Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru

" Tuan muda, sudah waktunya untuk bersiap" Ucap Leo berdiri di hadapan Raka yang masih saja sibuk dengan setumpuk dokumen dan labtop di hadapannya.

Raka menegakkan badannya, melirik Leo sebentar lalu melihat jam tangan mewah di pergelangan tangannya.

" Baiklah" Raka langsung berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruangan pribadinya.

Lima belas menit berada di dalam kamar tempatnya beristirahat ketika ia sedang berada di kantor, akhirnya Raka keluar dengan wajah yang lebih segar dan tampilan yang sangat mempesona.

Raka memakai kemeja hitam yang di padukan dengan dasi dan Rompi abu-abu lalu di padu padankan dengan jas berwarna hitam dan celana yang berwarna senada.

Jangan lupa dengan sepatu pantofel dan jam tangan mewah yang melengkapi penampilannya malam ini.

"Pastikan malam ini berjalan dengan lancar, ini adalah acara pertama saya, jangan sampai ada kesalahan sedikitpun" Raka berbicara saat mereka sedang berada di dalam lift untuk turun ke basement kantor.

"Baik tuan muda" Leo langsung menjawab dengan mantap.

Raka langsung masuk ke dalam mobil ketika Leo membuka pintu untuknya, dan mobilpun langsung melaju meninggalkan kantor DWGrup.

Selama di perjalanan Raka terlihat sibuk dengan labtopnya, entah apa yang ia kerjakan saat ini, hanya dirinya lah yang tau.

" Kita sudah sampai tuan muda" Ucap Leo sesaat setelah mobil berhenti di depan pintu masuk hotel terbesar di negri ini.

Raka memperhatikan sekitarnya, mata tajamnya memindai setiap orang yang berada di sekitarnya.

Terlihat beberapa petugas pengaman hotel sudah bersiaga di sekitar mobilnya, ada juga beberapa orang berpakaian rapih yang berbadan tegap dan terlihat waspada, sepertinya mereka adalah orang- orang yang di kirim oleh Alex, untuk mengamankan acara malam ini.

Raka keluar dari dalam mobil dengan gaya yang selalu terlihat keren dan mempesona.

" Selamat malam tuan muda" Ucap manager hotel yang turun langsung untuk menyambut kedatangan tuan mudanya itu.

Raka hanya mengangguk samar lalu berjalan dengan gayanya yang angkuh dan mendominasi.

para karyawan dan tamu hotel yang kebetulan saat itu sedang berada di lobby hotel , menatap penuh kekaguman pada Raka.

Raka menangkap pergerakan mencurigakan dari seseorang yang memakai pakaian jaket hitam, mukanya tertutup oleh topi, dan masker.

" Sepertinya ada seseorang yang mencurigakan, arah jam tiga" Raka berbisik pada alat komunikasi yang berada di telinganya, Alat itu bisa langsung menghubungkannya dengan Leo dan Alex yang sedang bersama dengan kakek Reksa.

Leo yang berjalan di belakang Raka langsung memberi kode pada para pengawal Raka untuk menangkap orang yang mencurigakan tadi.

Ya.... tanpa ada yang tau, selama di perjalanan Raka sudah menyabotase CCTV di seluruh hotel, tempat pesta di gelar.

Sebenarnya ia mencurigai beberapa orang di perusahaan nya saat ini, dan sepertinya kecurigaannya mulai terbukti saat ini.

Raka menangkap beberapa orang mencurigakan di sekitar hotel dan tempat pesta.

Si*lnya hotel ini tidak di tutup, jadi masih banyak pengunjung hotel yang berkeliaran dan keluar masuk dengan bebas.

Raka melirik ke arah Leo ketika mereka sudah sampai di depan pintu ballroom hotel.

Leo menganggukan kepala sebagai tanda semuanya sudah di bereskan dengan baik.

Pintu ballroom hotel di buka, Raka berjalan masuk ke dalam ruang tersebut, terlihat para tamu undangan sudah berada di dalam.

Ruangan yang sudah di dekorasi dengan sangat mewah dan indah serta di usahakan senyaman mungkin untuk para tamu yang hadir.

Berbagai makanan dan minuman mewah pun tersaji dan di tata dengan sangat cantik, di setiap sudut ballroom hotel tersebut.

Perhatian para tamu yang sedang asik berbincang atau menikmati pesta kini teralihkan oleh kedatangannya.

Para tamu yang sebagian besar datang bersama keluarganya itu, langsung mengalihkan pandangannya pada Raka dan Leo yang berjalan dengan sangat percaya diri memasuki ballroom.

Dalam setiap langkahnya mata Raka terus mengedar memperhatikan setiap sudut ballroom tersebut.

Ada yang memandang penuh kekaguman ada juga pandangan yang seakan meremehkan bahkan ada yang memandangnya seperti ingin mengulitinya.

Raka yang memang mengawasi setiap gerak-gerik orang yang berada di sana menangkap semua perubahan sikap dari para tamu.

Hampir dari semua tamu yang hadir sudah pasti mendengar isu tentang Raka, yang tegas dan tidak mudah untuk di ajak bernegosiasi.

Ada yang menanggapinya dengan biasa saja ada juga yang tidak mempercayainya dan menganggap itu hanyalah kabar burung saja.

" Selamat malam kakek" Raka membungkukan sedikit badannya, menyapa kakek Reksa yang sudah duduk di meja paling depan bersama beberapa rekan bisnisnya, atau mungkin bisa saja di sebut temannya.

Karena di lihat dari usianya mereka sepertinya se'umuran.

" Oh Raka cucuku, kau sudah datang!" seru kakek Reksa dengan sangat antusias, bahkan senyumnya tak pernah pudar dari wajah yang mulai di hiasi banyak keriput.

" Ah... kenalkan ini cucuku, Raka. Raka ini adalah para sahabat kakek, Yaswa dan Harsa" Kakek memperkenalkan dua orang lelaki berumur yang duduk di meja yang sama dengannya.

" Salam kenal tuan Yaswa dan tuan Harsa" ucap Raka menganggukan sedikit kepalanya dengan tangan kanan berada di dadanya.

" Tidak usah seperti itu, santai saja, kau cucu sahabat kami, itu berarti kau juga cucu kami" Ucap kakek Yaswa.

" Benar yang di katakan Yas, kau tak usah terlalu kaku begitu pada kami" Harsa yang duduk tepat di sampingnya menepuk pundak Raka sekilas.

" Terimakasih tuan" Raka duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Leo.

" Uuhh... jangan panggil kami dengan panggilan itu, panggil saja kami kakek, seperti kau memanggil kakekmu" Ucap Harsa lagi yang di angguki oleh Yaswa.

" Baiklah kakek" ucap Raka dengan logat yang masih kaku.

" Hahaha... Sepertinya cucumu ini masih sangat canggung" Tawa Yaswa meledak melihat sikap Raka yang masih terlihat kurang nyaman.

" Haha... Dia memang cukup sulit beradaptasi dengan orang baru. Maklumi saja lah..." Kakek Reksa menyambut tawa kakek Yaswa.

Raka yang sedang di bicarakan oleh kakek dan teman-temannya itu hanya bisa tersenyum canggung sambil mengusap tengkuknya, menahan rasa malu.

Ini adalah salah satu kelemahannya, ia adalah seseorang yang cukup sulit untuk bisa akrab dengan orang yang baru ia kenal.

Di atas panggung MC sudah membuka acara sejak beberapa waktu lalu, sekarang saatnya kakek Reksa untuk memberikan kata sambutan sekaligus memperkenalkan Raka sebagai Presdir baru di perusahaan DWGrup.

" Selamat malam para hadirin semua. Terimakasih kalian sudah bersedia menyempatkan waktu untuk hadir pada acara perusahaan kami malam hari ini..." Ucap Kakek Raksa tegas di atas panggung.

" Perkenalkan Raka Aditama Wiratmadja cucu saya, anak dari Prastama Damian Wiratmadja"

" Ia adalah pewaris DWGrup yang sekarang sudah resmi menjabat sebagai presiden direktur di perusahaan DWGrup!!"

Suara tepuk tangan terdengar bergemuruh di seluruh ballroom hotel, mengiringi langkah Raka menuju ke atas panggung.

Raka memberikan sedikit pidato dia atas panggung sebagai presdir baru, sebelum akhirnya memilih turun dan bergabung kembali bersama kakeknya.

" Selamat tuan Raka, semoga di tangan anda perusahaan DWGrup semakin maju lagi" Berbagai ucapan selamat dari hampir seluruh undangan yang hadir hanya di tanggapinya dengan santai dan biasa saja.

" Terimakasih" Ucapnya sambil menjabat tangan salah satu tamu.

" Tuan muda ini adalah tuan Dion putra prayoga, CEO DRP Entertaiment" Leo memberi penjelasan pada Raka.

Saat ini Raka dan Leo sedang berkeliling untuk menyapa para tamu undangan.

" Oh, ternyata ini sosok di balik suksesnya perusahaan DRP Entertaiment" Raka beramah tamah dengan Dion.

" Ah... saya hanya membantu papa saya, saya belum sehebat itu" Dion terlihat merendah.

" Saya juga mau menyampaikan permintaan maaf dari papa saya karena tidak bisa hadir dalam acara malam hari ini, karena kebetulan saat ini beliau sedang berada di luar negri" Jelas Dion

" Oh itu tidak masalah, tidak perlu di pikirkan" Raka menepuk pundak Dion.

Mereka melanjutkan percakapan mereka pada persoalan pekerjaan.

Sepertinya Raka dan Dion menemukan kecocokan dalam hal selera maupun berbicara sehingga mereka mulai akrab walaupun baru sebentar bertemu.

Raka suka dengan sikap Dion yang Ramah tapi tidak terkesan cari muka, ia juga sudah menyelidiki perusahaan DRP Entertaiment, dan perusahaan itu adalah perusahaan yang bersih dan tidak berurusan dengan dunia bawah.

Raka tau dengan posisisnya yang sekarang ia harus memilih untuk berteman ataupun untuk sekedar akrab dengan seseorang.

Raka memang sudah menyelidiki beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya, dan ternyata ada beberapa perusahaan yang di dukung oleh organisasi bawah tanah.

Semua itu cukup membuat Raka terkejut, tapi Raka masih menyembunyikan fakta ini dari kakek dan juga Alex.

.

.

.

Malam semakin larut, pesta sudah berakhir dari satu jam yang lalu. Saat ini Raka dan Leo masih setia berada di ruang kerja Raka di rumah kakek Reksa, padahal waktu sudah menunjukan pukul 12 malam.

Raka dan Leo sedang fokus menganalisa seluruh CCTV di dalam hotel dan bollroom selama pesta berlangsung.

Mereka juga sedang menunggu laporan dari Alex yang sedang pergi ke markas untuk mengintrogasi orang yang tadi pengawal mereka tangkap.

" Le lihat ini, ternyata perusahaan Permana juga mempunyai bisnis kotor di belakannya" Raka menunjukan hasil penyelidikannya pada Leo.

Leo langsung menghampiri Raka yang sedang duduk di di hadapannya, saat ini mereka hanya terhalang meja kerja Raka saja.

Leo nampak terkejut dengan penemuan baru Raka, ia tidak menyangka ternyata Raka bisa sampai se'pintar dan se'teliti ini, bahkan selama ini tidak ada yang mencurigai perusahaan permana, tapi Raka dengan mudahnya menemukan bukti tentang bisnis terlarang yang mereka jalani.

Raka memang sangat mengejutkan, di balik penampilannya yang biasa saja, bahkan terkesan kutu buku dan cupu, tapi ternyata Raka mempunyai otak yang benar-benar pintar dan cerdas.

Hubungan darah memang tidak akan pernah mengecewakan.

Sebagai seorang keturunan keluarga Wiratmadja Raka pasti mewarisi kepintaran dan kecerdasan dari para pendahulunya, dan semua itu perlahan terbukti di hadapannya sendiri.

Drrrtt....Drrrrttt...Drrrttt...

Suara getar Hp Raka mengalihkan perhatian mereka berdua, setelah cukup lama terdiam dengan pikirannya masing-masing.

" Halo om, Bagaimana?" Raka langsung mengangkat telponnya ketika melihat nama Alex yang berada pada layar hp nya.

" ......"

"Oke om, terimakasih" Raka menutup telponnya setelah selama beberapa menit hanya diam mendengarkan penjelasan dari Alex.

Leo melihat Raut wajah Raka yang memerah menahan Amarah, bahkan terdengar suara gemelutuk giginya yang beradu.

Leo penasaran dengan apa yang di jelaskan Alex di telpon tadi sampai membuat Raka emosi seperti itu, tapi ia juga tidak berani bertanya pada Raka saat ini.

" Le, tolong tinggalkan saya sendiri" Ucap Raka setelah sekitar lima menit berdiam diri.

" Ba-baik tuan muda" Leo berdiri dan membungkuk, lalu berjalan keluar dari ruangan kerja Raka.

"Br*ngs*k!!" Umpat Raka mengacak rambutnya, ia menjatuhkan punggungnya pada sandaran kursi.

"fyuh... ternyata Raka bisa menyeramkan juga ya kalau lagi menahan amarah gitu, kira-kira apa yang di sampaikan oleh tuan Alex?" Batin Leo setelah keluar dari ruang kerja Raka.

" Bagaimana gue bisa membuat rencana bila musuh gue saja belum gue ketahui" Raka memijit pangkal hidungnya menahan pening yang tiba-tiba saja menyerang kepalanya, setelah Leo menutup pintu ruangannya.

Selama beberapa bulan ini otaknya seakan di paksa untuk berpikir keras terus menerus, mulai dari belajar berbagai macam keahlian, meneliti setiap dokumen perusahaan, menyelidiki perusahaan yang bekerja sama dengannya, dan sekarang ia harus menyelidiki seseorang yang sedang mengincar nyawanya.

Astaga semua ini benar-benar melelahkan.

" Ayah, bunda tolong Raka..." Gumamnya dengan mata yang tertutup rapat. Suaranya bahkan terdengar bergetar.

...TBC...

Jangan lupa like, comment dan vote nya ya...

...Terimakasih🙏😘...

Episodes
1 Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2 Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3 Eps 03 Kedatangan Leo
4 Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5 Eps 05 keputusan Raka
6 Eps. 06 Gadis pemberani
7 Eps.07 Di tolong Keyra
8 Eps.08 Keluarga Prayoga
9 Eps.09 Sahabat Keyra
10 Eps.10 Rahasia Ayah
11 Eps.11 Markas
12 Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13 Eps.13 Rapat pemegang saham
14 Eps.14 Teman baru
15 Eps.15 Proyek pertama
16 Eps. 16 Dito
17 Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18 Eps.18 Edo kusuma
19 Eps.19 Mall
20 Eps.20 Hampir saja
21 Eps.21Akhirnya
22 Eps.22 Rion kembali
23 Eps.23 Villa
24 Eps.24 Balap liar
25 Eps.25 Siapakah dia
26 Eps.26 Bersama Keyra
27 Eps.27 Makam
28 Eps.28 Kecelakaan
29 Eps.29 Video
30 Eps.30 Di serang Rion
31 Eps.31 Hadiah dari Keyra
32 Eps.32 Salah paham
33 Eps.33 Penguntit
34 Eps.34 Ketahuan
35 Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36 Eps.36 Masa lalu Reksa
37 Eps.37 Lexi
38 Eps.38 Ajakan taruhan
39 Eps.39 di serang
40 Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41 Eps.41 Makan malam
42 Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43 Eps.43 Rindu
44 Eps.44 kedatangan Divanka
45 Eps.45 Bertemu Divanka
46 Eps.46 Pembukaan mall
47 Eps. 47 Mencari Keyra
48 Eps.48 Perkebunan
49 Eps.49 Jebakan
50 Eps.50 Fight
51 Eps.51 Menyerang
52 Eps.52 Terluka
53 Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54 Eps.54 Bertemu Keyra
55 Eps.55 kembali ke kantor
56 Eps.56 Pembagian sembako
57 Eps.57 panti asuhan
58 Eps.58 Makan malam sederhana
59 Eps.59 Bertemu Diva
60 Eps.60 Bukti baru
61 Eps.61 Pesta
62 Eps.62 Pesta 2
63 Eps.63 Penyerangan
64 Eps.64 War
65 Eps.65 Terbongkar
66 Eps.66 Flas back
67 Eps.67 Reuni dadakan
68 Eps.68 Wisuda
69 Eps.69 Kejutan
70 Eps.70 Hari bahagia
71 Eps.71 Pagi pertama
72 Eps.72 Keributan di malam hari
73 Eps.73 Posesif
74 Eps.74 Panik
75 Eps.75 End
76 Mafia Story
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2
Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3
Eps 03 Kedatangan Leo
4
Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5
Eps 05 keputusan Raka
6
Eps. 06 Gadis pemberani
7
Eps.07 Di tolong Keyra
8
Eps.08 Keluarga Prayoga
9
Eps.09 Sahabat Keyra
10
Eps.10 Rahasia Ayah
11
Eps.11 Markas
12
Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13
Eps.13 Rapat pemegang saham
14
Eps.14 Teman baru
15
Eps.15 Proyek pertama
16
Eps. 16 Dito
17
Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18
Eps.18 Edo kusuma
19
Eps.19 Mall
20
Eps.20 Hampir saja
21
Eps.21Akhirnya
22
Eps.22 Rion kembali
23
Eps.23 Villa
24
Eps.24 Balap liar
25
Eps.25 Siapakah dia
26
Eps.26 Bersama Keyra
27
Eps.27 Makam
28
Eps.28 Kecelakaan
29
Eps.29 Video
30
Eps.30 Di serang Rion
31
Eps.31 Hadiah dari Keyra
32
Eps.32 Salah paham
33
Eps.33 Penguntit
34
Eps.34 Ketahuan
35
Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36
Eps.36 Masa lalu Reksa
37
Eps.37 Lexi
38
Eps.38 Ajakan taruhan
39
Eps.39 di serang
40
Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41
Eps.41 Makan malam
42
Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43
Eps.43 Rindu
44
Eps.44 kedatangan Divanka
45
Eps.45 Bertemu Divanka
46
Eps.46 Pembukaan mall
47
Eps. 47 Mencari Keyra
48
Eps.48 Perkebunan
49
Eps.49 Jebakan
50
Eps.50 Fight
51
Eps.51 Menyerang
52
Eps.52 Terluka
53
Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54
Eps.54 Bertemu Keyra
55
Eps.55 kembali ke kantor
56
Eps.56 Pembagian sembako
57
Eps.57 panti asuhan
58
Eps.58 Makan malam sederhana
59
Eps.59 Bertemu Diva
60
Eps.60 Bukti baru
61
Eps.61 Pesta
62
Eps.62 Pesta 2
63
Eps.63 Penyerangan
64
Eps.64 War
65
Eps.65 Terbongkar
66
Eps.66 Flas back
67
Eps.67 Reuni dadakan
68
Eps.68 Wisuda
69
Eps.69 Kejutan
70
Eps.70 Hari bahagia
71
Eps.71 Pagi pertama
72
Eps.72 Keributan di malam hari
73
Eps.73 Posesif
74
Eps.74 Panik
75
Eps.75 End
76
Mafia Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!