Meeting berjalan dengan Lancar, klien yang Raka temui sangat puas dengan presentasi yang Raka berikan, mereka yang awalnya meragukan kinerja presdir yang baru karena usianya, hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah ketika melihat sendiri kinerja, dan ketegasan seorang Raka aditama wiratmadja.
Bila ada yang pernah bertemu dengan Tama maka mereka akan melihat kembali sosok seorang Tama pada diri Raka, Aura kepeminpinan yang membuat siapa saja yang berada di dalam satu ruangan bersama nya merasa tertekan.
Ketegasan yang akan membuat siapa saja segan di tambah dengan kecerdasannya yang membuat semua orang akan berdecak kagum
Mungkin bila mereka melihat Raka sedang memimpin meeting mereka tidak akan percaya kalau Raka saat ini bahkan masih seorang mahasiswa.
Ternyata selama ini Tama sudah mempersiapkan Raka dengan sangat baik, sikap Raka dan kemampuan Raka tidak lain adalah hasil didikan dari seorang Tama, bahkan tanpa Raka sendiri menyadarinya.
Ya... selama ini Alex, Leo dan kakek Reksa hanya mencoba mengeluarkan dan mendorong Raka untuk lebih percaya diri lagi dan mrmbiarkan sikap kepemimpinan Raka yang memang suda ada di dalam dirinya bisa keluar dengan sendirinya, dan ternyata hasilnya bahkan melebihi dari perkiraan mereka semua.
Bahkan sekarang ada rasa takut di hati Alex dan kakek Raksa, karena ada satu sifat dari Tama yang belum mereka lihat di diri Raka, yaitu kekejaman seorang Tama.
Sebelum bertemu dengan Laras Tama di kenal dengan kekejamannya, apa lagi dia pernah di didik oleh ketua mafia terbesar, hingga tidak ada kata belas kasih di dalam dirinya saat itu, siapa yang berani melawan dan mengusik seorang Tama, maka Tama akan menghancurkan mereka sampai tidak ada yang tersisa.
Pada saat itu lah Laras hadir di dalam kehidupan Tama, sosok Laras yang lembut dan penyabar, perlahan bisa meluluhkan sikap keras dan kejam dari diri Tama.
Raka berjalan masuk ke dalam kantor pusat DWGrup dengan Leo yang berjalan di belakangnya, dan selalu mendapat tatapan kagum dari seluruh karyawan kantor terutama para kaum wanita.
" Ada jadwal apa lagi untuk hari ini?" Tanya Raka setelah mereka masuk ke dalam Ruangan Raka.
" Jam 4 sore nanti ada rapat bersama divisi keuangan dan perencanaan tuan, untuk membahas proyek pembangunan hotel kita yang baru di pangandaran" Jawab Leo
" Pangandaran? Daerah mana itu?" Raka mengerutkan dahinya hingga alisnya hampir bertaut. Nama daerah itu begitu asing di telinganya, bahkan sepertinya ini baru pertama kali ia mendengarnya.
" Daerah perbatasan jawa tengah dan jawa barat bagian timur tuan, ini proyek kerja sama kita yang sudah di sepakati oleh tuan Reksa sebulan yang lalu, dan bila anda sudah setuju dengan biaya nya maka minggu depan akan segera di mulai pembangunannya" Leo menjelaskan sambil menletakan map berisi dokumen di hadapan Raka.
" Apa yang membuat kakek tartarik untuk membangun hotel di tempat ini?" Raka bertanya setelah mencari tau tentang daerah yang baru saja di sebutkan oleh Leo.
" Pantai Pangandaran adalah pantai yang sedang berkembang dengan sangat baik, dan menarik banyak wisatawan dari dalam maupun luar negri, mereka terus mengembangkan potensi wisata yang mereka punya ,dari mulai pantai yang menjadi wisata utamanya, air terjun yang masih sangat alami, bahkan pesona pegunungannya juga mereka mulai kembangkan dengan baik"
" Pangandaran bisa berpotensi menjadi wisata yang sangat menjanjikan, bila mereka mengelolanya dengan benar"
" Tuan Reksa sudah merencanakan ini dari beberapa bulan yang lalu tuan, bahkan kami sudah melihat lokasi tempat untuk pembangunan hotel dan beberapa tempat wisata di yang menjanjikan si sana" Ucap Leo panjang lebar.
