Kara beranjak mengikuti kedua seniornya, antara pasrah dan lelah. Dari belakang saja sudah tampak seperti nene sihir apalagi dari depan??
"Gue mau langsung to the point aja deh, gue minta loe jauhin Milo ataupun Raka!" ucap Nina mengintimidasi.
Astaga kayanya nih cabe cabean minta di terongin. Kara menghirup nafas rakus dan membuangnya, ia sangat sangat malas terlibat dengan masalah percintaan bak pungguk merindukan bulan. Si pungguk yang cinta mati ini menginginkan bulan yang cuek bebek bak KRL lewat yang ga berenti buat lirik kanan kiri.
" Gini deh kak, kalo kaka mau Milo sama Raka jauhin saya, kenapa ga bilang aja sama mereka. Lagipula saya akan sangat berterimakasih sama kaka jika kaka mampu membuat Armilo menjauhi saya," ucapan adalah do'a dan untuk saat ini itulah do'a Kara.
"Belagu banget nih anak !" sewot Moni.
Moni yang sedang minum, minuman kotak ini langsung memencet kotaknya ke arah Kara. Sontak saja Kara langsung terjengkat kaget dengan perlakuan kedua seniornya. Nina tersenyum melihat pembelaan temannya ini.
"Satu lawan dua, saya rasa tidak cukup adil. Ditambah kalian berdua adalah senior dan anggota OSIS yang harusnya memberikan contoh yang baik," Kara tidak menyertakan emosinya. Namun sepertinya karena ucapan Kara yang sebagian besarnya fakta menjadikan keduanya terlanjur malu dan marah.
Nina menggebrak tembok samping Kara dengan keras, "Heh ! loe itu anak baru disini jadi ga usah ngeselin sama cari gara gara, dikasih tau malah ngeyel. Lagipula Milo ga mungkin suka sama loe yang CUPU !!" ucap Nina di depan wajah Kara. Kara bukannya takut, hanya saja ia malas meladeni cewek cewek modelan gagal move on dan gagal paham begini.
"Terimakasih atas sarannya, masih ada kah yang mau kaka sampaikan. Soalnya baju saya basah di siram air sirup barusan," ucap Kara memendam kesal. Ia hanya bisa menekan egonya sampai ke dasar palung hati yang paling dalam.
"Cabut Mon," ajak Nina.
Ayu yang melihat dari balik pintu hanya bisa diam melihat perlakuan kaka kelasnya pada teman barunya ini. Ia lalu memberikan satu bungkus tissue pada Kara.
"Ra, sebaiknya dibersiin pake air dulu ke toilet, takutnya susah ilang nodanya," ucap Ayu.
Kara tersenyum, ia sangat paham melalui sorot mata Ayu. Jika temannya ini mengkhawatirkannya.
"Gue ga apa apa, yu..udah biasa gue diginiin dari dulu," jawab Kara tegar.
"Yu gue anter !"
Dari kejauhan Arial dan Erwan yang baru saja kembali dari lapang basket melihat kejadian tersebut.
"Sadis juga tuh cewek cewek, kayanya mau jadi the next Milo," kekeh keduanya duduk di bangku.
Milo, Keanu melihat keduanya. Sedangkan Raka sedang berada di ruang OSIS.
"Siapa?" tanya Keanu.
"Tuh cewek dua, tuyulnya Raka. Cewek yang selalu jadi buntutnya Raka, yang kalo ada Milo mesem mesem sendiri kaya pasien RSJ," jelas Erwan.
"Nina maksud loe ?" tanya Keanu lagi.
"Yoi, siapa lagi bareng si Moni."
Keduanya terkekeh seakan melihat kejadian lucu, "gue rasa ya, ini ada hubungannya sama Milo. Kita kan tau si Nina klepek klepek sama ni bocah !!" jawab Arial menunjuk Milo dengan dagunya.
Milo yang mendengar kejadian tersebut mengepalkan tangannya. "Ngapain loe berdua bawa bawa nama gue ?" sewotnya.
"Iya lah udah pasti tuh si Nina labrak si Kara gara gara dia deket sama loe, padahal mah loe nya aja yang gangguin terus si Kara !! iya ngga wan?" Arial meminta suara Erwan.
"Jadi si Kara yang di labrak?" tanya Milo tercekat sampai berdiri.
"Weits ! santai aja dong mas bruh, ga usah ngegas gitu kaya abis minum soda! iya tadi si Kara sampe disiram minuman sama si Moni !" jawab Erwan santai menatap ponselnya, mabar online dengan Arial. Milo langsung beranjak dan keluar dari kelasnya.
"Dihhh tuh anak kenapa? kesambet?" bingung Arial.
Kean memperhatikan gelagat aneh Milo, "kesambet panah asmara si Kara !!" jawabnya.
"Whattt??!!! yang bener loe?? ga mungkin !!" pekik Erwan. Ia sampai mempause kan gamenya sejenak.
"Aneh tau ga, orang lain ga boleh bully si Kara, lah apa kabar sama dia yang ngerjain tuh bocah sampe pingsan !!" ucapan Arial memang benar adanya.
"Si Raka mana sih?? gue kangen !!" ucap Erwan.
"Paling mojok di ruang OSIS sama pak Dahlan !" jawab Keanu, ketiganya tertawa lepas. Pak Dahlan adalah guru killer sekaligus pembina OSIS.
Langkah besarnya ia percepat, menuju kelas Kara. Namun baru sampai setengahnya, matanya menyipit melihat orang yang dia cari baru keluar dari toilet dan mengusap usap baju seragam putihnya. Seragam putih abu yang baru 2 hari dipakai sudah harus ternodai oleh sirup buah.
"Udah Ra, jangan terlalu basah..ntar daleman loe keliatan !" ujar Ayu diangguki Kara.
"Ra ! loe ga apa apa kan?" tanya Milo, menarik tangan Kara tiba tiba. Baik Kara maupun Ayu sama sama terkejut dengan kehadiran Milo. Darimana pemuda ini datang, apa dia memiliki pintu kemana saja milik doraemon.
Kara menghempaskan tangan Milo kasar, ia berfikir penderitaannya ini tak akan terjadi jika ia tidak mengenal dengan Milo.
"Lepas ! ga usah so so perhatian sama gue, gue ga apa apa ! loe buat gue pingsan aja gue masih idup ko, apalagi cuma disiram, dibentak dan di dorong doang !!!" jawab Kara. Ayu menunduk tak berani, mata keduanya menyorot tajam, jika sampai Ayu angkat bicara bisa bisa ialah yang dijadikan samsak tinju keduanya.
"Gue tulus perhatian sama loe, siapa yang udah ngelakuin itu sama loe ?" tanya Milo masih menyorot tajam namun, bercampur rasa khawatir.
"Mau apa? mau jadiin mereka pasukan loe, buat bully gue ?" tanya Kara kesal, ia lantas pergi ke kelas duluan.
"Permisi kak," ucap Ayu berlari menyusul Kara.
Istirahat kali ini Kara tak menepati janjinya untuk datang ke kantin, lagipula toh sekarang hidupnya sudah tidak akan damai. Kemarin Milo, hari ini Nina dan Moni, besok siapa lagi yang akan membullynya ?
"Si cupu cari perkara ini, padahal udah dibilangin kalo istirahat ke kantin !!" kesal Milo, setengah uring uringan.
"Loe kenapa sih Mil, Kara dateng loe bikin dia kesel, giliran Kara ga dateng loe sendiri yang kesel !" kritik Arial, ia sudah lelah melihat Milo yanh seperti kehilangan arah, yang gelisah seperti anak ayam kehilangan induknya.
"Jangan bilang loe mulai suka ma si Kara !!" ucap Kean menyeruput minumannya. Raka datang, " hay guys, dah lama ?" tanya nya ikut duduk.
"Ka, meningan loe bilangin deh sama anak buah loe. Tindakan mereka tuh ga mencerminkan sikap anak OSIS, yang notabenenya adalah wadahnya para siswa untuk mengemukakan pendapat dan keorganisasian siswa agar bisa berkreasi !!" jawab Milo. Raka bingung apa yang sudah terjadi yang ia tak tau.
"Tunggu bentar, ini ada apa ya dan anak OSIS yang mana?" tanya Raka. Erwan menceritakan semuanya pada Raka.
"Kalo memang begitu faktanya, oke ! gue pasti bakal nindak tegas anggota gue, dan loe juga Mil.. stop untuk gangguin Kara !!" jawab Raka.
.
.
"Ra, loe ga ke kantin?" tanya Ayu.
Kara sudah tak mau, hari ini moodnya benar benar hancur. Dan tak ingin menambah kehancurannya lagi.
"Males yu, lagian mau apa lagi coba kesana? mau nurutin ataupun engga, tetep aja setiap harinya hidup gue diusik dan dibully !!" ucap Kara menenggelamkan kepalanya di lengannya di atas meja. Kara beranjak dari duduknya, sebaiknya ia pergi ke perpus, sepertinya berteman dengan buku buku lebih menyenangkan.
"Gue ke perpus dulu yu," pamit Kara.
"Kara !!!" pekik Milo. Baru kali ini pemuda itu memanggil nama Kara dengan namanya, tanpa ada embel embel menghina.
"Stop! gue udah ga mau lagi deket deket loe, gue ga mau lagi dilabrak orang hanya karena mereka yang tergila gila sama loe, hidup gue aja udah cape..gue ga ada waktu, hati dan tenaga buat layanin dan ngurusin orang orang kaya kalian!!" Kara benar benar sudah lelah dan tak mau mengikuti semua permainan Milo.
"Sorry, jika itu semua karena gue. Berhubung karena gue baik. Gimana kalo sekarang gue angkat loe jadi pacar adopsi, gue angkat loe jadi pacar gue ! gimana bagus kan ide gue?? biar loe ga di bully orang lagi !!" tawar Milo.
Ya Allah cobaan apalagi dari pemuda yang otaknya kurasa tertukar dengan otak patrick star ini.
"Gue ga minat, makasih !!" jawab Kara, yang tadinya kesal Kara malah jadi ingin tertawa, pacar adopsi??? sungguh konyol sekali, jika dulu mengadopsi itu anak sekarang pacar pun bisa mengadopsi. Kara ingin pergi saja dari hadapan saudara kembar masha and the bear ini,
"Oke..oke...kalo ga mau ga apa apa, tapi seenggaknya loe bilang kalo loe di bully orang," ucap Milo.
Tak tau keberanian, kenekatan dan kebodohan dari mana yang merasuki Milo, hingga ia dengan mudahnya mengajak Kara untuk menjadi pacarnya, alias pacar angkatnya. Otaknya benar benar minta diajak liburan keluar negri entah minta di pukul dengan palu thor...
"Oke gue bakal bilang, gue di bully sama loe,sama cewek cewek loe !! puas ??!!" Kara mendorong Milo untuk membebaskan jalannya menuju perpustakaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 142 Episodes
Comments
Lia Bagus
bisa Bae modusss
2024-09-03
0
daroe
wadadawww
2023-12-23
2
Alya Sabilatun
seruuu
2023-12-10
1