Eps. 13: Pemalas Berkelas

Orang bilang, menjadi pemalas adalah sesuatu yang buruk. Orang pemalas hanya akan menjadi orang tak berguna yang dicela orang lain dan menjadi sampah masyarakat. Tapi, bagi seorang wanita bebas yang tersesat ke masa lalu dan menjadi selir rendah seperti Li Anlan, menjadi pemalas adalah suatu keharusan dan pekerjaan yang harus disyukuri.

Saat selir lain berlomba-lomba merebut perhatian dan kasih sayang raja, Li Anlan hanya bisa berleha-leha dengan berbaring di tempat tidur, berayun di hammock, berkemah, dan bermain di istananya sendiri. Sejak awal, dia memang tidak memiliki niat untuk bersaing, juga tidak berminat menjadi licik seperti rubah.

Suasana hatinya sangat baik karena selama beberapa hari ini, istananya diperbaiki sedemikian rupa hingga tampak lebih bagus dari sebelumnya. Pintunya yang rusak sudah diganti, dan barang-barangnya yang pecah juga sudah disingkirkan. Untung saja, Long Ji Man memberinya kompensasi dengan mengirim beberapa barang dan hiasan baru. Pria itu selalu menyuruh orang untuk datang membawa perabotan.

Li Anlan sangat bersyukur karena Long Ji Man tidak mengunjunginya dan tidak menyuruhnya untuk datang ke Istana Hongwu. Dia pikir, pria itu sudah kembali tidak mempedulikan kehadiran dirinya. Asalkan pria itu memenuhi seluruh kebutuhan materinya, tidak apa-apa bagi Li Anlan jika tidak bertemu juga. Long Ji Man hanya perlu memberinya gaji dan tunjangan tetap, makanan, dan kebutuhan seperti selir pada umumnya, kecuali kebutuhan batin dan biologis.

Ada sedikit perbedaan yang tampak di depan mata Li Anlan sejak kejadian pengejaran oleh penjahat beberapa hari lalu. Istana Xingyue yang sekarang tidak hanya dijaga oleh dua orang, tetapi bertambah menjadi empat orang. Kasim istana yang semula hanya satu orang juga bertambah satu orang lagi. Jika dihitung, maka Istana Xingyue kedatangan tiga orang baru.

Li Anlan sempat bertanya mengapa orang di istananya bertambah kepada dua penjaga sebelumnya. Mereka menjawab bahwa raja memerintahkan untuk memperketat pengamanan dan penjagaan di seluruh istana tanpa terkecuali. Jadi, Istana Xingyue yang kecil dan terpencil ini juga tidak lepas dari pengamanan. Meskipun Istana Xingyue menjadi sedikit ramai dari biasanya, tapi tidak mengurangi ruang gerak Li Anlan. Wanita itu tetap bebas bersuka ria, bermain dan keluar Istana Xingyue sesuka hatinya.

Wanita itu sedang duduk santai di pendopo taman sambil menikmati pemandangan senja hari di Danau Houchi. Cahaya keemasan sang surya memantul di atas permukaan danau, hingga seluruh permukaan Danau Houchi tampak bersinar.

Semilir angin musim semi berhembus membelai lembut rambutnya yang terurai sebagian. Kakinya bersilang, pakaiannya yang panjang menjuntai. Wajah cantik Li Anlan menampilkan ekspresi santai, menikmati ketenangan yang diberikan dari keadaan di sekitarnya. Sekilas, wanita itu tampak seperti arca seorang dewi.

Dari kejauhan, Li Anlan dapat melihat atap-atap bangunan istana yang tersusun simetris membentuk sebuah formasi unik yang hanya dapat dilihat dan digambarkan dalam sebuah kertas. Ujung-ujung atap setiap bangunan itu juga bersinar memantulkan cahaya senja.

“Roulan, apa nama bangunan di sebelah sana?” tanyanya pada Xie Roulan, yang kebetulan sedang menyiapkan makan malam dari dalam kotak. Jari telunjuknya mengarah pada sebuah bangunan dengan atap tertinggi, yang di belakangnya ditumbuhi pohon wisteria. Sepertinya, bagian belakang istana itu adalah kawasan hutan lindung.

