" Kay gimana di kampus baru?" tanya Monic setelah mereka bosen menonoton film bersama.
Mereka memang berkuliah di kampus yang sama, tapi jurusan yang berbeda membuat mereka sulit untuk bertemu di kampus.
" Biasa aja" Jawab Keyra santai.
Saat ini mereka sedang berbaring di atas ranjang.
" Masa sih? Gak ada yang menarik gitu?" Regina ikut menimpali.
" Eh tapi tadi siang gue sempet nolongin orang, kayanya sih anak kampus situ" Keyra mengingat tentang pertemuannya dengan Raka.
" Hah! Nolongin gimana? Emang dia kenapa?" Jiwa kepo Monic sudah mulai muncul, ia bahkan langsung bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Keyra, dengan wajah penasarannya.
" Biasa aja kali nanya nya" ucap Keyra masih saja santai.
" Ya elah Key, tinggal jawab aja susah banget sih" Monic sudah mode puara-pura ngambek kalo gini.
" Iya Key jawab aja, Eh cewe apa cowo tuh yang loe tolongin?" Regina malah ikut bertanya pada Keyra.
" Cowo..., gue nolongin dia jalan ke klinik kampus..., kayanya sih dia abis di gebukin, tapi pas gue tanya kenapa dia malah jawab gak papa" Jelas Keyra sambil mengingat-ingat kejadian tadi siang.
" Cowo...? Namanya siapa..? Ganteng gak...? boleh kali kenalin ama kita" Monic makin semangat bertanya pada Keyra.
" Emm kalo gak salah namanya Raka" Keyra mengerinyit tanda berpikir keras.
" HAH...! RAKA...!" teriak Monic dan Regina bersama.
" Apa sih kalian? Lebay banget" Keyra memandang bingung pada dua sahabatnya yang sepertinya kaget saat ia menyebutkan nama 'Raka'
" Key mending loe gak usah deket-deket deh sama dia kalau gak mau ada masalah sama genk nya si Rion" Monik berbicara dengan wajah berubah serius.
" Emang kenapa? Gue rasa dia orangnya baik ko, ya walau pun kayaknya dia anaknya pendiem" Keyra mulai penasaran dengan cerita Monic
" Dia itu udah di cap merah sama genk nya si Rion, kayak bahan bulyan gitu. Kalau ada yang berani berteman atau ngebela'in Raka udah pasti dia juga bakal kena imbasnya" sekarang Regina yang bercerita.
" Kok bisa gitu sih? Emang jaman sekarang masih ada bulying ya? Gue kira tu bulying udah ilang, ternyata masih ada?!" Keyra geram sendiri mendengar kata buly.
" Iya Key, Raka itu anak beasiswa, tapi otaknya beuuh... encer banget, sampe-sampe dia dapet beasiswa full dari kampus, bahkan dapet uang saku juga karna pernah ngembaliin akun kampus yang kena hack"
" Iya tuh! Bahkan karena otaknya yang encer banget itu dia sampe terkenal di kampus dan sempet jadi idola gitu, cuma emang dasarnya dia orangnya ramah, jadi mungkin dia gak nyadar kalo banyak cewe yang naksir sama dia"
" Iya, sebenernya si Raka itu udah perfect banget buat di jadiin pacar. Dia juga gak jelek ko, kalo aja dia buka tuh kacamata nya, trus di dandanin dikit, kayaknya Rion gak bakalan ada apa-apa nya deh"
" Iya gue setuju tuh!... udah tinggi, kulitnya putih, Ramah sama semua orang, baik pula"
" Oh iya!... gue juga inget sama salah satu anak manegemen bisnis yang cantik itu, siapa ya namanya gue lupa? Dia sampe pura-pura akunnya kena hack terus minta tolong sama Raka, biar bisa deket sama Raka"
" Ah... iya tuh!... kalo gak salah namanya Quinsya, yang anak pertukaran pelajar itu kan ya"
" Awal-awal sih masih ada yang mau nolongin, tapi setelah ada yang kena skors gara-gara nolongin Raka jadi gak ada yang berani lagi nolongin Raka"
" Eh ada tau yang masih suka nolongin si Raka, dia anak disain, katanya sih dia sahabatnya si Raka, trus dia jago bela diri, jadi kalo Raka lagi sama anak itu, Rion gak bakalan berani gangguin si Raka"
" Oh iya gue ingat!! Kalo gak salah namanya itu Dito kan?"
" Nah... iya tuh bener!"
Monik dan Regina bercerita saling bersahutan dengan semangatnya, mereka berdua bahkan gak sadar kalau Keyra sudah bengong sejak tadi, karena terkejut dengan cerita dari dua sahabatnya itu, bahkan mulutnya sampai terbuka, bingung melihat Monic dan Regina malah asik membicarakan Raka.
" STOP...! STOP....!!" Keyra berteriak menghentikan obrolan kedua sahabatnya yang membuatnya pusing.
Monic dam Regina yang kaget denhan teriakan Keyra seketika langsung diam dan melihat Keyra dengan tatapan horor.
