"Kau?"
Li Anlan menatap Long Ji Man dengan gelengan kepala. Keningnya berkerut. Wanita itu menyilangkan kedua tangannya di dada lalu berjalan mengelilingi Long Ji Man, melihat setiap detail penampilan pria itu dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Wah... Long Ji Man, kau benar-benar seorang raja?"
"Kau tidak terkejut?"
"Sedikit. Sebenarnya, aku sudah menduganya."
Xiao Biqi yang berdiri tak jauh dari keduanya terkejut atas keberanian Li Anlan yang menyebut nama asli rajanya dengan lantang. Baru kali ini ia menjumpai seorang selir tingkat rendah yang bahkan tidak pernah memiliki gelar bersikap tidak sopan kepada rajanya sendiri. Xiao Biqi lebih terkejut ketika ia melihat reaksi Long Ji Man yang sepertinya tidak marah sama sekali namanya dipanggil sembarangan.
"Benarkah?"
"Aku tidak akan bisa mengenalimu sebagai raja jika pakaian pengawal pribadimu kemarin malam tidak begitu mencolok."
Li Anlan mulai mencurigai identitas Long Ji Man saat Wang Tianshi membawanya masuk ke Istana Xingyue. Berdasarkan pengetahuan yang ia dapat dari Xie Roulan, Li Anlan mengetahui bahwa pakaian yang dikenakan Wang Tianshi saat itu adalah pakaian pengawal pribadi raja. Mustahil bagi seorang kasim rendahan dapat berteman dengan seorang pengawal pribadi raja yang hanya dapat dijumpai ketika sang raja ada di sisinya. Li Anlan juga merasa aneh saat Long Ji Man datang ke taman Danau Houchi. Tidak mungkin seorang kasim bisa begitu bebas berkeliaran di dalam istana, apalagi saat jam malam tiba.
"Sekarang kau sudah tahu. Masih tidak ingin memberi hormat?"
"Tidak."
Long Ji Man mendelik. Melihat tatapannya yang tajam, Li Anlan segera menunduk. Nada bicaranya terdengar enggan memberi penghormatan. Ya, bagaimanapun dia adalah seorang raja, suami sekaligus pemimpin bangsa ini.
Seulas senyum bangga tersungging di bibir Long Ji Man. Pria itu menyuruh Xiao Biqi untuk keluar. Meski sempat ragu karena khawatir Li Anlan bertindak tidak sopan lagi, Xiao Biqi tidak bisa menolak perintah. Tinggallah Long Ji Man dan Li Anlan dalam ruangan besar itu.
"Li Anlan, kau benar-benar hebat, memanggil nama suami dan rajamu dengan berani."
"Aku anggap itu sebagai pujian."
Long Ji Man duduk di kursi tempat kerjanya. Jubahnya yang panjang tergusur menutupi sebagian lantai ruangan dalam Istana Hongwu.
"Teknik apa yang kau gunakan saat mengobati luka-lukaku?"
"Yang Mulia memintaku menemuimu hanya untuk menanyakan ini?"
"Wang Tianshi berkata teknik pengobatanmu sangat aneh dan tidak biasa."
"Ah jadi nama pria sariawan itu Wang Tianshi."
Long Ji Man menatap kembali wanita yang berdiri di seberang mejanya. Bukannya menjawab, Li Anlan malah membicarakan hal lain. Long Ji Man tidak suka bertele-tele, dia juga tidak suka jika seseorang mengalihkan topik ketika sedang berbicara dengannya.
"Sar...Sariawan?"
"Pengawal pribadimu sedang sariawan. Jadi, kedua sudut bibirnya kering, berdarah dan lidahnya sakit."
Istilah itu baru pertama kali Long Ji Man dengar. Saat Tabib Tao Zhun memeriksa Wang Tianshi, dia hanya mengatakan bahwa Wang Tianshi mengalami penyakit mulut yang tidak bisa diobat dan menyuruhnya membiarkannya sampai sembuh sendiri. Sariawan? Jadi, inikah nama dari penyakit pengawal pribadinya itu?
"Aku hanya membasuh lukamu dengan alkohol supaya bersih dan bebas dari kuman, menjahitnya, lalu membungkusnya dengan kapas dan kain kasa."
"Alkohol?"
"Semacam cairan yang memabukkan. Dapat diminum tapi tidak boleh berlebihan."
"Semacam arak?"
"Kira-kira seperti itu."
Tatapan mata Li Anlan beralih ke seluruh barang yang tertata di dalam ruangan. Furniture terbuat dari kayu berkualitas tinggi dengan ukiran naga dan bunga teratai yang indah, guci-guci dari porselen yang mahal, tirai penutup dari satin kualitas atas, semuanya membuat Li Anlan menelan ludah. Istana raja benar-benar mewah!
Long Ji Man meraih dokumen-dokumen laporan yang menumpuk di mejanya. Pria itu sengaja membiarkan Li Anlan menatap dan mengagumi seluruh isi istananya sampai puas. Sedikit memanjakan matanya dengan barang-barang mewah tidaklah apa-apa.
"Tapi, mengapa kau bisa terluka?"
Belum sempat Long Ji Man menjawab, Xiao Biqi tiba-tiba berteriak dari luar istana,
"Yang Mulia, Ibu Suri tiba!"
Teriakan itu membuat Li Anlan terkejut setengah mati. Dia salah tingkah, melompat-lompat di lantai dengan wajah panik. Malapetaka itu akhirnya datang.
"Cepat, sembunyikan aku!"
Long Ji Man ikut terbawa panik. Berbahaya jika ibunya melihat ada seorang wanita di dalam ruangan ini. Selama ini, ibu Long Ji Man mengetahui kalau putranya tidak pernah tertarik pada wanita. Long Ji Man harus mempertahankan dan menjaga citra dirinya agar ia bisa menghindar dari urusan harem.
"Sembunyi di bawah meja!"
"Apa?"
"Cepat!"
Long Ji Man menarik pergelangan tangan Li Anlan hingga tubuh wanita itu hampir terjengkang ke belakang. Lantas, tubuh Li Anlan ia suruh membungkuk, lalu menyeretnya ke bawah meja. Li Anlan sempat mengaduh karena kepalanya beradu dengan bagian atas meja itu. Li Anlan tidak bisa bergerak bebas karena Long Ji Man duduk di depan meja itu, hingga tubuhnya berhadapan dengan tubuh Li Anlan yang sedang berjongkok di bawah meja.
"Diamlah."
Tidak lama kemudian, seorang wanita yang umurnya terbilang masih muda masuk diiringi lima orang wanita pelayan. Wanita itu berjalan anggun ke arah Long Ji Man.
"Ibu."
Long Ji Man memberi hormat.
"Kau sedang senggang?"
"Aku sedang memeriksa dokumen-dokumen kerajaan. Hal apa yang membuatmu datang jauh-jauh kemari?"
Orang ini bermulut manis, batin Li Anlan.
Han Yuemei, Ibu Suri kerajaan Dongling, adalah ibu kandung Long Ji Man. Wanita itu masuk istana saat berumur tujuh belas tahun dan melahirkan Long Ji Man saat berumur dua puluh tahun. Jika tidak salah hitung, sekarang Long Ji Man berumur dua puluh tiga tahun. Itu berarti, usia Han Yuemei sekarang adalah empat puluh tiga tahun. Usia yang terbilang masih muda untuk ukuran seorang ibu suri.
Berdasarkan apa yang Li Anlan dengar dari Xie Roulan, Ibu Suri Han Yuemei hanya memiliki satu putra. Adik-adik Long Ji Man yang menjadi pangeran lahir dari para selir. Long Ji Man adalah anak sulung mendiang raja dan putra dari permaisuri, karena itulah ia yang mewarisi tahta kerajaan Dongling.
"Man'er, sudah empat tahun sejak kau menduduki tahta. Kapan kau akan memberi keluarga kerajaan seorang putra mahkota?"
"Pemerintahanku masih seumur jagung. Aku tidak ingin terburu-buru."
"Sayang sekali. Kau memiliki banyak selir cantik, tapi tidak satupun dari mereka yang menarik perhatianmu."
Tentu saja ada, ucap Long Ji Man dalam hati.
Pasangan ibu-anak itu mengobrol perihal kondisi pemerintahan dan tingkah laku para menteri dan pejabat istana yang lain. Meskipun hanya seorang wanita, pengetahuan Han Yuemei terhadap politik istana cukup dalam. Pantas saja Long Ji Man berhasil menduduki singgasana raja dengan lancar.
Sementara itu, Li Anlan yang sedang berjongkok di bawah meja perlahan merasakan kalau kakinya mulai mati rasa. Long Ji Man seolah lupa bahwa ada seorang wanita sedang berjongkok di depan kakinya dengan wajah masam. Pria itu asyik bercakap-cakap dengan ibunya.
"Setidaknya biarkan aku keluar dulu," gumam Li Anlan.
Hari sudah hampir sore. Long Ji Man dan Han Yuemei belum menunjukkan tanda-tanda percakapan akan selesai. Long Ji Man benar-benar melupakan Li Anlan yang sedanh menderita di bawah sana. Seluruh persendian Li Anlan sudah terasa kaku. Tidak terhitung berapa kali ia kesemutan.
Saking kesalnya, Li Anlan menggigit tangan Long Ji Man yang sedang bertumpang di atas pahanya hingga membiru. Gigitan itu sontak membuat Long Ji Man tersadar akan keberadaan Li Anlan. Pria itu memandang ke bawah, memelototi Li Anlan yang malah balas memelototinya. Bibir Long Ji Man bergerak tipis mengucapkan beberapa kata dengan suara tertahan.
"Diam dan patuhlah!"
"Ckck... Biarkan aku pergi!" balas Li Anlan tak kalah pelan. Long Ji Man tidak menanggapi. Dia melanjutkan obrolannya dengan Han Yuemei.
Li Anlan baru bisa bergerak dan bernapas dengan bebas saat hari sudah benar-benar sore. Han Yuemei sudah pergi bersama para pengiringnya. Jika ibu suri itu diam beberapa saat lagi, seluruh tubuh Li Anlan akan benar-benar mati rasa.
"Aku menyesal sudah datang ke sini. Jika tahu akan begini, lebih baik aku bersantai saja di Istana Xingyue."
"Aku juga tidak tahu kalau ibuku akan datang."
"Karena sekarang ibumu sudah pergi, maka aku juga akan pergi, Yang Mulia."
Long Ji Man tidak lagi menahan Li Anlan. Meskipun nada bicara Li Anlan di kalimat terakhirnya mengandung penekanan dan membuatnya kesal, Long Ji Man akan mengampuninya untuk kali ini saja.
Di tengah perjalanan, Li Anlan berpapasan dengan seorang gadis pelayan yang menatapnya dengan tajam dan dahinya berkerut. Melihat hal tersebut, Li Anlan balik menatapnya dengan tajam. Setelah itu, wajahnya kembali datar tanpa ekspresi.
"Orang-orang istana ini sangat aneh."
Li Anlan bersenandung sepanjang perjalanannya menuju Istana Xingyue. Wanita itu tidak menyadari bahwa gadis pelayan yang tadi berpapasan dengannya masih menatapnya, mengekori setiap langkah dan pergerakannya.
...***...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Fifid Dwi Ariyani
trussemsngst
2024-01-26
0
Lee Fay
Hidup baru dimulai
2022-03-26
0
Oi Min
Jadi blm punya permaisuri dong si Ji Man?? Cuma selir aja yg bnyak
2021-12-24
0