Anabella di novel itu memiliki karakter angkuh, sombong dan dia tidak dekat dengan kedua orang tuannya. Semua itu yang membuat aku membenci wanita ini tapi apa daya sekarang anabella adalah aku. Maka Anabella sekarang versi mei-mei. Misi pertama yang anabella baru lakukan adalah menjalin hubungan marquess dan ibu.
Anabella adalah karakter malingkunda yang gak berbakti pada ibu tapi sayang dia tidak dikutuk menjadi batu tapi mati dengan mengenaskan. Tapi aku kesal seperti ini karena ibu anabella adalah wanita yang baik dan mencintai tubuh yang sekarang dirinya tempati. Hal itu membuatku berniat melindungi ibu anabella dari wanita iblis yang tak lain istri sah ayah. Jika wanita itu berniat melaksanakan rencanya seperti pada novel yang aku baca. Aku pastikan akan memberikan pelajar yang lebih kejam dari rencannya.
"Lila." Panggilku dan pelayan itupun mendekati dengan wajah pucat. Apakah anabella semenyeramkan itu dulu. Dasar anak kurang ahlak mulia.
"iya nona, apakah ada yang nona inginkan?" tanya lila dengan wajah yang pucat. "Kasian lila. tenang mulai sekarang aku akan menggapmu kakakku lila. itu janjiku." ucapku dalam hati.
"Lila, aku minta maaf bila dahulu selalu melakukan hal buruk padamu. Mulai hari ini mari kita mulai dari awal. Aku sudah menganggap Lila kakak sendiri jadi seterusnya panggil aku ana atau bella."
"Tapi nona itu sangat tidak sopan untuk saya yang..."
"Aku tidak menerima penolakan." Lila aku akan melindungi seperti yang kamu lakukan pada anabella sialan yang tak tahu diri itu.
"Baiklah ana." ucap lila dengan senyum manis. Aku baru sadar kalau pelayanku ini cukup manis.
"Lila, bagaimana kabar pelayan nenek lampir itu. " Lila sudah tahu panggilan untuk wanita tua itu walaupun awalnya lila bingung dengan panggilan yang aku buat. Hanya warga +62 yang tau itu.
"Pelayan nenek lampir belum melakukan pergerakan hanya saja wanita itu sudah menyuruh beberapa pelayan untuk tidak memperdulikan ibunda nana." ucapan lila membuatku kesal dan ingin ketawa. Apalagi saat lila menyebutkan nenek lampir dengan wajar serius. Beruntung saja tidak ada yang tahu arti panggilan itu.
"Nenek lampir itu sudah mulai mengibarkan bendera perang maka kita juga harus mulai bertindak ." ucapku pada lila.
"Apa yang kita lakukan ana?" tanya lila.
"Melakukan hal yang akan membuat wanita tua dan anaknya panas dengan melaksanakan misi pertama." Sedangkan lila yang mendengar ucapaku hanya diam karena aku tahu dia masih bingung dengan rencana yang sudah aku buat. Mari bermain api agar wanita tua itu panas.
Sebenarnya selain anabella, nenek lampir itu adalah karakter yang paling aku benci. Karena novel yang aku baca diceritakan kalau ibu anabella waktu itu adalah kekasih ayahnya. Keluarga ayahnya tidak terlalu mempersalahkan mengenai kasta. Mereka menerima ibu dengan lapang dada. Bahkan orang tua marquess sangat bahagia ketika tahu sang ibu sedang hamil Anabella walaupun waktu mereka baru tunangan karena ayah harus pergi ke medan perang. Sayang nenek lampir itu mengancam ibu jika tidak pergi maka janin yang dikandung akan dalam bahaya. Ibu yang hidup sebantangkara menjadi ketakutan karena dia tidak mempunyai dukungan. Walaupun kedua orang tua marquess mendukung tapi mereka tidak di rumah utama. Hal itu yang membuat ibu memilih jalan untuk meninggalkan ayah.
Beberapa bulan marquess pulang dari medan perang dan mendapatkan kabar kalau tunangannya menghilang begitu saja. Semua usaha sudah dilakukan untuk menemukan sang tunangan tapi sekaan ibu menghilang bagaikan debu. Dua tahun setelah itu raja menurunkan perintah untuk menikah nenek lampir yang berasal dari keluarga duke Fressio. Karena waktu itu marquess masih belum menemukan sang pujaan hati dan raja memaksanya maka pernikahan itu berlangsung tanpa ada rasa suka satu sama lain. Ternyata Marquess tidak pernah menyerah mencari sang pujaan hingga pada saat Anabella berumur 10 tahun. Pria itu menemukan keluarga kecil itu.
Fakta mengejutkan adalah marquess mengetahui kalau istrinya yang mengusir tunangannya waktu itu dengan ancaman pada buah hatinya yang masih didalam kandungan. Selain itu Charlote adik anabella yang menjadi pemain utama di novel ini ternyata bukanlah anak marquess dan pria itu tahu. Maka pada saat Anabella dihukum eksekusi pria itu yang tak lain sang ayah diberikan hukuman sama karena mendukung tindakan anaknya.
Tapi Anabella yang sekarang tidak akan membiarkan sang ayah dan ibunya mati begitu saja. Sudah tidak ada lagi Anabella yang egois dan tidak memperdulikan keluarganya karena sekarang hal utama yang dia lindungin bukan perasaaan putra mahkota tapi orang disekelilingnya.
Aku berjalan menuju kamar ayah. Bagaimanapun aku harus lebih kuat agar dapat melindungin orang sekelilingku. Walaupun Anabella yang ada di novel dulu sangatlah bodoh dan munafik. Aku berniat mengikuti sekolah militer untuk memperkuat fisik dan menjaga diriku di masa depan. Selain itu misi pertama untuk mendekat pada ayah sebagai anak. Karena nilai keluarga menjadi hal utama untuk memperkuat kekuatan.
"Tuan Marquess , Nona Anabella izin memasukin ruang Tuan."ucap penjaga yang ada di depan pintu.
"Silahkan masuk." ucap pria yang pasti bukan suara ayahnya.
"Ayah." panggilanku pada Marquess mengejutkan orang -orang disekitarnya karena dirinya tahu kalau anabella sangat membenci ayahnya karena telah membuat hidupnya sengsara selama 10 tahun.
"Anakku kamu tadi memanggil apa?"
"Ayah ." pria itu berjalan menujuku dan memulukku. Aku menjadi rindu keluargaku yang ada di Indo. Setidaknya misi pertama terlaksana membuat ayah mendekat.
"Ayah jangan peluk terus ana nanti kapan kita minum teh bersama." ucapanku membuat ayah melepaskan sedikit demi sedikit pelukannya. Sungguh ayah yang mencintai anaknya.
"Jadi ada apa putri ayah datang padahal biasanya putri ayah enggan mendatangi ruangan ini." ucap ayah.
"Hehehe, ayah jangan begitu. Maafin ana yang dulu tidak memperdulikan ayah padahal ayah selalu ada buat ana." ucapku yang tidak sadar menitikan air mata melihat perlakuan ayahnya di dunia ini yang sangat baik.
"Putri ayah tidak perlu meminta maaf karena ayah memaklumi kalau putri ayah masih kesal dengan yang terjadi sebelumnya." ucap ayah yang sedikit kecewa akan dirinya. Dasar Anabella dulu apa matanya buta hingga tidak merlihat kasih sayang sang ayahnya.
"ayah, ana punya permintaan >"
"Apa itu ? ayah akan mengambulkan apapun asalnya tidak meninggalkan ayah."
"Aku ingin belajar beladiri dan ikut akademi militer." ucapku. Sebenarnya aku memang sangat menyenangi bela diri jadi dari pada aku harus mengikuti kegiatan membosankan pada nona muda yang hanya menggosipi orang lain. Aku lebih baik menghabiskan waktu dengan memperkuat diri.
"ayah tidak terima kalau kamu ikut akademi militer itu terlalu berbahaya." ucap ayah sambil mengelus rambut putihku.
"Tapi ayah aku ingin belajar beladiri." ucapku sambil menujukkan puppy eyes.
"Huh baiklah kamu bisa ikut latihan dengan pasukan ayah di istana ini tapi tidak dengan akademik militer. Ayah akan mengajarkan tentang militer buat menjaga dirimu jika terjadi sesuatu hal buruk terjadi." ucapan ayah membuatku bahagia bukan main karena itu adalah cita-citaku sejak lama di duniaku dulu.
"Ana sayang ayah ."
"Ayah lebih menyayangimu putriku."
"Sepertinya ada yang merupakan ibu tanpa ada ajakan." ucap ibu yang muncul dari pintu lain ruangan ini. Sebenarnya dirinya agak terkejut karena ibu berada di ruangan ini.
"Sayang anakmu ini sudah memanggilku Ayah." ucap ayah pada ibu.
Setelah itu kami bertiga berbincang. Hingga aku menyadari ada sosok orang yang melihat kami dengan mata marah. Misiku kali ini berjalan sesuai dengan rencana. Musuh sudah terkena api yang aku lempar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Dinda
ku kutuk aku jadi....monyet nenek lampir ‼️
2024-05-11
1
akubami_oi
gak jadi...binasa saja lah kau nenek lampir
2024-04-09
0
akubami_oi
imo sebenarnya istri sah nya gak salah sih buat merasa benci, secara siapa yang gak kesal pasangannya suka sama orang lain?!
2024-04-09
0