Setelah misi pertama yang dirancang oleh Anabella berjalan dengan baik. Hal itu menyebabkan hubungan dia dan kedua orang tuanya semakin dekat. Dia juga sudah mulai belajar beladiri dengan Sir Gio yang tak lain tangan kanan sang ayah. Anabella yang memang di dunia sebelumnya memiliki keahlian bera diri karate membuatnya mudah untuk mengitu pengajaran sir Gio. Hal sulit yang dia lakukan mungkin dalam berpedang. Karena tubuh Anabella memang tidak sekuat yang dirinya bayang sebelumnya. Hanya mengangkat pedang selama 15 menit sudah membuatnya lelah. Walaupun setelah 1 bulan latihan, dia sudah bisa mengitu pengajaran Sir Gio yang tidak bisa dianggap mudah. Ayahnya saja terkejut melihat bakat putri semata wayangnya.
Satu bulan ini selain belajar beladiri, Anabella melaksanakan rencananya untuk memancing kemarahan nyonya marquess itu. Rencana itu berjalan dengan baik, bahka seperti yang dia duga. Wanita itu memesan racun dengan reaksi yang sangat cepat. Anabella bisa mengetahuinya karena dia meminta Lila untuk mendapatkan informasi dari penjual racun itu yang tak lain adalah teman dekat Lila di desa Bicost. Desa itu punya reputasi sebagai produsen racun di kerajaan ini. Tapi itu hanya diketahui oleh dunia gelap. Dia tahu semua itu karena di masa depan Anabella memesan racun disana untuk diberikan kepada Charlote.
"Nona, nyonya Terra sudah mulai melaksanakan rencanya. Dia berniat memberika dosisi racun secara sedikit setiap hari. Agar rencannya tidak di ketahui oleh tuan marquess."
"Seperti yang kita duga, Tapi bagaimana kalau semua rencananya malah berbalik padanya. hahahha. Pasti dia akan sangat terkejut." Ucapan nona Anabella membuat Lila sedikit takut. Dia masih tidak menyangka nonanya yang masih berumur 10 tahun bisa merencanakan ini semua. Tapi apa yang dilakukan nyonya Terra memang sudah tidak bisa maafkan menurutnya. Dia tahu kalau wanita itu selalu mencoba mencelakaan ibunda nonanya.
"Oh iya Lila, Aku boleh minta tolong padamu."
"Tentu nona."
"Suda aku bilang kamu bisa memanggilku Ana. Kamu berikan ini pada makanan nenek lampir itu." Anabella memberikan botol dengan cairan berwarna hijau. "Tenanglah itu tidak akan membuatnya mati, Aku tidak sejahat itu walaupun aku ingin melakukannya. Racun itu hanya membuatnya sulit tidur yang menyebabkan dia akan berhasulinasi. Efeknya tidak akan bertahan lama 1 bulan efek itu akan hilang."
"Baik nona, untuk makanan ibunda nona bagaimana?"
"Tenanglah, racun yang diberikan ibu sudah aku ganti. Cairan yang diberikan kepada ibu hanya membuatnya lemas setelah dikomsumsi tapi akan hilang setelah 5 jam. Jadi lila tidak perlu menukarnya."
"Nona saya permisi." Lila meninggalkan kamar Anabella.
Dia merebahkan tubuhnya diatas tubuhnya. Sebenarnya dia tidak tega memberikan racun itu pada istri sah ayahnya. Walaupun dirinya tahu rencana buruk wanita itu. Tapi demi menjaga sang ibunda akan dia lakukan walaupun tangannya akan kotor.
"Tak apa, Bertahan 1-2 tahun sampai ibunda mengandung. Setelah itu akan pergi dari rumah ini." gumam anabella.
