Setelah kejadian itu anabella tidak sadarkan diri selama seminggu. Hal itu membuat kedua orang tuanya cemas tapi saat tabib mengatakan kalau tubuh anabella sedang melakukan penyembuhan. Makanya dia akan tertidur hingga lukanya sembuh.
Setelah anabella sadar gadis itu langsung menanyakan kondisi anak laki-laki yang dia tolong pada pelayannya. Kata lila anak laki-laki itu sudah sadar tiga hari sejak kejadian itu dan hanya diam dengan tatapan kosong. Ana mendengar itu terkejut segera dia berjalan pada kamar anak laki-laki yang hanya beda satu kamar. Dia melihat anak laki-laki itu hanya duduk dengan mata yang kosong. Ana mengambil kursi dan duduk disamping anak laki-laki.
"Hey kenapa kamu bengong gitu? gak takut kesambar petir atau kesurupan gitu." ucapan anabella membuat lila tertawa. Sungguh ucapan nonanya selalu aneh-aneh menurutnya. Tapi sayangnya anak laki-laki itu tidak memperdulikannya. Anabella melihat tubuh kurus anak lelaki itu.
"kak Lila dia tidak makan ya? badan kok makin kurus sih." tanya anabella pada pelayannya.
"ya ana, dia hanya seperti dari sejak sadar. Nyonya dan tuan sudah mencoba membujuknya tapi tetap diam membeku. Pada akhirnya tabib menyuntikan cairan energi setiap hari.
"Kak lila bawakan soup dan susu, aku akan mencakokinya walaupun dia hanya diam." ucapan anabella membuat lila terkejut dan tersenyum. Walaupun kata-kata nonanya memang menusuk tapi dia tahu anabella sangat peduli pada anak laki-laki itu.
"baik ana."
"oh iya bawa sandwich dan buah apel juga ya."ucapan anabella dianggukan lila. Pelayan itu meninggalkan kamar itu dan menutup kembali pintunya.
"hey kamu gak cape diam ajah gitu. Gak laper gitu? aku saja lapar loh rasanya ingin aku makan semua makanan yang ada nanti. hehehehe." anabella tertawa sendiri mengingat akan meminta koki rumahnya membuat makanan yang banyak. Saat dia sadar anak laki-laki tetap diam. Kesabaran ana sudah berada di batasannya. Ana mendorong kursinya dengan keras setelah berdiri.
"HEY BOCAH KAMU DIAM AJAH HUH, SETIDAKNYA KAMU TERIAKIN AKU LAGI KEK APA KEK LAH. SIA-SIA DONG AKU TOLONGIN KAMU KALAU BEGINI AJAH." teriak ana yang menggema hingga pengawal yang berjaga di depan pintu kamar itu sedikit terkejut mendengar teriakan itu. Orang-orang rumah itu sudah tidak biasa mendengar teriakan nonanya tapi setelah sadar dari kecelakan sebulan lalu ana sudah tidak pernah teriak kecuali bersama ayah dan ibunya. Itu pun terjadi kalau ana dipaksa hadir diacara ibunya yang akhirnya nona keluarga ini kabar dan bersembunyi. Nyonya rumah ini akan marah-marah karena kesal melihat tingkah anak gadisnya.
Ternyata teriakan yang menggema itu membuat anak laki-laki itu memalingkan wajah pada ana. Pada akhirnya anak itu mengeluarkan suara namun itu membuatnya semakin marah saat mendengarnya.
"saya tidak meminta nona untuk menyelamatkan saya."
"APA? KAMU BILANG APA HEY BOCAH INGUSAN. MAU SAYA GEBUKIN NIH HUH." ucap ana sambil menggulungkan tangan bajunya siap meberikan hukuman pada anak di sampingnya.
"Bahkan saya sangat berterima kasih jika nona membunuh saya. karena saya sudah tidak punya alasan untuk bertahan di dunia yang kejam ini. Bukanlah lebih baik jika saya pergi lebih cepat."
"APA KAMU INGIN AKU MEMBUNUHMU? SIA-SIA AKU MENOLONGMU TAHU HUH. SETIDAKNYA JADIKAN AKU NIH ALASAN KAMU BERTAHAN HIDUP. AKU AKAN SELALU BERADA DI SISI KAMU DAN MENGHADAPI DUNIA YANG KEJAM INI." ucap ana sambil menangkup kedua pipi anak laki-laki itu. Ana melihat mata itu sudah kosong lagi. Secara cepat anak laki-laki itu menepis tangan ana dan mengalihkan wajahnya dari ana.
"kenapa lagi kamu sih ?" ucap ana dan dia berjalan kesisi lain untuk menatap wajah anak laki-laki itu tapi kembali mengalihkan wajahnya. hal itu terjadi beberapa kali hingga ana merasa lelah dan menarik kursi yang jatuh dan duduk lagi.
"Ingat ya jangan menyerah sama hidup kamu loh, di luar sana banyak orang ingin bertahan hidup tapi sudah di panggil duluan." ucap ana menceramih anak itu yang hanya dijawab anggukan kepala. Hal itu membuat ana tersenyum lebar dan anak laki-laki itu ikut tersenyum saat melihat senyum ana walaupun hanya tepis. Sedangkan ana tidak sadar akan itu.
tok-tok
"Nona saya lila."
"masuk kak lila." ucap ana , dia melihat makanan yang dibawa oleh lila. Dia sudah tidak sabar menyantap sandwichnya.
"Sekarang kamu makan dulu. Bisa makan sendirikan?" tanya ana yang di jawab anggukan kepala.
"cih kamu punya mulut kenapa gak dipake buat ngomong sih." ucap ana kesal sambilkan memberikan satu mangkuk soup pada kedua tangan pria itu.
"suka-suka saya, kamu sangat berisik." ucap anak laki-laki itu dengan jutek.
"hey kamu ngajak ribut ya. sudahlah makan saja aku sudah lapar. Cape ngomong sama kamu." ana mengambil sandwichnya dan memakannya.
"Ana setelah makan harus istirahat lagi ya, baru juga siuman belum boleh banyak kegiatan." ucap lila. anak laki-laki itu mendengar ucapan pelayan nona yang menolongnya itu. Dia penasaran dengan kondisi gadis di sampingnya. Dia tahu saat menolongnya gadis itu sempat batuk darah.
"Kamu sakit?" tanya anak laki-laki.
"Kelihatannya?"
"Sehat hanya saja sepertinya otak kamu tidak."
"hey kamu benar-benar menyebalkan. sebelum itu nama kamu siapa ? aku anabella Rose Nastlation. Panggil saja aku Ana." ucap ana.
"Aleardo." ucap aleardo yang membuat ana mengingat minuman kehidupan sebelumnya.
'nama dia kalau diplesetin ale-ale wkwkwk.' ana tertawa pelan yang membuat aleardo bingung melihat gadis di sebalahnya.
"kamu gila."
"apa ? kamu kali yang gila."
"kamu tertawa sendiri." ucap aleardo yang cuek dan sambil memakan soupnya.
"Cih sudahlah abiskan makan kamu, aku sudah selesai. Aku balik dulu. Oh iya mulai sekarang kamu tinggal di rumah ini jadi anggap rumah sendiri saja. bye" ucapan ana membuat aleardo terkejut.
"Kamu memang perempuan yang baik ana." ucap Aleardo setelah ana meninggalkan ruangannya.
Tempat lain, seorang anak laki-laki sedang diam di ruangannya. Beberapa hari lalu adalah janjinya bertemu dengan gadis ubi itu. Itu panggilannya untuk ana karena gadis itu sangat lahap memakan ubi. Dia menunggu dari pagi hingga petang datang tapi tak kunjung datang. Dia sudah meminta bawahannya untuk mencari informasi mengenai gadis ubi itu tapi sangat sulit. Liam sudah tahu kalau ana anak marquess xieben. Seseorang yang sangat setia pada ayahandanya. Selain itu keluarga marquess merupakan keluargaan di kerajaan ini yang sangat sulit disusupi dan didapatkan informasinya.
"Aku harap kamu baik-baik saja gadis ubi dan kita bisa bertemu lagi." ucap liam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Dien Agustin
banyak typo huruf nya.. to cerita ggod jobbb
2022-03-31
1
Zulvianti
wow kata katanya tajam melibihi silet
2022-03-19
0
Mbokde Sri Rejeki
gadis ubi😂😂😂
2022-02-15
4