Hari yang di tunggu semua orang di Rumah keluarga Wiratmadja sudah tiba.
Pagi ini Raka sudah sibuk di dandani oleh pak har dan Leo agar tampil berbeda di kantor, sedangkan Kakek dan Alex hanya memperhatikan dan berkomentar bila menurut mereka ada yang kurang sreg.
Jam 9 pagi Raka, kakek Reksa dan Leo berangkat menuju ke kantor pusat perusahaan DWGrup, dengan di kawal langsung oleh Alex dan beberapa pengawal terpilih lainnya.
Sampai di depan kantor, para staf dan karyawan kantor sudah ber baris di pintu masuk perusahaan untuk menyambut kehadiran presdir mereka dan juga pewaris DWGrup.
Raka Berada satu mobil bersama Kakek Reksa, leo dan Alex dengan leo sebagai supir, sedangkan di belakang mobil mereka ada satu mobil yang berisi enam pengawal yang siap siaga menjaga tuannya.
Leo dan Alex keluar terlebih dahulu dari mobil, kemudian Alex dan Leo membuka pintu belakang mobil, lalu keluar lah kakek Reksa dengan dan berdiri di depan Alex menungu Raka yang berada di pintu satunya lagi bersama Leo.
Raka keluar dari mobil dengan gaya yang sangat elegan, ia merapihkan jasnya sebelum melangkah menghampiri kakeknya.
Tidak ada yang tidak terpesona oleh ketampanan Raka saat ini, bahkan para karyawan lelaki pun banyak yang mengakui ketampanan seorang Raka aditama Wiratmadja, apalagi para wanita.
Raka saat ini mengenakan kemeja putih dengan dua kancing di atas terbuka dan jas warna hitam yang di biarkan terbuka begitu saja dan celana kain berwarna hitam, serta sepatu Pantofel yang mengkilap melengkapi penampilan mewahnya yang sangat berbeda dengan penampilannya sehari-hari, yang sangat sederhana dan terkesan culun.
Saat ini Raka berpenampilan lebih sperti seorang playboy atau casanova di bandingkan dengan seorang kutu buku atau pewaris.
Ini semua adalah ide dari Leo, agar Raka berdandan jauh dari keshariannya, untuk lebih meyakinkan penyamaran Raka.
Raka berjalan menghampiri kakek Reksa dengan dua tangannya ia masukan ke dalam saku celananya Terlihat sangat dingin dan mempesona, walaupun tak ada sedikit pun senyum yang terlihat dari bibir tipisnya.
" Selamat datang tuan besar, selamat datang tuan muda" Seru para staf dan karyawan yang menyambut kehadirannya, mereka semua membungkuk hormat di hadapan Raka dan juga Kakek Reksa.
Kakek Reksa dan Raka hanya mengannguk samar lalu meneruskan langkahnya masuk kedalam gedung yang kantor pusat perusahaan DWGrup.
Gedung yang sangat besar dengan segala kemewahan dan fasilitas nomer satu, yang berada di gedung tersebut membuat semua karyawan maupun tamu merasa nyaman.
Raka, kakek Raksa, Alex dan Leo langsung masuk ke dalam lift khusus para petinggi perusahaan mereka langsung naik ke lantai 25, lantai ter atas di gedung ini, di sana adalah ruangan khusus Presdir dan Leo, juga beberapa sekretaris yang ikut membantu pekerjaan mereka di kantor ini.
Rapat pemegang saham akan di laksanakan pada jam 10 pagi sedangkan ini baru jam 09.27 pagi. Masih ada waktu sekitar 33 menit lagi sebelum metting di mulai.
Raka, kakek Reksa dan Leo memanfaatkan waktu untuk membahas persiapan untuk metting nanti.
Berbeda dengan di dalam ruangan kakek Reksa yang semua orang sedang fokus berdiskusi, di lobby kantor para karyawan sedang ada kehebohan karena kedatangan Raka tadi, mereka semua baru bisa mengobrol dan menggosip setelah rombongan Kakek Reksa sudah menghilang di balik lift.
Semua kayawan penasaran tentang Raka yang selama ini tidak pernah di beritakan, sekaligus kagum akan ke tampanan dan aura pemimpin yang cukup kuat dan mendominasi, walaupun umurnya masih cukup muda.
Bahkan para wanita muda sudah ada yang merencanakan untuk mendekati Raka ataupun hanya menghayal menjadikan Raka pacarnya.
Semua ke gaduhan itu berhenti ketika Alex datang dan memberhentikan mereka semua.
" Kalian di gaji untuk bekerja bukan untuk bergosip!!" Suara berat penuh penekanan yang dari Alex langsung membuat suasan lobby yang gaduh menjadi sepi seketika, dan karyawan langsung berlari menuju tepat kerja masing-masing.
Alex memang cukup di takuti di kantor ini setelah Leo dan kakek Raksa. Semua karyawan kantor tau kalau Alex adalah kepercayaan sekaligus pengawal pribadi kakek Reksa, bila Leo sedang tidak bisa mendampingi kakek Reksa maka Alex lah yang akan menggantikannya.
Alex ke luar kantor untuk mengambil dokumen yang tertinggal di dalam mobil.
Melihat me gaduhan di lobby kantor membuat amarahnya langsung meningkat.
Alex memang seorang yang termpramental, ia cukup sulit untuk mengatur emosinya, tapi semenjak Tama memberikan mengajarkannya ilmu untuk mengatur emosinya, sekarang ia lebih bisa mengatur tempramen nya.
Walau pun sikap dia yang keras selalu saja membuatnya di takuti oleh orang yang ada di dekatnya.
Alex hanya bersikap biasa saja melihat tingkah para karyawan yang berlari terbirit-birit untuk menghindari bertemu dengannya, setelah mendengar teguran darinya.
Ia melanjutkan Langkahnya menuju tempat parkir khusus.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan pintu mengalihkan atensi ke empat orang pria beda generasi yang sedang asik berbincang.
" Masuk" suara Leo yang terdengar.
" Sudah waktunya rapat bersama para pemegang saham tuan" Ucap ketua sekertaris kantor yang bernama Laura"
"Apa semua peserta rapat sudah hadir?" Tanya Leo
" Sudah tuan, mereka semua sudah menunggu di ruang rapat"
" Terimakasih, anda bisa keluar" masih Leo yang berbicara, sedangkan ke tiga pria yang lain hanya duduk tegak di tempatnya masing-masing dengan muka datar dan dinginnya mereka masing-masing.
" Ayo, sudah waktunya" Kakek Reksa berdiri dan merapihkan jasnya lalu berjalan di depan ber iringan dengan Raka, di belakngnya mengikuti Leo dan Alex.
" Selamat siang presdir Reksa!" Semua peserta rapat berdiri dan membungkuk hormat ketika melihat kakek Reksa masuk ke dalam ruangan rapat.
Para pesrta rapat terlihat bingung dan kaget melihat presdir mereka membawa seorang pemuda yang belum mereka lihat sebelumnya.
" Selamat siang semuanya" Kakek membuka suara setelah mereka duduk di tempat masing-masing.
Ada sunggingan kecil di sudut bibirnya melihat kebingungan para peserta rapat.
" Baiklah kita mulai saja rapat pada hati ini, Saya mengundang kalian semua untuk memperkenalkan cucu saya sekaligus mengumumkan mengangkatnya menjadi presdir baru di perusahaan DWGrup"
Semua peserta rapat tampak yerkejut dan langsung berbisik dengan teman di dekat tempat duduknya, bertanya-tanya dengan keputusan tiba-tiba tuan Reksa.
" Perkenalkan ini adalah cucu tunggal saya yang bernama Raka aditama Wiratmadja"
Raka berdiri dan membungkuk sedikitbuntuk menyapa para peserta rapat yang lain.
" Apakah ini tidak terlalu buru-buru tuan?
" Sepertinya cucu anda masih terlalu muda untuk menggantikan tuan sebagai presdir"
" Apakah anda yakin cucu anda ini bisa mengelola perusahaan inii dan memajukannya?"
" Kami tidak setuju dengan keputusan sepihak anda ini!"
Terdengar suara-suara orang yang tidak menyetujui keputusan dari kakek Reksa, dan ada juga bisik-bisik yang merendahkan dan meragukan Raka.
Raka hanya diam tanpa berniat untuk menimpali semua ocehan dari para peserta Rapat.
Ia mengepalkan tangannya menahan amarah nya saat ini, Rahangnya terlihat mengeras, kalau bukan karena perintah kakeknya ia pasti sudah hilang kendali saat ini.
Selama ini belum pernah ada yang merendahkan atau meragukan kemampuannya secara terang-terangan, semua orang di sekitarnya tau kalau Raka adalah orang yang penuh dengan pertimbangan sebelum mengambil sebuah keputusan, ia tak mungkin mengambil suatu tanggung jawab bila ia tidak sanggup untuk menanggungnya.
" Ini semua sudah menjadi keputusan saya, dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun!!" Kakek Reksa akhirnya membuka suara setelah cukup lama terdiam membiarkan semua orang di ruangan itu mengeluarkan segala yang ingin mereka sampaikan.
Semua itu sudah ia terapkan dari sejak ia sekolah menengah pertama, saat itu ia menjabat sebagai ketua OSIS.
" Harap tenang tuan dan nyonya semuanya" Suara berat Alex akhirnya terdengar.
"Saya mengundang anda semua di ruangan ini bukan untuk meminta pendapat kalian semua!! Saya mengundang kalian semua di sini untuk memberi tahu keputusan saya!!" Kakek Reksa berbicara dengan lantang dan penuh dengan penekanan, lalu berjalan keluar dari ruang rapat di ikuti Raka, Leo dan Alex di belakngnya.
Setelah pergi dari ruang rapat, Raka dan Leo pergi ke ruang kerja kakek Reksa, sedangkan Kakek Reksa langsung pulang bersama dengan Alex, karna sedang tidak enak badan.
Raka dan Leo terlihat sedang serius memperhatikan dua labtop di meja kerja Raka.
Mereka sedang memperhatikan Cctv di ruang rapat dan juga seluaruh gedung, untuk melihat reaksi dari para peserta rapat, maupun karyawan.
Walaupun sangat kecil kemungkinan untuk mereka berhianat, ataupun menjual sahamnya pada perusahaan lain, mengingat saham DWGrup mempunyai nilai tertinggi di negara ini untuk saat ini.
Lagi pula bekerja di DWGrup bukanlah sesuatu yang gampang, mereka akan di seleksi dan di uji secara ketat sebelum di terima di perusahaan ini.
Gaji di perusahaan DWGrup juga menjadi gaji terbesar di negri ini, dan bila sampai mereka di pecat atau di keluarkan dari perusahaan DWGrup maka tidak ada yang akan menerimanya di perusahaan lain di dalam negri. Mereka akan langsung terdapat di dalam daftar hitam atau black list di organisasi perusahaan di dalam negri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments