Setelah pertemuan dengan Aleardo di hari Ana siuman. Pemuda itu hanya memberikan makanan kesukaan Ana dari pasar yang sering mereka kunjungi. Setelah itu pemuda itu pergi kembali kemedan perang. Pada dasarnya Aleardo sedang lari dari tugasnya di medan perang setelah mengeluarkan sihir tingkat tinggi. Tindakan Aleardo yang pergi begitu saja tentu membuat marques kesal karena pemuda itu tiba-tiba menggunakan sihirnya tanpa izin.
Aleardo sampai perbatasan barat kerjaan. Dia masuk kebarak marques yang menjadi pemimpin dari peperangan ini. Saat dia datang sudah di nanti dengan tatapan tajam. Aleardo sebenarnya tidak takut pada marques Xiaben tapi dia sangat menghormati pria tua itu. Karena dia juga salah satu orang selain Ana yang bisa menerimanya dna mengizinkannya untuk tinggal di mansion marques Xieben.
"Saya sangat ingin memarahi kamu Aleardo. Bagaimana kamu bisa pergi begitu setelah menggunakan sihir tingkat tinggi yang membuat keributan di medan perang? "
"Jawabannya simple paman, Ana alasan saya melakukan itu." ucap Aleardo dengan santai sambil mengambil keduapan yang tadi dia bawa.
"Kamu memang menomor satukan anak gadisku yang sangat tidak peka itu. Tapi kenapa baru kemarin kamu menggunakan sihir itu? Kalau sejak awal kita bisa pulang lebih cepat."
"Aku baru ingat kalau sudah mempelajari sihir itu paman."
"Ternyata seorang Aleardo bisa lupa, harusnya Ana mengetahui ini. Pasti dia sangat senang bisa mengejek kamu yang pelupa itu."
"Tentu tidak akan pernah terjadi jika di depan Ana, Paman."
"Bagaimana kabar gadis nakalku itu? Aku sangat merindukannya dan malah kamu yang pertama kali bertemu dengan Ana." ungkap protes marques xieben pada Aleardo. Namun itu tidak begitu ditanggapi.
"Dia sudah baik walaupun tubuhnya masih lemah. Satu hal yang pasti anak anda masih keras kepala."
"Bukan ana kalau tidak keras kepala Aleardo."
"Iya itu yang membuat aku suka dengannya." ucap Aleardo dengan santai sambil menuangkan teh pada cangkirnya.
"Kamu harus segera mengutarakan perasaanmu anak muda, paman sangat mendukung kamu. Jangan sampai Ana dimiliki oleh pemuda lain. Kamu tahu Ana sangat menarikkan?" ucap Marques Xieben sambil membaca beberapa laporan dari bawahannya.
"Ya kamu benar paman, Tapi Ana masih seperti dulu, Dia kurang sadar akan hal begitu di sekitarnya."
"Ya dia seperti istriku."
"Paman apakah perang di perbatasan barat ini sudah selesai? saya berniat kembali ke ibukota."
"Hey bocah, Saya tidak akan membiarkan kamu kabur lagi. Perang dengan kerajaan Skylight masih berlangsung. Saya mendapatkan informasi dari mata-mata yang dikirimkan dalam regu musuh. Pasukan musuh akan mengirimkan monster legenda." ucap marques sambil menatap pemuda di depannya. Dia mencari wajah ketakutan dari pemuda itu tapi dia tidak menemukan. Senyum tipis muncul dari wajah pemuda itu. Sudah seperti dia perkirakaan pemuda di depannya memang tidak takut dengan apapun.
"apa itu Froktryon atau Gloricxin? Perang ini semakin menarik tapi kita harus segera selesaikan karena Ana sudah siuman. Anak paman kalau sudah sehat sangat berbahaya karena selalu terlalu lincah dan sulit dikurung. Dia tidak seperti gadis-gadis bangsawan seusianya."
"Gloricxin, Kamu tahu monster itu sangat bahaya. Apalagi dia sangat responsif pada lingkungan sekitarnya. Kamu benar Ana terlalu lincah dan bebas untuk seorang gadis bangsawan tapi itu yang membuat kamu nyaman bersama gadis itu bukan?"
