BAB 15 : Masa lalu Raisa

Nadia membuka matanya saat layar film yang memperlihatkan tentang kehidupan Raisa dulu dimulai. 

Nadia langsung meneteskan air mata bagaimana tidak yang ia lihat di layar Raisa sahabatnya sedang disiksa oleh neneknya, wanita paruh baya itu berteriak-teriak sambil menuju kamar yang di tempati oleh Raisa dan Ibunya.

Kemudian mengambil baju-baju Raisa dan mengemasinya ke dalam tas kecil milik Raisa, anak kecil itu berteriak memohon pengampunan dari neneknya sambil menangis di kakinya.

Setelah itu wanita itu menarik lengan kecil anak malang tersebut dengan tangan sebelah membawa tas milik Raisa lalu menghempaskan tas dan tubuh Raisa ke teras rumah.

“EH ANAK H*R*M SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH SAYA.” Setelah itu wanita yang memakai daster berwarna hijau didominasi gambar kembang-kembang tersebut masuk dan menutup pintu, hanya meninggalkan anak malang itu diluar dengan keadaan menangis.

 “Nenek tolong aku nanti mau kemana, hiks…hiks.” Raisa mengetuk pintu sambil menangis tanpa ada jawaban dari dalam rumah.

Saat itu Ibunya yang bernama sinta lagi tidak ada di rumah, Sinta hari ini pulang telat entah kemana wanita tersebut apa mungkin masih banyak pekerjaan.

Anak malang tersebut bangkit lalu mengambil tasnya dan mengembloknya di punggung setelahnya melangkah pergi meninggalkan kediaman nenek dan Ibunya, entah mau kemana ia malam-malam tanpa arah dan tujuan.

Raisa sangat Lelah dengan tubuh yang lemas dan perut yang lapar ia melihat pos ronda yang sudah sedikit jauh dari rumahnya, ia sedikit bersyukur dengan senang hati ia duduk di pos ronda yang nampak sepi.

Anak malang itu juga takut sendirian jadi ia duduk lalu mengeluarkan isakan kecil dan tak lama ia menutup mata berharap rasa lapar di perutnya hilang.

Sinta amat marah saat ia tahu bahwa anak kesayangannya telah di usir oleh Ibunya jadi ia memutuskan untuk mencari putri kecilnya sendiri tapi tak lama tangan kanannya di Tarik oleh seorang pria yang terlihat lebih tua dari Sinta memaksa wanita itu untuk naik ke mobil Bersama.

“Sinta tolong hilangkan ego kamu kita cari anak kita sama-sama.” Sinta hanya bisa pasrah dan memasuki mobil menuruti pria yang sudah menghancurkan masa depannya.

“Ibu kamu itu gimana? Pake acara ngusir anak saya segala, awas aja kalo sampai terjadi sesuatu sama Raisa liat aja apa yang akan saya lakukan sama kamu dan Ibu kamu!!!” ancam pria yang ber-jas hitam sambil menyetir mobilnya.

Nadia berasumsi bahwa pria berjas hitam dengan pakaian elit itu adalah Ayah biologis Raisa, karena dilihat dari wajah keduanya yang tampak mirip.

Pria itu menggunakan ponselnya, “Hallo kamu bisa cari anak saya, fotonya sudah saya kirim.” Ujar pria ber-jas hitam yang Nadia tidak tahu Namanya.

Setelah dari telephone pria itu memasukan kembali ke dalam saku jasnya, sejenak melihat ke samping dan menghadap ke depan lagi.

Rupanya Ibunya Raisa memalingkan wajahnya ke samping mobil. Nadia mendengar kicauan dari Ibunya seperti Alarm membangunkannya dan secara otomatis drama bioskopnya tentang kehidupan yang di ceritakan Raisa bersambung.

 “Nadia!!! bangun udah sore mandi udah mau magrib!!” Ibunya mulai membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipinya. Nadia bangun dengan terbatuk-batuk sambil memegang lehernya.

“Ya ampun Nadia!” sang Ibu sedikit terkejut lantaran di leher kanan anak gadisnya ada bekas seperti luka yang menghitam.

“Ini kamu lehernya kenapa?” tanya sang Ibu yang melihat leher anaknya.

“Ini...” Nadia gugup lantaran tak tahu alasan apa yang harus diutarakan pada sang Ibu.

“Nadia gak ada yang kamu sembunyiinkan dari Ibu.” Ucap sang Ibu sambil memegang kedua pundak Nadia kemudian raut wajahnya nampak serius yang membuat Nadia seolah menelan salivanya.

Gadis itu langsung berfikir keras alasan apa yang ia akan utarakan pada Ibunya karena tak mau menyeret Ibunya dalam masalah biarkan ia akan coba selesaikan sendiri terlebih dahulu.

“Nadia kamu denger Ibu ‘kan?” ulang Ibunya sekali lagi.

“Aku...Aku pake skincare tapi lama-lama gatel dan berubah kaya koreng, terus aku klotekin aja bu jadi gini.” Ucap Nadia yang sepertinya masuk akal.

“Kalo gak cocok berhenti pemakaiannya yang ada kulit kamu malah rusak, masa masih muda udah rusak kulitnya.” Nasihat sang Ibu, Nadia membalasnya hanya mengaggukan kepala tanda mengiyakan.

 “Ya udah Ibu mau ke bawa, kamu mandi malam belajar soalnya senin kamu UN.” Lanjut wanita itu yang membelai rambut Nadia dan bangkit berdiri dari kasur untuk keluar kamar.

Setelah kepergian Ibunya Nadia segera turun dari kasurnya untuk menuju cermin yang ukurannya selututnya untuk melihat bekas luka hasil karya hantu sial itu.

Nadia melihat bekas luka yang menghitam sedikit memanjang di bawah dagu samping telinga kanan.

“Raisa lu dimana?! please selesain urusan lu!! dan jangan ganggu hidup gua lagi!” ujar Nadia dengan Nada sedikit membentak dan kesal.

“Raisa sekali lagi gua minta ama lu!! selesain...” Ucapan Nadia terputus tatkala perutnya sangat sesak seperti dililit dengan ikat pinggang tangannya memegang perut saat melihat ke cermin terlihat Raisa sedang memeluknya dari belakang.

 “Woy!! Bocah gak lucu!! Raisa lepasin gua!!” Nadia marah lantaran Raisa semakin melilit pinggangnya. Gadis tersebut menjatuhkan dirinya ke lantai dan memojokan dirinya ke tembok perlahan rasa lilitan di perutnya berkurang.

Gadis berparas manis tersebut bangkit dan langsung tergejolak kaget sambil membekap mulutnya agar tak berteriak saat ia melihat cermin dengan tulisan berdarah, isi tulisan berdarah tersebut.

“Kak Nadia setelah aku selesai cerita, aku minta satu hal temuin mama sama papa aku. Ada yang aku ingin sampaikan aku cerita lewat mimpi adalah sebagai bukti biar mama sama papa aku percaya.” Setelah Nadia membacanya secara ajaib tulisan di cermin yang berlumuran darah tersebut pelan-pelan menghilang, gadis yang berusia lima belas tahun itu menyingkapkan diri ke pojok tembok sambil mendekap kedua telinganya dengan tangannya

“AAAA!!” kemudian berteriak meratapi hidupnya yang selalu penuh masalah sejak dulu karena kemampuan ini yang sebenarnya sama sekali tak di harapkan olehnya dan tak di duga oleh keluarganya.

Nadia menatap langit-langit kamar, gorden jendela kamar berhembus dan di luar amat mendung mewakili perasaan dan hatinya yang seperti langit sore ini.

Episodes
1 PROLOG
2 Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3 Operasi usus buntu
4 Sebuah ilusi saat koma
5 lucid dream atau pertanda 2
6 Lucid Dream saat koma
7 Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8 BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9 BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10 BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11 Tersadar dari koma
12 BAB 11 : Sarah dan the black robe
13 BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14 BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15 BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16 BAB 15 : Masa lalu Raisa
17 BAB 16 : Masa lalu Raisa
18 BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19 BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20 BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21 Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22 Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23 Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24 Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25 Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26 BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27 BAB 26: Pemantapan Materi
28 BAB 27: Rencana
29 BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30 Ritual Pernikahan
31 Rencana memiliki anak
32 Cinta yang Sulit
33 Hantu Belanda Yang Posesif
34 Teman-teman Hanson
35 Gosip terbaru
36 BAB 35
37 BAB 36
38 BAB 37
39 BAB 38
40 BAB 39
41 BAB 40
42 BAB 41
43 BAB 42
44 BAB 43
45 BAB 44
46 BAB 45
47 BAB 46
48 BAB 47
49 BAB 48
50 BAB 49
51 BAB 50
52 BAB 51
53 BAB 52
54 BAB 53
55 BAB 54
56 BAB 55
57 BAB 56
58 BAB 57
59 BAB 58
60 BAB 59
61 BAB 60
62 akhir
63 EPILOG
64 Extra part
65 Sequel nya
Episodes

Updated 65 Episodes

1
PROLOG
2
Sebuah pertanda dan kehadiran si jubah hitam
3
Operasi usus buntu
4
Sebuah ilusi saat koma
5
lucid dream atau pertanda 2
6
Lucid Dream saat koma
7
Sebuah ilusi sekaligus pertanda
8
BAB 7 : Pertanda yang akan di pertemukan dengan Hanson
9
BAB 8 : Sebuah pertanda akhir sebelum sadar dari koma
10
BAB 9 : Lucid Dream saat koma
11
Tersadar dari koma
12
BAB 11 : Sarah dan the black robe
13
BAB 12 : Pulang dari rumah sakit
14
BAB 13 : Hantu anak kecil yang malang
15
BAB 14 : Hantu anak kecil bernama Raisa
16
BAB 15 : Masa lalu Raisa
17
BAB 16 : Masa lalu Raisa
18
BAB 17 : Akhir kisah hidup Raisa
19
BAB 18 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
20
BAB 19 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
21
Bab 20 : Sebuah permintaan Raisa sebelum pulang
22
Bab 21 : Awal bertemu Hanson di tempat sejarah
23
Bab 22: melepaskan roh dari tubuh
24
Bab 23: rumah yang penuh dengan hantu Belanda
25
Bab 24: Kehidupan tempo doeloe
26
BAB 25: Cowok genit yang bernama Budi
27
BAB 26: Pemantapan Materi
28
BAB 27: Rencana
29
BAB 28 : Pindah dari Batavia ke Buitenzorg
30
Ritual Pernikahan
31
Rencana memiliki anak
32
Cinta yang Sulit
33
Hantu Belanda Yang Posesif
34
Teman-teman Hanson
35
Gosip terbaru
36
BAB 35
37
BAB 36
38
BAB 37
39
BAB 38
40
BAB 39
41
BAB 40
42
BAB 41
43
BAB 42
44
BAB 43
45
BAB 44
46
BAB 45
47
BAB 46
48
BAB 47
49
BAB 48
50
BAB 49
51
BAB 50
52
BAB 51
53
BAB 52
54
BAB 53
55
BAB 54
56
BAB 55
57
BAB 56
58
BAB 57
59
BAB 58
60
BAB 59
61
BAB 60
62
akhir
63
EPILOG
64
Extra part
65
Sequel nya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!