Dia melakukan itu menghindari pertunangannya dengan putra mahkota. Walaupun dia tidak meminta bertunangan tapi di novel telah tertulis kalau raja memang memiliki rencana untuk menikahkan keluarga marquess Natlastion dengan putra mahkota. Hal ini dilakukan karena keluarga duke tidak memiliki anak wanita. Selain itu melihat kesetiaan ayahnya pada kerajaan. Karena itu raja sangat menginginkan pernikahan itu.
Hanya tinggal beberapa bukti kejahatan Nyonya Marquess yang harus dikumpulkan oleh Anabella. Sebenarnya rencana ini terlalu cepat. Karena Sang ibu meninggal pada saat dirinya umur 12 tahun. Hal itu yang membuatnya meminta pertunangan dengan putra mahkota.
"Hanya sedikit lagi dan semua akan menjadi damai." Ucap Anabella sebelum dirinya terlelap di tempat tidurnya.
Saat Anabella bangun hari sudah malam, Dia tidak sadar sudah tidur cukup lama. Hari ini dia tidak memiliki acara latihan atau kelas kebangsawanan. Makanya dia gunakan waktunya untuk beristirahat sebelum besok hari rencanya mulai dilaksanakan.
Tok-tok
"Permisi nona, saya Lila."
"Masuklah." Anabella merubah posisinya menjadi dudu dengan menyandarkan tubuhnya pada tumpukan bantal yang sudah disusun olehnya.
"Apakah kamu sudah mendapatkan buktinya?"
"Iya, nona" Lila menyerahkan beberapa buku padanya.
"Terima Kasih Lila, Kamu sangat berjasa untukku." ucap Anabella yang diakhiri dengan pelukan.
File yang dia pegang saat ini adalah data keuangan yang digelapkan oleh nyonya marquess dan aliran dana ini menuju keluarga duke Fressio. Dia tahu ini karena di novel, Saat umurnya 15 tahun dia menemukan itu diantara buku tua yang ada di perpustakaan. Ternyata wanita memang menyimpan di sana karena jarang sekali orang di keluarganya yang akan mengambil buku-buku tua itu.
"Nona, Saya masih tidak percaya nona bisa mengetahui semua itu. Padahal nona belum setahun tinggal di kediaman tuan marquess."
"Maaf lila aku belum bisa menceritakannya. Tapi suatu hari nanti akan aku ceritakan. Terimakasih atas semuanya. Kamu boleh beristirahat. Sisanya biar aku yang laksanakan."
Semua data kejahatan wanita itu sudah ada ditangan Anabella. Dia memang tidak mengikuti jalan cerita novel yang dibacanya. Karena buat apa menunggu kalau bisa dilakukan secepatnya. Selain itu Lila, Pelayan setiap Anabella tidak akan pernah mengkhianatinya bahkan sang nona yang tega mengorbankan pelayannya untuk menutupi kejahatannya. Dia masih tidak habis pikir kaakter Anabella yang sebenarnya. Anabella menyimpan buku yang diberikan oleh lila di bawah bantalnya. Setelah itu dia kembali tidur karena hari sudah malam
Anabella bangun dari tidurnya. Melihat jam yang berada pada meja samping tempat tidur. Jam menunjukkan jam 5 pagi. Dia bergegas bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Selama tinggal di rumah ini dia memang meminta untuk membersihkan badannya sendiri walaupun awalnya itu ditolak oleh lila. Karena menurut wanita itu, memandikan anabella adalah salah satu tugasnya. Tapi Anabella merasa tidak nyaman orang lain melihat tubuhnya tanpa satu benangpun yang menempel walaupun dia masih anak kecil.
"Mari kita membuat pertunjukkan nyonya Terra, Aku yakin kamu akan merasa bahagia sekaligus terguncang."
"Nona, mari saya bantu menatap rambut nona."
"Lila sudah aku katakan panggil aku ANA." ucapa anabella yang kesal dengan cara formal pelayanya.
"Baiklah ana, saya hanya belum terbiasa berbicara dengan anda dengan seperti itu."
"Tidak apa, Aku sudah mengaggapmu seperti kakakku sendiri." Lila sangat terharu mendengar ucapan nonanya. Banyak perubahan yang terjadi pada nonanya saat terbangun dari koma setelah terjatuh di tangga.
Setelah selesai menata rambutnya, Anabella berniat menuju kamar orang tuanya. Dia memang ingin memberikan buku yang kemarin diberikan oleh lila sekaligus ingin mengganggu kedua orang tuannya.
"Ana ingin kemana?"
"Aku berencana ke kamar ayah dan bunda."
"Sebaiknya ana bertemu dengan tuan dan nyonya setelah sarapan."
"Tidak apa-apa, Aku hanya ingin sedikit menjaili ayah yang selalu memonopoli bunda."
Anabella mengambil bukunya dan berlari menuju ruangan kedua orang tuanya.Pelayan yang melihat tingkah anabella hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Para pelayan rumah marquess sekarang sangat menyayangi Anabella karena karakternya yang ramah dan baik. Mereka tidak tahu dibalik itu anabella sudah merencanakan hal kejam pada nyonyanya.
"Nona sebaiknya tidak masuk kedalam kamar tuan." Ucap penjaga di depan kamar kedua orangtuanya. Tapi ucapan pria itu tidak didengarkan oleh anabella. Gadis itu mendorong pintu kamar kedua orang tua.
"AYAH BUNDA."
Sontak panggilan anabella membuat tuan marquess dan sang ibu terkejut. Sunggu ayahnya sedang menahan kesal pada putrinya yang selalu saja ada cara mengganggu waktunya bermanja dengan sang istri.
"Anabella ada apa ?" tanya sang ibu.
Lila langsung menutup pintu kamar tuannya karena merasa tidak enak mengganggu kedua tuannya. Sedangkan Anabella dengan santai berjalan menuju kedua orang tuanya dan duduk di pangkuan ibunya.
"Ayah dan bunda sekarang sudah siang kenapa masih di kamar. Apakah ayah sedang membuatku adik?" tanya anabella dengan wajah yang membuat ayah dan bunda gemas melihatnya.
"Anak ayah ingin punya adik kah?" dijawab anggukan oleh anabella.
"Ana ingin punya adik laki-laki yah."
"Kalau begitu ayah akan mewujudkannya. iya kan sayang?"
"Berhenti menggodaku, Anabella pertanyaan bunda belum di jawab"
"Ana ingin mengajak ayah bunda sarapan dan Ayah aku menemukan buku ini saat sedang mencari buku cerita di perpustakaan. Sebenarnya ana tidak mengerti isi buku ini karena hanya ada angka saja." Dia memberikan buku itu kepada ayahnya.
Tuan marquess membaca catatan itu dan membuatnya terkejut. Dia tidak menyangka istri lainnya melakukan itu pada keluarga marquess. Tapi sedikit ada rasa bahagia yang muncul di hatinya karena mendapatkan bukti kejahatan wanita itu. Dia bisa menceraikan wanita itu dan hidup bahagia dengan keluarga kecilnya yang hanya berisi dirinya, Shireen dan anaknya Anabella. Pria tua itu sudah tahu kalau Charlote bukanlah anak kandungnya. Karena bagaimanapun dia hanya pernah berhubungan badan sekali itupun memiliki jarak yang jauh dari umur kehamilan Terre waktu itu.
"Terima kasih putri kesayangan ayah."
*23 Desember 2021
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Windri RDA
maaf kenapa bahasa dan tulisannya seperti ini ya?? tp aq tetap mendukungmu biar lebih baik lagi
2023-05-13
1
• リムル・テンペスト • Bisa panggil Am
huhu.... Menarik... Mampir gw terlalu banyak hingga tidak membaca semua novel yg lain🗿
2022-12-28
1
矢kaguyume冬
hohoho ayah nya pintar juga ternyata
2022-12-27
2