Aleardo masih mencari mengenai fenomena mana hijau pada tubuh Ana. Pemuda itu semakin sering menghabiskan waktu di dalam perpustakan. Setelah satu minggu kejadian itu juga tidak pernah terjadi pada Ana. Tubuh Ana sekarang sudah beraktivitas seperti biasa tapi Aleardo selalu membatasi kegiatan gadis itu. Tapi sekarang Ana bisa membuat Aleardo mengizinkannya berlatih pedang lebih lama jika dia membuatkan cake untuk pemuda itu. Padahal dulu pemuda itu sangat tidak suka makanan manis tapi setelah menyicipi kue buat Ana, Dia selalu menghabiskan semua kue itu. Karena itu Ana sering uring-uringan. Apa lagi pernah Aleardo menghabiskan kue tanpa menyisakan untuk Ana menyicipinya.
Besok malam adalah pesta yang akan diadakan oleh raja kerajaan morquen. Awalnya Ana tidak ingin ikut dalam pesta itu karena dia takut bertemu dengan putra mahkota dan charlote. Bagaimanapun Kedua orang itu adalah tokoh penting pada novel. Charlote pasti hadir karena dia adalah keluarga duke di kerajaan ini. Kadang Ana tidak habis pikir dengan Anabella. Tokoh antagonis itu dulu berani melakukan kejahatan pada keluarga yang kastanya diatasnya.
Alasan Ana ikut pesta itu adalah Aleardo. Ana ikut pergi ke pesta karena kalah dalam taruhan duel pedang. Seorang Ana yang tidak pernah mengingkar janji jadi harus mengikuti permintaan pemuda itu. Nyonya marchioness sangat bahagia saat tahu anak gadisnya mau ikut acara pesta itu. Karena sejak Meitha di dalam tubuh Anabella, Dia selalu menolak dengan berbagai alasan. Tapi tahun ini di musim semi, seorang Ana yang meminta kepada ibunya untuk memilihkan gaun untuk pergi ke pesta. Ana sudah tidak menggunakan gaun setelah belajar berpedang, gadis itu sudah mengganti seluruh isi lemari baju dengan pakaian pria yang memberikannya kemudahan untuk bergerak.
Hari ini dia dan marchiones akan pergi ke butik untuk mencoba gaun. Ana sebenarnya kesal karena ibunya tidak menyuruh butik itu yang datang ke rumah. Alasannya adalah ibunya ingin memamerkan Ana pada teman-temannya saat nanti di butik. Hari ini Ana menggunakan gaun sederhana yang ternyata disimpan oleh lila jika Ana butuh untuk digunakan. Ana sangat terkejut dengan tindakan lila.
"Akhirnya putri tidur menggunakan gaunnya." ucap Aleardo. Pemuda itu ikut dengan Ana karena dia juga harus membeli pakaian untuk digunakan pergi ke pesta. Sebenarnya Aleardo sangat suka saat gadis yang sedang marah disampingnya menggunakan gaun. Seperti saat ini Ana menggunakan gaun, Dia terlihat sangat ferminim menurut Aleardo. Bahkan pemuda itu tidak pernah jauh dari Ana karena banyak pasang mata pemuda yang menatap kecantikan Ana. Tapi Gadis itu tidak sadar dengan pesonanya.
"Ini semua karena kamu minta ikut pesta. Aku tidak suka menggunakan gaun. Berat tahu pake gaun rasanya kaya bawa batu."
"Cih kamu terlalu berlebihan. Aku senang kamu pakai gaun jadi gerak kamu terbatas."
"Dasar Aleardo menyebalkan."
"Nyonya Marquess Shireen." panggil seorang wanita tua pada ibunya yang sedang berbicara dengan desainer. Wanita tua yang masih cantik walaupun umur sudah tua.
"Salam saya pada nyonya duchess Rainer"
"Sudah aku bilang kamu tidak perlu formal jika kita berdua." ucap wanita tua itu. Hal itu yang dia tidak suka jika di lingkungan bangsawan. Mereka terlalu ribet saat bertemu saja.
"Apakah dia Anabella?" tanya nyonya duchess Rainer.
"Salam saya pada nyonya duchess Rainer." ucap Anabella.
"Wah dia sangat cantik. Oh iya kenalkan anak saya Raindhen. Dia berumur 15 tahun." ucap nyonya duchess.
Ana terkejut saat melihat Raindhen mendekati Aleardo. Mereka berbincang tanpa memperdulikan keberadaan Ana.
"Saya terkejut melihat nona Anabella sangat dekat dengan pahlawan kerajaan kita." ucap duchess Rainer.
"Ana dan Aleardo teman dalam berlatih pedang."
"Wow nona Ana bisa dapat berpedang."
"Ya nyonya, itu hanya saya lakukan saat mengisi waktu ruang." ucap Ana.
"Anda sangat menarik nona. Selain ayu, cantik, sopan anda juga tangguh."
"Terima kasih atas pujiannya." ucap Ana.
"Kamu dekat dengan anak manja itu Aleardo? aku terkejut." ucap Raindhen. Ana kesal saat orang lain memanggilnya nona manja padahal dia tidak seperti.
"Aku tidak setuju dengan yang kamu ucapkan Rain. Dia gadis yang mandiri walaupun aku mengakui. dia tidak begitu pintar." ucap Aleardo sambil menatap wajah Ana yang sudah kesal saat mendengar ucapan pemuda itu.
"Benarkah? "
"Bahkan kalau kamu duel pedangnya, Aku yakin kamu akan kalah Rain." ucap Aleardo.
"Bagaimana kalau tuan muda Raindhen duel pedang dengan saya." ucap Ana yang telah berdiri di sebelah Aleardo.
Sedangkan Duchess Rainer melihat anaknya ditantang oleh seorang gadis yang lebih mudah hanya tersenyum. Dia sudah mencoba menghilangkan sikap angkuh sang anaknya. Tapi sangat sulit karena hanya putra mahkota dan Aleardo yang bisa membukam sikap angkuh anaknya.
Keluarga Duchess Rainer adalah keluarga yang bersikap ramah. Walaupun mereka punya posisi yang sangat berpengaruh di kerajaan ini tapi nyonya duchess sangat tidak menyukai sikap angkuh seorang bangsawan. Makanya wanita tua itu membiarkan saja tindakan nona marques.
"Kamu merendahkan nona Anabella." ucap angkuh Raindhen.
"Sebaiknya kita jawab dengan hasil saja bagaimana tuan muda angkuh." ucap Ana.
"Jangan menangis kalau anda kalah."
"Aku tidak pernah menangis kalau kamu tahu." ucap ana santai. Ana memang tidak pernah menangis. Aleardo bahkan tidak melihat gadis itu menangis. Ana seorang gadis ceria yang cuek. Makanya dia terlihat baik-baik saja walaupun sekitarnya menghujatnya.
Setelah dari butik Ana, Aleardo, dan Raindhen langsung menuju rumah marques untuk melakukan tanding pedang. Awalnya Raindhen sangat angkuh dan merendahkan Ana dalam seni berpedang. Tapi sepertinya pemuda yang seumur dengan Aleardo itu tidak tahu kalau Ana hanya pernah dikalahkan oleh Aleardo dan ayahnya. Ana tidak butuh waktu lama untuk mengalahkan Raindhen. Hal itu membuat pemuda itu terkejut melihat gadis yang dibilang manja ternyata sangat ahli dalam berpedang.
"Bagaimana tuan muda Raindhen?"
"Aku menjadi penggemar nona Anabella yang sangat berkharisma ini." ucapan Rainden membuat terkejut Ana dan Aleardo. Apalagi dengan tindakan Raindhen yang mencium punggung tangan kanan Ana. Aleardo segera menepis tangan Raindhen.
"Menjauhlah dari Ana, Raindhen." ucap Aleardo dengan penuh tekanan.
"Hahahhah aku tidak takut dengan ancaman kamu. Nona saya akan pulang sekarang. Kita akan bertemu di pesta besok. Saya harap anda akan berdandan cantik tapi tanpa berdandanpun Anda sudah cantik. Hanya menggunakan pakaian seperti saat ini saja saya sangat terpesona dengan Anda." Ucapan Raindhen membuat Ana tersipu malu dan Aleardo marah. Pria itu dengan santai meninggalkan kedua orang itu.
"Dia sangat sweet." ucap Ana pelan yang terdengar oleh Aleardo.
"Cih, Lihat nanti Raindhen kamu mengangkat bendera perang padaku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Zulvianti
hohohohoho, si empu sudah cemburu
2022-03-19
1