6.Kabur

Aleardo asik dengan buku sihir tebal sedangkan ana hanya mengambil buku cerita di negeri ini dengan sesekali memakan kue dan meminum tehnya. Dia tidak menikmati waktunya di perpustakaan ini. Apalagi novel di negeri ini sangat menggelikan. Entah rasanya terlalu menjijikan dan dramatisir. Apalagi dia tahu pengaruh kekasairan membuat ada batasan dalam berkarya mengenai kehidupan kerajaan.

"Aku bosan aleardo, Apa mata kamu tidak pusing membaca buku tebal itu?  Melihatnya saja sudah membuatku sakit mata apalagi aku membacanya."

"Karena itu kamu bodoh. Bacaan sangat tidak baik buat otak kamu." ucap aleardo yang melirik buku yang diambil oleh gadis di sebalahnya.

"Aku juga tertarik buku ini. cih menggelikan hubungan percintaanya." ucap ana yang mendorong buku itu. Lalu dia menyembunyikan wajah dilipatan tangannya dan mengalihkan wajah dari aleardo.

"Aku bingung melihatmu yang sangat tertarik dengan buku-buku tebal itu. Aku lebih baik berlatih pedang." ucap ana.

"Bukankah kamu kalah taruhan denganku jadi ikuti saja permintaanku dan mulai baca buku sihir. Itu bagus untuk kamu mengenal mana kamu."

"Kita sudah satu bulan menghabiskan waktu di perpustakaan setelah latihan pagi. Itu juga cuman sebentar. Mana, aku tidak bisa menggunakan itu. " ucap ana lirih dan setelah itu diam tanpa mengeluarkan satu katapun.

"Hey jangan tidur di sini. Aku sudah bosan memindahkanmu." Tapi tidak ada balasan dari ana. Aleardo hanya menghela nafas saat melihat gadis di sebelahnya terlelap.

"Aku sungguh tidak suka kamu bermain pedang." gumam aleardo yang kembali membaca bukunya.

Flashback

Setelah ana siuman, keesokannya dia sudah berlatih pedang lagi. Hari ini aleardo juga sudah ikut latihan. Ana tidak menyangka aleardo memiliki bakat dalam berpedang. Baru saja dia diajarkan oleh salah satu ksatrianya, dia sudah bisa melakukannya dengan baik bahkan lebih baik dari ksatria itu.

"Kamu mau latih tanding denganku tidak?" tawar ana. dia hanya penasaran dengan keahlian aleardo. Keahlian berpedang ana tidak bisa diremehkan dia sudah semakir seperti ksatria pada umumnya. Hanya saja dia tidak bisa mengalirkan mana pada pedang yang membedakannya dengan ksatria lain. Tapi teknik berpedangnya sangat dikagumi oleh para ksatria. bahkan para ksatria ayah dengan mudah dikalahkannya jika mereka tidak menggunaka mana pada pedangnya.

"Kalau kamu kalah harus mengikuti permintaanku selama 1 bulan?" ucap aleardo.

"siapa takut? kalau kamu kalah akan aku jadi kamu pembantuku. hahhahaha." ucap ana dengan diakhiri tawa.

"Kamu tidak akan menang. ayo kita mula." ucap aleardo.

Ana segera memasang posisi siap dengan mengarahkan padang kayu agar keduanya tidak menerima cidera parah. Bagaimanapun mereka masih kecil apalagi ana. Para ksatria tidak akan rela nonanya mendapatkan luka sayat akibat pedang.

"Mulai." teriak salah satu ksatria.

Ana segera menyerang aleardo tapi dengan mudah ditangkis setiap serangan. Hingga beberapa saat setiap serangan ana ditangkis oleh aleardo, dia memberikan satu serangan yang membuat nana terjatuh karena tidak bisa menangkis. aleardo mengarahkan leher ana dengan pedang kayu.

"Kamu kalah tuan putri babi."

"akh jangan panggil aku itu dan bagaimana kamu bisa menang padahal baru belajar hari ini?" ucap ana.

"Karena aku pintar dan kamu bodoh."

"Aku pintar tahu ih. enak ajah panggil aku bodoh. Apa permintaanmu?" tanya ana pada aleardo.

"Kamu berhenti satu bulan latihan pedang dan temani aku di perpustakaan." ucap aleardo dengan santai.

"Aku tidak mau,aku tetap ingin berlatih pedang." ucap ana memohon pada aleardo dengan mengeluarkan puppy eyes.

"Baiklah hanya latihan pagi dan tidak lebih dari 1 jam. tidak ada penawaran lagi." ucap aleardo.

"Baiklah aku terima itu." ucap ana.

Flashback End

Ana dan Aleardo hampir tidak pernah berpisah. Keduanya menghabiskan waktu bersama dari bangun tidur sampai menjelang tidur. Keduanya sering mengikuti satu sama lain. Seperti kalau ana ingin menghabiskan waktu di rumah kaca untuk merawat beberap tanaman. Di tempat itu pasti ada aleardo yang tetap asik dengan bukunya. Kalau Aleardo pergi ke perpustakaan maka secara otomatis ana ikut walaupun dia bilang tidak suka tempat itu karena berisi buku-buku. Tapi dia tetap akan menemati walaupun berakhir tertidur.

"Kamu besok harus ikut bunda garden party." ucap ibu ana di meja makan. Hal itu membuat ana berhenti menyuapkan makanannya. Sedangkan Aleardo tidak begitu memperdulikan pembicaraan itu. Dia tahu apa yang akan dikeluarkan oleh mulut gadis di sampingnya.

"GAK MAU,Ana gak suka acara itu." ucap ana yang kembali memakan makanannya.

"Kamu itu gadis bangsawan sudah sewajarnya mengikuti acara itu." ucap ibu ana.

"Kan aku bukan gadis pada umumnya." sontak ucapan ana membuat sang ayah dan aleardo menahan tertawa.

"Tertawa saja gak usah ditahan. Aku mah sadar diri." ucap ana ketus melihat kedua pria itu yang berbeda umur tapi sering mengetawai dirinya.

"Ikut ibunda tidak menerima penolakan." ucap ibunda.

"Mari kita lihat apa yang terjadi besok." dengan suara lirih yang masih dapat didengar aleardo. Dia mengenyitkan dahinya.

Keesokan harinya setelah latihan berpedang, Ana menarik Aleardo ke sebuah pohon rindang. Gadis itu melihat kanan kiri seperti takut persembunyiannya diketahui oleh seseorang. Sedangkan Aleardo sudah tahu alasan gadis di sampingnya bersembunyi.

"Kamu mau ikut aku gak?" tanya ana sambil melihat kanan kiri.

"kamu mau pergi kemana tuan putri babi, Bukankah bibi sudah meminta kamu untuk ikut acara itu."

"Cih, ogah aku ikut acara yang berisi gadis-gadis tukang gosip. Aku saja sampai gak habis pikir itu bibir gak ada remnya apa gak soak gitu."

"Kamu juga kalau ngomong gak berhenti, bibir kamu gak soak."

"Hey jangan membarikan ucapanku. sudah ikut sajalah kamu. Sudah lama aku tidak pergi melihat taman itu." ucap ana yang segera menarik tangan aleardo mempedulikan ucapan anak laki-laki itu.

Sebenarnya alasan ana membawa aleardo karena anak itu sangat jago dalam sihir dan itu dapat membantunya untuk kabur. Apa lagi sudah melihat penjagaan ketat di gerbang depan dan tempat dia bisa kabur. Jadi dengan terpaksa dia membutuhkan bantu anak lagi-lagi si jago sihir ini.

Sejujurnya dia selalu kagum dengan aleardo. Aleardo adalah anak laki-laki jenius yang sangat mudah menyerap pelajaran mau itu sihir atau berpedang. Bahkan dalam bidang sihir dia sudah membuat beberapa sihir yang tidak ada di dalam buku-buku tebal itu. Seperti sihir mengubah benda sampai berteleportasi. Memang Teleportasi itu sudah ada di dalam buku sihir tingkat tinggi. Tapi masalahnya dia bisa Teleportasinya kemana saja dengan mengandalkan ingatan seseorang. Jadi dia bisa selalu menemukan ana dimanapun gadis itu bersembunyi.

"Hey tukang sihi, buat jalan di sini dong." ucap ana sambil menunjukkan tembok gerbang mansionnya.

"Kenapa aku haru membuatnya?" tanya balik aleardo.

"Ayolah, please. masa kamu gak mau tahu tempat favorite ana di luar rumah." ucap ana sambil menunjukkan puppy eyes. Sejujurnya aleardo selalu gemas jika gadis disampingnya memperlihatkan tatapan itu. Dia dapat dengan mudah menyembunyikan ekspresi itu.

"Dasar menyusahkan dan kamu seperti babi yang meminta makan." ucapa aleardo sambil memunculkan sihir untuk membuat lubang pada tembok itu. Ana segera melewati lubang setelah terbentuk. Dia sedang tidak ingin membalas ucapa aleardo karena dia membutuhkan anak menyebalkan itu. Dibandingkan dia harus ikut bersama ibunya, dia lebih baik bersabar dengan tingkah menyebalkan pemuda di sampingnya.

Setelah aleardo melewati lubang itu. Secara otomatis lubang itu tertutup. Sungguh ana selalu takjub dengan sihir yang dibuat oleh pemuda menyebalkan itu.

"Kamu bisa menjadi perampok tanpa diketahui oleh siapa-siapa." umpat ana yang dibalas dengan centilan pada dahinya.

"Dasar gadis bodoh, buat apa aku merampok. Itu perbuatan tidak terpuji." ucap aleardo yang tidak habis pikir dengan pemikiran nyeleneh ana.

"ya kan cuman ngomong doang jangan dibawa kehati ajah." ucap ana.

Setelah itu keduanya berjalan menuju pasar rakyat seperti hobinya 1 tahun lalu dan menuju taman lavender kesukaannya. Ana masih belum ingat akan janjinya dengan teman barunya 1 tahun lalu.

"Yang mulia putra mahkota, saya melihat nona ana di pasar seperti 1 tahun lalu tapi nona tidak sendiri. Dia pergi dengan seorang pemuda yang 1 tahun lebih muda dari yang mulia." ucap pengawal pribadinya.

"Baiklah kalau begitu saya akan pergi menemui si gadis ubi dan bertanya kenapa 1 tahun dia tidak datang. Aku juga penasaran dengan pemuda itu." ucap Liam yang tak lain putra mahkota. Tokoh yang selalu ingin dihindari oleh ana selama hidup di dunia novel ini.

Terpopuler

Comments

Yuny

Yuny

dah 1thn aj gadis ubi😁

2022-07-01

0

Ida Blado

Ida Blado

kok jadi garing dn receh,,,,

2022-04-17

2

witri

witri

makin suka😊👍

2022-01-08

2

lihat semua
Episodes
1 Penjahat Wanita
2 Misi Pertama : Keluarga
3 Misi Kedua: Bukti Kejahat
4 1.Tokoh Antagonis
5 2.Teman Baru
6 3.Penyelamatan
7 4.Siuman
8 5.Tour House
9 6.Kabur
10 7.Kutukan
11 8.Sisi gelap Aleardo
12 9.Tokoh yang terlupakan
13 10.Efek
14 11.Kondisi Misterius
15 12.Penggemar Ana
16 13.Buket Bunga
17 14.Pesta
18 15.Hadiah Perang
19 16.Pesta Dansa
20 17.Hadiah
21 18.Kembali
22 19.Aura yang menghilang
23 20.Sapu Tangan
24 21.Pesta Berburu
25 22.Perpisahan
26 23.Surat Ana
27 24.Mesin pembunuh
28 25.Perang selesai
29 26.Istana Aleardo
30 27.Panggilan Baginda Raja
31 28.Peringatan Aleardo
32 29.Ana sekarat
33 30.Dunia lain
34 31.Alasan
35 32.Penyihir Hitam
36 33.Taman Lavender
37 34.Persiapan Pesta
38 35.Penampilan Ana
39 36.Girl of Historical_1
40 37.Girl of Historical_2
41 38.Girl Of Historical_Last
42 39.Pangeran Damian
43 40.Perubahan Alur
44 41.Luxorius & Yirlendi
45 42.Janji Aleardo
46 43.Kabur dari Aleardo
47 44.Hutan Misterius
48 45.Rumah Quena dan Zixon
49 46.ingatan Quena
50 47.Pemuda misterius :Hades
51 48.Peringatan Raindhen
52 49.Wajah Hades Sebenarnya
53 50.Marques Xieben menghilang
54 51.Ingatan Ana
55 52. Hipotesis
56 53.Pertemuan dengan Putra Mahkota
57 54.Ana dan Liam
58 55. Aleardo ngambek
59 56. Hukuman Ana
60 57. Rencana Penyelamatan
61 58. Pengakuan Ana
62 59. Misi penyelematan
63 60.Misi penyelamatan_2
64 61. Raja sadar
65 62. Raja morque III
66 63.Pangeran Damian dan Pangeran William
67 Pengumuman
68 64. Keluarga Aleardo
69 65. Air mata Aleardo
70 66. Tarian Pedang yang mematikan
71 67. Pedang Suci
72 68. Cahaya Luxorius
73 69.Carlos Kesar Louise
74 70. Carlos Vs Ana
75 71.Sihir pemecah mana
76 72. Perasaan 4 tokoh
77 73. Ana menghilang
78 74. Gishela
79 75. Quena si Penyhir suci
80 76. Pertemuan Hades dan Quena
81 77.Penyesalan Hades
82 78. Pernyataan Cinta Hades
83 79. Ana kembali
84 80. Menikah sekarang?
85 81. Lamaran Aleardo
86 82. Marquess Sakit
87 83. Perbincangan dengan calon mertua
88 84. Perbincangan dua A di malam hari
89 85. bintik merah leher Ana
90 86. Sebelum pernikahan
91 87. Pernikahan
92 88. Wujud Iblis Hades
93 89. Hades bebas
94 90.Hukuman Hades
95 91. Wanita Luxorius
96 92. Akhirnya nikah
97 93. Malam Pertama?
98 94. Pertemuan pertama
99 95. Naura
100 96. Lamaran Luxorius
101 97. Janji Luxorius
102 98. Hari yang ditunggu
103 99. Luxorius vs Penyihir wanita
104 100. Akhir Naura
105 101. Sumpah Naura
106 102. Aleardo
107 103. Pergerakan
108 104. Kelahiran Xavier dan Hector
109 105. Sebelum perang
110 106. Penyerangan
111 107. Syla vs Ana
112 108. Fakta sang penjaga Naga
113 109. Xavier muncul
114 110.Hukuman untuk Naga
115 111. Penyelamatan Naura
116 112. Xavier vs Aleardo
117 113.Kondisi Ana
118 114. Perang telah selesai
119 115. Yirledi si tukang buat onar
120 116.Hukuman untuk naga menyebalkan
121 117. Anak kecil
122 118. Suami takut istri
123 119. Penyelamatan
124 120. Kembalinya penyihir suci
125 121. Keberadaan benda sihir
126 122. Sihir kehidupan
127 123. Permintaan Aleardo
128 Pengumuman
129 124. Pembagian Tugas
130 125. Pergi ke dunia iblis
131 126.
132 127. Fakta Syla
133 128. Dibalik benda sihir iblis
134 129. Tugas Syla sebenarnya
135 130.Terulang kembali
136 131. Syla
137 132.Akhir untuk Syla
138 133. Perpisahan
139 134. Pernikahan Yirlendi
140 135. Kesempatan (End)
141 136.extra 1
Episodes

Updated 141 Episodes

1
Penjahat Wanita
2
Misi Pertama : Keluarga
3
Misi Kedua: Bukti Kejahat
4
1.Tokoh Antagonis
5
2.Teman Baru
6
3.Penyelamatan
7
4.Siuman
8
5.Tour House
9
6.Kabur
10
7.Kutukan
11
8.Sisi gelap Aleardo
12
9.Tokoh yang terlupakan
13
10.Efek
14
11.Kondisi Misterius
15
12.Penggemar Ana
16
13.Buket Bunga
17
14.Pesta
18
15.Hadiah Perang
19
16.Pesta Dansa
20
17.Hadiah
21
18.Kembali
22
19.Aura yang menghilang
23
20.Sapu Tangan
24
21.Pesta Berburu
25
22.Perpisahan
26
23.Surat Ana
27
24.Mesin pembunuh
28
25.Perang selesai
29
26.Istana Aleardo
30
27.Panggilan Baginda Raja
31
28.Peringatan Aleardo
32
29.Ana sekarat
33
30.Dunia lain
34
31.Alasan
35
32.Penyihir Hitam
36
33.Taman Lavender
37
34.Persiapan Pesta
38
35.Penampilan Ana
39
36.Girl of Historical_1
40
37.Girl of Historical_2
41
38.Girl Of Historical_Last
42
39.Pangeran Damian
43
40.Perubahan Alur
44
41.Luxorius & Yirlendi
45
42.Janji Aleardo
46
43.Kabur dari Aleardo
47
44.Hutan Misterius
48
45.Rumah Quena dan Zixon
49
46.ingatan Quena
50
47.Pemuda misterius :Hades
51
48.Peringatan Raindhen
52
49.Wajah Hades Sebenarnya
53
50.Marques Xieben menghilang
54
51.Ingatan Ana
55
52. Hipotesis
56
53.Pertemuan dengan Putra Mahkota
57
54.Ana dan Liam
58
55. Aleardo ngambek
59
56. Hukuman Ana
60
57. Rencana Penyelamatan
61
58. Pengakuan Ana
62
59. Misi penyelematan
63
60.Misi penyelamatan_2
64
61. Raja sadar
65
62. Raja morque III
66
63.Pangeran Damian dan Pangeran William
67
Pengumuman
68
64. Keluarga Aleardo
69
65. Air mata Aleardo
70
66. Tarian Pedang yang mematikan
71
67. Pedang Suci
72
68. Cahaya Luxorius
73
69.Carlos Kesar Louise
74
70. Carlos Vs Ana
75
71.Sihir pemecah mana
76
72. Perasaan 4 tokoh
77
73. Ana menghilang
78
74. Gishela
79
75. Quena si Penyhir suci
80
76. Pertemuan Hades dan Quena
81
77.Penyesalan Hades
82
78. Pernyataan Cinta Hades
83
79. Ana kembali
84
80. Menikah sekarang?
85
81. Lamaran Aleardo
86
82. Marquess Sakit
87
83. Perbincangan dengan calon mertua
88
84. Perbincangan dua A di malam hari
89
85. bintik merah leher Ana
90
86. Sebelum pernikahan
91
87. Pernikahan
92
88. Wujud Iblis Hades
93
89. Hades bebas
94
90.Hukuman Hades
95
91. Wanita Luxorius
96
92. Akhirnya nikah
97
93. Malam Pertama?
98
94. Pertemuan pertama
99
95. Naura
100
96. Lamaran Luxorius
101
97. Janji Luxorius
102
98. Hari yang ditunggu
103
99. Luxorius vs Penyihir wanita
104
100. Akhir Naura
105
101. Sumpah Naura
106
102. Aleardo
107
103. Pergerakan
108
104. Kelahiran Xavier dan Hector
109
105. Sebelum perang
110
106. Penyerangan
111
107. Syla vs Ana
112
108. Fakta sang penjaga Naga
113
109. Xavier muncul
114
110.Hukuman untuk Naga
115
111. Penyelamatan Naura
116
112. Xavier vs Aleardo
117
113.Kondisi Ana
118
114. Perang telah selesai
119
115. Yirledi si tukang buat onar
120
116.Hukuman untuk naga menyebalkan
121
117. Anak kecil
122
118. Suami takut istri
123
119. Penyelamatan
124
120. Kembalinya penyihir suci
125
121. Keberadaan benda sihir
126
122. Sihir kehidupan
127
123. Permintaan Aleardo
128
Pengumuman
129
124. Pembagian Tugas
130
125. Pergi ke dunia iblis
131
126.
132
127. Fakta Syla
133
128. Dibalik benda sihir iblis
134
129. Tugas Syla sebenarnya
135
130.Terulang kembali
136
131. Syla
137
132.Akhir untuk Syla
138
133. Perpisahan
139
134. Pernikahan Yirlendi
140
135. Kesempatan (End)
141
136.extra 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!