“Itu adalah Istana Taiji, tempat pengadilan berlangsung, Nyonya.”

“Kau pernah ke sana?”

Xie Roulan menggelengkan kepala.

“Selama dua tahun ini kita tidak pernah pergi dari kawasan Istana Xingyue.”

Wah, Li Anlan merasa seperti seekor katak dalam tempurung. Dirinya di dunia ini sungguh wanita yang tidak mempedulikan apapun.

“Setiap puncak musim semi, selalu diadakan perjamuan dan kontes besar-besaran di Istana Lianyu, istana besar tempat dilaksanakan perjamuan-perjamuan penting. Letaknya di samping Istana Taiji.”

“Lalu? Apa kita pernah berpartisipasi dalam acara itu?”

Xie Roulan kembali menggelengkan kepalanya.

“Jangankan pergi, undangan atau kabar burung pun tidak pernah sampai ke istana kita.”

Melihat Xie Roulan mengeluh, hati Li Anlan jadi tercubit. Semua cerita tentang dirinya memang bukan kebohongan. Li Anlan menatap Xie Roulan dengan lembut.

“Tidak apa-apa. Kita hanya perlu diam dan hidup dengan baik di sini. Hanya itulah satu-satunya cara agar kita tetap aman.”

“Aku hanya kasihan padamu, nyonya. Dulu, saat kau masih seorang nona besar di kediaman Tuan Bangsawan Li, kau adalah gadis ceria yang sangat dimanja. Meskipun kau tidak memiliki bakat apapun dan tidak pandai dalam sastra dan seni, tapi Tuan Bangsawan Li dan Nyonya Bangsawan sangat menyayangimu. Sekarang, di istana yang sepi ini, kau justru hidup seperti orang mati. Nyonya, kau pasti sangat kesepian!”

Li Anlan merangkul Xie Roulan. Gadis pelayan ini sangat lugu dan naif. Dia hanya bisa memikirkan kebahagiaan majikannya dan tidak pernah bisa memikirkan dirinya sendiri. Meskipun Li Anlan baru mengenal Xie Roulan beberapa hari lalu, dia sudah bisa merasakan chemistry yang erat dengan Xie Roulan. Xie Roulan adalah tipe perempuan yang satu frekuensi dengannya, meskipun terkadang menyebalkan karena sikap bodoh dan polosnya.

“Aku punya seseorang yang menemani dan melayaniku. Bagaimana bisa aku merasa kesepian?”

“Nyonya, kau menyanjungku!”

Pasangan majikan-pelayan itu makan malam bersama di pendopo yang sepi itu. Menu yang dibawa Xie Roulan kali ini adalah wonton dengan tumis sayuran asam manis. Juga, dua mangkuk nasi dan sepiring daging ayam bakar. Menu sederhana, seperti biasa. Li Anlan tidak dapat lagi memakan mie instan karena persediaannya sudah habis. Dia juga hampir kehabisan stok snack makanan ringan. Jadi, Li Anlan hanya dapat memakan makanan yang tersedia di sini, meskipun sangat hambar dan membosankan.

Di balik rumpun semak-semak di sebelah barat pendopo tempat Li Anlan dan Xie Roulan makan, seseorang terus menerus memperhatikan mereka. Orang itu sesekali mengusap pantat dan punggungnya yang sakit karena duduk mengintip terlalu lama. Gemerisik dari daun semak yang bergesekan dengan tubuhnya sama sekali tidak mengganggu pasangan majikan-pelayan yang sedang makan malam bersama.

Setelah beberapa lama, orang itu melompat ke semak lain dan pergi meninggalkan taman Danau Houchi.

...***...

“Yang Mulia, sebenarnya benda aneh apa yang kudapatkan dari Istana Xingyue ini?”

Wang Tianshi menatap lekat Long Ji Man yang sedang berkutat dengan sebuah benda persegi panjang tipis di tangannya. Dia baru kembali setelah hampir sehari semalam bertugas.

“Benda ini memang aneh, tapi tidak seaneh gambar yang kau berikan padaku tempo hari!”

Mengingat hari itu, Wang Tianshi tersenyum canggung, memeperlihatkan deretan gigi-giginya yang putih seperti tepung beras. Ya, dia memang tidak pernah menggambar dan tidak pandai menulis. Jadi, apapun yang ia lihat akan ia gambar meskipun tidak mirip dengan bentuk aslinya.

“Yang Mulia tidak pernah mengajariku menggambar dengan baik.”

“Sudahlah. Apa kau sudah melakukan pekerjaan yang kuberikan padamu?”

Wang Tianshi mengangguk. Pengawal pribadi raja itu menyodorkan sebuah kertas berisi peta Istana Xingyue. Raut wajah Long Ji Man berubah menjadi serius.

“Saat itu, Selir An hanya berpapasan dengan pelayan dari Istana Shu. Sepertinya, dia pelayan pribadi Selir Ling.”

“Xu Lingshu?”

Xu Lingshu adalah selir pertama Long Ji Man setelah dirinya naik tahta. Dia adalah putri dari Menteri Ritus, Xu Lingyan. Statusnya adalah seorang guifei. Xu Lingshu gadis yang lemah lembut, hanya saja tempramennya sering berubah dalam waktu singkat. Kakaknya adalah Xu Lingkuan, jenderal muda kesayangan raja yang sangat berprestasi. Sejak dia masuk ke istana, sifat lemah lembutnya berubah menjadi beringas dan temperamental. Xu Lingsu selalu berusaha tampil secantik mungkin untuk memikat Long Ji Man.

“Apa sekarang rubah gatal itu sudah mulai menampakkan ekornya?”

“Jika melihat dari temperamennya, aku rasa itu tidak mungkin. Yang Mulia, Selir Ling tidak mempunyai banyak kuasa dan koneksi untuk memburu Selir An.”

Perkataan Wang Tianshi masuk di akal Long Ji Man. Xu Lingshu, meskipun anak seorang menteri dan adik dari seorang jenderal, otaknya sedikit bermasalah. Dia tidak pintar tapi juga tidak bodoh. Ya, kecerdasannya mungkin berada di level rata-rata. Wanita manja itu tergila-gila pada Long Ji Man dan hanya fokus pada bagaimana cara agar terlihat menarik, tidak pernah memiliki pemikiran lain. Sekalipun pelayannya memprovokasi, Xu Lingshu biasanya hanya terpengaruh sesaat. Wanita itu akan kembali pada kebodohannya dalam mencintai Long Ji Man.

“Jika bukan Xu Lingshu, apakah mungkin?” Wang Tianshi menggantung pertanyaannya.

“Para pembunuh itu menargetkan Li Anlan karena mereka tahu kalau Li Anlan menyelamatkan nyawaku.”

“Yang Mulia, apakah mereka tidak benar-benar pergi saat itu?”

“Itu mungkin saja. Salah seorang diantara mereka pasti ada yang tinggal, atau di istana ini ada seekor tikus kecil yang membelokkan pandangannya.”

Ah, penyerangan di Danau Houchi ternyata berbuntut panjang. Tuan dari para pembunuh itu sekarang tidak hanya menargetkan Long Ji Man, tapi juga menargetkan Li Anlan yang tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa. Para pembunuh kelas teri itu pasti sudah melaporkan semua yang mereka lihat dan mereka alami pada penjahat kelas kakap yang menjadi tuan besar mereka, hingga mengharuskan penjahat kelas kakap itu mengambil tindakan.

Long Ji Man memang sudah berkali-kali mengalami penyerangan dan percobaan pembunuhan. Para pembunuh sialan itu tidak hanya beraksi di luar istana saat dirinya sedang berpatroli dan menyamar, tapi sudah berani membuat kekacauan di dalam istana dan melibatkan orang lain yang tidak tahu apa-apa. Tampaknya, kesabaran tuan besar di balik semua ini sudah mulai menipis.

“Apa yang dia lakukan selama beberapa hari ini?”

“Lapor, Yang Mulia. Selir An hanya bermalas-malasan dan tidak melakukan kegiatan yang mencurigakan.”

Long Ji Man menghembuskan napas. Wajah seriusnya sudah kembali ke ekspresi normal. Dia teringat kembali pada tingkah tidak sopan Li Anlan kepadanya. Long Ji Man teringat kembali binar mata cerah seperti kejora yang menatapnya tanpa ada rasa takut setiap kali wanita itu berbicara kepadanya.

Tiba-tiba, sebuah suara aneh muncul dari dalam benda persegi panjang yang tadi dipegang Long Ji Man. Benda itu memang ponsel Li Anlan. Layar ponsel itu bergerak-gerak menampilkan sebuah tanda bulat berisi angka dan terus bergetar.

Klik.

Long Ji Man menekan simbol bulat itu ke bawah. Dering ponsel itu langsung berhenti.

“Yang Mulia, sebenarnya benda apa ini?”

“Po-Ponsel.”

“Po-Pon-Pon-S-Se-Sel?”

Long Ji Man mengangguk.

“Tetap awasi Li Anlan. Dia mungkin berada dalam bahaya.”

...***...

Guifei: selir utama.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusberksrya

2024-01-26

0

Lee Fay

Lee Fay

Wkwkwk ngakak sma selir yg suka rebahan

2022-03-26

0

Ida Blado

Ida Blado

hoooo yg nyolong ponsel rajanya sendiri to

2021-11-15

2

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2 Eps. 2: Identitas Selir
3 Eps. 3: Selir Miskin
4 Eps. 4: Raja Dongling
5 Eps. 5: Mencari Sistem
6 Eps. 6: Berkemah
7 Eps. 7: Hadiah Kematian
8 Eps. 8: Menjahit Luka
9 Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10 Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11 Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12 Eps. 12: Pemain Payah
13 Eps. 13: Pemalas Berkelas
14 Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15 Eps. 15: Drama
16 Eps. 16: Mencari Cara
17 Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18 Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19 Eps. 19: Lelucon
20 Eps. 20: Li Bersaudara
21 Eps. 21: Saudara Kaya
22 Eps. 22: Pencuri
23 Eps. 23: Menanti Hari Baik
24 Eps. 24: Berani Coba-Coba
25 Eps. 25: Merasa Kecewa
26 Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27 Eps. 27: Salah Paham
28 Eps. 28: Panahan
29 Eps. 29: Surat Rahasia
30 Eps. 30: Merancang Tujuan
31 Eps. 31: Teringat Kembali
32 Eps. 32: BBQ
33 Eps. 33: Tidak Sengaja
34 Eps. 34: Ganti Rugi
35 Eps. 35: Perampokan Legal
36 Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37 Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38 Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39 Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40 Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41 Eps. 41: Disalahpahami
42 Eps. 42: Tuan Muda
43 Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44 Eps. 44: Panti Asuhan
45 Eps. 45: Pertarungan Sengit
46 Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47 Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48 Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49 Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50 Eps. 50: Negosiasi
51 Eps. 51: Hari Penobatan
52 Eps. 52: Tugas Pertama
53 Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54 Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55 Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56 Eps. 56: Tertinggal
57 Eps. 57: Kartu Nama
58 Eps. 58: Penculikan
59 Eps. 59: Pencarian
60 Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61 Eps. 61: Pecah Telur
62 Eps. 62: Menantuku!
63 Eps. 63: Bercerita
64 Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65 Eps. 65: Buku
66 Eps. 66: Surat Nikah
67 Eps. 67: Malam Pengantin
68 Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69 Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70 Eps. 70: Mengembalikan Teror
71 Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72 Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73 Eps. 73: Tempat Aneh
74 Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75 Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76 Eps. 76: Ular Berbisa
77 Eps. 77: Jati Diri
78 Eps. 78: Jebakan
79 Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80 Eps. 80: Mencari Jiwa
81 Eps. 81: Dunia Lain
82 Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83 Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84 Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85 Eps. 85: Menyusun Strategi
86 Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87 Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88 Eps. 88: Topeng
89 Eps. 89: Kebingungan
90 Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91 Eps. 91: Buronan
92 Eps. 92: Perburuan Seru
93 Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94 Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95 Eps. 95: MoU
96 Eps. 96: Penobatan
97 Eps. 97: Malam Pernikahan
98 Eps. 98: Pembebasan
99 Eps. 99: Kelahiran Putra
100 Eps. 100: Episode Akhir
101 PEMBERITAHUAN
102 PEMBERITAHUAN 2
103 PENGUMUMAN
104 PENGUMUMAN BARU
105 EXTRA PART
106 Halo!
107 PERMISIII!!!
108 Mampir, Yuk!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2
Eps. 2: Identitas Selir
3
Eps. 3: Selir Miskin
4
Eps. 4: Raja Dongling
5
Eps. 5: Mencari Sistem
6
Eps. 6: Berkemah
7
Eps. 7: Hadiah Kematian
8
Eps. 8: Menjahit Luka
9
Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10
Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11
Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12
Eps. 12: Pemain Payah
13
Eps. 13: Pemalas Berkelas
14
Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15
Eps. 15: Drama
16
Eps. 16: Mencari Cara
17
Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18
Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19
Eps. 19: Lelucon
20
Eps. 20: Li Bersaudara
21
Eps. 21: Saudara Kaya
22
Eps. 22: Pencuri
23
Eps. 23: Menanti Hari Baik
24
Eps. 24: Berani Coba-Coba
25
Eps. 25: Merasa Kecewa
26
Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27
Eps. 27: Salah Paham
28
Eps. 28: Panahan
29
Eps. 29: Surat Rahasia
30
Eps. 30: Merancang Tujuan
31
Eps. 31: Teringat Kembali
32
Eps. 32: BBQ
33
Eps. 33: Tidak Sengaja
34
Eps. 34: Ganti Rugi
35
Eps. 35: Perampokan Legal
36
Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37
Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38
Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39
Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40
Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41
Eps. 41: Disalahpahami
42
Eps. 42: Tuan Muda
43
Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44
Eps. 44: Panti Asuhan
45
Eps. 45: Pertarungan Sengit
46
Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47
Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48
Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49
Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50
Eps. 50: Negosiasi
51
Eps. 51: Hari Penobatan
52
Eps. 52: Tugas Pertama
53
Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54
Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55
Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56
Eps. 56: Tertinggal
57
Eps. 57: Kartu Nama
58
Eps. 58: Penculikan
59
Eps. 59: Pencarian
60
Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61
Eps. 61: Pecah Telur
62
Eps. 62: Menantuku!
63
Eps. 63: Bercerita
64
Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65
Eps. 65: Buku
66
Eps. 66: Surat Nikah
67
Eps. 67: Malam Pengantin
68
Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69
Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70
Eps. 70: Mengembalikan Teror
71
Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72
Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73
Eps. 73: Tempat Aneh
74
Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75
Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76
Eps. 76: Ular Berbisa
77
Eps. 77: Jati Diri
78
Eps. 78: Jebakan
79
Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80
Eps. 80: Mencari Jiwa
81
Eps. 81: Dunia Lain
82
Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83
Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84
Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85
Eps. 85: Menyusun Strategi
86
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87
Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88
Eps. 88: Topeng
89
Eps. 89: Kebingungan
90
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91
Eps. 91: Buronan
92
Eps. 92: Perburuan Seru
93
Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95
Eps. 95: MoU
96
Eps. 96: Penobatan
97
Eps. 97: Malam Pernikahan
98
Eps. 98: Pembebasan
99
Eps. 99: Kelahiran Putra
100
Eps. 100: Episode Akhir
101
PEMBERITAHUAN
102
PEMBERITAHUAN 2
103
PENGUMUMAN
104
PENGUMUMAN BARU
105
EXTRA PART
106
Halo!
107
PERMISIII!!!
108
Mampir, Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!