akhlaknya ini. Sayangnya hati Milo luas seluas lapang bola, sabar sesabar hati bawang putih.
Kara masuk ke kantin bersama Ayu, memesan mie goreng dan segelas es teh.
"Wah wah...pucuk di cinta ulam pun tiba nih !" goda Arial.
Gadis yang sudah memakai lagi kacamatanya ini mendongak melihat seseorang menghampiri mejanya dan Ayu.
"Boleh gabung??" tanya Milo.
"Gas Mil, brumm...brumm...!!" pekik Erwan dari ujung mejanya.
Wajah Kara sudah memerah malu, belum lagi mereka yang sudah menjadi tontonan semua penghuni kantin.
"Mau ngapain lagi sih loe !" tanya Kara sinis.
"Ga cukup apa kejadian kemarin kemarin ? ga cukup apa selalu gangguin gue ampir tiap hari !!" sewot Kara. Wajahnya yang mulai menggembung dan berwarna pink ini tampak lucu menyatu di muka menggemaskannya.
"Ga, sebelum loe terima gue !!" ucap Milo terang terangan tanpa merasa malu.
Mata Ayu membulat ia pun tersedak oleh es teh manis yang sedang ia minum.
"Mil !! bisa gue ngomong sebentar !!" ajak Kara menarik tangan Milo, agar menjauhi keramaian, Kara tak mau jika Milo kembali membuat geger seisi kantin, dengan tingkah nekat yang bisa membuat urat malunya putus.
Senyum lelaki ini tersungging, Kara membawanya ke tempat yang sedikit sepi dari warga sekolah yang melintas.
"Gue mau to the point aja deh, berapa hutang yang harus gue bayar ? biar loe jauh jauh dari hidup gue, dan ga ganggu lagi ?" tanya Kara. Senyum Milo langsung luntur, jadi pikirnya Milo masih mendekati Kara hanya untuk mengganggunya dan gadis ini sungguh benar benar ingin Milo pergi dari hidupnya, bukan Milo namanya jika keinginannya tidak terwujud, dan bukan Milo namanya jika menyerah dengan mudah. Jika memang meminta dengan cara lembut tak bisa, maka Milo akan tetap memintanya dengan paksaan.
"Oke, loe mau bayar utang utang loe sama gue kan?" tanya Milo menantang, ia sedikit menunduk sedangkan Kara mendongak, tubuh mungil Kara terkungkung badan atletis Milo.
Milo memperpendek jarak antara Kara dan dirinya.
"Utang loe bakal lunas kalo loe jadi pacar gue !" bisiknya, kulit mulus Kara meremang, taukah Kara kulit putih mulusnya itu membuat fantasi seseorang naik membumbung ke ubun ubun. Belum lagi aroma Kara yang seperti anak bayi, membuat siapa saja yang dekat dengannya ingin mendusel duselkan hidungnya di tubuh Kara.
"Ga usah deket deket loe bau !!" sarkas Kara mengusir rasa tak nyaman karena degupan jantungnya yang tak beraturan, survei membuktikan degupan jantung yang tak berirama jelas ini, membuktikan jika ia tidak sedang gugup ya.. panik.
"Cih...!!" Milo berdecih, tidak mungkin parfum mahal nya ini hanya mampu bertahan satu jam saja seperti pelembut sachet. Bahkan jika ia mandi dengan rendaman pewangi pakaian satu drum pun, tak akan mengalahkan wangi parfum yang ia pakai walau hanya satu tetes saja.
"Gimana loe mau? kalo ngga ya udah, siap siap loe nerima kenyataan, kalo rumah loe gue sita, karena yang jelas gue bakal lipat gandakan bunganya, gue juga punya buktinya ko !" ancam Milo yang sebenarnya hanya ingin menggertak Kara. Memang bukan tidak mungkin Milo melakukan semua ini, secara kaum borjuis segalanya lancar hanya dengan satu gesekan bank berjalan. Apalah Kara yang hanya kaum bawah membeli dalaman saja buy 1 get 1.
Gila, pemuda ini. Benar benar gila harga makan siang harus dibayar dengan rumah. Lebih baik Kara pingsan saja seharian tak makan jika hanya ada makanan dari Milo. Ia hanya heran apa yang membuat laki laki di depannya ini kekeh ingin menjadi pacarnya, apa lagi Kara?? yang jelas bukan untuk serius, mungkin ia hanya sedang taruhan atau bermain main saja.
"Oke, berapa lama gue harus jadi pacar loe ?" tanya Kara tanpa berbasa basi. Kara hanya ingin penderitaannya segera berakhir.
"6 bulan !" jawab Milo.
"Apa??!! ga mau !!" tolak Kara.
"7 bulan...."
