Nadia membuka matanya saat layar film yang memperlihatkan tentang kehidupan Raisa dulu dimulai.
Nadia langsung meneteskan air mata bagaimana tidak yang ia lihat di layar Raisa sahabatnya sedang disiksa oleh neneknya, wanita paruh baya itu berteriak-teriak sambil menuju kamar yang di tempati oleh Raisa dan Ibunya.
Kemudian mengambil baju-baju Raisa dan mengemasinya ke dalam tas kecil milik Raisa, anak kecil itu berteriak memohon pengampunan dari neneknya sambil menangis di kakinya.
Setelah itu wanita itu menarik lengan kecil anak malang tersebut dengan tangan sebelah membawa tas milik Raisa lalu menghempaskan tas dan tubuh Raisa ke teras rumah.
“EH ANAK H*R*M SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH SAYA.” Setelah itu wanita yang memakai daster berwarna hijau didominasi gambar kembang-kembang tersebut masuk dan menutup pintu, hanya meninggalkan anak malang itu diluar dengan keadaan menangis.
“Nenek tolong aku nanti mau kemana, hiks…hiks.” Raisa mengetuk pintu sambil menangis tanpa ada jawaban dari dalam rumah.
Saat itu Ibunya yang bernama sinta lagi tidak ada di rumah, Sinta hari ini pulang telat entah kemana wanita tersebut apa mungkin masih banyak pekerjaan.
Anak malang tersebut bangkit lalu mengambil tasnya dan mengembloknya di punggung setelahnya melangkah pergi meninggalkan kediaman nenek dan Ibunya, entah mau kemana ia malam-malam tanpa arah dan tujuan.
Raisa sangat Lelah dengan tubuh yang lemas dan perut yang lapar ia melihat pos ronda yang sudah sedikit jauh dari rumahnya, ia sedikit bersyukur dengan senang hati ia duduk di pos ronda yang nampak sepi.
Anak malang itu juga takut sendirian jadi ia duduk lalu mengeluarkan isakan kecil dan tak lama ia menutup mata berharap rasa lapar di perutnya hilang.
Sinta amat marah saat ia tahu bahwa anak kesayangannya telah di usir oleh Ibunya jadi ia memutuskan untuk mencari putri kecilnya sendiri tapi tak lama tangan kanannya di Tarik oleh seorang pria yang terlihat lebih tua dari Sinta memaksa wanita itu untuk naik ke mobil Bersama.
“Sinta tolong hilangkan ego kamu kita cari anak kita sama-sama.” Sinta hanya bisa pasrah dan memasuki mobil menuruti pria yang sudah menghancurkan masa depannya.
“Ibu kamu itu gimana? Pake acara ngusir anak saya segala, awas aja kalo sampai terjadi sesuatu sama Raisa liat aja apa yang akan saya lakukan sama kamu dan Ibu kamu!!!” ancam pria yang ber-jas hitam sambil menyetir mobilnya.
Nadia berasumsi bahwa pria berjas hitam dengan pakaian elit itu adalah Ayah biologis Raisa, karena dilihat dari wajah keduanya yang tampak mirip.
Pria itu menggunakan ponselnya, “Hallo kamu bisa cari anak saya, fotonya sudah saya kirim.” Ujar pria ber-jas hitam yang Nadia tidak tahu Namanya.
Setelah dari telephone pria itu memasukan kembali ke dalam saku jasnya, sejenak melihat ke samping dan menghadap ke depan lagi.
Rupanya Ibunya Raisa memalingkan wajahnya ke samping mobil. Nadia mendengar kicauan dari Ibunya seperti Alarm membangunkannya dan secara otomatis drama bioskopnya tentang kehidupan yang di ceritakan Raisa bersambung.
“Nadia!!! bangun udah sore mandi udah mau magrib!!” Ibunya mulai membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipinya. Nadia bangun dengan terbatuk-batuk sambil memegang lehernya.
“Ya ampun Nadia!” sang Ibu sedikit terkejut lantaran di leher kanan anak gadisnya ada bekas seperti luka yang menghitam.
“Ini kamu lehernya kenapa?” tanya sang Ibu yang melihat leher anaknya.
“Ini...” Nadia gugup lantaran tak tahu alasan apa yang harus diutarakan pada sang Ibu.
“Nadia gak ada yang kamu sembunyiinkan dari Ibu.” Ucap sang Ibu sambil memegang kedua pundak Nadia kemudian raut wajahnya nampak serius yang membuat Nadia seolah menelan salivanya.
Gadis itu langsung berfikir keras alasan apa yang ia akan utarakan pada Ibunya karena tak mau menyeret Ibunya dalam masalah biarkan ia akan coba selesaikan sendiri terlebih dahulu.
“Nadia kamu denger Ibu ‘kan?” ulang Ibunya sekali lagi.
“Aku...Aku pake skincare tapi lama-lama gatel dan berubah kaya koreng, terus aku klotekin aja bu jadi gini.” Ucap Nadia yang sepertinya masuk akal.
“Kalo gak cocok berhenti pemakaiannya yang ada kulit kamu malah rusak, masa masih muda udah rusak kulitnya.” Nasihat sang Ibu, Nadia membalasnya hanya mengaggukan kepala tanda mengiyakan.
“Ya udah Ibu mau ke bawa, kamu mandi malam belajar soalnya senin kamu UN.” Lanjut wanita itu yang membelai rambut Nadia dan bangkit berdiri dari kasur untuk keluar kamar.
Setelah kepergian Ibunya Nadia segera turun dari kasurnya untuk menuju cermin yang ukurannya selututnya untuk melihat bekas luka hasil karya hantu sial itu.
Nadia melihat bekas luka yang menghitam sedikit memanjang di bawah dagu samping telinga kanan.
“Raisa lu dimana?! please selesain urusan lu!! dan jangan ganggu hidup gua lagi!” ujar Nadia dengan Nada sedikit membentak dan kesal.
“Raisa sekali lagi gua minta ama lu!! selesain...” Ucapan Nadia terputus tatkala perutnya sangat sesak seperti dililit dengan ikat pinggang tangannya memegang perut saat melihat ke cermin terlihat Raisa sedang memeluknya dari belakang.
“Woy!! Bocah gak lucu!! Raisa lepasin gua!!” Nadia marah lantaran Raisa semakin melilit pinggangnya. Gadis tersebut menjatuhkan dirinya ke lantai dan memojokan dirinya ke tembok perlahan rasa lilitan di perutnya berkurang.
Gadis berparas manis tersebut bangkit dan langsung tergejolak kaget sambil membekap mulutnya agar tak berteriak saat ia melihat cermin dengan tulisan berdarah, isi tulisan berdarah tersebut.
“Kak Nadia setelah aku selesai cerita, aku minta satu hal temuin mama sama papa aku. Ada yang aku ingin sampaikan aku cerita lewat mimpi adalah sebagai bukti biar mama sama papa aku percaya.” Setelah Nadia membacanya secara ajaib tulisan di cermin yang berlumuran darah tersebut pelan-pelan menghilang, gadis yang berusia lima belas tahun itu menyingkapkan diri ke pojok tembok sambil mendekap kedua telinganya dengan tangannya
“AAAA!!” kemudian berteriak meratapi hidupnya yang selalu penuh masalah sejak dulu karena kemampuan ini yang sebenarnya sama sekali tak di harapkan olehnya dan tak di duga oleh keluarganya.
Nadia menatap langit-langit kamar, gorden jendela kamar berhembus dan di luar amat mendung mewakili perasaan dan hatinya yang seperti langit sore ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments