Selama satu minggu, dia sudah membuat rencana untuk masa depannya di dunia novel ini. Selain itu dia juga baru sadar kalau keluarganya adalah bangsawan yang begerak pada bidang militer. Ayahnya adalah jenderal tertinggi Setelah raja saat ini. Hal itu yang membuatnya sadar kalau dulu ayahnya meminta untuk anaknya menjadi tunagan putra mahkota. Raja sama sekali menolak karena kesetian dan jasa yang telah dilakukan Marques Natlastion sejak mudah hingga saat ini. Tapi Anabella tidak akan pernah meminta hal itu karena semua itu yang menyebabkan mendapatkan hukum mati dikemudian hari.
Setelah dia merasa tubuh sudah bugar kembali, rencana pertama yang dia akan lakukan adalah berlajar pedang. Sebenarnya itu tidak ada hubungan dengan putra mahkota hanya saja saat dirinya membaca novel ini, dia sangat penasaran dengan bermain pedang. Walaupun awalnya kedua orang tuanya menolak permintaanya tapi dengan segala rayuan akhirnya kedua orang tuanya mengizinkannya.
Flashback
Setelah menghabiskan 5 hari di tempat tidur, Anabella merasa energi di tubuhnya sudah terisi kembali. Dia memiliki impian untuk belajar pedang berhubung ayahnya adalah seorang kesatria jadi dia akan memanfaatkan kesampatan itu. Dia berjalan menuju ruang kerja ayahnya Setelah makan malam. Beberapa hari ini dia sadar akan kebiasaan ayahnya yang suka mengerjakan beberapa pekerjaan sebelum tidur.
“Ayah.” Panggilannya menyadarkan pria yang sedang focus dengan kertas yang ada di mejanya. Pria itu terkejut mendengar sang anak memanggilnya ayah karena sebelumnya kecelakan anak gadisnya sangat dingin dan cuek padanya dan istrinya. Dia kadang bingung kenapa sikap anaknya seperti. Sejak kecil Anabella sangat jarang berdekatannya dan istrinya.
“Ya sayang ada apa ? kamu belum tidur ini sudah malam.” Tanya sang pria itu yang berjalan menuju sofa di ruangan itu. Anabella mendekat ayahnya dan duduk di samping ayahnya. Hal itu membuat pria itu terkejut dengan tingkah anaknya yang mau duduk disampingnya.
“Ayah, ana punya sesuatu permintaan.” Ucap Anabella.
“Permintaan apa sayang.” Seorang wanita yang baru masuk kedalam ruangan itu mengintrupsi pembicaraan anak dan ayah.
“Ibunda. Ana ingin belajar pedang.” Sontak permintaan Anabella membuat kedua orang itu terkejut. Karena anaknya sebelum kecelakan paling tidak suka berkeringat dan berada di terik panas matahari.
“Apakah kamu benar saya?”
“Iya ayah.”
“Tapi ibunda tidak mendukung permintaan anak bunda. Kamu itu seorang perempuan dan tidak ada kewajiban seorang perempuan belajar pedang.”
“Ayolah ibunda, izinkan ana belajar pedang. Ana janji tidak akan bolos kelas tatakrama dan yang lainnya tapi izinkan ana belajar pedang. Selain itu kalau ana gak belajar pedang Siapa yang akan mewariskan keluarga masques Natlastion.” Ucapan ana membuat kedua orang tuanya terdiam.
“Ayah tidak mengharapkanmu untuk mewariskan gelar keluarga kita sayang. Ayah akan ikut semua pilihan kamu kalau itu bisa buat kamu Bahagia.” Ucap ayah sambal mengelus kepala ana dengan lembut.
“Tidak ayah, saat ana sadar dari tidur. Kalau jadi penurus ayah adalah keinginan ana. Jadi izinkan ana yah. ana mohon.”
“Baiklah ayah izinkan tapi Latihan tidak akan mudah kamu harus tahu, dan ayah tidak akan berbelas kasih karena kamu anak ayah. Bagaimana kamu masih mau belajar pedang?”
“Iya ayah, jadikan ana ksatria wanita .hahhaha.” suara tawa ana membuat kedua orangtuanya tersenyum. Mereka sangat Bahagia saat melihat anaknya tertawa dan tersenyum. Karena anaknya sebelumnya sangat jarang tersenyum dan tertawa.
Flashback End
Ana berlajar pedang dengan giat bahkan hanya butuh satu bulan untuknya memahami dasar pedang. Hal ini yang membuat sang ayah dan para ksatria bawahan ayahnya terkejut. Selain itu para pasukan ksatria juga dekat dengan ana. Gadis itu membuat setiap orang terkejut dengan perubahan sikapnya. Karena sudah terkenal karakter Anabella yang sangat jutek dan tidak suka bergaul dengan orang yang dibawah kelasnya. Tapi sekarang Ana sangat ramah dan ceria. Bahkan para ksatria ayahnya sangat menyangi ana. Tak kadang mereka memberikan hadiah buat Ana yang membuat gadis itu terkejut di awal.
“Ayah tidak menyangka kamu punya bakat dalam bepedang.”
“Siapa dulu ayah ana.” Ucapan ana membuat ayahnya tertawa kencang. Saat keduanya sedang asik bercanda guraw. Sebuah teriakan yang menggema menyadarkan keduanya.
“ANABELLA, KENAPA KAMU BELUM SIAP-SIAP.” Ana yang sadar akan kehadiran sang ibu yang akan mengajaknya ke cara pesta kebun. Tapi ana tidak pernah ingin ikut setelah pertama kali dia ikut pesta itu. Menurutnya itu terlalu membosankan Apalagi anak-anak itu sangat suka bergosip. Sangat tidka asik menurutnya. Ana mengecup pipi ayahnya yang membuat pria itu tersenyum.Berlari menjauhi pria itu dan membuat pria itu tertawa melihat tingkah anak gadisnya yang tidak pernah mau ikut pesta kebun setelah acara di kediam duke Orthor.
“Ayah bilang ibu kalau anak gak ikut. Bye ayah. Sore ana akan pulang seperti biasa.” Ucap ana sambal berlari.
“Dasar anak itu.” Ucap pria itu yang harus menyiapkan umpatan istrinya kembali akibat anak gadisnya tidak mau ikut. Kadang dia khawatir dengan anaknya yang sekarang suka keluar rumah tanpa ada pengawalan. Pernah dia menyuruh salah satu ksatria mengikuti anaknya yang berakhir ana menggerutu dan mendiamkannya selama seminggu.
“Semoga dia selalu dilindungi.” Dia yakin anak gadisnya bisa melindungi anaknya karena selama sebulan ini anaknya bahkan bisa mengalahkan salah satu ksatrianya. Dia kadang bingung anak gadisnya bisa sekuat itu. Tapi dia juga bersyukur karena itu.
Ana sudah sampai pasar, dia memang sering mengunjungi tempat ini. Dia merasa tempat ini sangat menarik disbanding pusat berbelanjaan bangsawan. Dia bisa berbaur dengan orang-orang rakyat dan membeli makan unik menurutnya. Dia berjalan kesalah satu stand makan yang menjual sebuah ubi bakar. Dia membeli tiga buah ubi. Lalu dia melanjutkan berjalan di pasar hingga dia melihat kerumunan. Dia mendekat dan melihat seorang anak laki-laki sepertinya lebih 2 tahun sepertinya dan seorang pria dewasanya yang seperti berada dikalangsan bangsawan.
“rakyat rendah seperti kamu harus bersujud dan meminta maaf pada saya.” Sedang pria muda itu hanya diam tanpa memberikan respon apapun pada pria tua itu.
“Dasar gila hormat.” Ternyata ucapan Anabella terdengar oleh pria tua itu. Hal itu membuat pria tua itu marah dan mendekati ana tapi dihadang oleh pria muda.
“Menyingkirlah kamu, Anak seperti kamu harus diberikan pelajaran.” Ucap pria tua itu. Ana yang kesal mendengar ucapan pria itu segera berjalan mendekat dan menendang tulang kering pria itu dengan keras. Hal itu membuat pria itu tertunduk karena merasa takut. Karena sadar akan itu waktunya untuk kabur, Ana menarik tangan pria muda itu untuk berlari.
“Hey jangan lari kamu, Kejar meraka.” Ucap pria tua itu pada pengawalnya.
Sedangkan ana yang sudah 2 minggu ini mengetahui setiap bagian pasar jadi sangat mudah untuk kabur. Gadis itu belum sadar kalau tangannya masih berpegangan tangan pemuda itu. Sedang pemuda itu hanya mengikuti gadis kecil yang menariknya. Setelah berlari cukup lama akhirnya ana berhenti di perbukitan yang memang agak jauh dari pasar. Dia menemukan tempat ini beberapa hari lalu dan menjadi tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu ruang dengan pemandang hamparan Bungan lavender.
“Sampai sini mereka tidak akan mengejar kita.” Ana yang sadar tangannya masih berpegangan akhirnya melepaskan. Ana langsung duduk di bawah pohon tanpa memerdulikan pemuda di sampingnya. Membuka bingkisan ubi bakar yang akan dimakannya.
“Duduklah dan ambilah. Aku sedang baik hati menawarkanmu makanan kesukaanku loh.” Ucap ana yang sambil memakan ubi itu.
“Makan jangan sambil berbicara.” Ucap pemuda itu yang balas dengan anggukan kepala. Hanya butuh waktu 5 menit untuk ana menghabiskan satu buah ubi besar. Hal itu membuat pemuda disampingnya terkejut. Dia baru pertama kali melihat wanita yang tidak peduli dengan penampilan saat makan di samping pria.
“Ada apa?”
“tidak ada.”
“Tadi kamu ada masalah apa sama pak tua gila hormat itu.” Tanya ana yang entah apa membuat pemuda itu tersenyum tipis mendengar ucapan gadis disampingnya.
“Saya hanya tidak sengaja menabraknya bahunya.”
“Benarkah? Cih dasar bangsawan pada gila hormat. Gak orang tua gak anak kecil sama saja.” Ucapan ana membuat pemuda itu tertawa kecil.
“Kenapa kamu tertawa ada yang lucu? Berhenti berbicara formal.” Ucap Anabella yang kesal melihat pemuda disampingnya tertawa. ‘ apa yang lucu coba, aku kan tidak sedang melawak.’
“Bukankah nona juga seorang bangsawan.” Ucapan pemuda itu membuat ana terkejut.
“Bagaimana kamu tahu aku bangsawan?”
“Terlihat dari pakaian nona, walaupun itu pakaian buat Latihan berpedang tapi terlihat dari bahan yang anda pakai bukan seperti yang sering dipakai orang rakyat biasa.”
“Kamu benar juga. Aku lupa tadi gak ganti baju dulu gara-gara melihat keributanmu. Oh ya perkenalkan aku Anabella. Kamu bisa panggil aku ana.”
“saya Liam nona ana.”
“salam kenal. Apakah rumahmu sekitar sini liam?”
“ya nona ana.”
“Berhenti memanggilku nona.”
“Baiklah ana.”
Tanpa mereka sadar sudah menghabiskan waktu satu hari untuk berbincang. Ana merasa memiliki teman yang sangat enak untuk diajak berbicara. Tidak berbeda dengan liam, dia juga merasa ana seorang gadis yang sangat ramah dan lucu setelah menghabiskan waktu berbincang. Bahkan gadis itu tidak seperti gadis bangsawan yang sering dirinya temui.
“Liam aku harus pulang, kapan-kapan kita ketemu dan berbincang lagi. Oh iya aku pasti setiap seminggu sekali datang ke sini pada hari kamis. Waktunya seperti tadi kalau kamu tidak sibuk kita bisa bertemu lagi.Bye liam” ucap ana. Setelah itu dia meninggalkan liam yang masih diam di tempat itu. Hingga seseorang mendatangi liam.
“Kamu cari semua informasi tentang gadis itu. Aku ingin besok pagi sudah ada di mejaku.” Ucap liam. Setelah itu meninggalkan tempat yang membuat dia sangat berkesan.
“Kita akan bertemu kembali ana.” Ucap liam sambil menatap kepergian ana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
alya
ntah kenapa baca ana rasanya kek bilang aku dalam bhs Arab wkwk
2022-07-07
2
Evelyn_clxx
akhirnya setelah ku baca baca ulang ini dua chapter ngerti juga akhirnya
2022-04-20
0
yora
Thor jadi bingung bacanya ni
2022-04-19
2