Satu bulan telah berlalu Ana tertidur. Awalnya Aleardo ingin menemani Ana hingga wanita itu sadar tapi permintaan marquess untuk ikut serta pada peperangan di barat kerajaan. Seminggu setelan Ana dinyatakan koma terjadi peperangan di perbatasan dengan kerajaan Skylight. Aleardo merupakan pemuda bebakat pada bidang sihir dan berpedang yang menjadi pertimbangan marquess. Dilain sisi Aleardo juga tertarik dalam peperangan walaupun hati kecilnya ingin menemani Ana hingga siuman.
Ana membuka matanya dan melihat kalau hari sudah siang disaat bersamaan Lila masuk kamar. Lila yang melihat nonanya sadar segera mendekat dengan aliran mata dari kedua matanya. Sedangkan Ana bingung melihat pelayannya menangis. Dia ingin mengeluarkan suara tapi rasanya sangat menyakitkan. Lila yang sadar segera mengambilkan air untuk diberikan pada nonanya.
"Akhirnya Ana sadar." ucap lila yang masih menangis pelan.
"Maksud kak gimana? Aku cuman bangun tidur kesiangan kaya seperti sudah tertidur lama saja." ucap ana.
Ana memperhatikan ekspresi diam pelayan. Dia terkejut melihat pelayannya hanya diam. Hal itu berarti dia bukan baru bangun tidur seperti biasa.
"Berapa lama aku tidur?"
"1 bulan Anna."
"APA!! tunggu sekarang musim apa kak?"
"Musim dingin sejak 2 minggu lalu."
Ana terdiam, dia mencoba mengingat alur cerita yang sempat dirinya lupa. Ana terkejut saat ingat 2 minggu lalu juga peperangan di perbatasan barat kerajaan dengan kerajaan Skylight pasti sudah dimulai.
"Lila, ayah ada di mansioun?" tanya clara yang dijawab dengan gelengan kepala.
"Tuan besar sudah berangkat ke peperangan dengan tuan muda Aleardo."
"APA!! Aleardo juga ikut.Bukankah dia baru berumur 14 tahun?"
"Karena tuan muda Aleardo mendapat rekomendasi dari ayah nona."
Ana seketika diam, Dia baru ingat ada satu tokoh yang dirinya lupaka
'Bagaimana aku bisa lupa sama tokoh utama pria kedua. Aleardo.' ucap dalam hati
Pemuda yang misterius ikut dalam perang di umurnya baru 14 tahun. Namun karena jasanya di peperangan perbatasan barat. Pemuda mendapat gelar terhormat di kerajaan ini. Arcduke pertama yang mendapatkan gelar sebelum umur kedewasaanya. Karena umurnya yang terbilang muda membuat gelarnya ditangguhkan tapi dia tetap dihormati oleh raja. Pemuda misterius itu memiliki kutukan yang membuat raja mengawasi dengan ketat. Aleardo bertemu dengan Charlote saat pesta kedewasaan yang diadakan oleh raja. Sejak saat itu Charlote dan Aleardo sangat dekat. Mereka sering berjalan-jalan bersama di kota dan menghabiskan waktu bersama. Charlote juga tahu akan kutukan Aleardo. Bahkan Charlote selalu menemani Aleardo selama malam bulan purna. Hingga kutukan pemuda itu hilang karena Charlote. Tapi sayangnya perasaan Aleardo tidak terbalas. Saat pemuda itu tahu kalau pria yang dicintai oleh Charlote adalah Putra Mahkota, Dia marah besar mengenai itu. Aleardo yang marah menyebabkannya lepas kontrol. Sisi gelap Aleardo mengontrol pemuda itu dan dia menghancurkan istana. Pada sisi gelap Aleardo sudah disegel oleh keberadaan Charlote. Ternyata legenda akan keberada pemuda berambur hitam dan mata hitam itu benar terjadi. Namun Putra mahkota yang gagah berani dapat mengalahkan Aleardo dengan menusuk jantung pemuda itu.
Sekarang Ana hanya sendirian di dalam kamarnya. Ibunda dan lila sudah meninggalkannya setelah dia bilang ingin berisirahat.
"Aku lupa akan tokoh Aleardo dalam novel ini. Aku ingat memang putra mahkota menghukumnya mati tapi pria itu yang menebas kepalanya. OMG MAMA ANA PENGEN PULANG AJAH. Tapi Aleardo sekarang temanku. Jadi aku hanya harus tetap menjalin hubungan dengan baik dengan si tukang sihir itu. Agar dia tidak membunuhnya." ucap Ana.
Ana terkejut saat tiba-tiba tubuhnya dipeluk. Saat dia lihat itu adalah Aleardo. Ana bingung dengan keberadaan pemuda itu yang harusnya berada di medan perang. Tapi sekarang Aleardo sedang memeluknya erat. Rasanya seperti sudah lama tidak bertemu dengan si tukang sihir.
"Akhirnya kamu sadar Ana, Jangan buat aku khawatir sama kamu dan siapa yang akan membunuh kamu." ucap Aleardo yang sudah melepaskan pelukan tapi wajahnya dengan aleardo berhadapan.
"Seperti yang kamu lihat aku sudah sadar. Aku seperti bangun tidur biasa loh." ucap Ana yang sedikit canggup saat menatap mata merah itu.
Aleardo tersenyum sangat cerah. Dia sangat bahagia akhirnya dapat mendengar suara ana. Selama di medan perang, dia selalu memikirkan kondisi gadis di depannya. Hingga saat tuan marquess memberi tahu kalau Ana sudah siuman. Awalnya dia ingin langsung melakukan Teleportasi tapi mengingat sedang dalam medan perang. Dia menggunakan sihirnya yang selama ini disembunyikan untuk mengalahkan seluruh pasukan musuh. Hal itu membuat seluruh orang di medan perang terkejut karena dalam hitungan menit seluruh pasukan musuh jatuh. Setelah menyelesaikan itu Aleardo langsung menuju melakukan Teleportasi.
Sesaat itu Aleardo ingat ucapan gadis didepannya sebelum dia peluk. Dia tahu kalau gadis itu mencoba mengalihkan topik. Tapi dia tidak akan penah bisa membiarkan lagi Ana terluka. Itu janjinya saat melihat Ana terbaring di tempat tidur dengan nyaman.
"Jawab pertanyaanku ? Jangan kamu mengalihkan topik Tuan putri Badut." ucap Aleardo.
"Jangan diingat Aleardo, Aku hanya baru membereskan novel yang aku baca setelah bangun tadi." ucapan Ana membuat pemuda itu kesal tapi dia mencoba untuk menahan dirinya agar tidak menyakan kembali. Dia sadar Ana baru saja sadar mungkin nanti gadis itu akan menceritakanya. Karena selama 1 tahun bersama dengan gadis itu, Dia menjadi mengenal karakter terbuka gadis itu.
"Aleardo bukanya kamu masih di medan perang?" tanya Ana.
"Kamu tahu medan perang itu hanya tempat untuk seorang Aleardo bermain."
"Cih dasar tukang sihir sombong."ucap Ana.
Tanpa Ana sadari Aleardo selalu tersenyum walaupun tipis. Karena dia merasa sangat bersyukur kalau Ana sudah kembali di sampingnya lagi.
"Itu memang fakta Tuan PUTRI BABI. ets kenapa badan babi ini menjadi kurus begini." ucap Aleardo yang membuat ana kesal dengan panggilan pemuda itu padanya. Tapi melihat kondisi badannya memang sedikit lebih kurus dari sebelumnya.
"Cih aku kan baru bangun dari tidur panjang nih. Pantas dong putri tidur kaya aku kurus." ucap Ana.
"Ya kamu memang cocok seperti putri tidur. " ucap Aleardo yang sedikit lirih. Ana melihat ekspresi penyesalan pada wajah Aleardo. Dia tidak tahu kenapa pemuda bisa seperti itu.
"Al aku lapar tahu, Rindu deh makanan pasar. Kesana yuk" Ajak Ana. Dia menurunkan badannya dari tempat tidur tapi saat dia mencoba untuk berdiri. Badannya kehilangan keseimbangan, dia terkejut dengan badannya yang menjadi kaku dan sulit digerakkan.
"Kamu tuh baru bangun putri tidur. Apalagi tidurnya lama banget kayanya kamu nyaman banget tidurnya ya sampai 1 bulan. Nih tubuh kamu jadi lemeskan. Dasar nyusahin ajah kamu." ucap Aleardo. Pemuda itu mengangkut tubuh Ana kembali ke tempat tidur.
"Sudah kamu diam di sini. Aleardo yang sedang baik hati ini akan membelikan pesanan buat tuan putri tidur ini." ucap Aleardo yang sekejam hilang dari pandangan Ana.
"YA Aleardo yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Dia pasti akan melindungiku. Aku yakin itu." ucap Ana sambil menatap kearah jendela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Zulvianti
ahem ahem aleardo makin narsis ya
2022-03-19
0
fanfan
ini gimna sih.... alurnya.....
2022-01-24
2
witri
😁kok Charlotte dan ibunya gak ada muncul ya thor😅🤭 mereka tinggal serumah gak sih sama ana??😁 maaf masih kebawa sama cerita eps awal soalnya 😁🙏✌
2022-01-08
5