Eps. 2: Identitas Selir

“Jadi, aku adalah seorang selir?”

Pelayan wanita bernama Xie Roulan menganggukkan kepalanya. Li Anlan menatap Xie Roulan dengan tajam. Wanita itu masih tidak bisa mempercayai siapapun di sini. Tidak ada satu orang pun yang dia kenal. Meskipun Li Anlan bukan seorang psikolog, dia tahu bahwa Xie Roulan tidak berbohong. Gadis pelayan itu mengatakan hal yang sebenarnya.

Li Anlan mengibur dirinya sendiri dengan gagasan bahwa ia melakukan perjalanan waktu dan terlahir kembali. Tapi, mengapa ia harus terlahir menjadi seorang selir? Apalagi ia adalah seorang selir yang tidak pernah dipandang. Bahkan, menurut cerita Xie Roulan, dirinya tidak pernah bertemu dengan raja sejak kedatangannya ke istana ini dua tahun lalu. Ia benar-benar berada dalam situasi abandonemen!

Wanita itu selalu berpikir jika dirinya terlahir kembali, ia akan menjadi seorang presiden direktur sebuah perusahaan atau anak kesayangan konglomerat hingga dirinya tidak perlu bersusah payah bekerja dan dapat bermalas-malasan sepanjang waktu. Tampaknya, harapan itu sudah pupus.

“Ckck… Selir ini benar-benar hidup kesepian.”

“Nyonya, apa Nyonya mengatai diri sendiri?”

Pelayan ini terlalu banyak berbicara. Li Anlan belum dapat menerima kenyataan bahwa ia terdampar di sebuah negeri antah berantah di zaman kuno. Li Anlan tidak dapat membayangkan betapa sulitnya hidup di zaman seperti ini. Apalagi statusnya adalah seorang selir tingkat rendah yang tidak pernah dipandang. Bahkan mungkin keberadaannya pun tidak banyak diketahui.

Li Anlan sering membaca novel fiksi sejarah dan drama zaman kerajaan. Alur yang hampir sama dengan setting yang berbeda sudah dihafal Li Anlan di luar kepala. Jika seorang selir tidak mati di tangan selir lain, maka ia mati di tangan rajanya sendiri. Segala tindak-tanduknya selalu berada dalam pengawasan mata orang lain. Li Anlan khawatir nasib buruk selir-selir dalam novel dan drama itu menimpa dirinya. Li Anlan tidak mau mati lagi

“Katakan, kenapa aku sudah mati?”

“Nyonya tenggelam di Danau Houchi ketika sedang memetik bunga lotus.”

Jatuh tenggelam karena kesalahan sendiri adalah cara kematian paling konyol di dunia. Li Anlan di masa lalu benar-benar bodoh! Bagaimana bisa seorang gadis modern pemberani yang sudah menaklukan puluhan gunung dan perbukitan menjadi seorang selir yang bahkan tidak bisa berhati-hati pada keselamatan dirinya sendiri.

“Siapa yang menemukanku?”

“Para penjaga istana yang kebetulan sedang lewat, Nyonya. Mereka langsung mengangkatmu keluar dari danau itu.”

“Apa aku membawa sesuatu?”

Xie Roulan menggelengkan kepalanya.

“Tabib Tao berkata bahwa denyut nadimu hilang dan kau dinyatakan meninggal. Tapi secara ajaib kau bangun kembali. Aku benar-benar senang!”

Li Anlan menahan tubuh Xie Roulan yang hendak memeluknya. Li Anlan lalu menyuruhnya keluar dari dalam kamarnya. Pelayan itu menurut tanpa mengatakan apapun lagi. Setelah Xie Roulan tidak ada, Li Anlan membaringkan tubuhnya di ranjang yang ditutupi kelambu berwarna biru muda.

Otaknya berputar keras. Jika ia datang dari danau, maka seharusnya ransel gunungnya juga masih ada di sana. Xie Roulan berkata bahwa saat itu dirinya ditemukan sudah mengapung di permukaan air dengan bibir membiru dan wajah pias. Li Anlan yakin bahwa jiwanya tidak merasuki atau bertukar tubuh dengan Li Anlan di dunia ini. Ia yakin dirinya datang dengan tubuh utuh bersama barang bawaannya.

Li Anlan menyelinap keluar dari Istana Xingyue. Halaman istana yang tidak cukup luas ini menjadi sepi di malam hari. Li Anlan mengendap-endap menuju pintu gerbang. Di sana, ia melihat dua orang prajurit sedang berjaga. Nyalinya menciut melihat tombak yang dipegang dua penjaga itu.

Li Anlan berteriak kaget ketika seseorang menepuk bahunya. Saat ia menoleh, Xie Roulan berdiri sambil menggesek matanya dengan jari tangan.

“Nyonya mau ke mana?”

“Aku… Aku ingin jalan-jalan ke danau istana.”

“Oh. Mari aku antar.”

Tanpa diperintah atau menunggu persetujuan, Xie Roulan berjalan mendahului Li Anlan. Ketika dua penjaga gerbang itu bertanya, Xie Roulan berkata bahwa nyonyanya ingin berjalan-jalan. Kedua penjaga itu lalu mempersilahkan Li Anlan dan Xie Roulan pergi.

Li Anlan menyusuri pelataran istana yang dihiasi bunga-bunga dan batu-batu kecil. Li Anlan tidak tahu ia berjalan ke arah mana sekarang. Li Anlan hanya harus mengikuti Xie Roulan jika ia tidak ingin tersesat. Li Anlan sekilas seperti seorang budak yang mengikuti majikannya. Jika ada orang lain yang melihatnya, Li Anlan mungkin sudah menjadi bahan tertawaan.

Sebuah danau yang indah ditumbuhi teratai menyapu pandangan mata Li Anlan. Di seberang danau ini, sebuah bangunan yang lebih megah dari istananya berdiri dengan koko di bawah cahaya bulan. Bangunan itu begitu bersinar dengan gemerlap keemasan yang terpantul dari atas permukaan air.

“Itu apa?” tanyanya sambil menunjuk bangunan megah itu.

“Nyonya, Anda lupa? Itu adalah Istana Hongwu, kediaman pribadi Yang Mulia Raja.”

Li Anlan hendak bertanya siapakah nama rajanya. Tapi, pertanyaan itu urung ia lontarkan karena ia tahu di zaman kerajaan seperti ini, menyebutkan nama raja adalah hal terlarang dan siapapun yang berani melanggar akan dihukum. Larangan tersebut berlaku untuk semua orang, tidak terkecuali keluarga kerajaan sendiri, termasuk ibu dan ayah kandung raja sendiri.

Lupakan soal siapa rajanya. Li Anlan perlu menyelam ke dalam air untuk menemukan barang-barangnya yang hilang. Melihat danau yang begitu luas ini, nyali Li Anlan sedikit menciut. Dengan pakaian yang dikenakannya sekarang, dia akan sulit bergerak di dalam air. Terlebih lagi, Xie Roulan terus menerus mengawasinya dari samping. Pelayan itu pasti tidak akan membiarkannya jatuh ke air.

Untuk mengusir Xie Roulan, Li Anlan memerlukan sebuah alasan. Wanita itu lalu menyuruhnya pergi dengan alasan bahwa dirinya ingin menikmati waktu seorang diri. Xie Roulan tampak keberatan. Li Anlan meyakinkan gadis pelayan itu sekali lagi. Akhirnya, Xie Roulan meninggalkan Li Anlan sendirian

Li Anlan melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada siapapun yang lewat atau mengawasinya. Ia melepaskan pakaiannya hingga tersisa pakaian pembungkus tubuh berwarna putih yang tipis. Li Anlan dapat merasakan hawa dingin menembus kulitnya. Tapi, itu tidaklah penting. Sebagai seorang pendaki, ia tidak perlu khawatir akan sakit hanya karena pakaian tipis seperti itu.

Byurr….

Di dalam danau, Li Anlan menyelam semakin ke dalam. Dia tidak bisa melihat dengan jelas semua objek di sekitarnya karena sangat gelap. Tanpa sengaja, kepalanya terantuk batu di dasar danau dan berdarah. Darah segar itu berbaur dengan air hingga Li Anlan tidak menyadari jika dirinya terluka.

Mata Li Anlan mengerjap ketika melihat kedipan cahaya kecil di sebuah sudut yang terhimpit batu-batu. Li Anlan segera menghampiri kedipan cahaya kecil itu karena ia yakin ransel gunungnya ada di sana. Benar saja! Ranselnya terselip di antara himpitan batu. Li Anlan bekerja keras menarik ranselnya dengan sekuat tenaga. Setelah berjuang cukup lama, ransel itu akhirnya berhasil ia tarik. Li Anlan lalu menggendong ransel itu dan segera berenang ke atas karena ia mulai kehabisan napas.

Betapa terkejutnya dia ketika melihat seseorang berdiri menatapnya dari atas jembatan penghubung ketika kepalanya menyembul ke permukaan air. Melihat pakaian yang dikenakan orang itu persis sama seperti orang yang mengejarnya sore tadi, Li Anlan menebak orang itu adalah seorang kasim.

Kasim yang tampan, bisiknya dalam hati.

Li Anlan lupa bahwa dia hanya mengenakan pakaian dalam. Seluruh lekuk tubuhnya tercetak karena basah. Tatapan mata orang itu semakin tajam seolah hendak membunuh. Orang itu menautkan kedua alisnya ketika melihat darah yang mengucur dari kening Li Anlan.

“Kau.. terluka?” tanya orang itu. Orang itu lalu menunjuk kening dengan jarinya. Li Anlan menyentuh keningnya dan mendapati cairan merah itu mengalir dengan deras.

“Kakak tampan, bisa kau lemparkan baju itu?”

Orang itu melirik kain merah muda yang teronggok di atas batu pijakan jembatan. Ketika pakaian itu hendak ia lemparkan ke danau, Li Anlan berteriak mencegahnya.

“Letakkan di pinggir danau saja.”

Li Anlan mengutuk orang itu. Apa dia benar-benar bodoh? Jika pakaiannya dilempar ke danau, bukankah sama saja dengan telanjang? Tidak ada gunanya memakai pakaian basah karena seluruh lekuk tubuhnya tetap akan terlihat.

“Lukamu?”

“Aku puya betadine. Nanti kuobati sendiri.”

“Betadine?”

Orang itu mengerutkan keningnya. Kata ini baru pertama kali ia dengar.

“Ah, itu semacam obat untuk luka.”

Wanita itu menyampirkan pakaian luarnya untuk menutupi tubuhnya yang basah. Malam sepertinya semakin larut. Dia tidak bisa berlama-lama lagi di sini. Dia harus segera pergi sebelum para penjaga itu mencarinya.

Li Anlan mengutuk dirinya sendiri ketika ia lupa jalan mana yang ia lalui tadi. Pelataran ini terlalu luas hingga Li Anlan tidak tahu jalan mana yang bisa membawanya kembali ke Istana Xingyue. Wanita itu melirik seseorang di seberangnya. Ide cemerlang muncul di kepalanya.

“Kakak tampan, bisakah kau membantuku menunjukkan jalan ke Istana Xingyue? Kepalaku terluka, ingatanku hilang sebagian.”

Li Anlan membiarkan orang itu memimpin jalan di depannya. Keduanya melangkah tanpa suara. Angin berhembus kembali. Li Anlan memeluk tubuhnya yang basah. Wanita itu belum bisa beradaptasi dengan udara di sini. Keasingan di negeri ini terlalu besar hingga membuatnya sulit menyesuaikan diri.

Ketika sampai di depan Istana Xingyue, dua penjaga menunduk memberi hormat. Li Anlan berlari masuk ke dalam Istana Xingyue tanpa mengucapkan terima kasih pada orang itu. Dia tidak peduli ke mana perginya kasim yang ‘membantunya’ tadi. Wanita itu langsung menghilang di balik pintu istana.

Orang itu mengerutkan dahi. Pada malam yang sangat larut ini, mengapa seorang wanita istana berada di luar? Peraturan di sini mengatakan bahwa wanita tidak boleh meninggalkan istana tempat tinggalnya setelah jam malam lewat, kecuali jika wanita itu dipanggil keluar oleh raja atau ibu raja. Wanita itu, tanpa pengawasan dan tanpa ditemani pelayan berkeliaran seorang diri di danau, bahkan muncul dari dalam air dengan kepala terluka.

“Perketat penjagaan kalian. Jika sampai Yang Mulia tahu wanitanya keluar seorang diri seperti itu lagi, dia tidak akan mengampuni kalian!”

Dua penjaga yang merasakan aura kemarahan dari seorang kasim di depannya hanya mengangguk. Sungguh, dua penjaga itu tidak tahu jika selir raja yang mereka jaga akan kembali seorang diri dalam keadaan kacau dan terluka. Jika sampai raja tahu salah satu selirnya dalam bahaya, kepala mereka memang benar-benar tidak akan aman.

Orang itu berjalan pergi meninggalkan Istana Xingyue dengan wajah kesal.

...***...