"Benar paman dia berbeda dari gadis pada umumnya. Paman saya akan menyelesaikan peperangan ini dengan cepat. Setelah selesai saya akan langsung kembali."
"Baiklah lakukan itu, saya juga ingin cepat melihat anak gadis saya itu."
Aleardo meninggalkan barak marques Xieben dan kembali ke dalam tendanya. Dia merasa lelah karena beberapa kali melakukan Teleportasi dan menggunakan sihir tingkat tinggi. Walaupun mananya tidak mengalami pengurangan setelah penggunaan sihir secara terus menerus. Tapi dia merasa ingin istirahat sambil membuat rencana untuk mempercepat perang.
Setelah Aleardo kembali ke medan perang, Ana menghabiskan waktunya di kamar untuk mengembalikan energinya. Dia sedikit terkejut saat mendengar cerita lila mengenainya sebelum tidur panjang. Padahal yang dia ingat hanya bertemu dengan sisi gelap Aleardo dan beberapa cerita novel yang dia baca seperti mengisi otaknya.
"Setelah perang selesai, Raja mengadakan perayaan atas kemenangan perang di perbatasan barat dan saat itu juga Aleardo akan mendapatkan gelarnya. Semuanya berjalan seperti alur novel yang aku baca hanya saja pertemuannya dengan Aleardo yang terbilang cepat yang melenceng dari alur cerita. Selain itu aku juga berteman baik denga si tukang sihir juga. Apakah itu akan berdampak pada nasibku kah? Aku harus menjauhi tokoh dalam novel tapi Aleardo tidak mungkin. Aku sudah berjanji padanya." ucap Ana yang sedang duduk di meja kerjanya.
Saat Ana yang baru siuman setelah menyelamat Aleardo dari gerombolan pria tua itu. Ana pernah berjanji pada Aleardo akan selalu berada di sisi pemuda itu. Hal itu karena awalnya Ana merasa kasihan pada pemuda itu yang sudah tidak memiliki motivasi hidup. Selain itu Ana melihat sisi gelap dari Aleardo yang membuatnya ingin melindungi pemuda itu. Tapi waktu berlalu dengan cepat, hubungan Ana dan Aleardo semakin dekat. Ana sudah nyaman berinteraksi dengan Aleardo. Dia merasakan menemukan seorang teman yang mengajaknya berjalan bersama di dunia yang Ana tidak kenali. Setidaknya keberadaan Aleardo membuat ana mulai dapat menikmati dunia novel ini.
"Aku berharap kamu tidak pernah mengkhianatiku Aleardo." gumam Ana pelan.
Setelah badannya sudah dapat digerakkan kembali seperti sebelumnya. Ana langsung menggunakan untuk berlatih pedang karena itu kesempatannya tanpa di gangu oleh Aleardo. Setelah itu dia menghabiskan waktu di dapur. Tentu hal itu membuat seluruh pekerja di dalam mansion gempar dengan tingkah nonanya. Tapi mereka tahu kalau nonanya memang berbeda dari nona yang sebelumnya jadi tidak bertahan lama itu. Terkadang Ana memberikan kue hasil buatannya pada beberapa pekerja di rumahnya. Sedang Marchioness selalu membujuk anak gadisnya untuk ikut acara teh para gadis bangsawan. Tapi selalu dengan mudah Ana kabur dari Ibunya. Tapi Ana tidak pernah meninggalkan mansion karena dia sadar kondisi tubuhnya belum seperti sebelumnya. Dia merasa tubuhnya sangat cepat lelah tapi itu selalu dia sembunyikan. Tidak ada seorang yang menyadari dengan kondisi fisiknya karena dia selalu beralasan pada ibunya bila akan dicek oleh tabib. Namun Ana sadar Aleardo bakal sangat mudah menyadarinya. Hal itu yang menyebabkan Ana mulai membatasi kegiatan agar saat pemuda itu kembali tubuhnya sudah seperti semula. Tapi sayangnya setelah dua minggu tubuhnya tetap seperti itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 141 Episodes
Comments
Zulvianti
tubuhnya makin lemah
2022-03-19
1