Eps. 14: Bertemu Pengganggu

"Roulan, ambilkan aku camilan!"

"Ya, Nyonya."

Li Anlan berbaring di atas karpet yang ia gelarkan di halaman Istana Xingyue. Kakinya kirinya menekuk, sebelah kanannya lagi bertumpu di atas tekukan kaki kirinya. Tangan kirinya ia jadikan bantal, sedangkan tangan kanannya sibuk memutar-mutar kompas.

Jarum benda bulat yang kecil itu bergerak-gerak menunjuk arah utara. Netra Li Anlan menatap arah yang ditunjukkan jarum kompas, melihat sejauh mana jarum itu akan membawa pandangannya. Objek yang ia lihat setelah mengikuti arah jarum kompas itu adalah sebuah gunung berbatu yang terletak persis di belakang istana Kerajaan Dongling.

Li Anlan teringat kembali saat sebelum dirinya jatuh dari atas gunung. Kompas ini mati, dan matahari terhalang awan hitam hingga Li Anlan tidak bisa menemukan di arah mana ia berada. Namun, di dunia ini, tidak disangka kompas kecil itu kembali berfungsi. Bahkan gerakan jarumnya sangat cepat dan akurat.

"Apa nama gunung di belakang istana ini?" tanya Li Anlan sambil menunjuk gunung batu yang dilihatnya.

"Itu Gunung Feiyun."

Gunung Feiyun? Li Anlan sepertinya pernah mendengar nama itu. Sesaat kemudia ia baru teringat bahwa Long Ji Man pernah mengatakan bahwa tenda yang dibangun Li Anlan mirip dengan Gunung Feiyun saat mereka berkemah tempo waktu lalu. Karena saat itu malam hari, Li Anlan tidak bisa melihat dengan jelas. Dia hanya melihat kegelapan yang hitam pekat.

Sekilas, gunung berbatu itu berbentuk seperti sebuah busur. Puncaknya berwarna perak tertimpa sinar matahari pagi. Tingginya mungkin sekitar 14500 meter di bawah permukaan laut. Tinggi gunung itu hampir melebihi tinggi gunung yang ia taklukan terakhir kali.

Jiwa-jiwa pendaki dalam diri Li Anlan meronta-ronta. Jika gunung ini setinggi seperti perkiraannya, maka Li Anlan akan segera menaklukannya untuk memuaskan dendamnya yang tertunda akibat perjalanan waktu yang tidak disangka-sangka. Dia mungkin akan menjadi orang pertama dalam sejarah yang mendaki gunung tinggi.

"Tapi, Yang Mulia Raja melarang siapapun untuk pergi ke Gunung Feiyun."

"Mengapa?"

"Aku dengar, di sana banyak terdapat tumbuhan dan hewan langka."

Ah, kawasan hutan lindung rupanya, ujar Li Anlan dalam hati.

Li Anlan menaruh setitik kekaguman pada Long Ji Man. Meskipun masih berada di era kuno, pemikiran mengenai cara melindungi satwa langka ternyata sudah ada. Konservasi in situ yang diterapkan Long Ji Man untuk melindungi tumbuhan dan satwa langka di Gunung Feiyun termasuk cara paling modern untuk mencegah kepunahan.

"Apa hewan-hewan di sana adalah satwa asli dari daerah ini?"

"Ya, Nyonya. Semuanya asli dari tanah Dongling kita."

Mengetahui ada banyak hewan endemik di Gunung Feiyun, minat dan keinginan Li Anlan untuk mendaki gunung tersebut semakin besar. Apalagi, di Gunung Feiyun tidak hanya terdapat hewan endemik, tapi juga spesies tumbuhan langka yang tidak akan dijumpai di tempat lain.

Mengeksplorasi kekayaan alam yang ada di gunung adalah sebuah hobi yang mendarah daging dalam dirinya. Bisa melihat sesuatu yang langka yang tidak bisa dilihat orang lain adalah sebuah keberuntungan besar. Li Anan semakin ingin pergi, menapaki batu-batu Gunung Feiyun, menyesap oksigen bersih dan aroma embun, dan menikmati perjalanan yang memacu adrenalin.

Li Anlan bangkit dari posisi berbaringnya. Tangan halusnya mencomot kue kering yang dibawa Xie Roulan. Setelah tubuhnya tegak, Li Anlan langsung berdiri. Dia mengepuk-ngepuk pakaiannya yang sedikit kotor oleh debu halaman Istana Xingyue.

"Nyonya, kau mau ke mana?"

"Menemui raja."

"Tapi-"

"Tetaplah di sini!"

Li Anlan ingin bertanya apakah Long Ji Man dapat membuat pengecualian untuknya, agar ia bisa diberikan izin untuk mendaki Gunung Feiyun. Memasuki kawasan hutan lindung adalah perbuatan yang melanggar hukum. Li Anlan tidak ingin mengorbankan nyawa kecilnya untuk menerobos masuk ke Gunung Feiyun tanpa izin.

Seandainya pria itu mengizinkannya, Li Anlan akan dengan senang hati berterima kasih. Jika Long Ji Man menolak, Li Anlan akan tetap memaksanya hingga ia diberikan izin untuk keluar istana dan mendaki. Urusan paksa-memaksa, Li Anlan adalah ahlinya. Dulu, saat ia tidak diberikan izin keluar oleh rektor kampusnya, Li Anlan tetap memaksa hingga rektornya tidak berdaya.

Wanita itu berjalan sendirian keluar dari Istana Xingyue. Matahari mulai terik. Jika tidak salah, sekarang mungkin sudah pukul sepuluh dalam hitungan waktu modern. Kaki kecilnya melangkah ringan menapaki batu-batu pipih yang mengalasi jalan sepanjang taman.

Tepat di atas jembatan Danau Houchi, Li Anlan dihadang sekelompok wanita berpakaian mewah dan aksesoris indah yang datang bersama para pelayannya. Dagu mereka terangkat dan mata mereka menatap sinis pada Li Anlan.

Keangkuhan sekelompok wanita di hadapannya membuat Li Anlan sedikit bergidik. Atmosfer Danau Houchi tiba-tiba berubah, seolah sedang menandakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

"Jadi, inikah selir rendah yang menggoda Yang Mulia?" Si Pakaian hijau bertanya pada pelayan di sampingnya. Li Anlan tahu, sebutan 'selir rendah menggoda Yang Mulia' ditujukan pada dirinya.

"Apa kita saling mengenal? Maaf, Nona, kau menghalangi jalanku."

"Yo. Sudah menggoda, tidak tahu adat pula. Memang benar-benar wanita tidak beretika. Menjijikan." Si Pakaian Merah di samping Si Pakaian Hijau menimpali.

Li Anlan tidak ingin membuang tenaga untuk berdebat dengan wanita-wanita asing ini. Beradu mulut dengan mereka sama saja berdebat dengan tong kosong yang nyaring bunyinya. Saat Li Anlan hendak melangkah, seorang pelayan di samping Si Pakaian Hijau mencekal lengannya.

Plak.

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Li Anlan yang mulus. Bekas tamparan itu memerah membentuk tapak jari yang seukuran dengan telapak tangan Si Pakaian Hijau. Otak Li Anlan loading, memproses apa yang baru saja terjadi.

"Kau menamparku?"

"Ya. Itu adalah ganjaran yang pas untuk perbuatanmu menggoda Yang Mulia Raja." Si Pakaian Hijau berkata tanpa rasa bersalah.

Sudah ia duga, hidup damainya akan berakhir saat Long Ji Man mengetahui keberadaannya. Wanita-wanita yang menghadang jalannya ini pastilah wanita-wanita milik Long Ji Man. Li Anlan mengenali wajah salah satu pelayan di belakang Si Pakaian Hijau dan Si Pakaian Merah. Pelayan itu pernah berpapasan dengannya saat keluar dari Istana Hongwu.

"Oh jadi itu masalahnya."

Li Anlan menyilangkan kedua tangannya di dada. Matanya menatap tajam kepada Si Pakaian Hijau dan Si Pakaian Merah. Wajah seriusnya yang dingin membekukan darah siapapun yang melihatnya. Aura mengerikan yang terkumpul di diri Li Anlan membuat kedua wanita itu bergidik.

"Kau ingin tahu, apa saja yang sudah kulakukan bersama raja?"

Li Anlan sengaja memprovokasi wanita-wanita di hadapannya. Dia marah. Li Anlan marah karena pipinya yang mulus harus memiliki bekas luka. Li Anlan marah seseorang yang tidak dikenalnya menampar dan menghinanya sembarangan.

Si Pakaian Merah dan Si Pakaian Hijau sedikit gugup. Tubuh mereka mulai bergetar ketakutan. Tapi, karena tidak ingin dianggap pengecut, mereka tetap membusungkan dada dan menengadahkan wajah mereka.

"Apa yang sudah kau lakukan?"

Li Anlan menatap dua wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ya, tubuh mereka lumayan bagus, hanya saja sedikit kurus dan tidak berisi. Gumpalan daging yang membungkus tulang mereka pasti sangat lembek.

"Sayang sekali, aku sedang terburu-buru. Lain kali, aku akan menceritakannya pada kalian."

Wajah Si Pakaian Merah dan Si Pakaian Hijau memerah hingga ke telinga. Mereka terpengaruh hanya dengan beberapa kata. Sungguh, wanita lemah yang sangat mudah terprovokasi. Dalam hatinya, Li Anlan puas menertawai mereka.

Sementara itu, di ujung jembatan Danau Houchi, Long Ji Man berdiri menyaksikan perdebatan Li Anlan dan dua selirnya dengan santai. Di sampingnya, Xiao Biqi juga ikut menyaksikan.

"Yang Mulia, kau tidak akan memisahkan mereka?"

"Perkelahian wanita, kita tidak boleh ikut campur."

Long Ji Man kembali menyaksikan perdebatan mereka. Dia dapat mendengar dengan jelas kalau Li Anlan mengumpat dan menyindir dua selir yang menghadangnya dengan sarkas. Kata-kata itu sangat menohok. Tapi, Long Ji Man justru tertawa.

"Sebuah papan yang rata memang tidak akan menarik perhatian tukang ukir. Sayang sekali hanya bisa digunakan sebagai pijakan."

"Kau menghina tubuh kami?"

"Aku anggap begitu."

Long Ji Man menyunggingkan senyum kecil saat ia mendengar kalimat terakhir Li Anlan. Wanita itu benar-benar tahu cara bersikap dan membalas orang yang menindasnya. Bahkan, cara yang digunakannya sepertinya jauh lebih kejam dari biasanya.

"Selir An benar-benar tangguh!" puji Xiao Biqi.

"Dia bahkan berani memanggil namaku dengan lantang."

Kemudian, ekspresi Long Ji Man berubah kesal saat ia teringat bagaimana Li Anlan memanggil namanya tanpa rasa takut dan bersikap tidak sopan kepadanya.

"Dia tipe wanita yang tidak mudah ditindas, Yang Mulia."

Sementara itu, Si Pakaian Merah dan Si Pakaian Hijau merasa harga diri mereka terinjak-injak oleh perkataan selir rendah ini. Siapa Li Anlan? Dia hanya seorang selir rendah yang diterima raja atas rasa terima kasih dan kasihan. Di hari masuk istana pun tidak diketahui siapapun. Bahkan, raja saja tidak pernah bertemu dengannya dan tidak pernah mengingatnya.

Batin Li Anlan tertawa sangat keras. Li Anlan menyembunyikan kesenangan hatinya dalam ekspresi dingin dan tajam seperti tadi. Melihat dua wanita itu semakin marah, Li Anlan semakin tertarik untuk bermain-main.

"Akulah aktris terbaik yang akan memenangkan pernghargaan ini," gumam Li Anlan. Gumaman itu sangat pelan hingga tak didengar siapapun.

"Pelayan! Pegangi kedua tangan wanita ini!" Si Pakaian Merah mulai beraksi.

"Kau berani?"

Pelayan yang hendak mencekal lengan Li Anlan tertunduk takut melihat aura menyeramkan yang menyelimuti Li Anlan. Tatapan tajam yang menusuk itu berhasil menciutkan nyali dan membunuh keangkuhan para pelayan yang lebih rendah dari Li Anlan.

