Eps. 3: Selir Miskin

Di negeri yang tidak tercatat dalam sejarah ini, Li Anlan hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk bertahan hidup. Karena Li Anlan di dunia ini adalah seorang selir yang tidak dikenali, maka ia memutuskan untuk meneruskan peran itu.

Baginya, menjadi terasing lebih aman dan lebih menyenangkan. Dia hanya perlu menjadi seorang selir pajangan yang setiap bulan menerima gaji dan tunjangan untuk mempertahankan hidupnya.

Li Anlan tidak akan bersaing dengan selir lain. Dia akan berusaha agar ia tak pernah berjumpa apalagi menjadi kesayangan raja. Bagi Li Anlan, menjadi kesayangan adalah sebuah bencana besar. Kebahagiaan Li Anlan bukan berasal dari kasih sayang, tapi dari uang yang ia dapat. Li Anlan tidak akan mengemis cinta pada siapapun, terlebih kepada raja, suami yang belum pernah ditemuinya.

Wanita itu mengeluarkan seluruh isi ranselnya di lantai. Untung saja ranselnya tahan air hingga barang-barangnya tidak basah ketika berada di dasar danau. Ransel mahal itu ia beli dengan uang tabungannya selama setahun. Harganya melebihi harga sebuah ponsel.

Jadi, Li Anlan tidak bisa membiarkan ransel itu hilang begitu saja. Ransel besar itu menjadi kempis saat semua isinya keluar. Semua barang-barangnya masih utuh. Li Anlan mengambil sebuah benda kecil berbentuk bulat yang tertutup. Tutup benda itu lalu dibuka.

“Kemarin benda ini mati. Sekarang kenapa bisa hidup lagi?”

Li Anlan menutup kembali kompasnya. Aneh, kompas itu hidup lagi. Jarumnya bergerak-gerak ketika ia memutar-mutar kompas itu ke segala arah. Saat ia berada di jalur pendakian, kompas itu mati. Sekarang, secara ajaib hidup lagi, bersamaan dengan hidupnya dirinya di dunia aneh ini.

Wanita itu mengambil mie instan yang selalu ia bawa setiap kali mendaki dan menyeduhnya dengan air panas yang ia bawa dalam sebuah termos kecil. Perutnya sudah keroncongan sedari malam kemarin. Pelayan dan kasim di dalam Istana Xingyue ini tidak memberinya makanan apapun selain air teh yang hambar. Mereka bilang, Li Anlan harus berdiet agar tubuhnya menjadi kurus sehingga raja bisa tertarik padanya. Jika raja tertarik, maka Li Anlan akan menjadi beruntung.

Hah! Beruntung? Bukan beruntung, tapi buntung!

Sambil menikmati mie instannya, Li Anlan mengamati setiap bentuk tubuhnya di cermin besar. Meskipun tubuhnya adalah tubuh asli, tapi di sini, ia memang sedikit gemuk. Karakter Li Anlan di dunia ini sepertinya sangat suka makan hingga tidak menyadari perubahan dari bentuk tubuhnya. Pantas saja pelayan dan kasim itu menyuruhnya untuk berdiet. Di dunia modern, Li Anlan selalu bebas menikmati makanan apapun. Ia bisa makan hingga lima kali sehari ketika ia mau. Porsi makannya juga sangat besar, tapi tubuhnya tetap ramping karena ia rajin berolah raga dan melatih fisiknya.

“Nyonya, apa cacing aneh apa yang kau makan?”

Xie Roulan masuk membawa jatah makan Li Anlan.

“Ah kebetulan kau datang. Bawakan aku makanan itu.”

Li Anlan melihat dua buah mangkuk kecil berisi nasi putih dan sayur. Porsi kecil seperti ini hanya mampu mengganjal perutnya selama seperempat jam. Li Anlan memasukkan nasi putih itu ke dalam mie instan yang sudah ia seduh. Sekarang, porsi mie instan itu bertambah menjadi dua kali lipat lebih banyak.

“Nyonya, ada apa dengan keningmu?”

Xie Roulan menunjuk dahi majikannya yang terbungkus kapas dan plester. Saat Li Anlan kembali dari danau tengah malam tadi, darah di keningnya sudah membeku. Wanita itu segera mengeluarkan kotak P3K yang selalu ia bawa setiap kali pergi mendaki, karena ia tahu kecelakaan tidak pernah bisa diprediksi. Li Anlan membersihkan lukanya dengan alkohol, lalu meneteskan cairan betadine dan menutupnya dengan kapas. Teknik pengobatan luka seperti ini sangat mudah dan siapapun bisa melakukannya.

“Bukan apa-apa. Roulan, berapa banyak gaji yang kupunya setiap bulannya?”

“Gaji setiap selir berbeda tergantung tingkatannya. Karena Nyonya adalah selir tingkat rendah yang hanya memiliki gelar selir, gajimu hanya sekitar seratus lima puluh tael perak perbulan. Tunjangannya sekitar dua puluh lima tael, jadi totalnya seratus tujuh puluh lima tael.”

Li Anlan mengeluh. Di dunia ini, dia berubah menjadi seorang selir yang sangat miskin. Seratus tujuh puluh lima tael perak hanya cukup untuk makan selama dua minggu saja. Meskipun makanan di sini gratis, tapi Li Anlan akan mati kebosanan karena menu yang itu-itu saja. Persediaan makanan di dalam ransel gunungnya hanya sedikit dan ia tidak bisa memberitahu atau membaginya dengan siapapun.

“Bagaimana dengan uang keluargaku?”

“Nyonya benar-benar lupa? Nyonya adalah putri dari Bangsawan Li Han. Semenjak kau masuk istana dan orang tuamu meninggal, tidak ada yang memberimu uang lagi.”

Li Anlan kembali mengeluh. Li Anlan di dalam dunia ini sungguh seorang selir yang sangat malang. Menjadi seorang yatim piatu dan selir termiskin adalah kesialannya di masa hidupnya. Li Anlan menatap barang-barang di dalam ruangannya. Tidak ada barang mewah yang menyilaukan mata, tidak ada barang antik yang berharga.

“Nyonya tidak memiliki bakat apapun hingga tidak ada satu orang pemuda pun yang datang melamarmu. Demi menyelamatkan reputasimu dan reputasi keluarga, Tuan Bangsawan Li Han mengirimmu ke istana sebagai selir raja.”

Apa pelayan ini sedang memuji? Atau menghina? Mengapa Li Anlan merasa bahwa pelayan pribadinya ini sedang mengungkapkan kesialan dan kemalangan yang terjadi pada dirinya?

Li Anlan muak mendengar semua cerita buruk tentang kisah hidupnya di dunia ini. Tidak ada satu bagianpun yang membuatnya merasa terhibur karena ia menjadi seorang Li Anlan. Wanita itu menyuruh Xie Roulan untuk berhenti berbicara. Li Anlan bahkan mendorongnya keluar dan mengusirnya pergi.

Saat tidak ada siapapun yang mengawasinya, Li Anlan membuka sebuah kotak berisi ponsel dan headset. Ponsel itu juga tahan air. Harganya tiga kali lipat dari harga ranselnya. Li Anlan melompat-lompat begitu suara musik kesukaannya terdengar. Seperti ini juga lumayan, katanya dalam hati.

Tanpa ia sadari, seseorang sedang mengawasinya dari atas atap. Orang itu berpakaian serba hitam dengan wajah juga tertutup kain hitam. Kemampuan menyembunyikan diri orang itu sangat hebat hingga tidak seorang pun bisa melihatnya. Keberuntungan orang itu bertambah karena pelayan dan kasim di Istana Xingyue ini sangat sedikit.

Merasa sudah mendapatkan informasi, orang berpakaian serba hitam itu lalu melompat dari atap tanpa suara dan berlari secepat kilat untuk melaporkan sesuatu yang didapatnya pada seseorang yang memerintahnya. Orang itu menghilang di balik rimbunnya pepohonan di belakang Istana Xingyue.

Tidak lama setelah kepergian orang berbaju serba hitam itu, datanglah orang berpakaian serba putih. Saking putihnya, air susu saja kalah warnanya. Orang putih itu juga hinggap di atas atap Istana Xingyue untuk meminum arak sambil mengawasi orang-orang di bawahnya. Botol arak yang sudah kosong dilemparkan orang putih itu ke halaman Istana Xingyue hingga menimbulkan suara.

Meskipun suara itu cukup keras, tetap tidak ada orang yang mendengar atau memperhatikannya. Orang putih itu lalu menggelengkan kepalanya. Wajah orang putih itu memerah karena mabuk. Keseimbangannya hilang hingga ia berguling menyapa genteng-genteng cokelat dari tanah liat yang menutupi Istana Xingyue. Tubuh orang putih itu jatuh tepat di dekat pecahan botol arak yang dilemparkan tadi, disusul sebuah suara teriakan kaget dari seorang wanita.

...***...

Terpopuler

Comments

zee_

zee_

yapp.. uang lebih utama dari cinta /Kiss/

2024-08-16

1

_cloetffny

_cloetffny

cacinggg😭🤣

2024-06-01

1

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

tryssukses

2024-01-26

0

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2 Eps. 2: Identitas Selir
3 Eps. 3: Selir Miskin
4 Eps. 4: Raja Dongling
5 Eps. 5: Mencari Sistem
6 Eps. 6: Berkemah
7 Eps. 7: Hadiah Kematian
8 Eps. 8: Menjahit Luka
9 Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10 Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11 Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12 Eps. 12: Pemain Payah
13 Eps. 13: Pemalas Berkelas
14 Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15 Eps. 15: Drama
16 Eps. 16: Mencari Cara
17 Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18 Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19 Eps. 19: Lelucon
20 Eps. 20: Li Bersaudara
21 Eps. 21: Saudara Kaya
22 Eps. 22: Pencuri
23 Eps. 23: Menanti Hari Baik
24 Eps. 24: Berani Coba-Coba
25 Eps. 25: Merasa Kecewa
26 Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27 Eps. 27: Salah Paham
28 Eps. 28: Panahan
29 Eps. 29: Surat Rahasia
30 Eps. 30: Merancang Tujuan
31 Eps. 31: Teringat Kembali
32 Eps. 32: BBQ
33 Eps. 33: Tidak Sengaja
34 Eps. 34: Ganti Rugi
35 Eps. 35: Perampokan Legal
36 Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37 Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38 Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39 Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40 Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41 Eps. 41: Disalahpahami
42 Eps. 42: Tuan Muda
43 Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44 Eps. 44: Panti Asuhan
45 Eps. 45: Pertarungan Sengit
46 Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47 Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48 Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49 Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50 Eps. 50: Negosiasi
51 Eps. 51: Hari Penobatan
52 Eps. 52: Tugas Pertama
53 Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54 Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55 Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56 Eps. 56: Tertinggal
57 Eps. 57: Kartu Nama
58 Eps. 58: Penculikan
59 Eps. 59: Pencarian
60 Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61 Eps. 61: Pecah Telur
62 Eps. 62: Menantuku!
63 Eps. 63: Bercerita
64 Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65 Eps. 65: Buku
66 Eps. 66: Surat Nikah
67 Eps. 67: Malam Pengantin
68 Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69 Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70 Eps. 70: Mengembalikan Teror
71 Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72 Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73 Eps. 73: Tempat Aneh
74 Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75 Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76 Eps. 76: Ular Berbisa
77 Eps. 77: Jati Diri
78 Eps. 78: Jebakan
79 Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80 Eps. 80: Mencari Jiwa
81 Eps. 81: Dunia Lain
82 Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83 Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84 Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85 Eps. 85: Menyusun Strategi
86 Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87 Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88 Eps. 88: Topeng
89 Eps. 89: Kebingungan
90 Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91 Eps. 91: Buronan
92 Eps. 92: Perburuan Seru
93 Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94 Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95 Eps. 95: MoU
96 Eps. 96: Penobatan
97 Eps. 97: Malam Pernikahan
98 Eps. 98: Pembebasan
99 Eps. 99: Kelahiran Putra
100 Eps. 100: Episode Akhir
101 PEMBERITAHUAN
102 PEMBERITAHUAN 2
103 PENGUMUMAN
104 PENGUMUMAN BARU
105 EXTRA PART
106 Halo!
107 PERMISIII!!!
108 Mampir, Yuk!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2
Eps. 2: Identitas Selir
3
Eps. 3: Selir Miskin
4
Eps. 4: Raja Dongling
5
Eps. 5: Mencari Sistem
6
Eps. 6: Berkemah
7
Eps. 7: Hadiah Kematian
8
Eps. 8: Menjahit Luka
9
Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10
Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11
Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12
Eps. 12: Pemain Payah
13
Eps. 13: Pemalas Berkelas
14
Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15
Eps. 15: Drama
16
Eps. 16: Mencari Cara
17
Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18
Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19
Eps. 19: Lelucon
20
Eps. 20: Li Bersaudara
21
Eps. 21: Saudara Kaya
22
Eps. 22: Pencuri
23
Eps. 23: Menanti Hari Baik
24
Eps. 24: Berani Coba-Coba
25
Eps. 25: Merasa Kecewa
26
Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27
Eps. 27: Salah Paham
28
Eps. 28: Panahan
29
Eps. 29: Surat Rahasia
30
Eps. 30: Merancang Tujuan
31
Eps. 31: Teringat Kembali
32
Eps. 32: BBQ
33
Eps. 33: Tidak Sengaja
34
Eps. 34: Ganti Rugi
35
Eps. 35: Perampokan Legal
36
Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37
Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38
Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39
Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40
Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41
Eps. 41: Disalahpahami
42
Eps. 42: Tuan Muda
43
Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44
Eps. 44: Panti Asuhan
45
Eps. 45: Pertarungan Sengit
46
Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47
Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48
Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49
Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50
Eps. 50: Negosiasi
51
Eps. 51: Hari Penobatan
52
Eps. 52: Tugas Pertama
53
Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54
Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55
Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56
Eps. 56: Tertinggal
57
Eps. 57: Kartu Nama
58
Eps. 58: Penculikan
59
Eps. 59: Pencarian
60
Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61
Eps. 61: Pecah Telur
62
Eps. 62: Menantuku!
63
Eps. 63: Bercerita
64
Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65
Eps. 65: Buku
66
Eps. 66: Surat Nikah
67
Eps. 67: Malam Pengantin
68
Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69
Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70
Eps. 70: Mengembalikan Teror
71
Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72
Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73
Eps. 73: Tempat Aneh
74
Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75
Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76
Eps. 76: Ular Berbisa
77
Eps. 77: Jati Diri
78
Eps. 78: Jebakan
79
Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80
Eps. 80: Mencari Jiwa
81
Eps. 81: Dunia Lain
82
Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83
Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84
Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85
Eps. 85: Menyusun Strategi
86
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87
Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88
Eps. 88: Topeng
89
Eps. 89: Kebingungan
90
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91
Eps. 91: Buronan
92
Eps. 92: Perburuan Seru
93
Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95
Eps. 95: MoU
96
Eps. 96: Penobatan
97
Eps. 97: Malam Pernikahan
98
Eps. 98: Pembebasan
99
Eps. 99: Kelahiran Putra
100
Eps. 100: Episode Akhir
101
PEMBERITAHUAN
102
PEMBERITAHUAN 2
103
PENGUMUMAN
104
PENGUMUMAN BARU
105
EXTRA PART
106
Halo!
107
PERMISIII!!!
108
Mampir, Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!