Abandonemen: keadaan tertinggal.

Surat cinta dari Author: Berikan kritik & saran kalian di bawah untuk kualitas karya yang lebih baik lagi! :) Terima kasih, salam hangat dari pejuang kata!

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

hadirrrrr

2024-03-26

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trysceria

2024-01-26

0

Oi Min

Oi Min

Disini g ada kultivasi gtu??trs Li An g bsa bela diri gtu?? Apa keahlian nya??

2021-12-23

3

lihat semua
Episodes
1 Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2 Eps. 2: Identitas Selir
3 Eps. 3: Selir Miskin
4 Eps. 4: Raja Dongling
5 Eps. 5: Mencari Sistem
6 Eps. 6: Berkemah
7 Eps. 7: Hadiah Kematian
8 Eps. 8: Menjahit Luka
9 Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10 Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11 Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12 Eps. 12: Pemain Payah
13 Eps. 13: Pemalas Berkelas
14 Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15 Eps. 15: Drama
16 Eps. 16: Mencari Cara
17 Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18 Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19 Eps. 19: Lelucon
20 Eps. 20: Li Bersaudara
21 Eps. 21: Saudara Kaya
22 Eps. 22: Pencuri
23 Eps. 23: Menanti Hari Baik
24 Eps. 24: Berani Coba-Coba
25 Eps. 25: Merasa Kecewa
26 Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27 Eps. 27: Salah Paham
28 Eps. 28: Panahan
29 Eps. 29: Surat Rahasia
30 Eps. 30: Merancang Tujuan
31 Eps. 31: Teringat Kembali
32 Eps. 32: BBQ
33 Eps. 33: Tidak Sengaja
34 Eps. 34: Ganti Rugi
35 Eps. 35: Perampokan Legal
36 Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37 Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38 Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39 Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40 Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41 Eps. 41: Disalahpahami
42 Eps. 42: Tuan Muda
43 Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44 Eps. 44: Panti Asuhan
45 Eps. 45: Pertarungan Sengit
46 Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47 Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48 Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49 Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50 Eps. 50: Negosiasi
51 Eps. 51: Hari Penobatan
52 Eps. 52: Tugas Pertama
53 Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54 Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55 Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56 Eps. 56: Tertinggal
57 Eps. 57: Kartu Nama
58 Eps. 58: Penculikan
59 Eps. 59: Pencarian
60 Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61 Eps. 61: Pecah Telur
62 Eps. 62: Menantuku!
63 Eps. 63: Bercerita
64 Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65 Eps. 65: Buku
66 Eps. 66: Surat Nikah
67 Eps. 67: Malam Pengantin
68 Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69 Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70 Eps. 70: Mengembalikan Teror
71 Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72 Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73 Eps. 73: Tempat Aneh
74 Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75 Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76 Eps. 76: Ular Berbisa
77 Eps. 77: Jati Diri
78 Eps. 78: Jebakan
79 Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80 Eps. 80: Mencari Jiwa
81 Eps. 81: Dunia Lain
82 Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83 Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84 Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85 Eps. 85: Menyusun Strategi
86 Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87 Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88 Eps. 88: Topeng