Li Anlan bertepuk tangan.

"Sepertinya aku sudah selesai bermain-main dengan kalian. Kalau begitu, aku permisi." Li Anlan membalikkan tubuhnya. Dia merasa bahwa ia masih perlu bersiaga.

Benar saja. Seseorang tiba-tiba mendorong punggungnya dari belakang hingga tersungkur ke tepi jembatan. Saat tubuhnya hendak terjatuh, Li Anlan menarik pergelangan tangan orang yang mendorongnya sekuat tenaga. Alhasil, dua wanita itu tercebur ke dalam air.

Wanita-wanita yang masih berada di atas jembatan Danau Houchi berteriak melihat majikan mereka jatuh ke dalam air. Kepala Si Pakaian Merah timbul-tenggelam, menandakan bahwa ia tidak bisa berenang. Wanita-wanita di atas jembatan semakin panik.

Lain halnya dengan Li Anlan. Dia justru berenang dengan cepat menuju tepi. Tapi, di tengah perjalanan, dia justru dicegat oleh perkataan seseorang yang ada di atas jembatan. Saat Li Anlan menengadahkan kepalanya, dia melihat Long Ji Man tengah berdiri angkuh.

"Selamatkan dia!"

Meskipun terpaksa, akhirnya Li Anlan berenang kembali ke tempatnya jatuh. Tangannya menarik pinggang Si Pakaian Merah dan menyeretnya ke tepian danau. Para wanita yang melihat majikannya selamat berlari menghampiri Li Anlan dan Si Pakaian Merah yang terbatuk-batuk, memuntahkan air yang masuk ke tenggorokannya.

"Yang Mulia, berilah keadilan untukku!"

Terpopuler

Comments

_cloetffny

_cloetffny

ga inget hp lu dicuri?

2024-06-01

0

Bzaa

Bzaa

aihhhh si selir

2024-03-26

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusceria

2024-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2 Eps. 2: Identitas Selir
3 Eps. 3: Selir Miskin
4 Eps. 4: Raja Dongling
5 Eps. 5: Mencari Sistem
6 Eps. 6: Berkemah
7 Eps. 7: Hadiah Kematian
8 Eps. 8: Menjahit Luka
9 Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10 Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11 Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12 Eps. 12: Pemain Payah
13 Eps. 13: Pemalas Berkelas
14 Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15 Eps. 15: Drama
16 Eps. 16: Mencari Cara
17 Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18 Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19 Eps. 19: Lelucon
20 Eps. 20: Li Bersaudara
21 Eps. 21: Saudara Kaya
22 Eps. 22: Pencuri
23 Eps. 23: Menanti Hari Baik
24 Eps. 24: Berani Coba-Coba
25 Eps. 25: Merasa Kecewa
26 Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27 Eps. 27: Salah Paham
28 Eps. 28: Panahan
29 Eps. 29: Surat Rahasia
30 Eps. 30: Merancang Tujuan
31 Eps. 31: Teringat Kembali
32 Eps. 32: BBQ
33 Eps. 33: Tidak Sengaja
34 Eps. 34: Ganti Rugi
35 Eps. 35: Perampokan Legal
36 Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37 Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38 Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39 Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40 Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41 Eps. 41: Disalahpahami
42 Eps. 42: Tuan Muda
43 Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44 Eps. 44: Panti Asuhan
45 Eps. 45: Pertarungan Sengit
46 Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47 Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48 Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49 Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50 Eps. 50: Negosiasi
51 Eps. 51: Hari Penobatan
52 Eps. 52: Tugas Pertama
53 Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54 Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55 Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56 Eps. 56: Tertinggal
57 Eps. 57: Kartu Nama
58 Eps. 58: Penculikan
59 Eps. 59: Pencarian
60 Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61 Eps. 61: Pecah Telur
62 Eps. 62: Menantuku!
63 Eps. 63: Bercerita
64 Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65 Eps. 65: Buku
66 Eps. 66: Surat Nikah
67 Eps. 67: Malam Pengantin
68 Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69 Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70 Eps. 70: Mengembalikan Teror
71 Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72 Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73 Eps. 73: Tempat Aneh
74 Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75 Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76 Eps. 76: Ular Berbisa
77 Eps. 77: Jati Diri
78 Eps. 78: Jebakan
79 Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80 Eps. 80: Mencari Jiwa
81 Eps. 81: Dunia Lain
82 Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83 Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84 Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85 Eps. 85: Menyusun Strategi
86 Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87 Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88 Eps. 88: Topeng
89 Eps. 89: Kebingungan
90 Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91 Eps. 91: Buronan
92 Eps. 92: Perburuan Seru
93 Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94 Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95 Eps. 95: MoU
96 Eps. 96: Penobatan
97 Eps. 97: Malam Pernikahan
98 Eps. 98: Pembebasan
99 Eps. 99: Kelahiran Putra
100 Eps. 100: Episode Akhir
101 PEMBERITAHUAN
102 PEMBERITAHUAN 2
103 PENGUMUMAN
104 PENGUMUMAN BARU
105 EXTRA PART
106 Halo!
107 PERMISIII!!!
108 Mampir, Yuk!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2
Eps. 2: Identitas Selir
3
Eps. 3: Selir Miskin
4
Eps. 4: Raja Dongling
5
Eps. 5: Mencari Sistem
6
Eps. 6: Berkemah
7
Eps. 7: Hadiah Kematian
8
Eps. 8: Menjahit Luka
9
Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10
Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11
Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12
Eps. 12: Pemain Payah
13
Eps. 13: Pemalas Berkelas
14
Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15
Eps. 15: Drama
16
Eps. 16: Mencari Cara
17
Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18
Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19
Eps. 19: Lelucon
20
Eps. 20: Li Bersaudara
21
Eps. 21: Saudara Kaya
22
Eps. 22: Pencuri
23
Eps. 23: Menanti Hari Baik
24
Eps. 24: Berani Coba-Coba
25
Eps. 25: Merasa Kecewa
26
Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27
Eps. 27: Salah Paham
28
Eps. 28: Panahan
29
Eps. 29: Surat Rahasia
30
Eps. 30: Merancang Tujuan
31
Eps. 31: Teringat Kembali
32
Eps. 32: BBQ
33
Eps. 33: Tidak Sengaja
34
Eps. 34: Ganti Rugi
35
Eps. 35: Perampokan Legal
36
Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37
Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38
Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39
Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40
Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41
Eps. 41: Disalahpahami
42
Eps. 42: Tuan Muda
43
Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44
Eps. 44: Panti Asuhan
45
Eps. 45: Pertarungan Sengit
46
Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47
Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48
Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49
Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50
Eps. 50: Negosiasi
51
Eps. 51: Hari Penobatan
52
Eps. 52: Tugas Pertama
53
Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54
Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55
Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56
Eps. 56: Tertinggal
57
Eps. 57: Kartu Nama
58
Eps. 58: Penculikan
59
Eps. 59: Pencarian
60
Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61
Eps. 61: Pecah Telur
62
Eps. 62: Menantuku!
63
Eps. 63: Bercerita
64
Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65
Eps. 65: Buku
66
Eps. 66: Surat Nikah
67
Eps. 67: Malam Pengantin
68
Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69
Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70
Eps. 70: Mengembalikan Teror
71
Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72
Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73
Eps. 73: Tempat Aneh
74
Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75
Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76
Eps. 76: Ular Berbisa
77
Eps. 77: Jati Diri
78
Eps. 78: Jebakan
79
Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80
Eps. 80: Mencari Jiwa
81
Eps. 81: Dunia Lain
82
Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83
Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84
Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85
Eps. 85: Menyusun Strategi
86
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87
Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88
Eps. 88: Topeng
89
Eps. 89: Kebingungan
90
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91
Eps. 91: Buronan
92
Eps. 92: Perburuan Seru
93
Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95
Eps. 95: MoU
96
Eps. 96: Penobatan
97
Eps. 97: Malam Pernikahan
98
Eps. 98: Pembebasan
99
Eps. 99: Kelahiran Putra
100
Eps. 100: Episode Akhir
101
PEMBERITAHUAN
102
PEMBERITAHUAN 2
103
PENGUMUMAN
104
PENGUMUMAN BARU
105
EXTRA PART
106
Halo!
107
PERMISIII!!!
108
Mampir, Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!