BAB 11 : Sarah dan the black robe

Besoknya Nadia terbangun jam empat pagi lantaran terlalu Lelah karena si jubah hitam terus datang di alam mimpi maupun di dunia nyata dan sekarang si jubah hitam atau the black robe julukan yang Nadia berikan, ada di hadapannya kali ini ia membawa palu berwarna silver di tangan kiri dan jam waktu kecil di tangan kanan.

Wajahnya di tutupi tudung hitam yang ia kenakan. Nadia terbungkam ia menoleh ke samping kanan melihat Ibunya yang tertidur pulas di atas karpet lantai, seolah Nadia ingin mengeluarkan satu ucapan tapi mulutnya rapat seperti di lem.

“Nadia Sabrina,” setelah mengatakan itu the black robe berubah menjadi kucing berwarna hitam, setelah itu ia menghilang entah kemana.

“Gua pasti kurang tidur. OMG.” Guman Nadia yang mulai meracau tak jelas.

Waktu menujukan pukul delapan pagi Nadia di gantikan pakaiannya dengan kaus dan celana kolor berwarna biru oleh Ibunya, “kalo gini 'kan gak kaya orang penyakitan.” Ucap sang Ibu.

Setelah itu wanita tersebut menyisiri rambut anaknya yang sedang bermain ponsel, tiba-tiba Sarah temannya datang menjenguk bersama Ibunya karena Ayahnya sedang ada tugas dinas.

“Nadia!” ucap Sarah.

“Eh Sarah.” Balas Nadia ramah.

“Gimana keadaan lu?” tanya Sarah, “bekas operasi gua masih sakit.” Ujar Nadia.

Mereka mengobrol bersama di saat waktu yang tepat Nadia memberi isyarat pada Sarah apa masalah sebenarnya yang sedang menimpa dirinya.

Sarah mengaggukan kepala mengerti ia menyentuh tangan kanan Nadia dan mulai mencari tahu masalah yang sedang menimpa Nadia.

 Dalam waktu sekejap Sarah tahu apa yang sebenarnya terjadi dari penari, si Jepang, dan jubah hitam.

“Nanti gua kasih tahu lewat chat WA,” Nadia mengangguk paham apa yang dikatakan sahabatnya.

“Eh ngomong-ngomong anak lu pada kemana Pauline ama Hellene.” Ucap Nadia dengan berbisik sedangkan Ibu dari kedua gadis tersebut sedang asyiknya bercakap tanpa peduli dua gadis itu.

 Biar sedikit di jelaskan disini kalo sebenarnya Sarah sudah memiliki seorang anak hantu dari hasil hubungannya dengan Hantu Belanda yang bernama Kapten Rudolf johanes van der zind, Sarah menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan suaminya di Surabaya saat diajak sang Ayah untuk ke rumah sang nenek yang memang ada di surabaya.

Besoknya Sarah di ajak berwisata bersama sepupu dan pamannya ke makam peneleh di Surabaya, Sarah yang tak menyadari jika dirinya ketempelan ia hanya merasa lengan kirinya sakit tanpa mau cerita kepada Ayahnya atau kerabatnya. Sarah juga pernah cerita ia di ikuti oleh si jubah hitam sebelum bertemu dengan kapten Rudolf mungkin the black robe membawa pesan.

Sarah juga jarang bercerita karena mengerti keadaan Ibunya yang sibuk sebagai seorang perawat, sedangkan Ayahnya sebagai polisi.

Sarah hanya akan cerita jika kedua orangtuanya berhasil membuatnya terpojok. sama seperti Nadia Sarah juga memiliki kemampuan indigo atau indera keenam dari lahir orangtuanya awalnya juga tak tahu soal ini sama seperti Nadia, soal bagaimana Pauline dan Hellene bisa lahir karena Sarah menjalankan kehidupannya lewat waktu dan dimensi yang berbeda saat ia tidur dan arwahnya di tarik keluar dari raganya dan menjalankan aktivitasnya di waktu lampau atau kolonial.

Sarah belum menceritakan semua ini dengan orangtuanya karena ia tahu kebahagiaannya sudah ia temui karena selama ini Sarah merasa kesepian hanya bersama kKakak dan neneknya saja di rumah saat kedua orang tuanya sedang bekerja, Kakaknya sama sekali tak punya kemampuan indigo hanya Sarah saja.