" KEY...! GAK USAH TERIAK-TERIAK UDAH JAM BERAPA INI...? BURUAN TIDUR...!!!" suara teriakan mengelegar dari ruang pintu langsung membuat nyali mereka ciut seketika.
Itu adalah suara Dion, abangnya Keyra, ia sangat tidak suka kalau waktu istirahatnya terganggu.
" Tuh denger..! Semua ini gara-gara kalian" Keyra masih kesal pada kedua sahabatnya.
" Hah..! Kok jadi kita sih Key, kan loe yang terik-teriak" Bingung Regina dan Monic melihat aneh pada Keyra.
" Gue terik-teriak gara-gara kalian malah asik sendiri nyeritain si Raka itu" Judes Keyra
" Lah kan tadi loe yang nanya soal si Raka?" Monik ikut bingung dengan kelakuan Keyra.
" Udah lah, gak penting. Mending sekarang kita tidur aja, udah jam dua tuh" Keyra menunjuk jam dinding di kamarnya dengan dagunya, lalu berbaring dan menarik selimut sampai ke dadanya.
Monic dan Regina saling memandang sebentar, tidak lama kemudian mereka bergabung dengan Keyra.
***
Tak terasa sebulan sudah berlalu, pagi ini Raka seperti biasa, Raka akan mengawali harinya dengan latihan Fisik dan senjata.
Raka sudah menguasai beberapa jenis bela diri, dan sudah mulai berlatih menggunakan senjata sejak seminggu yang lalu.
Ternyata otak Raka yang encer itu, sangat membantu latiahannya
Badan Raka juga sekarang lebih terlihat tegap dan otot di beberapa bagian badannya sudah mulai terbentuk.
Raka juga sudah mulai memba membantu pekerjaan kantor, walaupun masih ia kerjakan di rumah.
Tiga hari lagi Raka akan di resmi di kenalkan pada dewan direksi dan staf kantor sebagai pewaris DwGrup sekaligus presdir baru di perusahaan itu.
Setelah itu hari sabtu nya akan di adakan pesta penyambutan presdir baru di salah satu hotel terbesar milik DWGrup.
Sebenarnya bukan pesta yang besar, karena ini hanya akan melibatkan beberapa pengusaha yang bekerja sama dengan DWGrup, Dewan direksi, dan beberapa sataf penting di perusahaan.
Itu semua karena Raka masih belum mau di publikasikan secara luas.
" Oke Raka bagus...! Latihan hari ini sudah cukup" teriak Alex pada Raka yang sedang berlatih menembak
" Perkembanganmu sangat menakjubkan, kamu sama persis seperti ayah mu" Alex berbicara sambil berjalan masuk ke dalam rumah, dengan Raka di sampingnya.
" Maksud Om, Ayah juga bisa bela diri dan senjata?" Raka terkejut mendengar perkataan Alex barusan.
Ayahnya memang memiliki badan yang tegap dan terbentuk dengan sempurna, tapi selama ini ia tidak pernah melihat ayah nya berlatih bela diri atau pun berkelahi, yang ia tau ayanya sangat suka ber olah raga.
" Jadi selama ini Tama tidak pernah bercerita padamu?" Bukannya menjawab Alex malah kembali bertanya pada Raka.
Raka hanya menggeleng samar, matanya masih melihat Alex meminta penjelasan.
" Hahaha..." Alex malah tertawa dan meninggalkan Raka yang masih bingung dengan berbagai macam pertanyaan di dalam otaknya.
"Om, ayo lah ceritakan tentang Ayah" Raka merengek seperti anak kecil kepada Alex saat mereka selesai sarapan.
Dari tadi ia sudah membujuk Alex untuk agar mau bercerita tapi Alex masih saja tidak membuka mau mulut.
Kakek dengan Leo sedang ke luar kota sejak lima hari yang lalu, dan kabarnya baru akan pulang nanti malam.
Hari ini adalah hari sabtu jadi Raka hanya akan menghabiskan waktu di rumah untuk mengerjakan dokumen yang kemarin sempat di tinggalkan oleh Kakeknya sebelum pergi ke luar kota.
Alex hanya mengangkat kedua alisnya dengan wajah yang seperti menahan tawa.
" Oke... oke... gimana kalau kita berceritanya sambil berjalam-jalan, om mau menunjukan mu sesuatu.
" Kalau gitu aku ganti baju dulu ya" Raka akan beranjak dari kursinya tapi perkataan Alex menghentikannya dan memandang Alex dengan bingung.
" Jangan pakai pakaian yang bisa kamu pakai buat ke kampus dan jangan pakai kaca mata kamu itu" Tegas Alex
" Memangnya kenapa om?" tanya Raka
" Sudah kamu pakai saja pakaian yang Har siapkan, lalu temui aku di depan" Alex beranjak pergi ke depan rumah.
Raka hanya memandangi punggung Alex yang berjalan semakin menjauh, kemudian pergi ke kamarnya.
" Ikuti saja lah apa maunya om Alex" gumam Raka dalam hati sambil terus berjalan menuju kamarnya.
...Tbc...
Jangan lupa like coment dan vote nya ya.....
...Terimakasih🙏😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
ELLO Paeli
bagus bang novel nya
2023-09-06
2