"8 bulan...." terus saja Milo menaikan tempo waktunya.
"Stop...!!! oke 6 bulan !!" Milo berhasil mengacaukan pikiran Kara. Sungguh licik memang, akal bulus si buaya.
"Oke deal ??! " Milo mengulurkan tangannya.
Kara ragu menjabat tangan Milo, apakah keputusannya sudah benar?
Milo menarik tangan Kara, dan menjabatnya, "kelamaan !!"
"Deal!!" Milo tersenyum puas.
Jika dengan cara ini, gue bisa nunjukin perasaan gue, maka loe harus terima.
Milo melihat jam sport di pergelangan tangannya, "oke jam 09.45, kita resmi menjadi sepasang kekasih!!" seru Milo.
Sedangkan gadis berkacamata ini hanya bisa menatap getir hidupnya 6 bulan ke depan. Lihat saja 6 bulan dari sekarang, hidupnya akan sebebas merpati.
Milo menarik tangan Kara, yang pasrah saja.
"Yu, gue duduk disana ya," ijin Kara pada Ayu, diangguki Ayu dengan tersenyum getir. Mie goreng yang sudah dipesan jadi milik Ayu.
"Biar mie goreng sama es teh manis itu gue yang bayar, sekalian sama makanan temen loe !" ucap Milo.
"Duduk, "pinta Milo, membawa Kara duduk bersamanya, percayalah ! Kara seperti sedang dilucuti oleh semua mata penghuni kantin. Rasanya ingin mengereseki saja mukanya.
"Makasih," cicit Kara.
"Aaaa !!!" Milo menyendokkan nasi goreng dan menyodorkannya di depan mulut Kara, jangankan Kara teman temannya saja kebingungan, jin apa yang merasuki Milo.
"Mil, ga usah lebay gitu juga kali ! emang loe ga punya duit buat pesen lagi ya?" tanya Arial.
Raka menghembuskan nafasnya lelah, melihat keterpaksaan Kara, "Ra, loe punya salah apa sih sampe mau maunya di jajah ni makhluk planet mars?" tanya Raka menatap wajah Kara yang mengibakan.
"Salah gue karena terlalu baik sama dia !!" sarkas Kara mendelik sinis, dikekehi teman teman Milo.
"Si@l@n loe, dibilang makhluk mars !!" sarkas Milo, dikekehi yang lainnya.
"Aaa !! tadi bukannya kamu lapar sayang??"
Uhukkk !!! keempatnya terbatuk, tersedak saliva dan air minum.
"Mil !!" Keanu membentak.
"Apa?? tanya aja orangnya !" dagu Milo menunjuk Kara yang berada disampingnya, sambil melahap nasi goreng, yang tadi ia suapkan untuk Kara.
"Ra??!" tanya Keanu dan Raka.
"I..iya..gue pacaran sama Milo," cicit Kara.
"Hah??!!!" keempatnya terbengong, tapi tak lama Arial dan Erwan malah berseru
" Asyikkk peje !!!" heboh keduanya.
"Cafe Storia !!! kuyyy!!" pekik keduanya.
Keanu tersenyum melihat sikap konyol teman temannya, tapi ia yakin Milo tidak akan sampai hati mempermainkan perasaan perempuan, ia paham betul Milo sangat menghargai hati perempuan, mengingat dulu ibunya tersakiti oleh pengkhianatan.
Raka pun melihat mata Milo yang berbinar melihat Kara, sebelumnya ia tak pernah melihat Milo begini setelah kejadian dulu.
"Ekhemmm da kita mah apa atuh,, cuma obat nyamuk merk au au orang utan !!!"ledek Erwan berdehem, memutus eye contact Milo dari Kara.
"Berisik loe !!" Milo melempar Erwan dengan kerupuk di meja.
"Mil, gue balik ke kelas dulu ," lirih Kara berdiri dari duduknya.
"Oke, bentar !" Milo mengeluarkan selembar uang merah
"Nih ! sekalian ma makanan Kara ma temennya tadi," ucap Milo.
"Yu !!"Milo menggenggam tangan Kara, mendadak Kara merasa panas dingin, seumur umur dia tidak pernah disentuh lawan jenis selain ayahnya.
"Mil, apa harus gandengan gini? kaya truk gandeng aja!" omel Kara.
"Gue takut loe jatoh !!" jawabnya tersenyum tanpa dosa.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Lia Bagus
ampun deh ahh si Milo mah ada ada aja 😅
2024-09-03
1
Lia Bagus
kompak bener 🤣
2024-09-03
0
Elizabeth Zulfa
dikira kara bayi zg bru bljr jalan kali ya mangkanya bang Milo takut dia jatoh 🤣🤣🤣
2024-08-16
0