" Oke, saya sudah mengerti, kamu sudah boleh kembali ke ruangan mu" Raka berbicara sambil matanya terus meneliti isi dokumen untuk bahan rapat nanti sore.
" Baik tuan, saya permisi" Leo membungkuk hormat sebelum berbalik dan keluar dari ruangan kerja Raka.
Raka masih sibuk berkutat dengan tumpukan dokumen di mejanya, ketika hp di mejanya bergetar.
" Halo" ucap Raka membuka menyapa penelpon di sebrang sana.
"........"
" Maaf tapi sepertinya saya tidak bisa"
" ........"
" Sorry saya sudah ada acara nanti malam"
"........."
" Oke, bye"
Raka menutup telponnya dengan senyum mengembang di wajahnya.
Yang menelpon tadi adalah Keyra, ia mengajak berkumpul bersama teman-temannya, tapi ia terpaksa harus menolak karna ia sudah ada janji dengan Dito.
Raka juga sadar saat ini dirinya baru saja memulai kehidupan barunya, ia belum tau kondisi perusahaan sepenuhnya, ia harus lebih fokus dulu pada perusahaan nya dan mengabaikan soal perasaannya pada wanita.
Ia harus bisa menunjukan keberhasilannya memajukan perusahaan keluarganya itu pada semua orang yang telah meremehkannya.
Saat ini tujuan satau-satunya adalah membuat bangga kakeknya, keluarga satu-satunya yang masih ada di dunia ini, dan mendiang ayah dan bundanya di sana.
Ia juga ingin menjaga dan mengembangkan perusahaan yang di bangun oleh kakek buyutnya dengan semua kemampuannya, seperti ayahnya dulu.
Walaupun ayahnya harus menyerah demi bersama dengan bundanya, tapi Raka yakin ayahnya tidak pernah benar-benar meninggalkan keluarga dan perusahaannya.
Itu semua bisa terbukti saat ia mendengar cerita dari Alex yang di berikan amanah untuk selalu menjaga keluarganya dan perusahaannya, walaupun akhirnya ia memutuskan komunikasinya dengan Alex.
Raka tau ayahnya bukanlah orang yang akan begitu saja meninggalkan orang-orang yang di cintainya, ayahnya pasti akan selalu berusaha menjaga semua orang yang di sayanginya walau tanpa orang itu menyadarinya.
Semua itu ia rasakan sendiri saat ia kecil dulu, waktu itu ia sakit dan terpaksa harus di rawat di rumah sakit, dan saat itu juga ayah dan bundanya sedang tidak mempunyai uang lebih ataupun tabungan.
Ayahnya meminta bantuan ke sana kemari untuk meminjam uang, tapi tidak ada yang bisa meminjamkan uang padanya, karena lingkungannya juga adalah orang-orang yang hidup dengan kekurangan, hingga akhirnya ayahnya Dito membawanya pada seorang temannya yang berhati baik, dan selalu menolong orang lain.
Tama di bawa ke rumah sederhana berlantai dua, di pemukiman padat penduduk di pinggir kota, dengan menurunkan ego dan menahan malu ia memberanikan diri untuk meminjam uang pada orang yang bahkan baru ia temui.
Tama bahkan sangat terkejut ketika ia bisa meminjam uang sebanyak 10 juta rupiah dari orang yang sama sekali belum ia kenal, ia sangat berterima kasih saat itu dan berjanji akan mengembalikan uang yang ia pinjam secepatnya.
Orang yang di pinjami uang olehnya hanya bilang kalau itu adalah uang persiapan untuknya mendaftarkan anaknya yang akan masuk ke perguruan tinggi tahun depan.
Kalau memang Tama tidak bisa, orang itu berharap Tama bisa mengembalikan uang yang di pinjam sebelum masa kelulusan sekolah anaknya.
Tama bekerja banting tulang untuk segera melunasi hutang-hutangnya saat itu, bahkan ia bekerja sebagai sopir ojek ketika ketika siang sampai malam hari.
Ya... saat itu tokonya masih belum sebesar sekarang, dulu Tama dan Laras hanya berjualan di sebuah toko kontrakan kecil yang harus tama bayar per bulannya.
Raka mendengar cerita itu dari ayahnya Dito, saat ia sedang marah kepada ayahnya dan memutuskan menginap di rumah Dito tanpa memberi tahu ayah dan bundanya.
Raka langsung merasa bersalah saat itu, dan berjanji untuk selalu membanggakan ayahnya dan tidak akan membuat ayah dan bundanya kecewa.
Entah sejak kapan ayahnya dan ayahnya Dito berteman, karena dia baru tau sewaktu dia sudah bersekolah SMP, dan ia berteman dengan Dito, Dito mengenal ayahnya ketika ia mengajak Dito main kerumahnya saat itu.
Dito mengatakan bahwa ayahnya sering main ke rumahnya, bahkan sejak Dito masih kecil.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya tentang sang ayah.
"Masuk..."
" Tuan sudah waktunya untuk Rapat bersama divisi keunagan dan perencanaan" Leo berkata setelah masuk kedalam ruangannya.
" Baiklah.." Raka langsung memakai jas yang tadi ia sampirkan di belakang kursi lalu merpihkan penampilannya.
Ia berjalan di ikuti oleh Leo dan Laura di belakangnya, menuju ruang rapat yang berada di lantai 20 gedung perusahaan DWGrup.
Rapat kali ini terasa sangat menegangkan ketika Raka menyadari ada beberapa kejanggalan dari laporan keuangan yang ia terima.
Dan staf manager yang sedang menjelaskan pun tidak terlihat terlalu berbelit-belit dan mengulur waktu, di tambah sebagian peserta rapat malah sibuk memperhatikannya dan mencuri pandang ke arahnya.
Semua kelakuan para pegawainya membuatnya kehilangan kendali dirinya lagi.
Semua perubahan wajah Raka tertangkap jelas oleh Leo.
Leo tau Bahwa saat ini Raka sedang menahan amarahnya hingga....
BRAK....
Suara gebrakan di meja membuat semua orang di sana menjadi diam dan pucat seketika.
Bahkan ketua divisi yang sedang berdiri menjelaskan presentasi dari laporannya, bergetar ketakutan melihat wajah Raka yang sudah merah padam.
" Perusahaan ini memberikan gaji kalian dengan gaji di atas rata-rata! Apa begini cara kalian bekerja?!" Suara dingin penuh penekanan membuat peserta rapat menunduk takut.
" Laporan keuangan sangat berantakan, presentasi kacau, dan tidak ada fokus sama sekali"
" Mengecewakan..."
" Saya tunggu laporan yang sudah kalian revisi besok pagi!"
"Tanpa ada kesalahan sedikit pun" Raka langsung berdiri dan berbalik berjalan keluar dari ruang rapat.
Ia sudah menaruh curiga pada beberapa orang kepala divisi di kantor ini, tapi ia masih menyelidikinya dan mencari bukti.
Tapi ia tidak pernah menyangka bahwa karyawan perusahaan yang bahkan mengaji seorang karyawannya dengan gaji dua kali lipat dari gaji di perusahaan lain, akan mendapatkan pegawai yang sama sekali tidak profesional dalam bidangnya.
Mereka bahkan dengan terang-terangan berani mengedipkan mata ke arahnya dan menggodanya ketika rapat berlangsung, sungguh prilaku yang sangat menjijikan.
Saat ini bahkan dirinya ingin muntah, jangankan untuk membalasnya membayangkannya pun ia tak sudi.
Sepertinya selama ini kakeknya terlalu longgar dalam kedisiplinan terhadap karyawannya.
Baiklah sepertinya karyawan di sini perlu sedikit shock terapi untuk membuat mereka lebih disiplin lagi.
Raka menarik sedikit sebelah bibirnya, di dalam pikirannya sudah ada rencana untuk memberi kejutan pada para karyawannya.
"Tunggu tanggal mainnya..." ucapnya dalam hati.
...Tbc...
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya...
...Terimakasih🙏😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Halu
terpantau si raka masih naif
2023-03-02
1
LANANG MBELING
Raka, kalo gitu kita mabar sekalian...
2021-11-15
1