Eps.09 Sahabat Keyra

Suara ketukan di pintu membangunkan Raka dari tidurnya yang cukup lelap.

" Tuan muda, sudah waktunya makan malam!" Suara pak Har terdengar dari alat yang memang terpasang untuk menghubungkan orang yang berada di luar ruangan dan di dalam.

Semua kamar di dalam rumah ini sudah kedap suara dan di lengkapi dengan alat komunikasi khusus.

" Iya pak, sebentar lagi saya keluar" Raka mengambil benda seperti remote dan menekan salah satu tombol di sana sebelum berbicara.

" Baik tuan muda" Terdengar lagi suara pak Har.

Raka langsung bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengosok gigi.

Tidur selama hampir dua jam ternyata membuat tubuhnya terasa jauh lebih baik.

" Selamat malam Kakek, om Alex, Leo" sapa Raka duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh pak Har.

" Malam" jawab semuanya bersamaan.

" Terima kasih pak Har" Raka menerima piring yang sudah berisi berbagai menu makan malam untuknya.

Mereka mulai makan malam dengan suasana hening, tidak ada yang berbicara, hanya ada denting sendok yang beradu dengan garpu dan piring yang terdengar.

" Kenapa dengan wajah mu itu Ka?" Kakek berbicara dengan nada penuh penekanan, setelah membersihkan bibirnya menggunakan tisu. Sepertinya ia sedang menahan amarahnya.

Kakek sebenarnya sudah tau kenapa Raka bisa seperti itu, karna mendapat laporan dari orang yang di perintahkan untuk mengawasi Raka dari jauh, dan ia juga menerima laporan dari pak Har tadi sore.

" Tidak apa-apa kek, ini hanya masalah kecil" jawab Raka setelah menyelesaikan makannya.

" Apa tidak sebaiknya di periksa Ka? Pak Har bilang ada luka memar yang cukup besar di punggungmu" Leo ikut menimpali nada bicaranya lebih ke khawatir walaupun rahangnya terlihat sedikit mengeras.

Raka memang menyuruh Leo memanggil namanya bila tidak sedang di kantor.

Walaupun awalnya Kakek dan Leo menolak, tapi dengan sedikit perdebatan kecil, akhirnya mereka mengalah dan menuruti keinginan Raka.

" Gak usah, tadi sudah di periksa di kampus" jawab Raka tersenyum, ia menyandarkan badannya di sandaran kursi dengan perlahan.

" Siapa yang berani mengganggu mu Ka? Bicara sama Om biar nanti om yang bereskan!" Alex juga terlihat marah melhat keadaan Raka.

" Tidak usah om, ini sudah biasa, lagi pula aku ingin mencari tau sesuatu" Raka seperti sedang berpikir sesuatu.

" Kalau kamu mau mengumumkan statusmu semua ini tidak akan terjadi Ka" Kakek kembali membujuk Raka.

Kakek Reksa memang masih kurang menyetujui keputusan Raka untuk menyembunyikan statusnya yang sekarang.

" Tidak apa kek, biarkan seperti sekarang selama saya masih belajar, dan belum mengetahui situasi yang akan saya hadapi dengan jelas" Raka melihat kakeknya dengan tatapan yang optimis.

" Hmmm... Baiklah, terserah kau saja" Kakek berjalan meninggalkan meja makan.

" Leo bawa semua berkas yang harus dia pelajari" perintah kakek setelah mereka semua berada di ruang keluarga.

" Baik tuan besar" jawab Leo lalu pergi ke kamarnya.

" Ini tuan" Raka menaruh setumpuk dokumen yang ia bawa di atas meja.

" Pelajari semua dokumen ini, bila ada yang kamu mau tanyakan, tanyakan saja pada Leo" perintah Kakek kepada Raka.

" Sebanyak ini kek?" Tanya Raka bingung. Kalau begini sih sama saja seperti menyiksanya, ia harus kuliah, latihan bela diri dengan Alex dan sekarang mempelajari dokumen yang mungkin berjumlah puluhan atau malah sampai ratusan.

" Iya, ini semua adalah data semua perusahaan yang harus kamu kelola nantinya" Jawab Kakek dengan entengnya.

Raka hanya bisa melongo mendengar jawaban kakek Reksa yang kelewat santai.

"Ya tuhan... belum juga di liat dalam nya kepalaku udah sakit duluan, apa lagi kalau udah di liat isi dokumen nya, bisa pecah kepalaku!" runtuk Raka di dalam hatinya.

" Baiklah kek, kalau gitu aku permisi ke kamar dulu" Raka berdiri dari kursi.

" Pak Har tolong bawakan semua dokumen ini ke kamar" perintahnya pada pak Har yang berada di belakang mereka dengan pelayan yang lainnya.

" Baik tuan" Pak Har mengambil dokumen yang lumayan banyak dan merepotkan.

" Biar saya bantu pak" Leo mengambil sebagian dokumen di tangan pak Har, kemudian berjalan di belakang Raka.

Walaupun di hati Raka merasa tidak enak menyuruh yang lebih tua darinya, tapi ia harus tetap melakukannya karena kakeknya mengawasinya 24 jam, ia harus berubah menjadi seorang pewaris, calon pemimpin perusahaan ter besar di negri ini.

Ia harus tau posisi nya sekarang, jangan sampai ada pihak musuh yang memanfaatkan kebaikannya untuk menusuknya dari belakang. Itulah pesan Kakek Reksa padanya sekitar empat bulan yang lalu, tepatnya seminggu setelah pertemuan pertama mereka.

" Terimakasih pak Han, sekarang anda boleh pergi" ucap Raka ketika pak Han sudah menaruh semua berkas yangbia bawa di meja kerjanya di dekat jendela.

" Sama-sama tuan muda, saya pamit undur diri" pak Har membungkuk hormat sebelum keluar dari kamar.

"Leo bisa bantu saya menjelaskan beberapa dokumen malam ini?" tanya Raka menarik kursi di dekat meja kerja nya, kemudian duduk dan mengambil salah satu dokumen yang ada di sana.

Leo mengangguk dan berdiri di samping Raka untuk menjelaskan isi di dalam dokumen itu.

Mereka berdua larut dalam diskusi tentang dokumen yang di pelajari Raka, hingga tak terasa malam semakin larut, bahkan waktu sudah menunjukan pukul 00.27

" Sudah larut Ka, sebaiknya kamu segera pergi istirahat, karna besok kamu akan menjalani latihan lagi bersama Tuan Alex" Jelas Leo.

" Hm... Baiklah, terima kasih untuk malam ini Leo" jawab Raka

Raka berjalan ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membasuh wajahnya lalu bersiap untuk tidur.

***

Di kediaman Prayoga , tepatnya beberapa jam yang lalu.

" Biar Key aja yang buka Ma" Keyra berdiri dari kursinya, berjalan untuk membuka kan pintu saat terdengar bunyi bel.

" Lama banget si loe buka pintunya" baru juga membuka pintu Keyra sudah kena semprot mulut pedes nya Monic.

" Iya sory, tadi gue lagi makan malam" jawab Keyra berjalan masuk bersama dua sahabat baiknya, Monik dan Regina.

Mereka sudah berteman sejak SMP, dan sempat terpisah selama dua tahun karena Keyra yang harus pindah ke luar negri untuk menjaga neneknya sejak setelah lulus SMA.

Tapi walaupun mereka terpisah jauh, ke tiga gadis itu tidak pernah memutuskan komunikasi, mereka tetap saling memberi kabar lewat chat ataupun vidio call.

Malam ini Monik dan Regina memang sudah berencana untuk menginap di rumah Keyra, Rasanya sudah lama ia tidak pernah bercerita bersama sampai larut malam.

Keluarga Keyra juga sudah mengenal baik Monic dan Regina, bahkan ibu mereka satu grup arisan.

" Eh... ada Monic sama Regina, sini ikutan makan malam sekalian" Ajak Ratna ketika melihat sahabat anaknya itu datang.

" Terima kasih tante" Jawab mereka duduk di kursi yang masih kosong.

Setelah menyelesaikan makan malam, Keyra, Monic dan Regina langsung ijin kepada orang tua Keyra untuk masuk ke kamar keyra.

" Ma, pa, aku ke kamar dulu ya" ijin Keyra setelah menyelesaikan makan malam nya.

" Om, tante kita juga ikut keyra ke kamar ya"

Sekarang giliran Monik yang minta ijin.

" Iya, jangan tidur terlalu larut, ingat besok kalian harus kuliah" Ratna mengingatkan, ia tau kalau ketiga gadis itu sudah berkumpul, pasti mereka akan lupa waktu dan begadang sampai dini hari.

" Iya Ma"

"Iya tante"

Mereka menjawab bersama-sama, lalu pergi ke kamar Keyra.

Episodes
1 Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2 Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3 Eps 03 Kedatangan Leo
4 Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5 Eps 05 keputusan Raka
6 Eps. 06 Gadis pemberani
7 Eps.07 Di tolong Keyra
8 Eps.08 Keluarga Prayoga
9 Eps.09 Sahabat Keyra
10 Eps.10 Rahasia Ayah
11 Eps.11 Markas
12 Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13 Eps.13 Rapat pemegang saham
14 Eps.14 Teman baru
15 Eps.15 Proyek pertama
16 Eps. 16 Dito
17 Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18 Eps.18 Edo kusuma
19 Eps.19 Mall
20 Eps.20 Hampir saja
21 Eps.21Akhirnya
22 Eps.22 Rion kembali
23 Eps.23 Villa
24 Eps.24 Balap liar
25 Eps.25 Siapakah dia
26 Eps.26 Bersama Keyra
27 Eps.27 Makam
28 Eps.28 Kecelakaan
29 Eps.29 Video
30 Eps.30 Di serang Rion
31 Eps.31 Hadiah dari Keyra
32 Eps.32 Salah paham
33 Eps.33 Penguntit
34 Eps.34 Ketahuan
35 Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36 Eps.36 Masa lalu Reksa
37 Eps.37 Lexi
38 Eps.38 Ajakan taruhan
39 Eps.39 di serang
40 Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41 Eps.41 Makan malam
42 Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43 Eps.43 Rindu
44 Eps.44 kedatangan Divanka
45 Eps.45 Bertemu Divanka
46 Eps.46 Pembukaan mall
47 Eps. 47 Mencari Keyra
48 Eps.48 Perkebunan
49 Eps.49 Jebakan
50 Eps.50 Fight
51 Eps.51 Menyerang
52 Eps.52 Terluka
53 Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54 Eps.54 Bertemu Keyra
55 Eps.55 kembali ke kantor
56 Eps.56 Pembagian sembako
57 Eps.57 panti asuhan
58 Eps.58 Makan malam sederhana
59 Eps.59 Bertemu Diva
60 Eps.60 Bukti baru
61 Eps.61 Pesta
62 Eps.62 Pesta 2
63 Eps.63 Penyerangan
64 Eps.64 War
65 Eps.65 Terbongkar
66 Eps.66 Flas back
67 Eps.67 Reuni dadakan
68 Eps.68 Wisuda
69 Eps.69 Kejutan
70 Eps.70 Hari bahagia
71 Eps.71 Pagi pertama
72 Eps.72 Keributan di malam hari
73 Eps.73 Posesif
74 Eps.74 Panik
75 Eps.75 End
76 Mafia Story
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2
Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3
Eps 03 Kedatangan Leo
4
Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5
Eps 05 keputusan Raka
6
Eps. 06 Gadis pemberani
7
Eps.07 Di tolong Keyra
8
Eps.08 Keluarga Prayoga
9
Eps.09 Sahabat Keyra
10
Eps.10 Rahasia Ayah
11
Eps.11 Markas
12
Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13
Eps.13 Rapat pemegang saham
14
Eps.14 Teman baru
15
Eps.15 Proyek pertama
16
Eps. 16 Dito
17
Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18
Eps.18 Edo kusuma
19
Eps.19 Mall
20
Eps.20 Hampir saja
21
Eps.21Akhirnya
22
Eps.22 Rion kembali
23
Eps.23 Villa
24
Eps.24 Balap liar
25
Eps.25 Siapakah dia
26
Eps.26 Bersama Keyra
27
Eps.27 Makam
28
Eps.28 Kecelakaan
29
Eps.29 Video
30
Eps.30 Di serang Rion
31
Eps.31 Hadiah dari Keyra
32
Eps.32 Salah paham
33
Eps.33 Penguntit
34
Eps.34 Ketahuan
35
Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36
Eps.36 Masa lalu Reksa
37
Eps.37 Lexi
38
Eps.38 Ajakan taruhan
39
Eps.39 di serang
40
Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41
Eps.41 Makan malam
42
Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43
Eps.43 Rindu
44
Eps.44 kedatangan Divanka
45
Eps.45 Bertemu Divanka
46
Eps.46 Pembukaan mall
47
Eps. 47 Mencari Keyra
48
Eps.48 Perkebunan
49
Eps.49 Jebakan
50
Eps.50 Fight
51
Eps.51 Menyerang
52
Eps.52 Terluka
53
Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54
Eps.54 Bertemu Keyra
55
Eps.55 kembali ke kantor
56
Eps.56 Pembagian sembako
57
Eps.57 panti asuhan
58
Eps.58 Makan malam sederhana
59
Eps.59 Bertemu Diva
60
Eps.60 Bukti baru
61
Eps.61 Pesta
62
Eps.62 Pesta 2
63
Eps.63 Penyerangan
64
Eps.64 War
65
Eps.65 Terbongkar
66
Eps.66 Flas back
67
Eps.67 Reuni dadakan
68
Eps.68 Wisuda
69
Eps.69 Kejutan
70
Eps.70 Hari bahagia
71
Eps.71 Pagi pertama
72
Eps.72 Keributan di malam hari
73
Eps.73 Posesif
74
Eps.74 Panik
75
Eps.75 End
76
Mafia Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!