Ana hari ini menghabiskan waktunya di perpustakaan. Dia mencari informasi mengenai mana hijaunya. Beberapa hari yang lalu dia merasa seluruh mananya tiba-tiba keluar begitunya ke seluruh tubuhnya. Tapi setelah itu tubuhnya kembali seperti dulu. Dia jadi tidak mudah lelah lagi. Bahkan dia bisa menghabiskan waktu 3-5 jam untuk latihan pedang. Dia sedikit bersyukur tubuhnya pulih sebelum Aleardo kembali. Pemuda itu belum kembali dari medan perang. Dia tidak tahu apa yang sedang Aleardo lakukan.
Ana menemukan sebuah buku yang bertulis Mana of Healing. Buku yang sangat usang dari buku-buku lain yang ada di perpustakaan. Dia mulai membaca isi buku itu. Tapi dia tidak menemukan jenis mana sepertinya. Walaupun dulu dia tahu kalau mana berwarna hijau indentik dengan fungsi penyembuh.
"Apa yang sedang kamu lakukan di perpustakaan ? Bukankah kamu benci tempat ini atau jangan bilanng kamu rindu padaku putri tidur." Ucap seorang pemuda yang berdiri di belakang Ana. Gadisnya itu sangat mengenal suara itu. Ana membalikkan badan dan melihat pemuda itu.
"Aleardo, kamu sudah kembali?" tanya ana.
"Seperti yang bisa kamu lihat. Apa yang sedang kamu baca?" Sepertinya aku belum pernah membaca buku itu." ucap Aleardo.
"Buku novel seperti biasa." ucap Ana sambil menutup buku itu. Ana mencoba menyembunyikan buku itu karena dia tidak ingin pemuda itu mengetahui niatnya membaca buku itu.
"Sepertinya itu bukan buku novel. Buku yang kamu baca adalah buku sihir. Apa yang menyebabkan seorang putri tidur yang sangat membenci membaca buku sekarang malah membaca buku sihir?"
"Aku hanya ingin belajar. Sudah ya Aleardo aku ke kamar dulu. Aku sudah mengantuk."
"Kamu sedang menghindari aku bukan putri tidur. Aku tahu itu." ucap Aleardo. Dia tiba-tiba mengeluarkan sihir dan buku yang dipegang oleh Ana berpindah pada tangan Aleardo.
"Buku tuan ini sepertinya aku harus baca, Mana of Healing. Apa maksud kamu Ana membaca buku ini?" tanya Aleardo setelah tahu buku yang sedang di baca oleh Ana.
Aleardo sudah tahu kalau kondisi tubuh Ana tidak akan kuat menahan aliran mananya kalau dikeluarkan. Bahkan dampak terburuk yang didapatkan Ana kalau menggunakan itu adalah kematian. Mana hijau milik ana adalah mana yang sangat unik karena termasuk mana penyembuh tingkat tinggi. Sekarang gadis itu sedang membaca buku mengenai mana untuk penyembuhan.
"Jelaskan apa yang terjadi selama aku tidak ada di sisi kamu Ana?"
"Hem tidak ada yang terjadi, Aku hanya berlatih pedang di pagi hari dan beberapa kali ke dapur untuk membuat kue. "
"Kamu sedang menyembunyikan sesuatu bukan Ana."
"Kamu bisa tanyakan pada Lila. Aku dengar raja akan mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan perang dan ucapan terima kasih untuk jasa kamu di peperangan di perbatasan barat."
"huh, Aku tidak peduli dengan pesta itu kalau kamu harus tahu Ana."
"Benarkah, padahal kamu bisa mendapatkan wanita di pesta itu loh."
"Aku tidak tertarik dengan itu, Sekarang lebih baik kamu jelaskan alasan kamu membaca buku ini?"
"Aku hanya ingin mempelajari mengenai mana aku saja."
"Berhenti melakukan itu Ana, Tubuh kamu tidak bisa menahan aliran mana itu."
"Awalnya aku berpikir seperti itu tapi beberapa hari. hukhuk." tiba-tiba ana batuk darah bahkan dari lubang hidung dan teringannya juga mengeluarkan darah. Ana tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"ANA." Ana hanya mendengar suara panggilan Aleardo setelah itu dia kehilangan kesadaran.
