Eps 02 Tawaran ikut olimpiade

Setelah seminggu ini Raka hanya menenangkan diri di rumah dan mengurus acara tahlilan untuk kedua orang tuanya.

Hari ini ia memutuskan untuk kembali kuliah.

Pagi ini ia sudah berada di perjalanan menuju kampus bersama dengan Dito, menggunakan sepeda motor milik Dito.

Pagi tadi Dito meyakinkannya kembali, untuk kembali ber kuliah, karna melihat wajah Raka yang masih kusut, walaupun sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja masih ada kesedihan yang nampak jelas dari raut wajahnya.

" Ka, Loe yakin mau ngampus?" tanya Dito untuk yang ke sekian kalinya.

" Iya, gue udah gak papa kok, loe tenang aja" jawab Raka menepuk pundak Dito, ia tau Dito saat ini sedang meng khawatirkannya.

" Lagian pak Handoko udah nelponin gue mulu, katanya ada yang mau dia omongin" Tambahnya lagi.

" Tau deh gue yang kesayangannya pak Handoko" Dito mencibir Raka

" Palingan mau ngomongin olimpiade Gemastik" Tebak Dito

" Udah gak usah nebak-nebak gak jelas, mending buruan berangkat nanti gue mau mampir dulu ke ruang pak Handoko" ucap Raka pergi ke luar rumah.

Dari sekolah dasar Raka memang sudah tertarik dengan pelajaran informatika.

Pada sekolah menengah pertama Raka sudah mulai mengikuti berbagai lomba informatika, dan hasilnya selalu berada di jajaran 3 besar.

Saat ekolah menengah atas Raka sudah bisa meraih juara pertama OSN informatika.

Karna semua prestasi nya itu lah Raka bisa masuk ke kampus elit, tempat para anak-anak orang kaya berada.

Sedangkan Dito, peraih beberapa medali di kompetisi bela diri, jadi dia juga bisa masuk kampus ini dengan jalur beasiswa, walaupun tidak di cover semuanya, tapi keluarga Dito juga lebih mapan dari segi keuangan di bandingkan dengan keluarga Raka.

Ayah Dito seorang pelatih bela diri, dan mempunyai padepokan sendiri, sedangkan ibunya bekerja sebagai dosen si salah satu perguruan negri.

Sedangkan Ayah dan Bunda Raka hanya mempunyai toko kelontong di pasar dekat rumahnya, walaupun tokonya ramai tapi 25 persen hasil dari tokonya selalu mereka berikan pada orang yang membutuhkan.

Bahkan mungkin lebih, karna itu hanya yang wajib tapi bila tiba-tiba ada orang yang meminta bantuan maka mereka akan menolongnya.

Sebenarnya kalau Raka berkuliah di universitas negri, Ayah dan Bundanya masih bisa membiyayainya, karna sebenarnya mereka susah ada tabungan untuk biaya pendidikan anak semata wayangnya itu.

Tapi Raka tidak ingin membebani kedua orang tuanya, jadi dia hanya akan mengambil uang jajan dan uang untuk membeli buku yang tidak bisa di pinjam di perpus kampus.

Tok...tok...tok...

"Masuk" terdengar suara dari balik pintu.

" Selamat pagi pak" sapa Raka ketika sudah masuk ke dalam ruangan pak Handoko.

" Pagi, Raka, silahkan duduk" Pak Handoko terlihat bersemangat melihat anak didik kebanggaannya itu sudah kembali masuk kuliah.

" Terima kasih pak" Raka duduk di hadapan pak Handoko.

" Saya turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua kamu, Maaf saya tidak bisa hadir" Ucap pak Handoko penuh dengan penyesalan.

Saat kejadian Pak handoko sedang berada di luar kota, sampai kemarin sore ia baru saja kembali.

" Iya pak, saya bisa memakluminya"

" Jadi bagaimana Raka, apa kamu mau ikut berpartisipasi dalam olimpiade Gemastik tahun ini?" tanya pak Handoko setelah menjelaskan semuanya pada Raka.

" Saya takut tidak bisa gokus pak" Jawab Raka menundukan kepalanya.

" Saya tau kamu baru saja berduka, tapi kamu juga harus tau kalau kampus ini bergantung padamu Raka" Bujuk pak Handoko

" Tolong pikirkan baik-baik, ini juga bisa membawamu pada olimpiade tingkat Asia" Ucap pak Handoko lagi.

" Berikan saya waktu berfikir dulu pak"

" Baiklah saya tunggu jawabanmu tiga hari lagi" Tegas pak Handoko

" Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu"

**

" Gimana apa yang di omongin pak Handoko?" Tanya Dito ketika mereka baru saja keluar dari kelas masing-masing.

" Pak Handoko minta gue ikut olimpiade" Jawab Raka

" Tuh kan gue bener!! Terus gimana loe terima tawarannya?" Dito mulai mode kepo.

" Gue minta waktu buat mikir dulu" Raka mem betulkan letak kaca matanya.

" Emang napa, bukannya loe paling suka ikut olimpiade informatika?" Dito mengerinyit

" Gue takut gak konsen To, lagian sekarang gak ada lagi motivasi gue ikut gituan. Dulu gue seneng ikut lomba karna mau ngebanggain orang tua gue, sekarang mereka udah ga ada" jawab Raka sendu.

" Ya udah lah, loe pikirin dulu aja, cuman saran gue sih loe mending ikut aja, walaupun orang tua loe udah gak ada, tapi gue yakin orang tua loe masih bisa liat loe dari sana, dan gue yakin orang tua loe bakalan tetap bangga dan bahagia kalau loe mau ikut olimpiade lagi"

" Malah sih gue pikir, kalau orang tua loe liat loe terpuruk kaya gini, mereka juga akan sedih" Nasehat Dito dalam mode bijak.

" Ya udah lah mending kita ke kantin yuk, laper nih" Ajak Dito merangkul pundak Raka.

***

"Yon liat tuh, bukannya itu si kutu" tunjuk Kenzi pada Raka yang sedang duduk di kantin bersama dengan Dito, dengan dagu nya, Mereka sekarang berada di pintu masuk kantin.

Reon dan Bimo yang berada di samping Kenzi mengikuti arah pandangan Kenzi.

Senyum sinis terukir di wajah Reon, di dalam kepalanya sudah memikirkan rencana untuk membuly Raka.

" Bawa dia ke tempat biasa" perintah Reon pada Kenzi dan Bimo, lalu berlalu pergi terlebih dahulu.

Di belakang kampus

Bruk...

Raka di dorong hingga jatuh berlutut tepat di hadapan Rion yang sedang duduk di kursi dengan gaya sombongnya.

Tadi ketika Raka pergi ke toilet tiba-tiba Kenzi dan Bimo menariknya dan menyeretnya.

" Heh kutu! Gue kira loe udah gak berani lagi nunjukin muka jelek loe di kampus ini" Sarkas Rion di hadapan Raka

Raka hanya diam, berlutut dan menunduk di hadapan Rion dengan bahu yang di cekal oleh Kenzi dan Bimo.

Brak....

Beberapa buku di lempar tepat pada kepala Raka yang tertunduk.

" Kerjain semua tugas kita, besok pagi gue tunggu di kantin, awas loe kalo sampe gak dateng" Rion berkata sambil menendang pundak Raka, sampai Raka terjungkal ke belakang, lalu pergi dari tempat itu.

Bahkan kaca mata Raka entah berada di mana, sebab sudah jatuh sejak tadi ketika di seret oleh Kenzi dan Bimo.

Untung saja mata Raka normal, kaca mata itu hanya untuk raka membaca dan melindunginya dari cahaya komputer, hp dan labtop. jadi pandangan Raka tidak terganggu sama sekali walaupun kaca matanya hilang.

" Denger tuh! Huh!!" sarkas Bimo menginjak tangan Raka uang di pakai untuk tempat bertumpu nya.

"Aakhh" Jerit Raka merasakan sakit di jari tangannya.

Di tempat lain tepatnya di kantin, Dito mulai khawatir karna Raka sudah lama tidak kembali dari toilet.

" Kemana sih tu anak, masa ke toilet lama banget udah kaya' cewe aja" Dito mulai msnggerutu.

" Ini kenapa Hp nya juga ga di angkat-angkat lagi" Dito semakin kesal, karena dari tadi mencoba menghubungi Raka tapi selalu tidak di angkat.

Sudah tiga puluh menit menunggu tapi Raka tidak juga kembali, akhirnya Dito memutuskan untuk menyusul Raka ke toilet.

" Jangan sampai si Raka jadi ketemu lagi sma geng nya Rion" Dito mulai kalang kabut karena tidak mendapati Raka di dalam toilet.

" Raka!!" teriak Dito berlari menghampiri Raka yang sedang berjalan ter tatih di lorong kampus.

" Loe gak papa Ka?" tanya Dito sambil memapah Raka.

" Gak papa, loe bisa anterin gue pulang aja gak?" lirih Raka menahan sakit di pundak dan tangannya.

" Gue kan udah sering bilang sama loe, buat ikut belajar bela diri, sama bokap gue" Omel Dito ketika sudah sampai di rumah Raka.

" Iya, nanti gue belajar, tadinya gue cuman gak mau ribut sama mereka"

" Iya iya doang dari dulu, tapi pas mau latihan ada aja ada aja alesannya" gerutu Dito.

" Lagian loe kan udah bisa dasar-dasar jurus karate, kenapa gak ngelawan aja sih?"

" Gue gak mau buat masalah sma mereka To"

" Iya, tapi ini udah keterlaluan Ka, coba loe inget-inget udah berapa kali loe di bikin babak belur sama mereka, lah ini malah di tambah lagi loe harus ngerjain tugas mereka, yang se abrek-abrek, bisa-bisa loe gak tidur semalaman ini sih" Dito masih saja mengomel seperti ibu-ibu yang sedang memarahi anaknya.

Sebenarnya Raka bukannya tidak mau melawan Rion dan teman-temannya, hanya saja ia hanya ingin fokus belajar dan tidak mau mendapat masalah hanya karena Rion.

Terpopuler

Comments

De'Ran7

De'Ran7

Justru diam mu lah ngebuat lo makin di pojokin..dih katanya pintar tapi kok loading sih otaknya

2022-10-21

3

IG: Warnyiwarnyi

IG: Warnyiwarnyi

🙏

2021-11-13

0

mawar berduri

mawar berduri

semangat Thor☺️

2021-11-13

2

lihat semua
Episodes
1 Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2 Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3 Eps 03 Kedatangan Leo
4 Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5 Eps 05 keputusan Raka
6 Eps. 06 Gadis pemberani
7 Eps.07 Di tolong Keyra
8 Eps.08 Keluarga Prayoga
9 Eps.09 Sahabat Keyra
10 Eps.10 Rahasia Ayah
11 Eps.11 Markas
12 Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13 Eps.13 Rapat pemegang saham
14 Eps.14 Teman baru
15 Eps.15 Proyek pertama
16 Eps. 16 Dito
17 Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18 Eps.18 Edo kusuma
19 Eps.19 Mall
20 Eps.20 Hampir saja
21 Eps.21Akhirnya
22 Eps.22 Rion kembali
23 Eps.23 Villa
24 Eps.24 Balap liar
25 Eps.25 Siapakah dia
26 Eps.26 Bersama Keyra
27 Eps.27 Makam
28 Eps.28 Kecelakaan
29 Eps.29 Video
30 Eps.30 Di serang Rion
31 Eps.31 Hadiah dari Keyra
32 Eps.32 Salah paham
33 Eps.33 Penguntit
34 Eps.34 Ketahuan
35 Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36 Eps.36 Masa lalu Reksa
37 Eps.37 Lexi
38 Eps.38 Ajakan taruhan
39 Eps.39 di serang
40 Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41 Eps.41 Makan malam
42 Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43 Eps.43 Rindu
44 Eps.44 kedatangan Divanka
45 Eps.45 Bertemu Divanka
46 Eps.46 Pembukaan mall
47 Eps. 47 Mencari Keyra
48 Eps.48 Perkebunan
49 Eps.49 Jebakan
50 Eps.50 Fight
51 Eps.51 Menyerang
52 Eps.52 Terluka
53 Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54 Eps.54 Bertemu Keyra
55 Eps.55 kembali ke kantor
56 Eps.56 Pembagian sembako
57 Eps.57 panti asuhan
58 Eps.58 Makan malam sederhana
59 Eps.59 Bertemu Diva
60 Eps.60 Bukti baru
61 Eps.61 Pesta
62 Eps.62 Pesta 2
63 Eps.63 Penyerangan
64 Eps.64 War
65 Eps.65 Terbongkar
66 Eps.66 Flas back
67 Eps.67 Reuni dadakan
68 Eps.68 Wisuda
69 Eps.69 Kejutan
70 Eps.70 Hari bahagia
71 Eps.71 Pagi pertama
72 Eps.72 Keributan di malam hari
73 Eps.73 Posesif
74 Eps.74 Panik
75 Eps.75 End
76 Mafia Story
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Eps 01 Orang tua Raka kecelakan
2
Eps 02 Tawaran ikut olimpiade
3
Eps 03 Kedatangan Leo
4
Eps 04 Pertemuan dengan Kakek
5
Eps 05 keputusan Raka
6
Eps. 06 Gadis pemberani
7
Eps.07 Di tolong Keyra
8
Eps.08 Keluarga Prayoga
9
Eps.09 Sahabat Keyra
10
Eps.10 Rahasia Ayah
11
Eps.11 Markas
12
Eps.12 Masa lalu Tama dan Laras
13
Eps.13 Rapat pemegang saham
14
Eps.14 Teman baru
15
Eps.15 Proyek pertama
16
Eps. 16 Dito
17
Eps.17 Pesta penyambutan presdir baru
18
Eps.18 Edo kusuma
19
Eps.19 Mall
20
Eps.20 Hampir saja
21
Eps.21Akhirnya
22
Eps.22 Rion kembali
23
Eps.23 Villa
24
Eps.24 Balap liar
25
Eps.25 Siapakah dia
26
Eps.26 Bersama Keyra
27
Eps.27 Makam
28
Eps.28 Kecelakaan
29
Eps.29 Video
30
Eps.30 Di serang Rion
31
Eps.31 Hadiah dari Keyra
32
Eps.32 Salah paham
33
Eps.33 Penguntit
34
Eps.34 Ketahuan
35
Eps.35 Menghancurkan tanpa peperangan
36
Eps.36 Masa lalu Reksa
37
Eps.37 Lexi
38
Eps.38 Ajakan taruhan
39
Eps.39 di serang
40
Eps.40 Berkunjung ke rumah Keyra
41
Eps.41 Makan malam
42
Eps.42 Berkunjung ke rumah lama
43
Eps.43 Rindu
44
Eps.44 kedatangan Divanka
45
Eps.45 Bertemu Divanka
46
Eps.46 Pembukaan mall
47
Eps. 47 Mencari Keyra
48
Eps.48 Perkebunan
49
Eps.49 Jebakan
50
Eps.50 Fight
51
Eps.51 Menyerang
52
Eps.52 Terluka
53
Eps.53 Kekhawatiran Reksa
54
Eps.54 Bertemu Keyra
55
Eps.55 kembali ke kantor
56
Eps.56 Pembagian sembako
57
Eps.57 panti asuhan
58
Eps.58 Makan malam sederhana
59
Eps.59 Bertemu Diva
60
Eps.60 Bukti baru
61
Eps.61 Pesta
62
Eps.62 Pesta 2
63
Eps.63 Penyerangan
64
Eps.64 War
65
Eps.65 Terbongkar
66
Eps.66 Flas back
67
Eps.67 Reuni dadakan
68
Eps.68 Wisuda
69
Eps.69 Kejutan
70
Eps.70 Hari bahagia
71
Eps.71 Pagi pertama
72
Eps.72 Keributan di malam hari
73
Eps.73 Posesif
74
Eps.74 Panik
75
Eps.75 End
76
Mafia Story

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!