Operasi usus buntu

Hari ke tiga Nadia memilih memainkan game di ponselnya karena hari ini Dokter Ridwan rullah akan memeriksanya dan saat Dokter Ridwan menghampirinya, Ibunya berdiri dari kursi di sampingnya dan Nadia memberikan ponselnya kepada Ibunya.

Nadia tak terlalu memperhatikan Dokternya jadi ia tak melihat Dokternya tampan atau tidak.

"Nona Nadia Sabrina, maaf boleh di angkat bajunya saya ingin memeriksa perutnya,” kata Dokter Ridwan. Ibunya Nadia yang melakukannya.

Sampai akhirnya Nadia mengeluh kesakitan saat perutnya di tekan sedikit oleh dokter itu di bagian bawah pusar sebelah kanan, “usus buntu ini Bu.” Sang dokter.

“Harus di operasi,” lanjut sang dokter.

“Jadi kapan Dok, bisa di operasi?” tanya sang Ibu.

“Mungkin nanti malam jam empat pagi, jadi mulai jam sebelas harus puasa ya.” Ucap dokter Ridwan setelahnya keluar kamar para pasien.

“Nadia-Nadia ada aja kamu,” Ujar Ibunya.

Nadia membaringkan diri sambil menatap langit-langit entah mengapa hatinya mulai jatuh cinta pada laki-laki berambut pirang yang ada di mimpinya waktu itu.

“Huft.” Nadia menghembuskan nafas dalam-dalam.

Malam harinya Nadia mengecheck ponselnya dan meminta sang Ibu memberikannya roti sobek rasa coklat ia makan dengan lahap entah karena kesal atau Lelah dengan semua ini ia makan sebelum jam sebelas malam.

Setelah makan roti jam sembilan malam ia merebahkan diri di brankar rumah sakit tidur sambil mendengarkan music lewat youtube. Nadia kembali membuka matanya saat baru lima menit memejamkan mata ia melihat sekeliling nampak hening.

“IBU!” panggil Nadia menoleh kesana-kemari tak ada siapapun termasuk di sampingnya yang juga tempat pasien di batasi dengan tirai.

Seolah hanya ada barang rumah sakit dan tidak ada manusia satu pun kecuali dirinya, sampai di hadapannya ada tirai pembatas jadi ia putuskan turun dari brankar rumah sakit untuk membuka tirai itu.

Tangannya gemetar saat membuka tirai pembatas berwarna biru di depannya.

“IBU!” panggil Nadia kepada Ibunya seperti melihat bayangan seseorang berdiri di hadapannya.

Saat tangannya membuka tirai pembatas ia melihat mendiang Ayahnya yang wajahnya pucat, matanya tanpa berkedip, dengan menggunakan seragam Polisi.

 “A-yah. Ayah.” Nadia tersenyum lalu berlari untuk mendekap Ayahnya ke dalam pelukannya, ini pertama kali ia bermimpi sang Ayah.

Waktu Ayahnya meninggal dua tahun lalu. “Ayah aku capek, aku mau ikut ayah.” Nadia melepaskan pelukannya sambil menggenggam erat tangan Ayahnya yang dingin seperti sebongkah es.

“Belum saatnya kamu ikut saya," Ucap sang Ayah sambil membelai lembut kepala Nadia.

“Apa maksud Ayah?” tanya Nadia.

“Hidupmu, masa depanmu masih Panjang, dan masih banyak orang yang membutuhkanmu. Terutama anggota keluarga kita...,” kata sang Ayah bibirnya yang putih pucat tersenyum dan tangannya masih setia membelai kepala Nadia.

“Tapi aku capek yah, selalu di musuhin mulu ama temen sepergaulanku_hiks_hiks_aku pengen ikut Ayah_hiks_ada banyak_hiks_kesakitan_hiks_dan kesedihan disini_hiks.” Nadia dengan terisak-isak menangis.

“Anakku bukanlah seorang yang lemah jangan menangis, sekarang kamu sudah dewasa!” ucap sang Ayah yang datang ke mimpinya.

“Kamu punya indra keenam akan ada keluarga dan orang lain yang butuh bantuanmu, Ayah cuman pesan satu lindungi Ibu dan Adikmu, Defani.” Pesan Ayahnya yang masih membelai kepala Nadia.

 “Hiks...hiks...Hiks.” Nadia kembali memeluk Ayahnya sambil memejamkan mata dan tak lama Ayahnya menghilang begitu saja di gantikan dengan keheningan.

“AYAH!!” panggil Nadia kepalanya menoleh kesana-kemari tak lama ia kembali terisak-isak karena tak mendapati sang Ayah.

“Nadia!!” Ibunya membangunkannya di jam empat pagi, “kamu kenapa? Hem." Sang Ibu heran melihat anak gadisnya seperti habis menangis, Nadia langsung memeluk sang Ibu dan menangis di hadapan dua orang perawat satu perempuan dan yang satu laki-laki yang membawa kursi roda.

“Udah ayo operasinya mau dimulai.” Nadia mengangguk patuh ia bangun dari brankar rumah sakit di bantu Ibunya untuk duduk di kursi roda dan memindahkan kantung infusnya di gantungan infus kursi roda, sepanjang perjalanan menuju ruang operasi Nadia di temani Ibu juga dua perawat tadi.

Matanya sambil melihat sekeliling nampak sepi tanpa adanya manusia, tetapi banyak para hantu dimana-mana.

 Nadia diam tatkala seorang anak kecil menyapanya dalam wujud hantu, tetapi di abaikan oleh Nadia.

Sesampainya di dalam ruang operasi Nadia memakai baju pasien kemudian di suruh melepas celana dan hanya menyisakan celana dalam saja, untuk menunggu giliran di opersi gadis itu di suruh pindah dari kursi roda untuk membaringkan diri di brankar yang lain dan sudah di siapkan.

 Waktunya di operasi ia memasuki ruang operasi dan melihat para tim medis sudah siap Nadia di suntikan sesuatu di infusnya perlahan rasa kantuk mulai menyerang dan saat itulah operasi di mulai.

Terpopuler

Comments

Devan Dhina

Devan Dhina

opo iki

2020-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3 Operasi usus buntu
4 Sebuah ilusi saat koma
5 lucid dream atau pertanda 2
6 Lucid Dream saat koma
7 Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8 BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9 BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10 BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11 Tersadar dari koma
12 BAB 11 : Sarah dan the black robe
13 BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14 BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15 BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16 BAB 15 : Masa lalu Raisa
17 BAB 16 : Masa lalu Raisa
18 BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19 BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20 BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21 Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22 Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23 Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24 Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25 Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26 BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27 BAB 26: Pemantapan Materi
28 BAB 27: Rencana
29 BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30 Ritual Pernikahan
31 Rencana memiliki anak
32 Cinta yang Sulit
33 Hantu Belanda Yang Posesif
34 Teman-teman Hanson
35 Gosip terbaru
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 akhir
63 EPILOG
64 Extra part
65 Sequel nya
Episodes

Updated 65 Episodes

1
PROLOG
2
Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3
Operasi usus buntu
4
Sebuah ilusi saat koma
5
lucid dream atau pertanda 2
6
Lucid Dream saat koma
7
Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8
BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9
BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10
BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11
Tersadar dari koma
12
BAB 11 : Sarah dan the black robe
13
BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14
BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15
BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16
BAB 15 : Masa lalu Raisa
17
BAB 16 : Masa lalu Raisa
18
BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19
BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20
BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21
Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22
Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23
Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24
Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25
Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26
BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27
BAB 26: Pemantapan Materi
28
BAB 27: Rencana
29
BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30
Ritual Pernikahan
31
Rencana memiliki anak
32
Cinta yang Sulit
33
Hantu Belanda Yang Posesif
34
Teman-teman Hanson
35
Gosip terbaru
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
akhir
63
EPILOG
64
Extra part
65
Sequel nya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!