Eps. 06 Gadis pemberani

" Apa mata kamu itu bermasalah Raka?" tanya Alex saat mereka berdua sarapan bersama.

Kakek dan Leo sudah berangkat ke kantor sejak tadi dan sekarang Raka hanya sarapan berdua dengan Alex.

Selama melatih Raka, Alex Akan tinggal di rumah Kakek Reksa. Jadi sekarang rumah itu di huni oleh empat orang lelaki berbeda generasi.

" Tidak om, ini hanya kacamata untuk melindungi mata saya dari radiasi dan sinar ultra violet" jawab Raka santai.

" Lalu kenapa kamu masih memakainya walupun ini masih di rumah, padahal tadi kamu tidak memakainya saat berlatih?"

" Oh, ini karena aku akan pergi ke kampus om"

" Kenapa tidak di pakai nanti saja saat sudah di luar rumah, atau kamu sedang menggunakan komputer atau labtop?" Alex masih saja belum puas dengan jawaban Raka.

" Aku suka saja memakai kaca mata, terasa lebih nyaman, mungkin karena sudah terbiasa dari kecil" ucap Raka tersenyum mengingat saat sang ayah ketika pertama kali memberikannya kaca mata anti radiasi, karena dia sangat suka bermain di depan komputer milik ayahnya.

***

Seperti biasa Raka berangkat ke kampus menggunakan busway, sebenarnya kakek Reksa sudah menawarkan Raka untuk di antar sopir atau memakai salah satu mobil yang berada di garasi, tapi Raka menolaknya.

Raka tidak mau kalau sampai orang-orang di kampus tau tentang dirinya yang sudah menjadi pewaris dari perusahaan DW Grup.

Ia akan lebih nyaman dengan identitasnya yang dahulu, sebagai anak dari pemilik toko kelontong.

Raka gak mau ada teman-teman kampusnya yang akan mencari perhatiannya hanya karna ia sudah menjadi salah satu orang terkaya di asia.

Ia mau orang-orang yang berteman dengannya karna melihat dirinya sebagai Raka, bukan sebagai pewaris DW Grup.

DW Grup adalah perusahaan keluarga yang di dirintis oleh kakek buyutnya Raka yang bernama Direja wiratmadja.

Tuan Diredja memulai masa mudanya menjadi buruh bangunan sambil berkuliah, karena kerja keras nya ia bisa mengembangkan kemampuannya menjadi pemborong, mulai dari hanya membangun bangunan rumah sederhana, sampai semakin lama menjadi membangun komplek perumahan.

Karna keja keras Tuan Direja perusahaan Dw grup yang awalnya hanya perusahaan kecil yang bergerak di bidang pembangunan, semakin melebarkan sayapnya merambah ke berbagai bidang bisnis lainnya, mulai dari hotel, Resort, bahkan supermaket dan Mall.

Sekarang DW Grup sudah merambah sampai ke luar negri dan di akui sebagai perusahaan terbesar ke Tiga se Asia.

Dan mulai sekarang Raka harus belajar menanggung tanggung jawab sebesar itu di pundaknya sebentar lagi.

Raka juga sempat tercengang ketika mendengar penjelasan tentang seberapa besar perusahaan yang akan ia pimpin.

Selama ini ia bukanlah seseorang yang tau tentang dunia bisnis jadi dia tidak tau tentang keluarga Wiratmadja ataupun DWGrup.

Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana bisa lulus kuliah dengan baik, dan bekerja di perusahaan yang besar agar membuat kedua orang tuanya bangga.

Bugh...

Suara orang jatuh tepat di hadapannya membuyarkan lamunannya.

Raka terkejut melihat seorang laki-laki bergaya seperti preman jatuh tersungkur tepat di hadapannya.

" Apa yang loe lakuin hah!" Lelaki yang jatuh tadi bangun dengan mata melotot ke arah gadis yang duduk berbeda dua kursi dengannya.

" Kenapa?" Tanya gadis ber masker medis itu santai, namun nada suaranya sangat datar.

" Loe berani sama gue, cari mati loe hah?" Teriak lelaki preman tadi menunjuk gadis tersebut, wajahnya bahkan sudah memerah menahan amarah.

" Keluarin dompet yang loe curi dari ibu itu" Gadis itu masih bicara dengan gaya santainya,tapi suaranya penuh penekanan.

Tanganya kananya menunjuk ke arah ibu-ibu yang mengendong seorang anak laki-laki mungkin berusia sekitar dua tahunan yang duduk tepat di hadapan gadis itu.

Untung saja saat ini busway tidak terlalu padat mungkin karna jam sudah menunjukan jam sepuluh pagi. tapi walaupun begitu hampir semua kursi sudah ada yang mendudukinya.

Suara Lelaki preman yang tinggi membuat semua penumpang mengalihkan pandangannya pada dua orang yang sedang beradu mulut.

Raka mengalihkan pandangannya kepada ibu-ibu yang di tunjuk oleh hadis itu, ibu-ibu itu terlihat bingung dan tidak mengerti dengan perkataan gadis itu, tapi sekian detik kemudian dia langsung memeriksa tas yang ia bawa.

" Dompet saya hilang, dompet saya gak ada" Ucap ibu itu lirih tapi masih bisa di dengar oleh orang yang duduk di sekitarnya termasuk Raka.

Raut wajahnya terlihat terkejut, panik dan juga sendu.

"Enak aja loe nuduh orang sembarangan" Lelaki preman itu langsung menyerang gadis tadi, namun sayang gadis itu bisa menghindar dengan mudah, hingga pukulan yang di layangkan lelaki itu hanya bisa meraih angin saja.

Suara jerit penumpang perempuan yang terkejut dan takut melihat lelaki bertampang preman itu menyerang gadis yang sangat berani.

Untung saja ada beberapa lelaki deawasa yang ikut memgangi dan melerai Preman tadi.

Saat lelaki preman itu tidak bisa bergerak leluasa, dengan cepat gadis tadi mengambil dompet ibu tadi dari balik saku jaket yang di pakai preman itu.

" Ini bu dompetnya, lain kali lebih berhati-hati lagi ya bu" gadis itu berkata dengan sangat lembut dan tersenyum di balik maskernya, itu terlihat dari ujung matanya yang terlihat sedikit menyipit, mengembalikan dompet pada ibu-ibu yang duduk di hadapannya itu.

Raka terus memperhatikan gadis bermasker itu, tubuh yang langsing dengan tinggi yang mungkin hanya sebatas bahunya saja, rambutnya lurus sebahu yang di biarkan saja, tanpa ada aksesoris apa pun di kepalanya, penampilannya terkesan tomboy tapi manis dan menyenangkan untuk di pandang.

" Manis" gumam Raka tersenyum membenarkan letak kacamatanya lalu berdiri karna halte yang ia tuju sudah mau sampai.

Raka berjalan santai menuju kampus, kelasnya masih masuk pukul 11.00 sedangkan sekarang baru pukul 10.13, masih ada waktu sekitar 47 menit lagi sebelum masuk kelas.

Bugh...

Brak...

Raka terkejut karna ada seseorang yang menyerempet badannya cukup keras sampai buku yang ia bawa jatuh.

" Maaf... saya sedang buru-buru" Ucap gadis yang menyerempetnya sambil mengambilkan bukunya yang jatuh.

Raka sempat tertegun ketika melihat siapa yang menyerempetnya itu, gadis itu ternyata gadis yang ada di buswey tadi"

"Sekali lagi saya minta maaf" Ucap gadis itu lagi sambil memberikan buku kepadanya, dan langsung berlari meninggalkan Raka yang masih belum terlalu mengerti dengan apa yang terjadi.

" Ah... i...iya" Raka menjawab dengan terbata, memandang punggung gadis yang sudah berlari menjauh darinya.

Gadis yang sudah membuat jantungnya tak bisa terkontrol hanya dengan melihatnya saja.

Ya tuhan perasaan apa ini? Batin Raka, tangannya berada tepat pada jantungnya berada.

"Hei ngapain loe bengong di sini?" tepukan lumayan keras di daerah punggungnya menyadarkannya dari bayangan gadis tadi.

Raka terkesiap ia menengok ke sana kemari untuk mencari gadis tadi, tapi ternyata gadis yang ia cari sudah menghilang entah ke mana.

"Nyari siapa loe?" tanya Dito lagi, bingung dengan sikap Raka, yang seperti mencari seseorang.

" Eng...engga" Raka mengusap tengkuknya, merasa gugup di hadapan Dito.

"Kantin yuk!" Raka berusaha mengalihkan perhatian Dito.

" Eh ini hp siapa?" Dito mengambil Hp yang jatuh di dekat Raka berdiri dan menunjukanya pada Raka.

" Coba sini gue liat" Raka mengambil hp dari tangan Dito.

Dari tampilannya menunjukan kalau ini milik seorang perempuan, walaupun tidak terlalu peminim tapi dari casingnya yang berwarna soft blue bergambar bunga daisy kecil di sudut atasnya, terlihat jelas kalau hp itu adalah milik seorang perempuan.

" Kayaknya ini milik cewe yang nabrak gue tadi" gumam Raka dengan senyum yang mengembang, dan memasukan hp tadi ke dalam kantong nya.

Dalam hati ia bersorak gembira karena bisa menggunakan hp ini sebagai alasan untuk menemui gadis manis itu lagi.

Terpopuler

Comments

Dwi apri

Dwi apri

wuih .. rejeki nomplok
ada alasan buat ketemu cewek pujaan ya Ka🤣🤣

2023-06-26

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2 Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3 Eps 03 Kedatangan Leo
4 Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5 Eps 05 keputusan Raka
6 Eps. 06 Gadis pemberani
7 Eps.07 Di tolong Keyra
8 Eps.08 Keluarga Prayoga
9 Eps.09 Sahabat Keyra
10 Eps.10 Rahasia Ayah
11 Eps.11 Markas
12 Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13 Eps.13 Rapat pemegang saham
14 Eps.14 Teman baru
15 Eps.15 Proyek pertama
16 Eps. 16 Dito
17 Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18 Eps.18 Edo kusuma
19 Eps.19 Mall
20 Eps.20 Hampir saja
21 Eps.21Akhirnya
22 Eps.22 Rion kembali
23 Eps.23 Villa
24 Eps.24 Balap liar
25 Eps.25 Siapakah dia
26 Eps.26 Bersama Keyra
27 Eps.27 Makam
28 Eps.28 Kecelakaan
29 Eps.29 Video
30 Eps.30 Di serang Rion
31 Eps.31 Hadiah dari Keyra
32 Eps.32 Salah paham
33 Eps.33 Penguntit
34 Eps.34 Ketahuan
35 Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36 Eps.36 Masa lalu Reksa
37 Eps.37 Lexi
38 Eps.38 Ajakan taruhan
39 Eps.39 di serang
40 Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41 Eps.41 Makan malam
42 Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43 Eps.43 Rindu
44 Eps.44 kedatangan Divanka
45 Eps.45 Bertemu Divanka
46 Eps.46 Pembukaan mall
47 Eps. 47 Mencari Keyra
48 Eps.48 Perkebunan
49 Eps.49 Jebakan
50 Eps.50 Fight
51 Eps.51 Menyerang
52 Eps.52 Terluka
53 Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54 Eps.54 Bertemu Keyra
55 Eps.55 kembali ke kantor
56 Eps.56 Pembagian sembako
57 Eps.57 panti asuhan
58 Eps.58 Makan malam sederhana
59 Eps.59 Bertemu Diva
60 Eps.60 Bukti baru
61 Eps.61 Pesta
62 Eps.62 Pesta 2
63 Eps.63 Penyerangan
64 Eps.64 War
65 Eps.65 Terbongkar
66 Eps.66 Flas back
67 Eps.67 Reuni dadakan
68 Eps.68 Wisuda
69 Eps.69 Kejutan
70 Eps.70 Hari bahagia
71 Eps.71 Pagi pertama
72 Eps.72 Keributan di malam hari
73 Eps.73 Posesif
74 Eps.74 Panik
75 Eps.75 End
76 Mafia Story
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2
Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3
Eps 03 Kedatangan Leo
4
Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5
Eps 05 keputusan Raka
6
Eps. 06 Gadis pemberani
7
Eps.07 Di tolong Keyra
8
Eps.08 Keluarga Prayoga
9
Eps.09 Sahabat Keyra
10
Eps.10 Rahasia Ayah
11
Eps.11 Markas
12
Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13
Eps.13 Rapat pemegang saham
14
Eps.14 Teman baru
15
Eps.15 Proyek pertama
16
Eps. 16 Dito
17
Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18
Eps.18 Edo kusuma
19
Eps.19 Mall
20
Eps.20 Hampir saja
21
Eps.21Akhirnya
22
Eps.22 Rion kembali
23
Eps.23 Villa
24
Eps.24 Balap liar
25
Eps.25 Siapakah dia
26
Eps.26 Bersama Keyra
27
Eps.27 Makam
28
Eps.28 Kecelakaan
29
Eps.29 Video
30
Eps.30 Di serang Rion
31
Eps.31 Hadiah dari Keyra
32
Eps.32 Salah paham
33
Eps.33 Penguntit
34
Eps.34 Ketahuan
35
Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36
Eps.36 Masa lalu Reksa
37
Eps.37 Lexi
38
Eps.38 Ajakan taruhan
39
Eps.39 di serang
40
Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41
Eps.41 Makan malam
42
Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43
Eps.43 Rindu
44
Eps.44 kedatangan Divanka
45
Eps.45 Bertemu Divanka
46
Eps.46 Pembukaan mall
47
Eps. 47 Mencari Keyra
48
Eps.48 Perkebunan
49
Eps.49 Jebakan
50
Eps.50 Fight
51
Eps.51 Menyerang
52
Eps.52 Terluka
53
Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54
Eps.54 Bertemu Keyra
55
Eps.55 kembali ke kantor
56
Eps.56 Pembagian sembako
57
Eps.57 panti asuhan
58
Eps.58 Makan malam sederhana
59
Eps.59 Bertemu Diva
60
Eps.60 Bukti baru
61
Eps.61 Pesta
62
Eps.62 Pesta 2
63
Eps.63 Penyerangan
64
Eps.64 War
65
Eps.65 Terbongkar
66
Eps.66 Flas back
67
Eps.67 Reuni dadakan
68
Eps.68 Wisuda
69
Eps.69 Kejutan
70
Eps.70 Hari bahagia
71
Eps.71 Pagi pertama
72
Eps.72 Keributan di malam hari
73
Eps.73 Posesif
74
Eps.74 Panik
75
Eps.75 End
76
Mafia Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!