89 Eps. 89: Kebingungan
90 Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91 Eps. 91: Buronan
92 Eps. 92: Perburuan Seru
93 Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94 Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95 Eps. 95: MoU
96 Eps. 96: Penobatan
97 Eps. 97: Malam Pernikahan
98 Eps. 98: Pembebasan
99 Eps. 99: Kelahiran Putra
100 Eps. 100: Episode Akhir
101 PEMBERITAHUAN
102 PEMBERITAHUAN 2
103 PENGUMUMAN
104 PENGUMUMAN BARU
105 EXTRA PART
106 Halo!
107 PERMISIII!!!
108 Mampir, Yuk!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Eps. 1: Li Anlan di Negeri Ajaib
2
Eps. 2: Identitas Selir
3
Eps. 3: Selir Miskin
4
Eps. 4: Raja Dongling
5
Eps. 5: Mencari Sistem
6
Eps. 6: Berkemah
7
Eps. 7: Hadiah Kematian
8
Eps. 8: Menjahit Luka
9
Eps. 9: Bertemu Raja Tampan
10
Eps. 10: Terjebak di Bawah Kaki Raja
11
Eps. 11: Penjahat Kelas Teri
12
Eps. 12: Pemain Payah
13
Eps. 13: Pemalas Berkelas
14
Eps. 14: Bertemu Pengganggu
15
Eps. 15: Drama
16
Eps. 16: Mencari Cara
17
Eps. 17: Surat untuk Kakak Tercinta
18
Eps. 18: Long Ji Man Menjadi Juara Pertama
19
Eps. 19: Lelucon
20
Eps. 20: Li Bersaudara
21
Eps. 21: Saudara Kaya
22
Eps. 22: Pencuri
23
Eps. 23: Menanti Hari Baik
24
Eps. 24: Berani Coba-Coba
25
Eps. 25: Merasa Kecewa
26
Eps. 26: Hukuman untuk Li Anlan
27
Eps. 27: Salah Paham
28
Eps. 28: Panahan
29
Eps. 29: Surat Rahasia
30
Eps. 30: Merancang Tujuan
31
Eps. 31: Teringat Kembali
32
Eps. 32: BBQ
33
Eps. 33: Tidak Sengaja
34
Eps. 34: Ganti Rugi
35
Eps. 35: Perampokan Legal
36
Eps. 36: Bertemu Pangeran Kecil
37
Eps. 37: Berkunjung ke Akademi Kerajaan
38
Eps. 38: Mengajarkan Hal Baru
39
Eps. 39: Long Ji Man Si Wajah Batu
40
Eps. 40: Elang Itu Adalah Milikku!
41
Eps. 41: Disalahpahami
42
Eps. 42: Tuan Muda
43
Eps. 43: Persalinan Menegangkan
44
Eps. 44: Panti Asuhan
45
Eps. 45: Pertarungan Sengit
46
Eps. 46: Tangan yang Ternoda
47
Eps. 47: Perjamuan Ibu Suri
48
Eps. 48: Li Anlan Juara Bertahan
49
Eps. 49: Antara Bencana dan Berita Bahagia
50
Eps. 50: Negosiasi
51
Eps. 51: Hari Penobatan
52
Eps. 52: Tugas Pertama
53
Eps. 53: Seseorang yang Belum Dapat Diterima
54
Eps. 54: Fotografer Zaman Kuno
55
Eps. 55: Tertawa dalam Derita
56
Eps. 56: Tertinggal
57
Eps. 57: Kartu Nama
58
Eps. 58: Penculikan
59
Eps. 59: Pencarian
60
Eps. 60: Misi Menyelamatkan Istri
61
Eps. 61: Pecah Telur
62
Eps. 62: Menantuku!
63
Eps. 63: Bercerita
64
Eps. 64: Hukuman untuk Orang Jahat
65
Eps. 65: Buku
66
Eps. 66: Surat Nikah
67
Eps. 67: Malam Pengantin
68
Eps. 68: Sebuah Pernyataan
69
Eps. 69: Bencana Tidak Terduga
70
Eps. 70: Mengembalikan Teror
71
Eps. 71: Datang Satu Gugur Empat
72
Eps. 72: Ujian Akademi Kerajaan
73
Eps. 73: Tempat Aneh
74
Eps. 74: Wisma Gunung Feiyun
75
Eps. 75: Keinginan Ibu Suri
76
Eps. 76: Ular Berbisa
77
Eps. 77: Jati Diri
78
Eps. 78: Jebakan
79
Eps. 79: Kau Tidak Boleh Pergi!
80
Eps. 80: Mencari Jiwa
81
Eps. 81: Dunia Lain
82
Eps. 82: Mencoba Segala Cara
83
Eps. 83: Terlalu Lama Pergi
84
Eps. 84: Berdamai dengan Masa Depan
85
Eps. 85: Menyusun Strategi
86
Eps. 86: Orang Gila yang Sesungguhnya
87
Eps. 87: Kisah Pilu Sang Permaisuri
88
Eps. 88: Topeng
89
Eps. 89: Kebingungan
90
Eps. 90: Orang Tidak Bertanggung Jawab
91
Eps. 91: Buronan
92
Eps. 92: Perburuan Seru
93
Eps. 93: Kemenangan Mutlak
94
Eps. 94: Hukuman Untuk Orang Jahat
95
Eps. 95: MoU
96
Eps. 96: Penobatan
97
Eps. 97: Malam Pernikahan
98
Eps. 98: Pembebasan
99
Eps. 99: Kelahiran Putra
100
Eps. 100: Episode Akhir
101
PEMBERITAHUAN
102
PEMBERITAHUAN 2
103
PENGUMUMAN
104
PENGUMUMAN BARU
105
EXTRA PART
106
Halo!
107
PERMISIII!!!
108
Mampir, Yuk!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!