" Terimakasih pak" ucap Raka memberikan selembar uang seratus ribu, dan mengembalikan helem yang ia pakai.
" Kembaliannya ambil buat bapak saja" ucapnya lagi ketika melihat ojolnya menyodorkan uang kembalian untuknya.
" Terimakasih dek, saya permisi" Bapak paruh baya pengendara ojek online itu pergi berlalu dari hadapan Raka, setelah Raka meng anggukan kepalanya.
" Sore pak Anto" sapa Raka pada satpam yang membukakan pintu gerbang untuknya.
Ia memang turun di depan gerbang, karna Kakek Reksa tidak mengijinkan orang asing masuk ke dalam kediamannya, walaupun itu taksi atau pengantar makanan sekalipun, mereka hanya boleh mengantar sampai gerbang saja.
" Sore tuan muda" Jawab pak Anto membungkuk hormat, wajahnya tampak terkejut melihat Raka yang lebam, bahkan bibirnya sedikit robek.
Raka berjalan menyusuri jalan yang cukup jauh dari gerbang.
Mungkin jaraknya kira-kira 500 meter untuk sampai di depan pintu masuk rumah besar itu.
Untung saja Raka sudah terbiasa berjalan dari halte busway yang bahkan lebih jauh lagi, jadi berjalan sedikit tidak jadi masalah untuknya.
"Selamat sore tuan muda" sapa pak Harun, kepala pelayan di rumah besar, yang biasa di panggil pak Har, membungkuk hormat di hadapan Raka.
" Sore pak" jawab Raka tersenyum tipis.
" Astaga tuan apa yang terjadi? Mengapa muka anda terluka seperti ini?" pak Har bertanya dengan raut wajah khawatir dan sedikit gugup.
Tangannya mengambil tas ransel dan buku yang di bawa oleh Raka.
" Tidak apa-apa pak, saya baik-baik saja, ini hanya luka kecil" ucap Raka sambil berjalan ke kamarnya dengan masih di ikuti oleh pak Harun di belakangnya.
" Biar saya bantu mengobatinya tuan muda" Pak Har mengambil kotak P3K di salah satu laci di kamar Raka.
" Saya mau mandi dulu saja pak" Raka merasa badannya sudah sangat lelah ia hanya ingin berendam dengan air hangat kemudian tidur.
Ia bahkan sudah lupa dengan rasa laparnya, yang tadi sempat menyiksanya.
" Baiklah tuan, biar saya siapkan Air untuk tuan mandi" Pak Har berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan Raka membuka baju dan menggantinya dengan jubah mandi.
Raka memang menolak untuk di layani secara pribadi oleh pelayan wanita, jadi kakek Reksa menugaskan Pak Harun untuk melayani segala kebutuhan pribadi Raka.
Tiga puluh menit Raka baru keluar dari kamar mandi, Pak Harun sudah menunggu Raka untuk membantu mengobati luka Raka.
Pak Har tampak terkejut melihat banyaknya luka memar di tubuh Raka, apalagi luka yang cukup besar di punggungnya yang sudah berwarna biru ke unguan, pak Har bahkan menyarankan Raka untuk melakukan pemeriksaan takut ada luka dalam.
Tapi Raka menolaknya, ia juga bilang kalau ia tadi sudah di periksa di klinik kampus.
Sebenarnya pak Han penasaran kenapa tuan mudanya bisa sampai terluka seperti ini, tapi ia juga tidak berani bertanya lebih jauh lagi.
Walaupun Raka ramah dan sangat menghargai para pekerjanya tapi semua pekerja di rumah itu sudah tau kalau Raka tidak suka jika ada yang terlalu mau tau atau ikut campur dengan kehidupannya.
Hampir lima bulan pak Har melayani Raka setiap dia berkunjung ke rumah ini dan sekarang memutuskan untuk tinggal di rumah ini, sudah cukup untuk mengetahui apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh tuan mudanya itu.
Sifat Raka sama persis dengan ayahnya, hanya saja Tama lebih tegas, keras kepala dan Arogan. Sedangkan Raka lebih ramah walau kadang keras kepalanya juga ada, tapi tidak lebih mendominasi, Raka masih bisa menekan sifat keras kepalanya itu.
" Apa tuan muda mau saya bawakan makanan?" pak Har bertanya setelah membantu Raka memakai bajunya.
" Tidah usah pak, saya hanya ingin tidur sebentar, tolong jangan ada yang mengganggu saya sampai waktu makan malam" Raka sudah membaringkan badannya di ranjang nya yang terasa nyaman.
" Baik tuan" pak Han membantu menyelimuti Raka, lalu berjalan keluar dari kamar Raka.
Setelah pak han keluar, tidak lama kemudian Raka juga sudah terlelap.
Raka memang sudah terbiasa dengan semua perlakuan bak seorang pangeran yang di lakukan oleh pak Han dan para pelayan yang lain.
Pada awalnya Raka sempat risih dan menolak semua perlakuan yang di anggap nya terlalu berlebihan, tapi kakek Reksa mengatakan bahwa itu sudah biasa di lakukan oleh para pelayan di rumah besar sejak dahulu, dan Raka tidak boleh menolak semua itu.
***
Di tempat lain tepatnya di kediaman keluarga Prayoga seorang gadis ber penampilan tomboy tapi terlihat manis baru saja sampai di rumahnya setelah tadi mampir dulu ke mall setelah pulang dari kampus.
" Selamat sore Mama ku sayang!" gadis yang tak lain adalah Keyra memeluk ibunya yang sedang memasak untuk makan malam dari belakang.
" Ya ampun Key, kamu ini ngagetin mama saja" Mama keyra yang bernama Ratna itu, membalikkan badannya menghadap anak perempuan satu-satunya itu.
" Hehe maaf Ma, abis key kangen sama mama" Keyra tersenyum sampai gigi nya terlihat.
" Alah... alesan kamu, baru juga sehari ga ketemu Mama, dulu waktu kamu tinggal sama oma kita cuman ketemub tiga bulan sekali" cibir Mama Ratna pada Keyra, ia berjalan mengambil mangkuk untuk menyajikan capcay yang sudah matang.
" Kan dulu Key harus temenin oma di sana sekalian ngurusin oma, sekarang kan Mama udah bisa ketemu Key setiap hari" Keyra mengambil mangkuk di tangan Ratna lalu membawanya ke meja makan.
" Ma, Bang Dion udah pulang?" tanya keyra berjalan kembali menghampiri Ratna, yang sedang mengeluarkan piring dari rak.
" Belum, mungkin masih di jalan, tadi kata papa mau pulang bareng" Ratna berjalan ke meja makan dengan membawa piring.
"Key mandi dulu ya ma" ijin Keyra saat sudah membantu Ratna menyiapkan makan malam.
Di kediaman Prayoga hanya ada beberapa ART yang membantu membersihkan rumah sedangkan untuk memasak selalu Ratna yang turun tangan sendiri, para pelayan hanya membantu menyiapkan bahan-bahannya saja.
" Iya, sebentar lagi papa sama abangmu sampai, nanti kita makan malam bersama" ucap Ratna membuka apron dan menyimpannya di dapur.
" Oke Ma!" Keyra mengambil paper bag belanja'annya yang tadi ia taruh di salah satu kursi meja makan, lalu berjalan ke kamarnya.
Keluarga Prayoga adalah keluarga yang penuh dengan kehangatan, Ratna yang asli berdarah indonesia sedangkan Daniel papa Keyra berdarah campuran, indonesia dan Amerika.
Keyra mempunyai satu orang kakak bernama Dion putra prayoga, usianya terpaut enam tahun dengan Keyra, Dion saat ini bekerja membatu Daniel di perusahaan keluarga Prayoga yang bergerak di bidang entertaiment dan periklanan.
Perusahaan bernama DRP Entertaiment itu di rintis sendiri oleh Daniel prayoga sejak Daniel masih ber kuliah, sampai sekarang perusahaan DRP sudah menjadi perusahaan Entertaiment dan periklanan yang berada di sepuluh besar perusahaan terbesar di negara ini.
...Tbc...
Jangan lupa like, comment dan vote nya ya...
...Terimakasih..🙏😘...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments