Ana melihat Aleardo yang bertabrakan seorang nona bangsawan. Dia terkejut saat sadar nona gadis yang bertabrakan dengan Aleardo. Dia sangat kenal seorang nona bangsawaan yang memiliki rambut hitam legam dengan mata biru bagaikan air laut. Rambutnya hitam yang sangat jarang ditemukan di kerajaan ini. Orang itu adalah tokoh utama wanita. Wanita yang akan dicintai oleh putra mahkota, Aleardo,dan Raindhen. Mereka sangat mengutamakan keberadaan nona bangsawan yang lahir dari keluarga duke itu. Seorang nona bangsawaan yang memiliki hati lembut hingga membuat sosok Aleardo jatuh cinta. Tapi dia juga yang membuat hidup Aleardo berakhir tragis di akhir seperti nasib Ana.
"Apakah Aleardo menyukainya?" ucap Ana dalam hati.
Ana yang masih tenggeram pikirannya mengenai sosok Charlote Latharious Fressio. Hingga tak sadar kalau acara pesta dansa sudah dimulai. Raindhen menundukkan badan di depan Ana yang membuat gadis itu terkejut.
"Jika nona Anabella berkenan untuk menjadi patner dansa saya hari ini?" ucap Raindhen yang membuat aneh bingung untuk menerima atau menolak. Karena dia tidak enak hati jika menolak tapi dia juga tidak akan nyaman berdansa dengan Raindhen. Saat Ana sedang bingung, Aleardo datang dan langsung menggandeng tangan Ana. Ana merasa tenang karena hal menunjukka kalau dia menolak tanpa mengucapkan penolakan. Walaupun perlakuan itu akan sedikit melukai pemuda itu.
"Maaf tuan muda Raindhen tapi nona Anabella akan menjadi patner dansa saya." ucap Aleardo dengan tatapan tajam.
Pemuda itu sangat kesal dengan sosok Raindhen yang selalu mencari kesempatan untuk bersama Ana. Bila dia tidak ada di samping gadis itu. Apalagi putra mahkota yang menatap Ana dari tempat duduknya. Hal itu membuat Aleardo sangat kesal dan menyesal meminta Ana hadir di pesta ini.
"Seperti biasa anda selalu mengambil nona Ana dari saya Tuan Arcduke Aleardo." ucap Raindhen dengan nada yang sedikit mengejek Aleardo. Tapi perlakuan pemuda itu dipedulikan oleh Aleardo. Dia cukup mengenal karakter pemuda itu.
Raindhen sangat tahu kalau perlakuannya pada Ana membuat Aleardo cemburu. Tapi hal itu yang membuat Raindhen semakin senang untuk mencari perhatian Aleardo. Karena seorang pria yang dingin tiba-tiba sangat berubah saat berhubungan dengan Anabella. Walaupun dia mengakui memiliki sedikit perasaan pada nona Anabella setelah terakhir bertanding pedang. Dia merasa Ana adalah wanita yang berkharisma dan memiliki keunikan yang membuat nona muda itu semakin indah.
Aleardo membawa Ana menuju tengah ruangan pesta untuk melakukan dansa. Aleardo memberikan tatapan tajam pada setiap pria yang ada di pesta ini karena dia dapat melihat tatapan yang memuja pada Ana. Hal itu membuatnya semakin emosi selain putra mahkota yang tidak lepas menatap Ana.
"Aleardo muka kamu sangat jelek, lihat tatapan tajam kamu itu membuat wajah ini berkerut." ucap Ana sambil mengelus pipi Aleardo. Perlakuan Ana pada Aleardo membuat pemuda 15 tahun ini senang. Hanya Ana yang bisa meredakan kemarahannya.
"Aleardo kamu bisa berdansa?" tanya Ana saat mereka sudah berada di posisi berdansa.
"Ya aku bisa, kenapa?"
"Sebenarnya aku tidak bisa Aleardo makanya tadi aku berniat menolak permintaan Raindhen." ucap Ana dengan sedikit malu-malu mengingat dia tidak bisa berdansa.
"Makanya kamu harus kurang-kurangi kabur saat kelas yang diberikan marchiones. Aku akan menuntun kamu sekarang kamu bisa injak kakiku dengan ujunga kakimu." ucap Aleardo. Pemuda itu berdansa dengan pelan-pelan agar Ana memahami gerakan yang harus gadis itu lakukan.
Sebenarnya Ana tidak hanya kabur di acara pesta dengan para nona bangsawan. Dia juga seling melewati kelas tatakrama untuk seorang nona bangsawan Hal itu yang membuat sang ibu marah-marah pada anaknya saat makan malam. Tapi itu semua tidak pernah diperdulikan Ana.
"Kamu sangat mahir berdansa. Kamu belajar dimana cara berdansa seperti ini. Seingatku kamu hanya membaca buku sihir dan membuat lingkaran sihir selama ini."
"aku pernah membaca buku mengenai dansa."
"cih dasar tukang sihir yang jenius. Kamu harusnya membagi sedikit kepintaranmu pada aku Aleardo." ucap Ana.
"ya kamu memang bodoh walaupun aku memberikan kepintaranku itu. Otak kecil seorang Ana hanya ada tiga hal makan, tidur dan berpedang." ucap Aleardo dengan nada sedikit mengejek. Setelah itu pemuda itu sedikit tertawa melihat Ana menekuk wajahnya kesal.
"Cih memang kenapa kalau otak aku isinya makan, tidur dan berpedang tidak seperti kamu yang isinya hanya satu hal sihir. Dasar tukang sihir gila." ucapan Ana membuat Aleardo tertawa walaupun dia diejek oleh Ana. Karena menurtu Aleardo ekspresi Ana saat ini sangat menggemaskan.
Orang-orang di dalam ruang pesta sedikit terkejut saat melihat sosok Aleardo yang merupakan pahlawan di kerajaan ini. Rumor mengenai sifat Aleardo yang dingin dan jarang tersenyum di kerajaan ini serasa bukanlah kebenaran. Tapi beberapa orang sadar kalau pemuda itu dapat tersenyum karena nona muda dari keluarga marques xieben.
Beberapa wanita yang berada di pesta sangat tertarik dengan Aleardo. Bahkan mereka berharap pemuda itu akan melihat mereka tapi saat mereka melihat pemuda yang paling terkenal di kerajaan ini sudah membawa patnernya untuk berdansa. Mereka kesal tidak sedikit dari nona-nona bangsawan yang membicarakan Ana dengan hal-hal buruk. Hal itu juga yang membuat Aleardo kesal.
Selain itu ada seorang nona bangsawan yang menunjukkan kebencian pada Ana. Hal itu karena dia cemburu dengan Ana yang dikelilingi oleh pemuda yang paling bepengaruh di kerajaan ini. Padahal menurutnya Ana bukan seorang nona bangsawan yang tidak begitu cantik menurutnya. Selain itu Ana terlihat tidak menunjukkan seorang nona bangsawan di kerajaan ini.
"Orang seperti itu tidak pantas mendapatkan perhatian pria -pria ini." ucap seorang nona muda yang tak lain charlote.
"Sepertinya otak kecil kamu sudah mulai terbiasa dengan gerakan dansa." ucap Aleardo.
"Tentu saja karena seorang Anabella rose Natlastion adalah gadis jenius." ucap Ana dengan senyum lebarnya.
"Kamu tidak jenius bodoh, bahkan membaca buku sihir tingkat rendah saja kamu tidak bisa. Jadi tidak usah memuji diri sendiri." ucap Aleardo yang membuat Ana kesal.
"Sudah aku cape berdebat dengan kamu, Lagu pertama untuk dansa sudah selesai. Bagaimana kalau kita keliling di istana?" ucap Ana mengajak Aleardo keluar dari ruang pesta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Frando Kanan
wah....skrg gw ngerti knp aler spa lh itu....dia mati terbunuh itu ulah Charlotte 😒
2022-01-31
1
witri
ooh...sekarang baru paham alur ceritanya.. 😁😅
lanjut thor... semangat... 💪💪💪
2022-01-09
2
Anyaa Anyaa
lanjut Thor semangat 😘😘
2022-01-01
4