'Apa yang terjadi padaku?' gumam dalam hati.
Aleardo terkejut saat melihat gadis di depannya batuk darah dan mengeluarkan darah dari lubang lainnya. Dia baru pertama kali melihat ana dalam kondisi seperti ini. Aleardo mendekati saat gadis itu kehilangan keseimbangan tubuhnya dan pingsan. Tapi hal lain semakin membuat Aleardo terkejut saat beberapa menit setelah itu mana hijau milik Ana mengelilingi tubuh gadis itu. Aleardo terdiam saat melihat mana hijau semakin telah menyelimuti tubuh Ana dan darah yang tadi mengalir tiba-tiba berhenti. Beberapa saat setelah mana hijau menyelimuti tubuh, Ana tersadar.
"Sebenarnya Apa yang terjadi pada kamu Ana?" Tanya Aleardo saat melihat Ana sudah sadar dari pingsannya.
Pada akhirnya Ana tidak bisa menyembunyikan kebingungan juga pada tubuhnya. Dia masih mencoba mencari apa yang terjadi pada mananya. Mana hijaunya secara otomatis mengalir pada tubuhnya tapi anehnya setelah mana itu mengalir dia tidak merasakan sakit seperti waktu itu.
"Aku juga tidak tahu apa yang terjadi pada tubuhku Aleardo. Setelah siuman memang kondisi tubuh aku tidak seperti sebelumnya. Aku jadi mudah lelah tapi setelah dua minggu tiba-tiba mana hijau itu menyelimuti tubuh aku. Tapi setelah mana hijau itu muncul, Aku tidak merasakan sakit seperti saat pertama kali."
"Aku juga terkejut melihat mana sihir kamu yang mengalir begitu saja. Itu sangat berbahaya. Tubuh kita seperti wadah untuk mana. Jika kita tidak menggunakan mana maka otomatis mana tidak akan keluar. Tapi kondisi kamu saat ini hanya ada dua kemungkina yaitu wadah kamu mengalami kebocoran atau mana itu melebihi kapasitas wadah yang dimiliki." ucap Aleardo yang membuat Ana terdiam untuk mencerna. Tapi ana sulit untuk memahami maksud pemuda itu.
"Kamu harus tahu Aleardo, Aku tidak mengerti yang kamu jelaskan." ucap Ana yang diakhiri dengan senyum lebar.
"Dasar Putri tidur hanya tahu cara tidur dan makan tapi tetap saja bodoh. Kamu harus sering baca buku biar otak kamu sedikit berkembang."
"Cih, aku sudah baca buku selama beberapa hari ini tapi ya sulit juga mengerti kalau sekali baca. Selain itu aku juga jago berpedang selain makan dan tidur." Ucap Ana dengan bangga.
"Ya sudahlah, Aku sedang malas beradu mulut dengan kamu. Biarkan aku yang pikirkan yang terjadi pada tubuh kamu dan sekarang cepat mandi. Baju kamu penuh dengan darah." ucap Aleardo yang sudah berdiri dari posisi awalnya duduk di lantai. Pemuda itu duduk di kursi dekat Ana.
"Hmm kamu benar Aleardo baju ana sudah berlumur darah, Kalau begitu ana ke kamar dulu. Bye" ucap ana meninggalkan Aleardo.
Aleardo terdiam di ruang perpustakaan. Dia belum membuka buku yang tadi di baca oleh Ana. Dia masih mencoba mencerna kejadian beberapa waktu lalu. Mana hijau Ana memang berbeda dari buku yang pernah dia baca. Buku yang pernah Aleardo baca menyatakan mana hijau memiliki jumlah yang sangat terbatas di tubuh yang sebagai wadahnya. Makanya penggunanya tidak bisa menggunakan terlalu sering karena waktu pengisian mana juga butuh waktu lama. Tapi melihat kondisi Ana, itu sangat berbeda dari yang tertulis di buku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Frando Kanan
apakh krn asap hitam milk dia?
2022-01-31
3