"Tama adalah ketua kami, dan saya adalah tangan kanannya di sini. Tama lah yang menolong saya ketika saya terluka parah dan di buang oleh organisasi mafia tempat saya mengabdi dulu, karana fitnah dari orang dalam di dalam organisasi itu"
" Tama membawa saya ke dalam Markas ini dan Laras lah yang mengobati semua luka yang saya derita waktu itu"
" Laras adalah Dokter yang meneliti dan menciptakan berbagai macam obat, ia juga meneliti dan menciptakan berbagai macam Racun dan penangkalnya , dan obay-obatan itu lah yang masih kami produksi sampai saat ini dan kami perjual belikan, sedangkan Racun hanya kami gunakan utuk kami sendiri bila ada di dalam keadaan terdesak"
" Kami bukanlah mafia Raka, Tama membentuk kami untuk menunjang keselamatan perusahaan yang ia kelola waktu itu, dan itu semua masih kami jalankan sampai sekarang"
Raka masih diam dan mendengarkan setiap penjelasan yang di katakan oleh Alex padanya.
" Mengelola perusahaan Rakasasa milik keluarga mu itu bukan lah hal mudah Raka, bahkan Tama sudah berhadapan dengan maut sejak ia remaja, karna saingan bisnis kakek mu yang berusaha melenyapkannya atau menculiknya untuk mengancam kakekmu saat itu"
" Hingga akhirnya kakekmu mengirim Tama pada kenalannya yang mempunyai organisai Mafia terbesar di Eropa untuk belajar bela diri, teknik senjata dan teknik perang di sana"
" Dua tahun Tama di gembleng oleh organisasi mafia, hingga ia benar-benar menguasai apa yang di ajarkan sampai akhirnya ia bisa kembali ke negara ini"
" Tama bahkan di minta untuk menjadi penerus organisasi mafia itu, karena ketuanya tidak mempunyai keturunan, Tapi Tama menolaknya karena ia tak mau ber urusan dengan dunia bawah"
" Tama memilih menyerahkan organisasi itu pada wakil ketua di sana, dan membawa sebagian anggota yang ingin keluar dari dunia hitam untuk bergabung dengannya, dengan di setujui oleh ketua baru tersebut"
" Senjata yang kami produksi juga sudah dengan ijin negara, kami bahkan menyalurkan senjata itu pada keamanan beberapa negara"
"Kami hanya akan memproduksi senjata itu secara terbatas dan bila ada pesanan saja"
" Kami sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Tama dan Laras telah meninggal, saya merasa sangat tidak berguna dan merasa sangat bersalah karena tidak bisa menemukan kalian sebelum kejadian yang menimpa orang tuamu terjadi"
Sekarang Alex berkata dengan suara lirih, bahkan matanya sudah terlihat berkaca-kaca.
" Saya banyak berhutang budi pada Tama dan Laras, dan hanya ini lah yang dapat saya lakukan sekarang untuk membalas semua kebaikan mereka berdua"
" Orang tuamu memangbsangat pintar dalam menyembunyikan diri, padahal setiap hari kami selalu mencari keberadaannya, tapi tak pernah menemukan satu petunjuk pun tentang keberadaan mereka" Alex berkata dengan tersenyum kecut menghiasi wajahnya.
" Sekarang Kamu sudah ada di sini, jadi semua tanggung jawab yang Tama berikan kepadaku sebelum dia pergi akan saya berikan padamu" Alex tersenyum pada Raka yang berada di hadapannya.
Raka langsung melotot mendengar perkataan dari Alex.
" Tidak Om, aku tidak bisa menerima semua ini. Sudah cukup perusahaan yang harus saya jaga dan kembangkan dan membuat saya pusing, jangan om tambahkan lagi tanggung jawab di pundak saya om. Saya bukan ayah saya, dan saya juga tak sekuat itu. Biarlah tanggung jawab di sini tetap om yang menangungnya, aku tidak masalah sama sekali dengan semua itu om"
Raka langsung menolak semua itu, ia sudah cukup pusing dengan dokumen yang harus ia pelajari, dan akan segera ia urus ke depannya.
Ia tidak bisa mengurus semua peninggalan ayah dan kakeknya bersamaan, ia tidak akan sanggup menjalaninya.
Jika ayahnya saja bisa mempercayai om Alex untuk mengelola semua ini, maka kenapa ia harus meragukannya.
******
Jam 18.45 saat mobil yang di kendarai oleh Alex memasuki gerbang kediaman keluarga Wiratmadja.
Mobil yang biasa di kendarai oleh Leo juga sudah terlihat terparkir di halaman rumah, itu berarti kakek nya juga sudah kembali dari luar kota.
Raka dan Alex langsung masuk ke dalam kamar masing-masing setelah mengetahui dari pak Har kalau kakek Reksa sedang istirahat di kamarnya.
" Dari mana kalian tadi siang?" Kakek bertanya setelah mereka menyelesaikan makan malam mereka, dan sekarang semuanya sudah berada di ruang keluarga.
" Saya membawa Raka ke markas, tuan besar" jawab Alex, ia sudah meminta ijin dulu kepada tuan Reksa sebelumnya.
" Hmm... Bagus..." Kakek Reksa menganggukkan kepala nya lalu menyandar kan punggungnya pada sandaran sofa.
" Bagaimana Raka? Sudah siap menerima semua tanggung jawab yang akan kamu tanggung?" Tanya Kakek Reksa
" Saya akan terus berusaha kek, tapi untuk markas, saya akan meminta om Alex untuk tetap menjadi ketua di sana" Jelas Raka.
" Ya... baiklah... terserah padamu saja. Setelah ini kakek tidak akan ikut campur, semuanya akan kakek serahkan padamu" Kakek Reksa menepuk pundak Raka.
"Terima kasih kek, sudah percaya pada saya" Raka tersenyum hangat.
" Hmm.. Kalah begitu kalian teruskan berbicara tentang acara hari senin nanti, saya mau istirahat" Kakek berdiri dan langsung berjalan menuju kamarnya di ikuti oleh pelayan hang bertugas mengurus semua kebutuhan kakek.
" Baik kek, Selamat tidur" Ucap Raka.
Setelah kepergian kakek Reksa, Raka, Alex dan Leo melanjutkan perbincangan mereka tentang persiapan untuk acara hari senin esok.
Apa lagi masalah keamanan, karena pasti akan ada yang menentang keputusan kakek untuk langsung menunjuk Raka sebagai penggantinya.
Raka yang masih bersetatus mahasiswa dan belum mempunyai pengalaman dalam memajukan sebuah perusahaan akan menjadi bahan perdebatan di rapat pemegang saham dan dewan direksi.
Walaupun keluarga Wiratmadja masih mempunyai jumlah saham terbanyak di dalam perusahaan, saat ini saham yang di miliki oleh keluarga Wiratmadja sebanyak 70 persen, tapi tetap saja mereka harus mengadakan rapat pemegang saham dan dewan direksi terlebih dahulu sebelum benar-benar mengangkat Raka.
Atas pertimbangan itu juga Kakek Reksa dan Leo menyetujui keinginan Raka untuk menyembunyikan identitas dirinya sebagai pewaris, agar mereka dapat dengan mudah mengelabui para pesaing bisnis, dan agar mereka lebih sulit untuk mengetahui identitas Raka yang sebenarnya.
Untungnya identitas Raka memang sudah di amankan oleh Tama sejak Raka masih kecil, bahkan Nama keluarga wiratmadja pun Raka tidak menyandangnya. Jadi sekarang tidak banyak yang tau siapa sebenarnya Raka, baik itu di lingkungan rumah maupun di lingkungan sekolah dan kampusnya.
Yang banyak orang tau Raka adalah ank dari seorang pedagang kelontong di pasar dan terlahir dari keluarga yang sederhana.
Bahkan Dito dan keluarganya belum mengetahui tentang semua ini sampai sekarang.
Hanya Bang Joni yang sudah tau tentang Raka, dan ia juga sudah di sumpah dulu untuk selalu setia pada Raka oleh Leo sebelum memberi tau semuanya.
Raka juga sudah menjamin bang Joni, kalau bang Joni tidak akan akan pernah membocorkan identitas Raka pada siapa pun dan tidak akan pernah berhianat.
Jam 00.45 mereka baru saja selesai berdiskusi. Mereka bertiga langsung masuk ke kamar masing-masing untuk hari esok yang pasti akan kembali melelahkan.
" Raka perjuanganmu baru akan di mulai, dan kehidupan sesungguhnya akan kamu rasakan, tetaplah berjuang menghadapi segala tantangan di hadapan mu, karena kebahagiaan menanti mu menghampirinya dan meng gapainya"
...Tbc......
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya...
...Terima kasih🙏😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments