Hari terus berganti tanpa kita sadari, tak terasa sudah empat bulan dari kejadian pertemuan dengan Tuan Reksa.
Olimpiade Gemastik juga sudah selesai sejak dua hari yang lalu.
Raka beserta tim masuk dalam Peringkat ketiga besar, mereka semua sudah sangat bersyukur bisa sampai seperti sekarang, walaupun belum mendapatkan posisi juara.
Raka masih belum memberi keputusan untuk menerima permohonan Tuan Reksa.
Beberapa bulan ini ia hanya fokus pada Olimpiade Gemastik, dan tidak mau memikirkan masalah yang lain dulu.
Nanti malam Raka sudah berjanji untuk makan malam di rumah Kakek Reksa, sekalian untuk memberi tahu keputusannya atas permintaan Kakek Reksa dulu.
Selama ini Raka masih tinggal di rumah peninggalan kedua orang tuanya bersama dengan Bang Joni dan Rendi orang yang membantu Bang Joni mengurus toko kelontong.
Raka hanya sesekali saja berkunjung ke rumah Kakek Reksa bila sedang ada waktu senggang.
Terkadang Kakek Reksa juga mengunjunginya ke rumah bila sedang ingin bertemu dengan Raka.
Semakin hari, hubungan antara Kakek dan Cucunya itu semakin dekat, sekarang mereka sudah terlihat seperti Kakek dan cucu yang lainnya.
Tidak terlihat lagi kecanggungan di antara mereka berdua, sekarang yang terlihat adalah kebahagiaan dan saling menyayangi dari keduanya, ketika mereka bersama.
Raka sudah bisa menerima kehadiran Kakek Reksa dalam kehidupan baru nya.
Kakek Reksa juga sudah mulai berdamai dengan rasa bersalahnya, dan selalu berusaha memberikan Raka perhatian dan kasih sayang yang selama ini tidak bisa ia berikan pada cucu semata wayangnya itu.
***
" Bagaimana Raka, apa kamubsudab siap menggantikan kakak di perusahaan?" tanya Kakek Reksa saat ia sedang berada di ruang kerja Kakek Reksa bersama dengan Leo, setelah makan mereka makan malam.
"Apa tidak akan jadi masalah kalau aku tiba-tiba muncul dan menggantikan Kakek di perusahaan, sedangkan aku saja belum pernah mempunyai pengalaman dalam mengelola sebuah perusahaan?" tanya Raka
Sebenarnya ia masih ragu untuk menerima tanggung jawab yang sangat besar dari Kakek Reksa.
" Kalau masalah itu bisa Kakek atur, lagi pula kakek tau kamu juga pandai dalam manajemen bisnis, so'al pengalaman, nanti kakek dan Leo akan membantu mu sampai kamu bisa mengelola perusahaan itu sendiri" jelas Kakek Reksa yang langsung di setujui oleh Leo.
Leo adalah sekertaris pribadi Kakek Reksa, umurnya hanya beberapa tahun di atas Raka, ia baru saja lulus S2 dua tahun lalu dan langsung menggantikan Ayahnya yang memilih pensiun dan pulang kampung bersama dengan istrinya.
Postur badan yang tinggi dan gagah serta wajah yang tampan sedikit sangar dengan aura dingin yang di keluarkan nya, menambah kekaguman Raka pada Leo.
Leo juga tinggal bersama Kakek Reksa, walaupun sebenarnya ia juga memiliki apartemen sendiri, dan jangan lupakan juga rumah milik ayahnya yang berada di kota ini juga.
Tapi Leo lebih memilih mengabdikan dirinya untuk merawat Kakek Reksa, dan akan lebih mudah untuk berbicara mengenai perusahaan atau yang lainnya bila ia tinggal bersama Kakek Reksa dari pada tinggal terpisah.
Keluarganya sudah banyak ber hutang budi pada kakek Reksa, Kakek Raksa menolong keluarganya saat mereka sedang terlunta-lunta di jalanan karna restoran Ayahnya bangkrut.
Saat itu Leo baru berusia lima tahun dan ada juga adik perempuannya yang baru berusia dua tahun.
Kakek Raksa mengangkat Ayahnya Leo menjadi sekertaris pribadinya, dan menyekolahkan Leo hingga tamat S2, sedangkan adiknya sekarang sudah menjadi seorang perawat di salah satu rumah sakit milik keluarga Wiratmadja.
" Baiklah kalau begitu aku mau menggantikan Kakek di perusahaan, tapi aku mau identitas ku sebagai pemimpin perusahaan di sembunyikan dari publik, dan hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang tau akan semua itu" jawab Raka mantap.
Kakek Reksa dan Leo langsung memandang Raka penuh tanya, biasanya orang-orang akan memamerkan kekayaan dan kekuasaannya di depan umum, tapi perkataan Raka barusan membuat mereka bingung.
" Aku tidak mau kehidupan pribadi ku di ketahui banyak orang, aku mau tetap di kenal sebagai Raka sang kutu buku yang hidup sederhana" ucap Raka lagi yang tau arti tatapan dari Kakek Reksa dan Leo sambil membetulkan letak kaca matanya.
" Baiklah kalau begitu" jawab Kakek Reksa menghembuskan nafas kasar.
" Tapi mulai saat ini kamu harus tinggal di sini, karena Kakek sendiri yang akan mengajarkan mu, dan Kakek juga akan mendatangkan guru bela diri untuk melatih mu"
" Baik Kakek" jawab Raka patuh.
" Baiklah, lebih baik sekarang kita beristirahat, dan Raka siapkan dirimu karna mulai besok kamu akan sangat sibuk" ucap Kakek sambil menepuk pundak Raka beberapa kali sebelum akhirnya pergi meningalkan ruangan itu di ikuti olehnya dan Leo.
***
Pagi harinya setelah subuh Raka langsung di bawa ke taman belakang rumah oleh Leo, di sana ternyata sudah ada Kakek Reksa dan Seorang lelaki paruh baya yang berdiri di sampingnya, mungkin usianya beberapa tahun di atas Tama ayahnya Raka. Tapi masih terlihat sangat gagah dan sedikit menyeramkan perawakannya seperti seorang angkatan militer.
" Raka perkenalkan ini tuan Alex, dia yang akan melatih mu berbagai macam bela diri dan senjata, Alex ini Raka cucuku, yang kemarin sudah adu ceritakan padamu" ucap Kakek Reksa memperkenalkannya.
" Selamat pagi tuan Alex, senang bisa bertemu denganmu" Raka membungkukan badannya hormat.
" Baiklah Alex aku serahkan cucuku padamu" ucap Kakek lalu melangkah pergi di ikuti oleh Leo.
Kini hanya ada Raka dan Alex yang berada di sana.
" Ganti baju mu dan bersiaplah kita akan lari pagi untuk meningkatkan metabolisme tubuh mu" perintah Alex pada Raka
" Baik tuan" Raka langsung pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju olah raga.
" Tunggu, jangan panggul saya tuan, panggil saja saya paman atau om, karna saya adalah teman ayah mu" Alex menghentikan langkah Raka.
" Baik om" jawab Raka lalu melanjutkan langkahnya.
Pagi ini Raka benar-benar dilatih dengan keras oleh Alex, setelah satu jam berlari tanpa istirahat sama sekali ia langsung di suruh melakukan berbagai macam gerakan olah raga yang lainnya, seperti push up, sit up, dan berbagai macam latihan yang lainnya.
Jam sembilan delapan pagi baru latihan yang Alex berikan selesai, Raka terkapar di atas Rumput di taman belakang, Rasanya seluruh tububnya benar-benar remuk dan lemas.
" Silahkan minum nya tuan muda, tuan Alex" seorang pelayan yang bernama bi Inah memberikan air minum pada Raka dan Alex.
" Terima kasih bi" Jawab Raka langsung menenggak habis minuman yang ada di gelas.
" Om saya pamit membersihkan diri dulu" pamit Raka setelah menghabiskan air minum nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Ahmad Chris Sevin
aku udah bom like tu ayo kk gantian😀😀
2021-09-29
4
Ahmad Chris Sevin
KEREN KK .... Thor 👍👍
MUACH 😘😘
Mampir Juga Kak Ke Novelku Yang Berjudul
REINKARNASI MENJADI INDIGO.
semangat ya
2021-09-29
4