Jam 2 siang Raka baru saja menyelesaikan kelasnya.
Ia berniat langsung berjalan menuju kantin. perutnya sudah keroncongan sejak tadi, menagih untuk segera di isi.
Maklum saja ia baru memakan roti isi dan satu gelas jus, yang ia juga tidak tau apa isinya, ketika sarapan tadi pagi, dan sampai sekarang ia belum makan apa pun lagi.
Saat di lorong yang terlihat sepi, tiba-tiba saja ada yang menarik tubuh Raka ke dalam toilet.
Raka sudah pasti tau ulah siapa itu, siapa lagi kalau bukan Rion dan genk nya.
Ah sepertinya Raka harus menunda makan siang nya lagi, dan bersiap untuk menerima serangan dari mereka.
" Heh! Loe kan, yang ngaduin kita ke pak Budi?!" Rion berteriak di depan wajah Raka, tangannya mendorong dada Raka hingga Raka ter bentur pinggir wastafel toilet dengan keras,.
"Argh.." Raka mengerang menahan rasa sakit di punggungnya.
" Sa...saya gak ngaduin apa-apa" ucap Rion terbata.
Sebenarnya Raka sudah biasa menerima kekerasan dari Rion dan ia juga sudah tidak takut lagi pada Rion, tapi ia harus tetap terlihat lemah untuk sekarang, sampai ia tau apa motif Rion mengaku sebagai cucu pemilik kampus ini.
" Ah... Bac*t loe!!" Mereka mengeroyok Raka di toilet itu, tendangan pukulan di terima tubuh Raka tanpa perlawanan, Raka hanya bisa mengerang menahan sakit.
" Mamp*s loe!!" ucap Reon menendang sekali lagi perutnya lalu berlalu pergi keluar dari toilet itu.
" Rasain!!!" Bimo menendang kaki dan tangan Raka sebelum mengikuti langkah Reon.
"Cih.." Kenzi mel*dah pada Raka
Raka berusaha bangun dengan susah payah, mengambil kacamata nya yang sudah jatuh sejak tadi dan memakainya kembali, lalu berjalan keluar dari toilet. Raka menghembuskan nafasnya, merasa sudah aman karna sudah tidak dapat melihat Rion dan teman-temannya lagi.
"Sial..!"
Raka mendengus ketika merasakan tubuhnya semakin remuk, rasa sakit akibat latihan tadi pagi saja masih ia rasakan, dan sekarang di tambah lagi dengan luka bekas pukulan yang ia terima dari Rion dan teman-temannya.
***
Saat ini Raka sudah ada di klinik, ia sedang di tangani oleh dokter jaga di klinik yang sudah di sediakan pihak kampus. ia ke sini bersama dengan Keyra, gadis manis di buswey tadi pagi.
Tadi ketika ia berjalan tertatih di lorong depan toilet Keyra tidak sengaja lewat dan melihatnya yang kesusahan berjalan karna rasa sakit di perutnya. Akhirnya Keyra menolongnya dan membantunya berjalan sampai ke klinik.
"Terimakasih dok" ucap Raka pada dokter yang telah mengobatinya.
" Ini memang sudah tugas saya, lain kali jaga diri baik-baik" Dokter perempuan itu tersenyum sebelum akhirnya meninggalkan Raka dan Keyra di ruangan itu.
Dokter muda yang mungkin hanya beberapa tahun lebih tua dari Raka itu memang sudah beberapa kali menangani Raka ketika babak belur oleh Rion.
Dokter itu juga sudah tau kenapa Raka sampai seperti ini.
Hampir semua mahasiswa kampus juga sudah tau kalau ia adalah sasaran bulying Rion dan teman-temannya, maka dari itu semua mahasiswa seperti tutup mata ketika melihat ia mendapatkan kekerasan fisik maupun mental dari Rion dan jua kawan-kawannya.
Mereka tidak mau membuat masalah dengan cucu dari pemilih Kampus itu.
Ya... menurut rumor yang beredar bahwa Rion adalah cucu dari pemilik kampus itu, jadi tidak ada yang berani melawannya di kampus ini.
" Terimakasih ya, sudah mau membantu saya" ucap Raka duduk di brangkar, menghadap Keyra yang sedang duduk di kursi samping brangkar, kakinya ia biarkan menggantung.
" Iya sama-sama"
" Emmm kalau boleh tau loe kenapa sampai kaya gitu?" Keyra bertanya dengan ragu-ragu, tapi ia juga tidak bisa menahan rasa penasarannya karna melihat kondisi Raka yang cukup mengenaskan.
Ia tidak habis pikir kenapa di kampus sebagus ini masih ada bulying.
Keyra memang mahasiswi pindahan, selama ini ia kuliah di luar negri bersama nenknya, tapi setelah neneknya meninggal Keyra di suruh pindah dan kembali bersama kedua orang tuanya.
Keyra baru sebulan kembali ke negara ini, dan baru seminggu ini ia mulai berkuliah di kampus ini, jadi wajar saja jika ia belum tau apa-apa tentang kampus ini.
" Tidak apa-apa, saya hanya jatuh di toilet tadi" ucap Raka berbohong.
Raka tidak mau menjerumuskan gadis yang ia sukai ini, pada maslahnya dengan Rion.
Masalah apa? Ia juga sebenarnya tidak tau.
Setelah ia berkuliah di kampus ini selama satu tahun ia sudah mulai di perlakukan tidak baik oleh Rion dan teman-temannya, dan itu semua berlanjut sampai sekarang.
Entah kesalahan apa yang ia lakukan pada mereka hingga mereka menjadikannya sasaran untuk melampiaskan kemarahan mereka, atau mungkin menyiksanya menjadi suatu kesenangan untuk mereka. Raka juga tidak apa sebenarnya motif di balik perlakuan Rion padanya.
Yang Raka ingat waktu itu ada seorang gadis yang ia tau adalah anak dari jurusan manajemen bisnis, jurusan yang sama dengan Rion. Gadis itu meminta tolong padanya untuk membuka email nya yang di hack oleh seseorang yang tidak di kenal. Pada saat itu Raka bisa mengembalikan email gadis itu dalam keadaan semula.
Bagi Raka yang memang dari kecil sudah bergelut dengan hal seperti itu, mengembalikan email yang di hack itu mudah saja, semua itu terbukti saat ia dapat mengembalikan email gadis itu hanya dalam waktu kurang dari setengah jam.
Sejak saat itu namanya mulai di kenal di kampus, dan banyak yang meminta tolong padanya, ia tidak pernah menolak dan selalu menolong mereka ketika ia ada waktunya senggang.
Pada saat itu juga Rion dan teman-temannya mulai membencinya dan membuly Raka, dan tidak ada seorang mahasiswa pun yang berani untuk membelanya. Mungkin hanya Dito satu-satunya teman yang akan melindunginya dari Rion, walau setelah itu Dito juga akan dapat teguran dari dosen.
Tapi sayangnya tidak setiap hari ia bisa bersama dengan Dito karena mereka berdua berbeda jurusan, tentu saja jadwal kelas mereka juga berbeda. Dito berada di jurusan desain sedangkan Raka berada di jurusan teknik.
Seperti saat ini Raka harus di tolong oleh Keyra karena Dito hanya ada kelas selama dua jam, dan sudah ia pastikan kalau Dito pasti sudah kembali ke padepokan milik ayahnya untuk membantu mengajar di sana.
"Ekhm..." Raka berdehem untuk mengurangi rasa gugupnya karena di pandang dengan intens oleh Keyra.
Mereka tadi sudah berkenalan ketika Keyra membantunya.
" Gue bukan anak kecil kali yang gak bisa beda'in mana luka jatoh atau luka abis di pukulin" Keyra berbicara dengan nada yang datar seperti berbicara dengan preman tadi pagi di dalam buswey.
"Uhh..." Raka mengelus tengkuknya canggung mendengar kata yang di lontarkan oleh Kayra.
" Ya udah kalo loe gak mau bilang juga gak papa, itu juga bukan urusan gue"
" Gue pulang duluan! Loe bisa kan pulang sendiri?" tanya Keyra mengambil tas yang ia taruh di meja dekat Brangkar.
" Iya, nanti aku bisa pulang pake ojol"
" Oh iya, ini hp kamu kan? Tadi saya temukan jatuh di depan kampus" Raka mengingat tentang hp yang Dito temukan tadi pagi, ia mengambil hp itu dari sakunya dan menyodorkannya ke hadapan Keyra.
Keyra melihat hp yang ada di tangan Raka, ah.. benar itu memang hp nya yang dari tadi ia cari.
" Iya ini hp gue, thank ya!" Keyra mengambil hp dari tangan Raka, kemudian mengeceknya sebentar, nada suaranya sudah tidak se datar tadi.
" Dari tadi gue udah telponin ini hp, kenapa loe ga angkat?" Keyra menatap Raka dengan tatapan menuduh.
"Mungkin aja kan dia tadinya mau nyolong hp gue, tapi pas tau gue yang bantuin dia jadinya dia balikin hp gue" batin Keyra menuduh Raka.
Raka membetulkan letak kaca matanya.
" Tadi saya baru keluar dari kelas" jelas Raka yang tau arti tatapan Keyra padnya.
" Oh oke, gue pulang duluan" Keyra berbalik berjalan meninggalkan ruangan Raka.
Setelah keyra pergi Raka langsung mengambil hp nya dan memesan ojek online, dengan keadaan seperti ini ia tidak mungkin pulang menggunakan buswey, dan ia juga tidak mungkin memanggil Leo untuk menjemputnya ke kampus.
Bisa heboh seisi kampus karna semua itu, dan bisa ia pastikan kalau rahasianya pasti akan terbongkar saat itu juga.
Dan Raka tidak mau semua itu terjadi sekarang.
...Tbc...
Jangan lupa like, comment dan Vote nya ya...
...Terimakasih🙏😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Marwan Ermadi
antar bab nghak nyambung
2024-02-14
0
Marwan Ermadi
sudahllah ceritanya terpotong potong
2024-02-14
0
Ridho Ilahi
knpa terlalu di lebaykan si Raka nya? sebagai laki2 harus melawan wlpun ga menang.. hadeeh
2022-02-27
4