“Nad, gua pulang nanti gua jelasin semua lewat WA.” Nadi mengagguk sebagai jawabannya, Sarah tersenyum lalu melepaskan gengaman tangan sahabatnya, setelah pamit dengan Nadia dan Ibunya.

“Aku pulang ya Tante, asallamualaiku.” Ucap Sarah setelah Ibunya berpamitan. “walaikumsallam hati-hati,” kata Ibunya Nadia. Sarah dan Ibunya pulang. Nadia senang ia di bawakan makanan favoritnya oleh Sarah.

Nadia belum istirahat hanya memainkan ponselnya padahal sudah jam istirahat seharusnya waktunya ia istirahat karena tak sabar menunggu pesan dari Sarah lewat Whatsaap soal yang ingin ia jelaskan, sudah dua jam menunggu ternyata Sarah belum membalas pesannya Nadia putuskan untuk tidur saja.

Baru juga ia ingin menidurkan dirinya di atas brankar ternyata pnselnya berbunyi menandakan Sarah sudah mengiriminya pesan.

Nadia banyak bicara lewat WA bersama Sarah, dan sahabat dekatnya di sekolah. Sebelum menutup ponselnya Nadia sedikit terkejut dengan pesan yang di jelaskan oleh Sarah lantaran yang ia jelaskan soal the black robe.

Nadia dengan pasrah menaruh ponselnya di nakas samping brankar lalu menidurkan dirinya di atas brankar ia mentap langi-langit kamar sambil menunggu matanya terpejam tak lama ia membuka matanya kembali lantaran di langit-langit ia lihat seorang wanita sedang mengenakan pakaian perawat sedang merangkak di langit atas sontak Nadia berteriak histeris membuat sang Ibu dan pasien di samping dan di depannya yang hanya di batasi tirai gorden yang sedang istirahat ikut terbangun.

Ibunya yang ada di kamar mandi datang menghampirinya. “Kamu kenapa, Nadia?!” Nadia hanya mengeleng sebagai jawabannya, “Kenapa, Neng?” tanya Ibu yang berumur di hadapannya.

 “Tahu ini...” Jeda. “Ya udah kamu tidur aja, ini minum dulu obatnya.” Nadia menganggukan kepala sebagai jawabanya. Ibunya meminumkan obat kepada Nadia agar rasa sakit bekas operasinya cepat membaik, sehabis itu Ibunya dengan penuh kasih menyelimuti Nadia, karena efek obat Nadia akhirnya terlelap.

Episodes
1 PROLOG
2 Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3 Operasi usus buntu
4 Sebuah ilusi saat koma
5 lucid dream atau pertanda 2
6 Lucid Dream saat koma
7 Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8 BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9 BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10 BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11 Tersadar dari koma
12 BAB 11 : Sarah dan the black robe
13 BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14 BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15 BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16 BAB 15 : Masa lalu Raisa
17 BAB 16 : Masa lalu Raisa
18 BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19 BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20 BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21 Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22 Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23 Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24 Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25 Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26 BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27 BAB 26: Pemantapan Materi
28 BAB 27: Rencana
29 BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30 Ritual Pernikahan
31 Rencana memiliki anak
32 Cinta yang Sulit
33 Hantu Belanda Yang Posesif
34 Teman-teman Hanson
35 Gosip terbaru
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 akhir
63 EPILOG
64 Extra part
65 Sequel nya
Episodes

Updated 65 Episodes

1
PROLOG
2
Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3
Operasi usus buntu
4
Sebuah ilusi saat koma
5
lucid dream atau pertanda 2
6
Lucid Dream saat koma
7
Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8
BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9
BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10
BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11
Tersadar dari koma
12
BAB 11 : Sarah dan the black robe
13
BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14
BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15
BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16
BAB 15 : Masa lalu Raisa
17
BAB 16 : Masa lalu Raisa
18
BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19
BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20
BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21
Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22
Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23
Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24
Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25
Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26
BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27
BAB 26: Pemantapan Materi
28
BAB 27: Rencana
29
BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30
Ritual Pernikahan
31
Rencana memiliki anak
32
Cinta yang Sulit
33
Hantu Belanda Yang Posesif
34
Teman-teman Hanson
35
Gosip terbaru
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
akhir
63
EPILOG
64
Extra part
65
Sequel nya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!