Setelah seminggu ini Raka hanya menenangkan diri di rumah dan mengurus acara tahlilan untuk kedua orang tuanya.
Hari ini ia memutuskan untuk kembali kuliah.
Pagi ini ia sudah berada di perjalanan menuju kampus bersama dengan Dito, menggunakan sepeda motor milik Dito.
Pagi tadi Dito meyakinkannya kembali, untuk kembali ber kuliah, karna melihat wajah Raka yang masih kusut, walaupun sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja masih ada kesedihan yang nampak jelas dari raut wajahnya.
" Ka, Loe yakin mau ngampus?" tanya Dito untuk yang ke sekian kalinya.
" Iya, gue udah gak papa kok, loe tenang aja" jawab Raka menepuk pundak Dito, ia tau Dito saat ini sedang meng khawatirkannya.
" Lagian pak Handoko udah nelponin gue mulu, katanya ada yang mau dia omongin" Tambahnya lagi.
" Tau deh gue yang kesayangannya pak Handoko" Dito mencibir Raka
" Palingan mau ngomongin olimpiade Gemastik" Tebak Dito
" Udah gak usah nebak-nebak gak jelas, mending buruan berangkat nanti gue mau mampir dulu ke ruang pak Handoko" ucap Raka pergi ke luar rumah.
Dari sekolah dasar Raka memang sudah tertarik dengan pelajaran informatika.
Pada sekolah menengah pertama Raka sudah mulai mengikuti berbagai lomba informatika, dan hasilnya selalu berada di jajaran 3 besar.
Saat ekolah menengah atas Raka sudah bisa meraih juara pertama OSN informatika.
Karna semua prestasi nya itu lah Raka bisa masuk ke kampus elit, tempat para anak-anak orang kaya berada.
Sedangkan Dito, peraih beberapa medali di kompetisi bela diri, jadi dia juga bisa masuk kampus ini dengan jalur beasiswa, walaupun tidak di cover semuanya, tapi keluarga Dito juga lebih mapan dari segi keuangan di bandingkan dengan keluarga Raka.
Ayah Dito seorang pelatih bela diri, dan mempunyai padepokan sendiri, sedangkan ibunya bekerja sebagai dosen si salah satu perguruan negri.
Sedangkan Ayah dan Bunda Raka hanya mempunyai toko kelontong di pasar dekat rumahnya, walaupun tokonya ramai tapi 25 persen hasil dari tokonya selalu mereka berikan pada orang yang membutuhkan.
Bahkan mungkin lebih, karna itu hanya yang wajib tapi bila tiba-tiba ada orang yang meminta bantuan maka mereka akan menolongnya.
Sebenarnya kalau Raka berkuliah di universitas negri, Ayah dan Bundanya masih bisa membiyayainya, karna sebenarnya mereka susah ada tabungan untuk biaya pendidikan anak semata wayangnya itu.
Tapi Raka tidak ingin membebani kedua orang tuanya, jadi dia hanya akan mengambil uang jajan dan uang untuk membeli buku yang tidak bisa di pinjam di perpus kampus.
Tok...tok...tok...
"Masuk" terdengar suara dari balik pintu.
" Selamat pagi pak" sapa Raka ketika sudah masuk ke dalam ruangan pak Handoko.
" Pagi, Raka, silahkan duduk" Pak Handoko terlihat bersemangat melihat anak didik kebanggaannya itu sudah kembali masuk kuliah.
" Terima kasih pak" Raka duduk di hadapan pak Handoko.
" Saya turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua kamu, Maaf saya tidak bisa hadir" Ucap pak Handoko penuh dengan penyesalan.
Saat kejadian Pak handoko sedang berada di luar kota, sampai kemarin sore ia baru saja kembali.
" Iya pak, saya bisa memakluminya"
" Jadi bagaimana Raka, apa kamu mau ikut berpartisipasi dalam olimpiade Gemastik tahun ini?" tanya pak Handoko setelah menjelaskan semuanya pada Raka.
" Saya takut tidak bisa gokus pak" Jawab Raka menundukan kepalanya.
" Saya tau kamu baru saja berduka, tapi kamu juga harus tau kalau kampus ini bergantung padamu Raka" Bujuk pak Handoko
" Tolong pikirkan baik-baik, ini juga bisa membawamu pada olimpiade tingkat Asia" Ucap pak Handoko lagi.
" Berikan saya waktu berfikir dulu pak"
" Baiklah saya tunggu jawabanmu tiga hari lagi" Tegas pak Handoko
" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu"
**
" Gimana apa yang di omongin pak Handoko?" Tanya Dito ketika mereka baru saja keluar dari kelas masing-masing.
" Pak Handoko minta gue ikut olimpiade" Jawab Raka
" Tuh kan gue bener!! Terus gimana loe terima tawarannya?" Dito mulai mode kepo.
" Gue minta waktu buat mikir dulu" Raka mem betulkan letak kaca matanya.
" Emang napa, bukannya loe paling suka ikut olimpiade informatika?" Dito mengerinyit
" Gue takut gak konsen To, lagian sekarang gak ada lagi motivasi gue ikut gituan. Dulu gue seneng ikut lomba karna mau ngebanggain orang tua gue, sekarang mereka udah ga ada" jawab Raka sendu.
" Ya udah lah, loe pikirin dulu aja, cuman saran gue sih loe mending ikut aja, walaupun orang tua loe udah gak ada, tapi gue yakin orang tua loe masih bisa liat loe dari sana, dan gue yakin orang tua loe bakalan tetap bangga dan bahagia kalau loe mau ikut olimpiade lagi"
" Malah sih gue pikir, kalau orang tua loe liat loe terpuruk kaya gini, mereka juga akan sedih" Nasehat Dito dalam mode bijak.
" Ya udah lah mending kita ke kantin yuk, laper nih" Ajak Dito merangkul pundak Raka.
***
"Yon liat tuh, bukannya itu si kutu" tunjuk Kenzi pada Raka yang sedang duduk di kantin bersama dengan Dito, dengan dagu nya, Mereka sekarang berada di pintu masuk kantin.
Reon dan Bimo yang berada di samping Kenzi mengikuti arah pandangan Kenzi.
Senyum sinis terukir di wajah Reon, di dalam kepalanya sudah memikirkan rencana untuk membuly Raka.
" Bawa dia ke tempat biasa" perintah Reon pada Kenzi dan Bimo, lalu berlalu pergi terlebih dahulu.
Di belakang kampus
Bruk...
Raka di dorong hingga jatuh berlutut tepat di hadapan Rion yang sedang duduk di kursi dengan gaya sombongnya.
Tadi ketika Raka pergi ke toilet tiba-tiba Kenzi dan Bimo menariknya dan menyeretnya.
" Heh kutu! Gue kira loe udah gak berani lagi nunjukin muka jelek loe di kampus ini" Sarkas Rion di hadapan Raka
Raka hanya diam, berlutut dan menunduk di hadapan Rion dengan bahu yang di cekal oleh Kenzi dan Bimo.
Brak....
Beberapa buku di lempar tepat pada kepala Raka yang tertunduk.
" Kerjain semua tugas kita, besok pagi gue tunggu di kantin, awas loe kalo sampe gak dateng" Rion berkata sambil menendang pundak Raka, sampai Raka terjungkal ke belakang, lalu pergi dari tempat itu.
Bahkan kaca mata Raka entah berada di mana, sebab sudah jatuh sejak tadi ketika di seret oleh Kenzi dan Bimo.
Untung saja mata Raka normal, kaca mata itu hanya untuk raka membaca dan melindunginya dari cahaya komputer, hp dan labtop. jadi pandangan Raka tidak terganggu sama sekali walaupun kaca matanya hilang.
" Denger tuh! Huh!!" sarkas Bimo menginjak tangan Raka uang di pakai untuk tempat bertumpu nya.
"Aakhh" Jerit Raka merasakan sakit di jari tangannya.
Di tempat lain tepatnya di kantin, Dito mulai khawatir karna Raka sudah lama tidak kembali dari toilet.
" Kemana sih tu anak, masa ke toilet lama banget udah kaya' cewe aja" Dito mulai msnggerutu.
" Ini kenapa Hp nya juga ga di angkat-angkat lagi" Dito semakin kesal, karena dari tadi mencoba menghubungi Raka tapi selalu tidak di angkat.
Sudah tiga puluh menit menunggu tapi Raka tidak juga kembali, akhirnya Dito memutuskan untuk menyusul Raka ke toilet.
" Jangan sampai si Raka jadi ketemu lagi sma geng nya Rion" Dito mulai kalang kabut karena tidak mendapati Raka di dalam toilet.
" Raka!!" teriak Dito berlari menghampiri Raka yang sedang berjalan ter tatih di lorong kampus.
" Loe gak papa Ka?" tanya Dito sambil memapah Raka.
" Gak papa, loe bisa anterin gue pulang aja gak?" lirih Raka menahan sakit di pundak dan tangannya.
" Gue kan udah sering bilang sama loe, buat ikut belajar bela diri, sama bokap gue" Omel Dito ketika sudah sampai di rumah Raka.
" Iya, nanti gue belajar, tadinya gue cuman gak mau ribut sama mereka"
" Iya iya doang dari dulu, tapi pas mau latihan ada aja ada aja alesannya" gerutu Dito.
" Lagian loe kan udah bisa dasar-dasar jurus karate, kenapa gak ngelawan aja sih?"
" Gue gak mau buat masalah sma mereka To"
" Iya, tapi ini udah keterlaluan Ka, coba loe inget-inget udah berapa kali loe di bikin babak belur sama mereka, lah ini malah di tambah lagi loe harus ngerjain tugas mereka, yang se abrek-abrek, bisa-bisa loe gak tidur semalaman ini sih" Dito masih saja mengomel seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.
Sebenarnya Raka bukannya tidak mau melawan Rion dan teman-temannya, hanya saja ia hanya ingin fokus belajar dan tidak mau mendapat masalah hanya karena Rion.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
De'Ran7
Justru diam mu lah ngebuat lo makin di pojokin..dih katanya pintar tapi kok loading sih otaknya
2022-10-21
3
IG: Warnyiwarnyi
🙏
2021-11-13
0
mawar berduri
semangat Thor☺️
2021-11-13
2