Ana sedang kesal karena setelah dia pulang dari taman lavender sang ibunda langsung membawanya ke kamar. Kata wanita tua itu saatnya untuk bersiap untuk pesta nanti malam. Tapi ini baru saja tengah hari dan acara itu mulai jam 8 malam. Sejak Ana datang ke kamar, dia langsung dibawa ke kamar mandi. Dia sangat senang karena ada yang merawat badannya tapi diwaktu bersamaan Ana juga merasa risih. Karena pelayan yang merawatnya bukan hanya lila tapi ada 5 pelayan sekaligus.
Tidak persiapan ana yang menghabiskan waktu itu selesai. Sekarang gadis berusia 13 tahun ini sedang diam di depan cermin dan lila merapihkan rambut gadis itu. Ana tidak menyangka dia bisa secantik saat melihat hasil para pelayan merawatnya.
Kulit kusam akibat sering tepapar matahari di siang hilang begitu saja. Sekarang kulitnya menjadi putih, harum dan lembut. Wajahnya terlihat sangat menawan menurut dirinya tapi para pelayan juga menggap seperti. Gaun berwarna ungu muda menambah keindahan untuk tubuh Ana.
"Nona ada sangat cantik dan menawan. Harusnya nona sering melakukan perawatan dan berdandan seperti ini."
"Terima kasih atas pujiannya. Kalian bisa kembali bekerja lagi." ucap Ana. Setelah itu para pelayan berjalan meninggalkan kamarnya.
"Lila kamu sudah siapkan hadiah itukan? Jangan sampai ketahuan oleh tukang sihir itu."
"Tentu Ana, Kenapa tidak diberikan tadi pagi nona?"
"Sepertinya lebih menarik memberikan hadiah di ujung hari ."
"Nona sangat romantis."
"Apa maksud kamu Lila? Aku hanya terlalu malas orang-orang mengetahui tentang hadiah itu."
"Tapi nona sudah menyiapkan sejak lama bukan. Itu lebih baik kalau dipakai hari ini."
"Biarlah."
"Hey apa yang sedang kamu bicarakan putri tidur." ucap Aleardo yang ternyata sudah duduk di sofa kamar Ana.
"Sejak kapan kamu di kamarku?" tanya Ana kaget melihat pemuda itu dengan santainya menyesap teh yang tadi dia siapkan.
"Sejak kalian saling berbisik." ucap Aleardo santai.
Ana berjalan menuju Aleardo. Pemuda itu sedikit terpesona dengan penampilan Ana hari ini. Rasanya dia ingin membatalkan permintaanya pergi ke pesta. Tapi dia telah berjanji pada marchiones untuk membuat Ana datang.
"Bagaimana penampilanku hari ini?"
"Biasa saja"
"Tidak usah berbohong hey tukang sihir. Sepertinya berat sekali mulut kamu buat puji aku." ucap Ana kesal sambil memakan kue yang ada di meja depan sofa.
"Kamu cantik bahkan bagaikan malaikat." Ucapan Aleardo membuat sebuah bulatan merah di pipi Ana muncul.
"Ya memang Ana selalu cantik saat apapun sih." ucap Ana.
"Ayo kita pergi, Ini sudah waktunya."
Aleardo menarik tangan ana. Keduanya tidak mengeluarkan sepatah katapun setalah itu sampai kereta kuda sampai di depan istana. Ana sedikit terpesona dengan istana kerajaan ini. Tanpa Ana sadari ada seorang pemuda yang sedang berjalan mendekati gadis itu. Aleardo yang sadar Raindhen berniat mendekati Ana segera pemuda itu mengajak Ana masuk kedalam. Mereka pergi bersama tuan marques dan nyonya marchiones.
"Selamat datang pada tuan Marques Xieben, Nyonya Marchiones Shireen, Nona Anabella dan Tuan muda Aleardo pahlawan dalam peperangan di perbatasan barat." ucap seseorang yang menyambut tamu di pesta kerajaan.
Ana kesal saat namanya disebutkan hal itu mengundang seluruh mata yang ada di dalam ruang ini. Dia berjalan menuju stand kudapan yang ada di samping kanan. Ana tidak pernah ikut acara sosial bangsawan yang membuatnya tidak memiliki teman. Sedangkan Aleardo selalu ada di samping Ana walaupun sempat beberapa anak bangsawan mencoba mengajaknya berbincang tapi tak di tanggapi oleh pemuda yang hari ini berumur 15 tahun.
"Apakah kamu tidak takut gedut putri tidur?" tanya Aleardo yang melihat Ana terus memakan kudapan.
"Diamlah kamu Aleardo lebih baik kamu pergi sana berbincang dengan para tuan muda dan gadis bangsawan. " ucap Ana yang kembali melanjutkan memakan kue-kue di depannya.
"Nona Ana, Anda sangat menawan hari ini bahkan saya tidak bisa mengalihkan tatapan saya saat masuk ke dalam pesta ini." Ucap Raindhen yang sudah di depan Ana dan menciup punggu tangan Ana. Hal itu membuat Aleardo marah, pemuda itu langsung menepis tangan Raindhen. Aleardo langsung mengusap punggung tangan Ana dengan saputangannya.
"Hey kamu jahat sekali Aleardo. Kamu pikir mulutku berisi kuman yang dapat menyakiti nona Ana."
"Ya bibir kamu berisi kuman dan jangan mendekati Ana." ucap Aleardo.
"Salam hormat pada sang pemilik cahaya dan keagungan Raja Morquen III dan sang putra cahaya masa depan Putra mahkota William O Sheberdes."
Ana yang tadinya asik dengan kue-kuenya tiba-tiba berhenti. Dia melihat dari sumber suara itu. Ana terkejut saat melihat sosok Putra Mahkota. Dunianya akan segera hancur.
"Liam, Kematianku ternyata sudah di depan mata." gumam Ana.
Saat melihat pemuda yang dia tolong saat di pasar adalah putra mahkota. Tokoh yang harusnya dia hindari tapi nasi sudah menjadi bubur. Sekarang dia sudah bertemu dengan ketiga tokoh pria yang selalu berada di garis depan Charlote. Pemain utam wanita yang akan membuatnya menjadi seorang tokoh antagonis.
Aleardo sudah menduga kalau pemuda yang dia temui saat di taman lavender bukan rakyat biasa. Dia sangat mudah menyadari kondisi sekitar pemuda itu walaupun berpakaian rakyat. Hal itu yang membuat Aleardo selalu melarang Ana bertemu dengan pemuda yang memanggil dirinya Liam.
Saat Ana sedang terdiam, Liam sedang berjalan menuju gadis itu. Sedangkan Ana masih melamun memikirkan nasibnya yang akan terjadi setelah ini. Semua alur cerita dalam novel ini sudah melenceng jauh. Dari pertemuannya dengan putra mahkota dan Aleardo di hari yang sama. Selain itu Raindhen yang menjadi penggemar Ana selama satu hari ini.
"Apa yang terjadi pada alur cerita ini?"ucap ana lirih.
Ana baru sadar saat menanggahkan kepala sudah ada tubuh Aleardo yang menutupi pandangannya. Saat di mengintip dari samping tubuh pemuda itu, dia melihat putra mahkota. Dia terkejut kenapa pemuda itu berjalan ada di sini. Tapi Ana berpikir positif kalau tujuannya adalah Aleardo sang pahlawan kerajaan ini.
"Tenyata yang mulia putra mahkota sangat suka berdandan seperti rakyat kecil." ucap Aleardo yang seperti sindiran tapi tidak di tanggapi.
"Sudah lama kita tidak bertemu dengan kamu Ana." ucap Putra mahkota.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments