Ana tersadar dari lamunannya. Dia berjalan ke samping putra mahkota. Walaupun dia sangat ingin kabur tapi itu sama saja dia tidak menghormati keluarga kerjaan dan hukuman yang akan dia dapatkan tidak akan ringan.
"Salam saya pada putra cahaya, Putra Mahkota." ucap Ana dengan gerakan sedikit menunduk.
"Ana kamu tidak perlu begitu formal pada aku." ucap putra mahkota.
Dia mendekat Ana dan kedua tangannya memegang pundak Ana namun segera di hempaskan oleh Aleardo. Pemuda itu menatap tajam putra mahkota. Dia sama sekali tidak memperdulikan status putra mahkota. Karena menurutnya siapapun pria yang berani menyentuk Ana selain marques Xieben adalah musuhnya.
Putra mahkota menatap Aleardo tidak kalah tajam. Raindhen yang berada di sekitar kedua pemuda itu menyadari keadaan yang saat ini terjadi. Dia mendekati Ana dan membawa gadis itu dari kedua pemuda tanpa di sadari.
"Rasanya tidak nyaman suasana di sini. Bagaimana kalau kita pindah ke bagian timur." ucap Raindhen pelan pada Ana yang dijawab dengan anggukan kepala.
Sebenarnya Ana ingin menolak ajakan pemuda itu. Tapi itu pilihan yang lebih baik di bandingkan berdekatan dengan putra mahkota. Makanya Ana mengikuti Raindhen menuju bagian timur ruang pesta ini.
Kedua pemuda itu tidak menyadari kalau Ana sudah tidak ada di tempat itu. Mereka masih memancarkan tatapan tidak suka. Putra mahkota memang sejak awal tidak suka keberadaan Aleardo yang selalu ada di samping Ana. Sedangkan Aleardo merasa putra mahkota adalah pemuda yang memiliki kemungkinan dapat mengambil hati Ana.
"Bukankah sebaiknya seorang putra mahkota tidak berkeliaran di sini." ucap Aleardo dengan nada sinisnya.
"Saya hanya menyapa seorang pahlawan yang pernah menyelamatkan saya. Bukankah Anda yang semesti berada di posisi karena Anda adalah tokoh utama di pesta ini Tuan Aleardo." ucap Putra mahkota.
"Itu bukanlah tugas anda putra mahkota." ucap Aleardo.
"Anda ju.." ucapan putra mahkota berhenti saat melihat lawannya malah meninggalkannya begitu saja tanpa permisi.
Beberapa saat kemudian putra mahkota sadar kalau Aleardo meninggalkannya karena Ana sudah tidak ada di samping mereka. Dia melihat gadis itu sedang bersama tuan muda Raindhen. Sedikit rasa kesal muncul saat melihat tuan muda Raindhen itu sangat perhatian pada Ana. Awalnya dia berniat berjalan menuju Ana tapi acara sudah akan di mulai. Putra mahkota kembali ke singgasananya.
Aleardo yang sadar akan Ana tidak ada di sampingnya. Segera saja pemuda itu meninggalkan putra mahkota yang sedang berbicara padanya. Dia tidak peduli resiko yang akan diterimanya karena berlaku tidak sopan pada keluarga kerajaan. Karena Ana lebih penting dari apapun menurutnya. Apalagi saat ini Ana sedang berduan dengan Raindhen. Meskipun Aleardo melihat Ana tidak nyaman dengan keberadaan pemuda yang menjadi penggemar gadis itu.
"Kenapa kamu pergi meninggalkan aku begitu saja?" tanya Aleardo yang sudah berada di samping Ana.
Gadis itu sedikit terkejut dengan keberadaan Aleardo yang muncul di belakangnya secara tiba-tiba. Padahal beberapa saat lalu dia masih melihat pemuda itu berdua dengan putra mahkota dengan suasana yang tidak nyaman. Dia saja bingung keduanya tidak memiliki hubungan baik padahal belum bertemu dengan tokoh protagonis wanita di novel ini.
"Kamu mengejutkanku Aleardo. Tadi kalian terus bertatapan dan suasananya tidak begitu nyaman. Pada saat bersamaan tuan muda Raindhen mengaja aku pergi ke sini." ucap Ana sambil menyicpi sebuah kudapan yang sengaja tadi dia bawa.
"Jangan diulang lagi, kalau kamu mau pergi kasih tahu aku juga." ucap Aleardo dengan nada yang sedikit kesal.
"Baiklah tukang sihir. Sebaiknya kamu pergi ke tempat yang sudah diperintahkan. Bukankah hari ini penobatanmu sebagai Arcduke?" tanya ana.
"Bagaimana kamu tahu aku akan diberikan gelar itu?" tanya Aleardo.
Pertanyaan Aleardo membuat Ana terdiam sesaat. Karena dia baru ingat kalau Aleardo tidak pernah mengetahui hadiah yang diberikan oleh raja. Sekarang dia memberi tahunya seakaan Ana sudah mengetahui hal itu.
"Aku hanya menebak, Apalagi kamu sudah membantu memenangkan perang di perbatasan. Sekarang kerajaan skylight sudah jatuh ke kerajaan kita bukan?"
"Tapi tebakan kamu di beralasan. Walaupun fakta mengenai kerajaan skylight yang sudah bersatu dengan kerjaan ini. Selain anggota kerajaan itu sudah dihabisi karena melakukan penyerangan pada rakyat begian barat terutama kota Serbia." ucap Aleardo.
"Kalian memang sangat kejam. " ucap ana.
"Ya sudah, kamu jangan pergi kemana-mana selama penobatanku. Aku akan pergi dulu." ucap Aleardo yang diakhiri dengan elusan kepala pada rambut merah muda milik Ana.
"Hey kamu merusak rambutku. Jadi tidak rapihkan." ucap protes Ana pada perlakuan Aleardo. Pemuda itu menjawab dengan senyuman mengejek pada Ana.
"Dasar tukang sihir yang menyebalkan." gumam Ana.
"Wah nona Anabella memanggil tuan Aleardo dengan sebutan tukang sihir. Saya sangat terkejut walaupun memang tuan Aleardo dapat menggunakan sihir." Ucap Raindhen dengan santai.
"Dia memang pantas dipanggil tukang sihir dibandingkan ksatria. Karena waktunya hanya dihabiskan dengan mempelajari sihir." ucap Ana santai. Dia tidak sadar kalau berbicara dengan Raindhen tanpa canggung. Hal itu berbeda dengan beberapa saat lalu.
"Saya terkejut dengan rahasia itu karena tuan Aleardo sangat ahli berpedang. Bahkan awal peperangan tuan Aleardo selalu dapat mengalahkan musuhnya dengan pedangnya. Tuan Aleardo baru menunjukkan bakat sihirnya setelah 2 minggu." ucap Raindhen.
"Dia hanya pemuda yang suka bermain-main." ucap Ana.
Setelah pembicaraan itu keduanya diam karena pemberian hadiah pada para pasukan yang telah mengalahkan kerajaan Skylight. Saat itu Aleardo sedang berlutut menghadap Raja. Ana dapat mendengar pujian para nona bangsawan pada Aleardo. Hal itu sama seperti yang ada di dalam Novel. Dimana setelah Aleardo menerima hadiah raja, pemuda itu jatuh cinta pertama pada Charlote.
"Hormat saya pada sang pemilik cahaya , Raja morque." ucap Aleardo.
"Saya raja morque akan memberikan hadiah atas jasa-jasa Anda selama peperangan di perbatasan barat. Saya sudah mendengar bakat anda dalam sihir dan berpedang. Selain itu tindakan anda membuat pasukan dapat kembali dengan jumlah pasukan yang gugur dalam medan perang lebih sedikit dari yang di duga. Saya menobatkan Tuan Aleardo sebagai Arcduke di daerah barat hingga kerjaan Skyligth. Daerah itu berada di bawah kepemimpinan Arcduke Aleardo. Namun gelar itu saya akan berikan sepenuhnya saat anda menginjak usia dewasa. Selain itu saya juga memberikan salah satu istana yang berada di ibukota yaitu istana Groylian. Anda juga saya berikan kesempatan untuk dapat tinggal di dalam istana." ucap raja.
Setelah ucapan raja, tamu-tamu yang hadir di pesta ini mulai berbisik-bisik. Mereka tidak menyangka pahlawan perang di perbatasan barat akan dinobatkan sebagai Arcduke. Gelar pertama setelah beberapa ratus tahun kerjaan ini berdiri. Karena Gelar Arcduke memiliki posisi yang tidak dapat diremehkan. Selain itu seseorang yang memiliki gelar itu memiliki wilayah kekuasaan yang sangat besar dan wilayah yang dipimpin oleh seorang Arcduke tidak dapat diambil dan diatur oleh kerajaan. Karena itu gelar Arcduke tidak dapat diberikan untuk sembarang orang.
Perdana mentri memberikan surat yang menunjukkan perintah penobatan dan wilayah yang dipimpin pada Aleardo. Pemuda itu langsung menerima surat itu. Setelah itu pemuda itu berdiri dan memberikan hormat pada raja.
"Terima kasih atas belas kasih raja yang pemilik cahaya, Saya Aleardo North Natlastion berjanji akan memimpin wilayah yang anda dengan baik " ucap Aleardo.
Setelah Aleardo di lanjutkan dengan pemberian hadiah pada beberapa orang yang berjasa pada peperangan di perbatasan barat. Sedangkan Aleardo langsung berjalan menuju Ana. Sebelum sampai pada tempat Ana, dia bertubrukan dengan seorang nona bangsawan. Hingga nona itu hampir saja jatuh di lantai. Tapi Aleardo tidak mempedulikan nona bangsawan. Dia tidak ada niatan membantu nona itu karena satu hal yang ingin dia lakukan adalah berada di samping Ana dan menjauhkan Raindhen dari gadis itu.
Hallo Readers!!!. Happy New Year. Wow tidak menyangkan sudah tahun baru. Semoga di tahun ini Novel Female Villians dapat segera selesai. Pasti pembaca sudah penasaran dengan lanjutan kisan Anabella yang berisi jiwa Meitha. Apakah gadis itu bisa mengubah takdir Anabellla yang berakhir tragis menjadi bahagia. Siapakah pasangan Anabella? Ayo kalian vote deh sekalian tebak-tebak hehehe.
a.Putra Mahkota William
***b.Aleardo ***
c.Raindhen
Jangan Lupa Vote, Like and Comment ya. Ikutin selalu cerita Anabella si villians.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
moms dealova
aleardo
2023-11-09
0
Dien Agustin
aleadro
2022-03-31
1
Frando Kanan
klo gw jujur gw pilih B...
2022-01-31
1